Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Pulang dan Bersantai


__ADS_3

Setelah dua hari perjalanan, Ark dan rekan-rekannya akhirnya tiba di markas.


Dalam dua hari ini, Saito dan Nami semakin mengenal Ark. Mereka bahkan telah melihat wajahnya. Tentu saja, lelaki tampan berusia beberapa tahun lebih muda benar-benar mengejutkan mereka.


Sedangkan Ark sendiri hanya bisa menghela napas. Sama seperti kondisi Shani sebelumnya, Ark sebenarnya tidak ingin menerima Nami. Namun karena tekad pasangan itu, ditambah Saito yang membuang harga diri dan berlutut di depannya sambil memohon, Ark akhirnya menyerah. Pada akhirnya dia memikirkan tempat yang cocok untuk Nami.


Tentu saja, setelah mengingat betapa pentingnya Nami bagi Saito, Ark merasa cukup puas. Kesetiaan pria itu jelas lebih bisa dipercaya. Meski Ark mengakui kalau Saito adalah pria yang hampir tidak mungkin melanggar sumpah, tetapi dia masih memikirkan kemungkinan sekecil apapun.


"Selamat datang di markas Sword of Sufferings."


Melihat ekspresi terkejut di wajah Saito dan Nami, Ark berkata dengan bangga.


Di sebuah jalan yang terawat dan cukup bersih tampak tiga rumah di sisi kiri dan tiga di sisi kanan. Di luar ketiga rumah mewah, tampak dinding tinggi yang ditumbuhi tanaman rambat hijau dengan duri-duri ungu. Di luar dinding pagar, ada juga parit cukup dalam yang sengaja digali untuk pertahanan.


Ya. Setelah satu setengah bulan, bukan hanya empat bangunan, tetapi enam bangunan digunakan.


Di sisi kanan jalan, ada markas Scarlet Sword, markas utama, dan markas Violet Sword. Di sisi kiri jalan, ada bengkel pembuatan kerajinan, gudang utama, dan gudang tambahan.


Sejak Old Franky mulai memperbaiki berbagai macam peralatan dengannya, Ark memerintahkan anggota baru untuk mulai memindahkan sampah pungutan dari berbagai logam dan menyimpannya di rumah yang sekarang dijadikan bengkel. Beberapa ruangan di lantai pertama digunakan sebagai bengkel yang berbeda-beda. Lantai dua dijadikan sebagai tempat penyimpanan bahan pungutan. Sedangkan lantai tiga rencananya akan digunakan sebagai tempat menyimpan barang setengah jadi dan gudang senjata.


Sedangkan alasan kenapa masih rencana ... ya. Ark masih kekurangan pengrajin!


Sedangkan dua bangunan lain disebut sebagai gudang utama dan gudang tambahan. Meski begitu, fungsinya belum sepenuhnya dikerahkan karena jumlah panen sama sekali tidak berlebihan. Jadi gudang tambahan saat ini kosong. Lantai pertama gudang utama digunakan sebagai tempat tinggal Debby dan para puppies. Tentu saja, karena terlalu luas, Ark mengambil beberapa kamar untuk menyimpan peralatan pertanian dan garasi digunakan sebagai tempat menaruh kereta. Lantai dua sebagai tempat menyimpan berbagai panen yang belum diolah dan produk olahan kualitas rendah.


Ya. Ark masih membaginya berdasarkan kualitas. Hasil panen dibagi menjadi tiga yaitu produk rendah, menengah, dan tinggi. Setiap olahan ditangani secara berbeda. Produk olahan dari bahan kualitas rendah akan dijual ke luar melalui Dark Caravan. Produk menengah digunakan sebagai makanan dua divisi Scarlet Sword dan Violet Sword, disimpan di lantai tiga gudang utama. Sedangkan kualitas terbaik dimakan para anggota inti, disimpan dilantai tiga markas utama dan hanya bisa diakses Ark.


Meski cukup mempercayai anggotanya, Ark masih memiliki kebiasaan berhati-hati. Dia menyimpan segala sesuatu yang paling berharga di lantai tiga markas utama. Baik itu senjata, emas, benih kualitas tinggi, dan produk olahan kualitas tinggi. Tentu saja, tidak ada yang berani memprotesnya. Bahkan semua orang menganggapnya wajar.


Meski dibilang kualitas rendah dan menengah. Sebenarnya kualitasnya sama sekali tidak kalah dengan barang terbaik pada masa normal. Tentu saja, tidak ada yang tidak puas karenanya. Namun, Ark merahasiakan sesuatu yang cukup penting. Produk kualitas tinggi muncul sangat sedikit, tetapi memiliki efek perbaikan pada tubuh dan memperkuat jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Efeknya tentu tidak begitu berlebihan seperti ramuan evolusi, tetapi masih berguna untuk menyehatkan tubuh.


Saito dan nami sangat terkejut ketika mendengar perkenalan singkat Ark. Bisa dibilang, mereka mereka begitu takjub dengan kelompok kecil berisi para elit tersebut.

__ADS_1


Sampai di gudang, Ark segera memberi perintah.


"Turunkan dan pisahkan barang sama seperti biasanya."


"Baik!" jawab anggota lama yang menyambut kepulangan mereka.


Selesai mengawasi barang-barang dipindahkan, Ark melepaskan jubah bulu dan topeng. Dalam tatapan ngeri Saito dan Nami, lima puppies yang tinggal di gudang utama langsung berlari mengelilingi pemuda itu. Meski dibilang puppies, ukuran mereka sudah sama dengan ukuran serigala dewasa di masa sebelum apocalypse.


Setelah bermain dengan mereka sebentar, Ark membawa lima orang lainnya pergi ke markas utama.


Di sana, anggota inti Sword of Sufferings berkumpul untuk menyambut kepulangan mereka. Khususnya Nathan dan Nala yang langsung menempel kepada Ark. Mereka berdua tampaknya sangat merindukan pemuda itu. Kurona dan Shirona yang memiliki ekspresi datar juga langsung mendekati Ark. Pemuda itu mengelus kepala mereka dengan lembut lalu menyuruh semua orang bubar.


"Lanjutkan apa yang kalian lakukan sebelumnya. Kami akan beristirahat terlebih dahulu."


"Baik!" jawab mereka serempak.


Ark tiba-tiba menghentikan Abigail. Dia kemudian berkata.


"Baik," ucap Abigail lembut.


"Lisa! Beri kabar pada Scarlet Sword dan Violet Sword. Suruh mereka berkumpul di jalan utama. Kita akan makan enak nanti malam."


"..."


Tidak langsung menjawab, Lisa malah terus menatap ke arah Ark.


Sudut bibir Ark berkedut. Dia menghampiri gadis kecil itu lalu mencubit kedua sisi pipinya. Setelah itu dia mengeluarkan gelang giok dari saku dan memberikannya kepada Lisa.


Menerima gelang giok dari Ark, ekspresi ogah-ogahan di wajah Lisa digantikan dengan ekspresi bersemangat.


"Siap, Ketua~"

__ADS_1


Lisa berkata dengan ceria sebelum pergi dengan mood penuh semangat.


Melihat pemandangan itu, Saito dan Nami menatap Darin. Setelah beberapa saat, Saito tidak bisa tidak bertanya.


"Apakah keduanya ... Istri? Dan Adik?"


"Banyak orang yang berpikir demikian, tetapi sebenarnya tidak. Ya ... ini agak rumit. Omong-omong, lebih baik kalian berhati-hati dalam menyebut kata istri."


Setelah mengatakan itu, Darin pergi bersama Shani. Diikuti Yonas dan Vadim di belakang mereka.


"Masih ada kamar kosong di lantai pertama, jadi kalian bebas memilih. Beristirahat dengan baik."


Suara Ark terdengar sementara sosok pemuda itu telah naik tangga ke lantai atas.


Sampai di lantai tiga, Ark melihat sosok Finn yang berbaring. Melihat kedatangannya, si putih itu menoleh dengan ekspresi cemberut.


"Masih marah karena tidak diperbolehkan ikut?"


Finn pura-pura tidak mendengarnya. Ark melirik ke arah si putih dengan senyum masam di wajahnya. Baik dalam perjalanan mendapatkan Miracle Root atau pergi ke markas Jade Scorpion, Finn sebenarnya ingin mengikutinya. Namun karena Ark takut ada kecelakaan, dia memintanya untuk tinggal di markas. Ya ... itulah yang membuat Finn cemberut sampai sekarang.


"Tampaknya tidak ada yang mau bermain lempar tangkap~"


Ark berkata dengan nada malas. Dia kemudian duduk di sofa dan bersandar dengan santai.


Saat itu juga, Finn yang mendengar kata "lempar tangkap" langsung bangkit. Dia langsung melesat pergi. Beberapa saat kemudian, si putih kembali dengan bola anyaman Devil's Vines di mulutnya.


Melihat penampilan konyol Finn, Ark terkekeh. Dia kemudian bangkit dari kursinya. Pemuda itu mengambil bola dari mulut si putih lalu mengelus kepalanya. Merasakan kehidupan yang cukup santai dan nyaman, dia berpikir.


'Kehidupan semacam ini ... mungkin aku tidak membencinya.'


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2