
Ketika sibuk melakukan sesuatu, waktu begitu mudah berlalu.
Tanpa terasa, dua hari berlalu dan semua orang yang akan ikut dalam misi telah berkumpul di lapangan luas lingkaran luar markas Sword of Sufferings. Dari jumlah 225 orang, mereka dibagi menjadi 4 tim dengan jumlah anggota 55, 60, 60, dan 50 orang.
“Astaga, aku benar-benar malu diperhatikan banyak orang seperti ini. Aduh!”
Jay berkata dengan nada ceroboh, tetapi pinggangnya langsung dicubit dengan keras oleh Mona yang berdiri di sampingnya.
“Ingat, Jay. Ini tugas khusus, bukan waktunya bersantai.”
“Ayolah, Sayang. Anggap saja ini bulan madu. Kita bisa- aduh! Maaf! Setidaknya beri aku wajah ketika berada di luar, ok?”
“Huh.”
Mona memutar matanya, tampak tidak puas dengan tingkah Jay yang tidak bisa diandalkan. Meski begitu, dia juga tidak lagi mengganggu pria itu. Tampaknya benar-benar masih memberi wajah pada Jay di depan publik.
Melihat pasangan yang begitu romantis, banyak orang merasa agak tidak puas. Sementara itu, Leon dengan percaya diri berkata.
“Cinta hanya membuatku bodoh dan tidak bisa bertarung dengan baik.”
“...”
Banyak orang langsung melihat Leon yang berbicara dengan lantang dan penuh percaya diri dengan wajah hormat. Mereka tidak bisa tidak kagum dalam hati mereka.
‘Pantas menjadi orang yang melajang seumur hidup! Otaknya hanya diisi dengan makanan dan pertarungan!’
Sementara itu, Draco yang berdiri di sebelahnya tampak jijik. Dia sendiri merasa agak bingung. Pria itu tidak bisa melupakan mantan kekasihnya yang telah tiada, tetapi juga ingin bergerak maju untuk menjalani hidup baru yang lebih baik.
‘Kekasih membuat lemah? Lihat Saito si wajah lumpuh. Lihat Darin yang sekarang berusaha tidak mencolok. Lihat Jay, si wakil ketua kelompok. Siapa dari mereka yang tidak punya kekasih?’
Draco mengeluh dalam hati. Dia jelas tidak setuju. Pria itu kemudian melihat ke arah Ark.
‘Bahkan jika ketua tidak secara resmi memiliki kekasih, ada banyak wanita di sekitarnya. Mungkin lima atau enam?’
Ark jelas merasakan tatapan Draco. Mengalihkan pandangannya ke arah pria itu, dia memiringkan kepala.
“Apa ada masalah, Draco? Katakan sebelum kita berangkat. Jangan sampai ada kecelakaan karena hal sepele di jalan.”
“Ah! Tidak ada, Ketua!” balas Draco dengan nada gugup.
__ADS_1
Saat itu, pria paruh baya yang tampak sembrono berjalan ke arah Ark. Orang itu berbicara dengan nada ceroboh, membuat banyak orang langsung memandangnya.
“Dengan bantuan Old Franky, aku membuat ini, Bos. Bukankah itu bagus dan harum? Bukankah pria tua sepertiku seharusnya tinggal di markas dan bermain dengan kreativitas?
Tulang-tulang tuaku tidak cocok untuk bertempur terlalu lama. Pinggangku pasti sakit jika terlalu lama menjelajah di alam liar.”
Ark menerima sekotak rokok buatan dengan ekspresi tertarik. Meski penampilannya dan penggunaannya mirip dengan rokok, tetapi isinya adalah berbagai ramuan yang Ark telah racik komposisinya. Old Franky dan Claus yang mulai mencoba bereksperimen dan akhirnya memproduksinya.
Cara pembuatannya sedikit rumit karena banyak jenis daun dan bunga yang diperlukan. Selain itu, cara memotong dan mengeringkannya berbeda-beda. Belum lagi, cara meraciknya harus dalam komposisi yang pas sehingga tidak berakhir gagal.
Ark tidak menyangka kalau mereka berdua bisa menghasilkan cukup banyak dalam waktu singkat. Dalam satu kotak khusus yang diberikan oleh Claus, Ark melihat 100 batang rokok berjajar rapi.
“Kamu tidak bisa melakukan itu, Claus. Berikan semuanya.”
Saito muncul di belakang Claus dan mencubit kerah belakang leher pria itu.
“A-Aku sudah memberikan semuanya, Kawan.”
“Keluarkan.” Mata Saito menyempit.
“Ugh!”
“Old Franky juga menyimpan sepuluh batang, Bos! Kamu harus mengambilnya.”
Melihat kalau rencana untuk menyembunyikan barang berlebih gagal, Claus langsung mengirim Old Franky karena tidak ingin lelaki tua itu menikmatinya sendiri.
Ark yang baru saja selesai menyimpan kotak cukup besar dalam tas di pingganya menerima kotak kecil dari Claus. Pemuda itu kemudian bertanya kepada semua orang.
“Ada yang menginginkannya?”
Mendengar itu, Claus ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak berani karena ditatap oleh Saito. Jay jelas tertarik, tetapi tidak berani mengatakannya karena merasakan tatapan dingin dari samping. Saito sendiri tidak tertarik dengan hal semacam itu. Entah itu rokok asli atau bahkan obat yang dibuat dengan cara khusus tersebut.
Sedangkan anggota lain biasa merasa malu untuk meminta. Bahkan orang-orang seperti Draco dan Leon juga malu karena beberapa jenderal level 4 bahkan tidak berani meminta.
Melihat semua orang hanya diam, Ark mengangkat bahu.
“Jika tidak ada, aku akan menyimpannya.”
Ark langsung memasukkan kotak kecil ke saku bajunya agar bisa diambil kapan saja. Tatapan pemuda itu kemudian menyapu ke seluruh orang yang berada di tanah lapang. Mereka semua telah memakai seragam lengkap dan membawa tas berisi peralatan yang wajib dibawa.
__ADS_1
Apa yang mereka kenakan adalah pakaian biasa di dalam, mengenakan sarung tangan dan sepatu kulit, serta mengenakan jubah. Masing-masing dari mereka juga membawa dua pedang dan topeng. Sedangkan isian tas, ada dua set pakaian, kantong air, dan beberapa alat lain. Untuk yang disebutkan sebelumnya, semua orang membawanya.
Selain itu, dalam setiap kelompok, ada lima orang yang dipilih untuk membawa perbekalan.
Ada juga empat anggota tambahan. Michi di tim 1, Finn, Huginn, dan Muninn di tim 4. Lisa berencana untuk membawa Debby, tetapi Ark tolak karena black doberman masih sangat berguna untuk menjaga markas pusat bersama beberapa husky lain.
“Seperti yang aku katakan sebelumnya. Keempat tim akan pergi melalui rute berbeda. Setiap ketua tim telah mendapatkan informasi dariku. Sebagai anggota, kalian hanya perlu mengikuti perintah ketua. Namun, ada satu hal penting yang harus kalian ingat.
Setiap tim akan langsung bergegas menuju ke kota tanpa perlu membuka jalan karena kita tidak membawa kereta. Untuk air dan makanan, kalian bisa berburu jika persediaan tidak cukup sampai tujuan. Terakhir adalah masalah waktu.
Kita berangkat hari ini. Kita pergi ke empat kota berbeda. Entah itu sulit atau mudah dalam menyebarkan nama dan membuka cabang. Baik sudah selesai atau belum, aku minta semua tim untuk kembali sebelum musim dingin.
Apakah kalian mengerti?”
“YA, KETUA!” jawab mereka serempak.
Melihat orang-orang itu, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian memberi perintah.
“Kalau begitu, bubar! Ikuti pengaturan ketua kelompok masing-masing.”
Setelah mengatakan itu, Ark langung menunjuk ke arah lima puluh orang yang berbaris rapi.
“Kalian ... ikuti aku.”
“YA, KETUA!”
Setelah menjawab serempak, lima puluh orang langsung mengikuti Ark dan Lisa yang berjalan bersama. Sosok Finn, Huginn, dan Muninn juga muncul menyusul mereka.
Ark melirik ke arah Lisa.
“Ada apa, Lisa?”
Lisa menggelengkan kepalanya. Memiliki senyum cerah di wajahnya, gadis itu membalas.
“Tidak apa-apa. Semua pasti baik-baik saja.”
Meski bingung dengan apa yang dimaksud gadis itu, Ark mengangguk ringan sebagai jawaban. Dengan demikian, misi ekspedisi skala besar pun akhirnya dimulai.
>> Bersambung.
__ADS_1