
Beberapa jam kemudian.
Setelah menyelesaikan semua urusan mereka, Ark membawa anggota baru kembali. Menunjukkan tempat tinggal mereka yang baru dan memberi tugas kepada mereka. Pemuda itu kemudian pergi ke markas dengan ekspresi santai di wajahnya.
"Kamu terlihat senang, Ark."
Jay datang menghampiri Ark dengan senyum di wajahnya. Melihat mata di balik topeng itu, dia tahu kalau sahabatnya dalam suasana hati yang baik.
"Tidak juga." Ark menggelengkan kepalanya.
"Omong-omong, kenapa kamu tidak langsung menerima mereka? Bukankah mereka bibit-bibit yang baik?"
"Ingat peraturannya, Jay."
"Maksudmu?"
"Memasukkan satu atau dua orang mungkin tidak masalah. Namun jika kita menerima lebih banyak orang sekaligus, semuanya akan menjadi lebih kacau.
Saat ini mungkin tidak akan terjadi apa-apa. Setelah informasi tersebar, dua minggu kemudian semuanya akan menjadi kacau. Banyak orang yang ingin mendaftar lewat jalur khusus/langsung. Kita tidak bisa menerima semuanya.
Alasan kenapa kita tidak menerima jumlah anggota berlebihan bukan karena kita tidak bisa menghidupi mereka. Kita bisa saja melakukannya, tetapi hal tersebut akan mengacaukan pola.
Aku ingin Sword of Sufferings berjalan dengan pasti. Aku tidak ingin membuat celah dimana suatu hal buruk seperti pengkhianatan bisa terjadi. Terlebih lagi, aku juga harus memastikan kalau semua anggota terkendali.
Bisa dibilang, bahkan jika mereka menjadi gila dan mencoba melakukan kudeta, aku tidak perlu takut kepada mereka.
Sebaliknya, aku bisa dengan mudah menekan dan menghapus mereka. Bisa dibilang, aku yang memberi mereka kekuatan, jadi aku harus memiliki kekuatan mutlak untuk mengambilnya kembali jika diperlukan."
Mendengar penjelasan Ark, Jay terkejut. Namun ketika dia menyadari kalau memang seperti itulah sahabatnya, pria itu mengangkat bahu. Tampaknya tidak peduli dengan keputusan Ark karena sudah mempercayai pemuda tersebut sepenuhnya.
"Ya. Aku tahu kamu pasti akan mencoba yang terbaik." Jay menyeringai. "Omong-omong, kapan aku akan ditugaskan keluar dari wilayah?"
"Kamu ingin pergi jalan-jalan?"
"Ya. Terlalu membosankan untuk tinggal di wilayah ini terus-menerus. Juga ... tidak bisakah kamu memindahkan Mona ke Scarlet Knight? Kenapa kamu menugaskan dia ke Violet Guardian?"
Jay menatap ke arah Ark dengan ekspresi penuh kebencian. Sahabatnya jelas mengetahui hubungannya dengan Mona, tetapi benar-benar memilih untuk memisahkan mereka.
"Jangan tanyakan itu, Jay. Bahkan ketika Mona terpisah, pekerjaanmu masih kacau. Jika aku menyatukan kalian, kamu akan menambahkan pekerjaanku."
"Tentu saja aku pasti akan lebih semangat bekerja!" ucap Jay tegas.
"Ya, ya, ya ... kamu akan sibuk bekerja di kamar."
"Aku—"
"Kita tidak perlu membicarakan ini, Jay."
"Baiklah. Kalau begitu aku memiliki permintaan lain."
"Ada apa?" tanya Ark.
__ADS_1
"Aku ingin satu rumah. Lebih tepatnya, aku ingin setiap anggota inti mendapatkan satu rumah."
Jay menatap ke arah Ark dengan wajah tegas. Dia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan.
"Tidak semua orang adalah pria lurus seperti kamu yang selalu fokus dengan tugas, Ark. Kami juga butuh privasi."
"Aku tidak peduli jika kamu sering membuat suara di malam hari." Ark berkata dengan nada monoton.
"Itulah kenapa aku bilang aku butuh privasi!"
"Tidak bisa." Ark menggelengkan kepalanya. "Itu tidak aman. Jika terlalu banyak rumah untuk diurus, rumah itu tidak akan aman. Mungkin ada orang yang akan menyusup, pencurian, atau hal-hal semacamnya."
"Kamu benar-benar berniat untuk mengawasi kami semua?" ucap Jay dengan ekspresi tidak percaya.
"..."
Melihat Ark yang diam saja, Jay merasa tertekan. Namun pria itu masih bersikeras untuk berkata, "Setidaknya beri kami cukup privasi."
"Baiklah. Aku akan memberikannya kepada keluarga anggota inti," jawab Ark yang sudah tidak tahan.
"Bagus!"
"Namun tidak setiap keluarga memiliki satu rumah." Ark langsung menyela. "Rata-rata rumah di sini memiliki tiga lantai. Ruang makan, dapur, dan sebagainya di lantai satu. Maka yang akan aku berikan kepada kalian adalah satu lantai. Yaitu di lantai dua atau tiga."
"Maksudmu?"
"Contohnya aku memilih rumah itu untuk kalian." Ark menunjuk rumah acak. "Lantai pertama akan digunakan bersama. Lantai ke-3 akan digunakan untuk keluargamu. Lantai dua akan menjadi milik keluarga Old Franky dan Lisa."
"Setiap rumah sangat luas. Satu lantai sebenarnya mampu menampung belasan orang, mungkin lebih dari 20 orang jika dijadikan asrama. Beberapa orang belaka ... lebih dari cukup."
"Ugh! Dimengerti."
Setelah mendapatkan persetujuan, Jay akhirnya menyerah. Jika dia terlalu memaksa, kemungkinan besar pemuda itu malah tidak akan membiarkan mereka mendapatkan manfaat. Menjadi lebih keras kepala daripada sebelumnya.
Malam harinya, Ark mengumpulkan semua anggota inti. Setelah itu, dia mulai membagi bangunan yang ada. Selain itu, pemuda tersebut juga memindahkan orang-orang di sekitar pusat markas ke rumah lain. Dia ingin area pusat markas menjadi area berkumpulnya anggota inti.
Setelah ditentukan, semuanya menjadi seperti ini.
Di markas utama sebelumnya, itu akan menjadi rumah Ark.
Rumah di sebelah kirinya, Jay tinggal di lantai tiga bersama dengan Mona. Di lantai dua, Saito tinggal bersama dengan Nami.
Rumah di sebelah kanannya, Old Franky dan Lisa tinggal di lantai tiga. Stein dan Eva tinggal di lantai dua.
Di sebelah kiri rumah Jay dan Saito, itu akan menjadi tempat tinggal Darin. Pemuda itu tinggal di lantai tiga bersama dengan Shani, dan Yonas.
Kurona, Shirona, dan Stacy bersikeras untuk tinggal di markas utama. Jadi Ark membiarkan mereka tinggal di lantai dua. Sedangkan untuk Natasha, Abigail, Nathan, dan Nala ... entah kenapa mereka juga meminta untuk tinggal di markas utama. Jadi Ark juga menyuruh mereka tinggal di lantai dua.
Bisa dibilang, selain beberapa orang yang ingin memiliki keluarga atau memang telah memiliki kerabat, sisanya masih ingin tinggal di markas utama. Namun, ada satu hal yang mengejutkan Ark.
"Saya ingin mengajukan permohonan, Tuan!" ucap Vadim.
__ADS_1
Semua orang menatap ke arah Vadim dengan ekspresi rumit. Kebanyakan dari mereka sempat membencinya karena dikira berkhianat, tetapi ternyata malah mengemban beban berat sendirian.
"Oh? Kamu benar-benar menolak hadiah yaitu kesempatan baik ke tingkat tiga lebih awal dan meminta hal lain sebagai gantinya.
Sungguh, aku benar-benar penasaran apa yang sebenarnya kamu minta, Vadim."
Ark menatap ke arah Vadim dengan tatapan dingin, membuat pria itu langsung menggigil. Namun masih menggertakkan gigi dan berkata.
"Saya ingin diberi kesempatan untuk merekrut orang, Tuan!"
"Merekrut? Apakah ada orang yang kamu anggap berbakat sehingga kamu ingin menerimanya?"
Ark menyesap tehnya dengan ekspresi santai. Sedikit terkejut karena Vadim tampaknya ingin menerima murid.
"Saya ingin menerima 20 wanita yang telah menemani saya, Tuan!" ucap Vadim tegas.
Mendengar itu, Ark langsung tersedak teh panas.
"UHUK! UHUK!" Ark tidak bisa menahan batuk. Dia kemudian menatap ke arah Vadim dengan ekspresi heran. "Coba katakan dengan jelas, Vadim. Apa yang kamu inginkan?"
"Dua puluh wanita yang menemani saya ketika sedang menjalankan misi rahasia. Saya ingin merekrut mereka!"
"Kamu bilang ingin bertanggung jawab?"
"YA!" tegas Vadim.
"Apakah mereka akan menerimanya?"
"Saya telah berbicara dengan mereka setelah misi selesai, Tuan. Saya berkata bahwa saya akan mencoba merekrut mereka.
Selain cantik, para wanita itu mungkin tidak memiliki bakat khusus dalam kerajinan atau pertarungan. Namun saya yakin, selama mereka diajari, bukan tidak mungkin untuk melakukannya."
"..."
Semua orang dalam ruangan menghirup udara dingin. Mereka tidak menyangka kalau Vadim memiliki ide semacam itu. Orang-orang itu melirik ke arah Ark. Menunggu respon pemuda tersebut.
"Jika mereka mau bergabung tanpa paksaan dan mengikuti peraturan, maka biarlah. Kamu boleh mengajak mereka.
Pastikan untuk melatih mereka dengan baik. Jika ada yang membuat masalah. Aku tidak akan hanya menghukum mereka, tetapi juga kamu."
"TERIMA KASIH, TUAN!!!" teriak Vadim tulus.
Saat itu, ekspresi orang-orangnya langsung berubah stagnan. Mereka menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya.
Sementara itu, Jay menatap Vadim dengan wajah heran. Matanya bahkan merah. Dia pikir kalau Ark yang dikelilingi oleh beberapa gadis cantik sudah berlebihan. Dia benar-benar tidak menyangka ...
Ternyata pria tidak mencolok itu sudah menjadi Raja Harem yang mencoba membawa pulang 20 wanitanya!
Benar-benar membuatnya merasa iri dan cemburu!
>> Bersambung.
__ADS_1