Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Keraguan Masyarakat


__ADS_3

Melihat keganasan Ark, orang-orang yang tidak dipanggil tanpa sadar mundur dan ingin melarikan diri.Wajah mereka tampak pucat, takut menjadi sasaran berikutnya. Dibunuh di depan banyak orang sambil dipermalukan.


Setelah membunuh, Ark langsung menatap sekeliling dengan mata tak acuh.


“Aku akan mengatakannya sekali lagi karena aku tidak suka mengulanginya terus-menerus. Sword of Sufferings bukan panti jompo, pusat penitipan anak, atau organisasi amal! Jika kalian menginginkan sesuatu dari kami, kalian harus membayar dengan harga sesuai.


Selain itu, kalian memiliki tangan dan kaki. Daripada mengandalkan orang lain dan mengemis, lebih baik kalian mencari sendiri. Apa yang kalian butuhkan, kalian sendiri yang lebih mengerti.


Juga, berhenti melibatkan Sword of Sufferings dalam berbagai hal karena itu menjengkelkan. Kami tujuan sendiri, dan sibuk dalam mengurus berbagai hal untuk mencapai tujuan tersebut. Berhenti melibatkan kami dalam permainan rumah-rumahan atau kegiatan para ayam yang saling mematuk. Jika tidak … aku sendiri yang akan turun tangan untuk membersihkannya sesegera mungkin karena kami sibuk mengurus hal lain.


Apakah kalian pikir ini ancaman? Ya, ini memang ancaman!”


Ark menatap orang-orang itu dengan dingin. Selain itu, nada suaranya juga sedikit memprovokasi. Dia juga melirik beberapa orang, membuat mereka menunduk dan tidak berani menatap ke arahnya.


Saat itu, ada orang yang mengangkat tangan sambil menggigil ketakutan. Pria itu kemudian bertanya, “Apakah anda benar-benar tidak ingin terlibat dengan urusan pemerintahan, Tuan Hades? Padahal anda lebih baik?”


Mendengar pertanyaan tersebut, mata Ark menyempit. Dia kemudian membalas dengan nada monoton seperti biasa.


“Tidak. Kami, Sword of Sufferings memiliki tujuan berbeda. Kami sama sekali tidak berminat untuk berurusan dengan hal semacam itu. Jadi mulai sekarang jangan usik kami dan berperilakulah seperti anak baik. Ya … kalian bisa pergi.”


Ark menatap ke arah orang-orang yang tertegun lalu menambahkan, “Sekarang.”


Orang-orang segera bubar. Tidak berani lagi dekat-dekat dengan anggota kelompok Sword of Sufferings.


Lisa berjalan ke arah Ark saat orang-orang itu telah pergi. Gadis itu mengacungkan jempol sambil menyeringai.


“Menganggap urusan pemerintahan baru sebagai permainan rumah-rumahan dan konflik internal seabagai pertarungan ayam yang saling mematuk. Itu benar-benar terdengar keren, Kak!”


“Sejak kapan kamu begitu pintar untuk mengerti itu? Pergi! Urus saja pedangmu daripada bermain-main di sini.” Ark berkata dengan malas.

__ADS_1


Ekspresi Lisa langsung berubah menjadi redup. Saat itu, dia langsung menunjukkan beberapa luka sambil berkata, “Hey! Aku terluka dan butuh istirahat. Kenapa kamu begitu tidak toleran?”


“Kulitmu benar-benar tebal sehingga berani berbohong dengan begitu mudah. Siapa yang akan percaya? Siapa yang tidak tahu betapa kuatnya pertahananmu? Apakah kamu pikir kami bodoh?”


“Hehehehe~”


Melihat Ark hampir memasuki mode ceramah, Lisa langsung tertawa kemudian melarikan diri. Benar-benar tidak ingin mendengar ucapan Ark yang membuat sakit kepala, bahkan lebih buruk daripada hukuman untuk menggandakan latihan beberapa hari.


“Omong-omong, apakah itu baik-baik saja, Ketua?”


Saat itu, Darin akhirnya bertanya. Pemuda itu tampaknya sedikit bingung dengan keputusan yang telah dipilih Ark. Rasanya cukup merugikan, bukan hanya bagi Silver Cross atau Black Panther, tetapi juga Sword of Sufferings.


“Maksudmu perihal orang-orang yang mencoba mengacaukan pemerintahan baru?”


“Ya, Ketua.” Darin berjalan di sisi Ark lalu berbisik. “Anda telah melakukan banyak hal untuk merubah semua ini. Apakah anda benar-benar akan membiarkan semua ini terjadi?”


“Kamu tidak perlu memikirkan itu, Darin. Apa yang perlu kamu pikirkan sekarang adalah cara bertahan dan mengatasi para semut bermutasi. Sedangkan orang-orang itu …”


“Jika Julian tidak bisa mengurusnya, itu berarti pilihanku selama ini salah.”


Dengan demikian, sesi pembersihan kali ini di hentikan. Kali ini, misi mereka berakhir dengan kegagalan. Namun orang-orang masih bisa mendapatkan informasi yang berguna tentang musuh yang mereka sedang lawan. Satu hal yang pasti …


Mereka semua akan segera mempersiapkan diri untuk menghadapi para semut yang mulai memasuki kota dengan cara masing-masing.


***


Tiga hari berlalu begitu saja.


Sesuai dengan dugaan Ark dan anggota Sword of Sufferings lainnya, rumor buruk mulai menyebar. Bukan tentang mereka, tetapi tentang Silver Cross dan Black Panther.

__ADS_1


Berita tentang kegagalan misi menyebar. Berita tentang banyaknya korban ditambah penanganan Silver Cross yang kurang setelah pertempuran berakhir mengundang banyak kritik. Mereka semua tampaknya sangat marah terhadap Julian dan orang-orangnya. Bahkan banyak kerabat orang yang mati dalam pertarungan datang untuk meminta pertanggung jawaban pemuda tersebut.


Kekuatan yang kurang, cara mengorganisir yang masih buruk, dan banyak hal buruk lain tentang Silver Cross menyebar di seluruh kota.


Sementara itu, hanya ada sedikit rumor tentang Sword of Sufferings. Selain sedikit pujian tentang kekuatan mereka dalam pertempuran besar sebelumnya, ada berita yang menyebarkan bahwa tujuan Sword of Sufferings berbeda. Lebih fokus ke arah musuh dari ras berbeda daripada kesejahteraan sipil. Bebebrapa pujian tentang hasil organisasi tersebut juga tersebar, tetapi hanya sedikit. Tidak ada lagi yang mencoba mengaitkan mereka dengan pemerintahan baru karena target Sword of Sufferings berbeda.


“Benar-benar menjijikkan! Takut pada yang keras dan menggertak yang lembut. Kita harus memukuli mereka dan mengajari mereka bagaimana menjadi manusia, Kak!”


Lisa yang baru saja memasuki kantor langsung berkata dengan nada tidak puas. Namun dia langsung menutup mulut ketika melihat Ark membuat gerakan untuk diam.


Pemuda itu duduk di sofa dengan Nathan dan Nala di kanan-kirinya. Kedua anak itu sedang tidur nyenyak, jadi Ark meminta Lisa untuk tenang. Setelah itu, dia berkata, “Aku akan membawa mereka kembali ke kamar terlebih dahulu. Kita bisa membicarakannya nanti.”


Setelah mengatakan itu, Ark menggendong dua anak itu pergi keluar dari ruangan. Tidak selang beberapa waktu, pemuda itu kembali ke kantor.


“Ada apa?” tanya Ark.


“Kamu pasti akan senang mendengar ini, Kak.”


“Katakan saja. Berhenti menunda-nunda.”


Lisa menjulurkan lidahnya. Gadis itu kemudian tertawa kecil, tampaknya cukup senang menggoda Ark. Melihat ke arah pemuda yang masih begitu tenang di depannya, dia menghela napas lalu berkata.


“Total lima mesin tenun tradisional telah diselesaikan, tempat pembuatan pakaian bisa segera dimulai. Dalam urusan pertanian, Shani berhasil memimpin banyak orang untuk melakukan penanaman herbal yang digunakan sebagai bahan utama ramuan level satu dan dua.


Selain itu, Kakek dan Stein telah berhasil menguasai cara pembuatan ramuan level dua. Setelah bahan cukup, mereka bisa mulai membuat dengan jumlah cukup banyak.”


Mendengar apa yang diucapkan oleh Lisa, mata Ark berbinar. Dia tidak menyangka kalau semuanya berjalan sedikit lebih cepat daripada rencana. Tentu saja, di masa dimana waktu sangat penting, semakin cepat berarti semakin baik.


Mengabaikan hal-hal yang terjadi pada pemerintahan baru dan masnyarakat, Ark malah fokus dengan tujuannya sendiri. Menarik napas dalam-dalam, dia kemudian memberi perintah.

__ADS_1


“Kalau begitu kumpulkan para anggota inti. Mari kita mulai tahap berikutnya.”


>> Bersambung.


__ADS_2