Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Transformasi Tahap Dua


__ADS_3

Dalam perjalanan kembali, tampak seluruh tim membawa muatan penuh.


Penampilan mereka tampak berantakan, tetapi mereka tampak senang. Bahkan Ark yang tampak tak acuh juga memancarkan kehangatan. Meski tampak dingin, dia jelas juga bahagia. Itu karena mereka telah mengumpulkan bahan untuk ramuan evolusi tahap dua.


Tentu saja, dengan sabit Rotten Ghost Mantis sebagai bonus tambahan!


Ark melirik ke arah Stacy yang memiliki hidung merah dan mata sembab dengan tatapan rumit.


Berbeda dengan anggota lain yang tampak khawatir dan cemas ketika dirinya tidak kembali, Stacy selalu mencoba untuk tenang. Namun setelah melihat dirinya kembali dengan selamat, gadis tersebut langsung menangis. Terus memeluknya tanpa ingin melepaskan pemuda tersebut.


Tampaknya memiliki rasa ketergantungan kepada Ark.


Daripada tampak seperti gadis licik dan kejam, di mata Ark, Stacy lebih mirip dengan gadis kecil yang patuh. Mengikuti apapun yang diperintahkan oleh orang tuanya. Sama sekali tidak memiliki pemikiran untuk menolak perintah.


"Sungguh gila. Luka separah itu benar-benar bisa sembuh. Jika itu di dunia sebelumnya, kamu pasti sudah mati karena kehilangan banyak darah."


"Ya. Aku tidak apa-apa. Meski tidak langsung sembuh total dan memakan cukup banyak waktu, paling tidak luka seperti ini bisa sembuh secara alami."


"Apakah kamu bercanda, Ark? Memangnya luka berat semacam itu bisa langsung sembuh? Bukankah itu malah mirip monster?"


Jay terkekeh. Sementara itu Ark hanya menggelengkan kepalanya. Dia mengingat dengan jelas, di kehidupan sebelumnya, ada orang yang sangat sulit untuk mati.


Pada saat tangannya dipotong, dia hanya mengambil lalu menempelkannya. Tangan tersebut langsung kembali tersambung. Benar-benar kemampuan yang sangat kuat.


Kecuali diincar pada titik fatal atau langsung dilenyapkan dalam sekali serangan, dia nyaris tidak bisa mati.


Ark menggelengkan kepalanya, tidak ingin lagi memikirkan apa yang seharusnya tidak dia pikirkan sekarang. Pemuda itu menghela napas panjang.


'Lebih baik memikirkannya lain kali. Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal tidak berguna semacam ini.'


***


Setelah melalui perjalanan panjang, Ark dan rekan-rekannya akhirnya kembali ke markas.


"Uwaaa!!!"


"Huaaa!!!"


"..."


Melihat Nathan dan Nala yang memeluk kakinya sambil menangis keras seolah mereka yang terluka dan sekarat, Ark benar-benar terdiam. Kedua bocah itu memeluk kakinya seperti koala yang memeluk pohon.


Sama sekali tidak berniat untuk melepaskannya!


"Nathan, Nala ... kalian tidak boleh seperti itu. Tuan Ark perlu beristirahat. Jika seperti itu, kalian malah mengganggu Tuan Ark."


Abigail buru-buru memanggil kedua anaknya. Wanita tersebut benar-benar terkejut ketika melihat kedua bocah itu bertingkah sedemikian rupa. Tampaknya enggan berpisah dengan Ark karena telah akrab dengannya.


Nathan dan Nala berhenti memeluk kaki Ark. Mereka mundur lalu mendongak, menatap ke arah pemuda itu dengan mata berkaca-kaca.


Menghela napas panjang, Ark menggosok lembut kepala mereka.

__ADS_1


"Tenang saja, aku kuat. Aku tidak akan mati begitu mudah."


Mendengar ucapan Ark, kedua bocah itu langsung tersenyum. Anak-anak seperti mereka memiliki pemikiran sederhana. Keduanya melihat ke tempat dimana Ark meletakkan salah satu tangan Rotten Ghost Mantis.


"Lihat itu, Nala!"


"Wow! Apakah itu cakar? Sabit?"


"Ini pasti trophy yang dibawa oleh Tuan Ark!"


"Trophy?"


"Seperti piala! Tuan Ark pasti telah mengalahkan monster kuat dan jahat! Membawa ini sebagai piala, kenang-kenangan untuk mengingat prestasinya!"


"Wow! Mengalahkan monster jahat!"


Nathan dan Nala memandang ke arah Ark dengan mata berkilauan. Tampak cerah, seolah banyak bintang berkilauan di mata mereka.


Ark tidak tahu game semacam apa yang Nathan mainkan sebelumnya. Hanya saja, pemuda itu pasti tidak hanya membawa benda seperti itu untuk dijadikan pajangan. Lagipula, dia mengorbankan dua katana hanya untuk mendapatkan benda tersebut!


Pajangan? Terlalu sia-sia!


"Sungguh luar biasa. Kamu benar-benar selamat dengan luka semacam itu. Mungkinkah ini manfaat evolusi?"


Old Franky mengelus dagu. Menatap ke arah Ark dengan tatapan penuh rasa kagum. Bukan kagum karena kekuatan dan teknik pemuda itu, tetapi kagum atas kehebatan evolusi.


Sebagai ilmuwan yang sangat berdedikasi, Old Franky sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau penelitian. Zombie, tanaman bermutasi, binatang buas, evolusi manusia. Pria tua itu sangat terpesona dengan apa yang dia lihat sekarang.


Tampak aneh, tetapi begitulah dirinya. Asalkan ada sang cucu di sisinya, Old Franky sama sekali tidak peduli dengan hal lainnya. Selain cucunya yang berharga, dia lebih menyukai penelitian. Sama sekali tidak peduli dengan betapa kacaunya dunia atau betapa putus asa umat manusia.


"Maaf, Old Franky. Aku normal dan menyukai perempuan. Bahkan jika ada yang tidak normal, tampaknya orang-orang itu tidak akan memilih pria tua sepertimu."


"AKU JUGA NORMAL! AKU BAHKAN PERNAH PUNYA ISTRI DAN ANAK! AKU JUGA MEMILIKI CUCU!"


Old Franky berteriak marah. Benar-benar langsung dibuat kesal oleh perkataan datar Ark. Menghela napas panjang, dia kembali menjelaskan.


"Biar aku katakan, aku hanya kagum dengan apa yang bisa manusia lakukan ketika beradaptasi. Hal tersebut benar-benar melenceng dari tebakan banyak ilmuwan sebelumnya."


"Tentu saja." Ark membalas santai. "Lagipula, siapa yang berpikir dunia akan menjadi kacau seperti ini?"


"Kamu ada benarnya." Old Franky mengangguk.


Setelah bercakap-cakap, Ark menatap ke arah teman-temannya. Dia kemudian berkata.


"Karena kita berhasil kembali dengan selamat dan mendapatkan banyak panen berlimpah, mari kita berpesta malam ini!


Makan banyak! Nikmati malam ini dengan ceria!"


Mendengar ucapan Ark, orang-orang pun tersenyum gembira.


Usai membereskan semuanya, Ark dan timnya mandi bergiliran. Setelah itu, mereka akhirnya mengadakan pesta sampai larut malam.

__ADS_1


Benar-benar menyempatkan waktu untuk menghibur diri di dunia yang suram ini!


***


Dua puluh hari kemudian.


Dalam ruangan kosong lantai tiga, Ark menggigit kain yang disumpalkan ke mulutnya. Dia menahan rasa sakit yang lebih parah daripada apa yang dialami sebelumnya. Saat ini, dia mencoba menerobos ke tahap dua.


Dua jam berlalu begitu saja. Ark bangkit sambil menyeka cairan kotor berwarna hitam dengan bau mirip darah yang keluar dari pori-porinya. Tangannya mengepal erat, lalu membuat gerakan meninju.


Swoosh!


Merasakan kekuatannya sekarang, Ark tersenyum puas.


"Dengan kekuatan ini, seharusnya menghabisi Rotten Ghost Mantis bukan lagi menjadi masalah."


Setelah memberi waktu untuk membiasakan diri dengan tubuhnya sendiri, Ark pergi mandi lalu berganti pakaian bersih. Setelah itu, dia turun ke lantai pertama dan bertemu Jay di sana.


"Aku heran, setiap kali berhasil, kenapa kamu menjadi semakin tampan?" Jay berkata dengan nada setengah bercanda.


Mendengar ucapan Jay, Ark menggelengkan kepalanya. Dia menatap ke arah pria itu lalu sedikit menundukkan kepalanya.


"Terima kasih, Jay."


"Eh? Aku rasa kamu tidak baik-baik saja! Kamu benar-benar berterima kasih kepadaku!" ucap Jay dengan ekspresi terkejut.


Ark merasa agak jengkel, tetapi akhirnya hanya mengangkat bahu tanpa daya.


Pada saat kembali, Jay berhasil mengamankan tujuh buah delima. Seharusnya delapan, tetapi pada akhirnya satu jatuh ketika melarikan diri.


Satu buah bisa digunakan untuk membuat empat ramuan. Jadi tujuh buah bisa digunakan untuk membuat 28 ramuan. Hanya saja, jumlah daging zombie level dua yang dibutuhkan juga lebih banyak.


Selain itu, untuk menembus level dua, perlu mengonsumsi 20 botol ramuan evolusi tingkat dua!


Jay memilih untuk menyerahkan semuanya kepada Ark. Bukan hanya menyuruh sahabatnya untuk lebih dahulu berevolusi, tetapi dia juga membantu dalam perburuan zombie level dua dalam dua puluh hari ini.


Tentu saja, bukan tanpa keuntungan. Jay sendiri juga telah meminum empat porsi ramuan evolusi. Tidak banyak, tetapi jelas membuat perbedaan kekuatan dengan anggota lainnya.


Saat itu, sosok Old Franky bergegas ke arah mereka dengan ekspresi pucat. Melihat ke arah Ark, pria tua itu berseru.


"Bantu aku, Ketua!"


"Ada apa?" tanya Ark.


"Lisa! Lisa dan Debby belum kembali dari patroli, padahal sudah hampir tengah malam! Pasti ada yang salah!"


Mendengar itu, Ark langsung mengingat beberapa kenangan berdebu. Memikirkan berbagai dugaan, ekspresi pemuda itu akhirnya berubah menjadi buruk.


Tampaknya kejadian yang ingin dia cegah masih terjadi!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2