
"Adakah yang bisa kami bantu?"
Ark bertanya dengan nada malas.
Gion yang memimpin para bawahannya melihat rahang dan bagian bawah wajah Ark. Melihat kalau sekilas, mereka tahu kalau sosok Hades jelas masih muda. Kulitnya tampak putih serta kencang, bibir agak tipis, dan proporsi wajah begitu ideal.
Jelas ... Hades adalah lelaki tampan!
'Muda, kuat, kaya (dalam hal ini, tidak kekurangan makanan), dan memiliki otak penjahat ... uhuk! Otak cerdas!
Bagaimana dunia begitu tidak adil?'
Gion menghela napas panjang ketika melihat ke arah Ark. Pada kenyataannya, bukan hanya dia, tetapi anggota lain juga memiliki pemikiran yang sama.
Merasa kalau hidup ternyata tidak begitu adil!
"Soal itu ..."
Gion melirik ke arah hades dengan ekspresi rumit.
"Katakan saja."
"Sebenarnya kami ingin membicarakan perihalĀ daging monster."
"Ada apa?"
"Apakah menurut anda ... daging gagak dan hyena itu bisa dimakan?"
"Tidak."
"Eh?" Gion memasang ekspresi terkejut. Dia menatap Ark dengan tatapan aneh. "Namun, bukannya kalian juga memasaknya?"
"Maksudmu itu?" ucap Ark sambil menyodok beberapa bola tanah yang kering dan keras.
"Ya."
Melihat Gion mengangguk dengan ekspresi curiga, Ark menghela napas panjang. Dia melirik mereka sebelum menjelaskan.
"Ada beberapa puppies di rumah. Aku melakukan ini untuk mengawetkan beberapa daging berharga. Membawanya kembali tanpa takut busuk.
Jika kamu tidak percaya, kamu bisa melihatnya sendiri. Di bawah pohon dekat kereta, masih ada dua tubuh hyena. Satu akan aku gunakan untuk memberi makan hewan peliharaanku besok pagi. Masih ada satu, kamu bisa membawa dan mencobanya.
Tentu saja, jika ada yang mati keracunan, itu bukan salahku."
"..."
Gion terdiam sejenak. Dia kemudian berpikir hati-hati sebelum memutuskan.
"Kalau begitu kami akan membawanya kembali. Omong-omong, apakah daging gagak itu benar-benar tidak bisa dikonsumsi?"
"Menurut informasi yang aku dapatkan. Daging gagak bisa dikonsumsi. Bahkan, ada yang bilang kalau rasanya mirip kalkun besar yang dimasak ketika hari raya Thanksgiving. hanya saja ...
Memakan daging gagak dikatakan tidak baik. Bisa dibilang, dengan mengonsumsi daging gagak, kalian akan menjadi target gagak bermutasi. Tentu saja, pilihan percaya atau tidak tergantung kepada kalian.
__ADS_1
Selain itu, jika kalian mau, kalian bisa mengumpulkan bulu leher gagak dan bulu sayap yang besar. Jika kalian berniat menjual, kami bisa menerimanya."
"Soal itu ..." Salah satu anggota Jade Scorpion menyela. "Bukankah kalian berhutang penjelasan kepada kami, Mr Hades?"
"Aku tidak tahu apa yang kamu maksud."
"Kita jelas dalam hubungan perdagangan yang baik. Namun ketika kami menerima serangan, kalian sama sekali tidak membantu. Hanya menonton pertunjukan dengan tak acuh.
Itu sudah keterlaluan!"
Pria itu menunjuk ke arah Ark dengan ekspresi marah. Sebaliknya, pria yang dipanggil Hades itu mengangkat bahu. Bukan hanya tidak merasa bersalah, dia malah mengangkat sudut bibirnya.
"Untuk pengecut yang bersembunyi di ruang bawah tanah, aku cukup terkejut atas keberanianmu. Benar-benar pecundang yang mencoba menuang air kotor kepada Dark Caravan."
"Aku tidak-"
"Kamu tidak perlu menyangkalnya. Aku tahu kalau seluruh anggota inti Jade Scorpion bersembunyi ketika serangan gagak bermutasi terjadi. Pada awalnya aku sama sekali tidak ingin membahasnya karena Mr Gion sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Namun aku tidak bisa diam jika kalian mencoba main-main dengan kami. Biar kuperingatkan ..."
Tatapan dingin Ark menyapu. Niat membunuh yang kuat terpancar dari pemuda itu.
"Sebaiknya kalian tidak menyentuh apa yang seharusnya tidak disentuh ... karena kemalangan adalah hasil akhir yang menunggu kalian.
Cukup itu saja, kalian bisa pergi. Jika kalian ingin menjual, kami akan berada di tempat ini sampai besok siang."
"Kamu-"
"Cukup!" tegas gion. "Lebih baik tutup mulut kotormu sebelum aku menjahitnya karena muak!"
Mengalihkan pandangannya ke arah Ark, Gion mengangguk lalu berkata.
"Terima kasih atas petunjuknya, Mr Hades. Kami akan segera mengurus sisanya."
Setelah mengatakan itu, Gion membawa anak buahnya pergi dari sana.
Mengabaikan Gion dan anak buahnya, Darin yang menggigit dendeng daging yang cukup alot bertanya.
"Soal daging gagak ... apakah kamu serius, Ketua?"
Mendengar pertanyaan tersebut, Ark berkata dengan santai.
"Aku serius. Gagak itu tidak baik. memberi kenikmatan sementara hanya untuk menderita selamanya. Jelas pilihan yang buruk."
Saat itu, Ark tiba-tiba membayangkan kalau kehidupannya menjadi RPG atau dirinya memiliki sistem. Jika dia memakan daging gagak bermutasi, pasti sebuah kotak panel muncul di depannya.
[ DING! Anda telah memakan daging gagak bermutasi dan mendapatkan gelar "Kasih Sayang Gagak". }
[ Kasih Sayang Gagak }
[ Sebuah kutukan yang melekat pada tubuh dan tidak bisa dihilangkan. Dalam jarak sepuluh kilometer, gagak bermutasi akan mengetahui keberadaan anda lalu datang. Para gagak akan terus mengejar anda seperti orang jatuh cinta dan terus menantikan balasan anda.
Mengejar anda ke ujung dunia hanya untuk mematuk penuh cinta~ ]
Beberapa gagak jelas bukan masalah. Bahkan jika itu belasan, puluhan, atau ratusan ... mungkin masih bisa diterima. Sedangkan seluruh gagak di raven tower? Ribuan bahkan puluhan ribu datang mengejar untuk mematuk dengan penuh cinta?
__ADS_1
Membayangkannya saja membuat kulit kepala Ark mati rasa!
Meski Ark bercanda soal panel game dan cinta, tetapi dia tahu kalau para gagak adalah pendendam yang berlebihan. Entah kenapa mereka bisa menandai orang/makhluk yang memakan jenis mereka, intinya Ark tidak ingin main-main dengan para pendendam itu.
Benar-benar bukan sesuatu yang menguntungkan!
Melihat ekspresi serius di wajah Ark, tiga orang lain menelan ludah. Mereka tahu kalau sang ketua biasanya tidak serius. Kecuali menghadapi sesuatu yang mendesak atau berbahaya, dia biasanya santai. Itulah kenapa mereka bertiga menjadi gugup. Bahkan rasa penasaran akan daging gagak langsung menghilang!
"Tenang saja, Ketua. kami bertiga tidak akan main-main dengan hal berbahaya semacam itu!"
Ark yang mendengar ucapan Darin tertegun. Tanpa sadar sudut bibirnya terangkat.
"Bagus jika kalian mengingatnya. Selesaikan makan malam lalu beristirahat, bagi shift jaga seperti biasa! Aku akan pergi sebentar."
"Baik!" jawab mereka bertiga serempak.
Dengan begitu, satu malam berlalu dengan tenang.
***
Keesokan paginya.
Ketika Ark dan tiga orang lainnya duduk santai sambil makan sarapan mereka, sosok Saito berjalan ke arah mereka sambil menggendong Nami.
"Datang untuk makan."
Ark berkata dengan nada tak acuh. Darin, Yonas, dan Vadim sadar kalau pasangan itu akan menjadi rekan mereka. Tentu saja, ketiganya menyambut mereka berdua dengan ramah.
Ark dengan santai mengambil dua mangkuk kecil lalu mengisinya dengan bubur daging. Dia juga menyiapkan sedikit sayur dan dua gelas air. Pemuda itu menyuruh Saito dan nami duduk lalu meminta mereka untuk sarapan.
Saito dan Nami awalnya terkejut. Mereka pikir mereka akan diperlakukan dengan cara kasar dan buruk. Benar-benar tidak menyangka kalau ada sambutan hangat semacam itu.
Nami sendiri sebenarnya masih curiga, tetapi Saito tampaknya telah menerima dengan mudah. Pria itu mengambil makanan dengan santai dan berkata lembut.
"Terima kasih."
Mendengar itu, Darin, Yonas, dan Vadim saling memandang sebelum mengangkat sudut bibir mereka.
"Tenang saja. Selama kalian mengikuti ketua tanpa banyak bertanya, kalian tidak akan kelaparan."
Darin langsung berkata sambil memuji Ark.
"Diam dan makan."
Mendengar ucapan Ark, ketiganya menjawab serempak.
"Baik!"
Setelah makan bersama lalu membereskan peralatan dan mengemasnya, Ark dan rekan-rekannya melihat Gion datang membawa karung berisi bulu hitam. Melihat itu, Ark berdiri lalu berkata.
"Pastikan hitung dengan cermat. Setelah pekerjaan ini selesai, kita akan pulang."
>> Bersambung.
__ADS_1