
Melihat penampilan Ark yang begitu santai dan tidak hormat membuat banyak orang dari Blade of Areia merasa tidak puas. Hanya saja, mereka tidak mengatakan apa-apa karena Dedric dan orang-orang yang datang ke markas Sword of Sufferings menghentikan mereka.
“Menurut anda, apa yang pelu kita lakukan sekarang Tuan Ark?”
Ark tidak langsung menjawab, tetapi melirik ke arah anggota Blade of Areia.
“Kalian beristirahat terlebih dahulu. Masuk ke sarang binatang bermutasi tanpa stamina dan persiapan khusus hanya bunuh diri.”
“Saya mengerti.” Dedric mengangguk berat. “Kalau begitu, selagi beristirahat, apakah kita bisa berbicara tentang strategi?”
“Terserah kamu.”
Setelah mengatakan itu, Ark memberi kode tangan pada bawahannya. Dia menyuruh mereka juga beristirahat tanpa kehilangan kewaspadaan. Walau tidak lelah, mengistirahatkan pikiran sejenak juga berguna agar mereka tetap fokus.
Setelah itu, Ark mengikuti Dedric. Pemuda itu kemudian duduk di atas batu besar, menatap ke arah Dedric dan menunggunya bicara.
“Pertama-tama, saya akan mengucapkan terima kasih karena menepati janji dan-“
“Tidak perlu begitu bertele-tele, Mr Dedric. Langsung saja pada bisnisnya.”
“Saya tidak menyangka kalau ternyata anda begitu langsung, Tuan Ark. Kalau begitu, saya akan memberitahu beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum berangkat.”
“Katakan.” Ark mengangguk.
“Sebenarnya, karena jumlah musuh, saya merasa kurang percaya diri. Belum lagi, jumlah orang yang anda bawa ternyata lebih sedikit dari yang saya harapkan.
Ah! Saya tidak bermaksud menyinggung. Saya tahu kalau Sword of Sufferings kuat, hanya saja, seperti yang anda ketahui, musuh kita adalah binatang bermutasi. Jadi, kita manusia benar-benar tidak memiliki banyak keuntungan melawan mereka.”
Ark hanya diam. Dia mengerti apa yang dimaksud Dedric karena begitulah cara ‘normal’ orang-orang berpikir. Manusia bisa saja bersaing dengan manusia lain, tetapi mereka sama sekali tidak berdaya melawan zombie atau binatang bermutasi. Khususnya makhluk-makluk level tinggi.
Akan tetapi, hal semacam itu tidak berlaku pada Sword of Sufferings yang dia bentuk.
“Aku mengerti maksudmu, Mr Dedric. Namun, rencana penaklukan ini sama sekali tidak bisa dibatalkan. Selain itu, kita juga sudah bertaruh.”
“Maksud anda?” Dedric tampak bingung.
“Kita berbicara tentang seberapa kuat dan berguna kelompok yang kita bawa. Oleh karena itu, kita akan tetap berpisah. Kamu dengan kelompokmu, dan aku dengan kelompokku.
Tentu saja, kita tetap maju bersama menuju sarang binatang bermutasi tersebut. Namun, Blade of Areia dilarang untuk ikut campur dengan apa yang Sword of Sufferings lakukan. Tentu saja, begitu pula sebaliknya.”
“Maksud anda, kita akan masuk dan menyerang sarang binatang buas bersama. Namun, bukannya saling membantu, kita saling bersaing?”
“Bukankah itu yang kita janjikan sebelumnya?” Ark memiringkan kepalanya.
“Maksud anda, anda percaya kalau 60 orang bisa bersaing melawan kami yang berjumlah 255 orang dalam misi semacam ini?”
Dedric menatap ke arah Ark dengan ekspresi rumit. Meski Sword of Sufferings kuat, dia merasa kalau kelompoknya tidak seburuk itu. Selain itu, perburuan ini sangat berbeda dengan pertarungan antar manusia yang bisa dilakukan satu lawan dua atau tiga.
__ADS_1
Binatang bermutasi tidak bergerak begitu terencana. Mereka memiliki jumlah dan kekuatan yang mengerikan. Sama sekali bukan tandingan manusia biasa. Belum lagi, sekarang mereka malah terpecah belah.
“Apakah anda yakin dengan keputusan ini, Tuan Ark?”
“Ya.” Ark mengangguk ringan. “Lagipula, keputusan ini sudah kita sepakati sebelumnya.”
“Sebelum anda memutuskan secara langsung. Biarkan saya menjelaskan lebih banyak tentang makhluk yang tinggal di gua itu.
Makhluk yang saya maksud memiliki bentuk seperti kepiting tetapi dengan cangkang biru dan ukurannya sangat besar. Masing-masing dari mereka memiliki ukuran sekitar satu meter. Sedangkan jumlahnya, pasti lebih dari seribu. Mungkin mencapai dua ribu lebih.”
Mendengar itu, mata Ark langsung menyempit. Pemuda itu kemudian bertanya.
“Apakah kamu memiliki gambaran lebih jelas tentang bentuk makhluk itu?”
“Tubuhnya seperti dilapisi koral tetapi berkilauan. Selain itu, mungkin memiliki satu capit besar dan satu capit kecil?” ucap Dedric dengan napa penuh keraguan.
Mendengar itu, sudut bibir Ark tanpa terasa sedikit terangkat, tetapi segera kembali normal. Dia kembali berkata.
“Kalau begitu, aku rasa informasi yang aku butuhkan sudah cukup.”
“Maksud anda, kita tetap akan bertarung terpisah?”
Dedric tampak bingung. Pria itu merasa kalau Ark sama sekali tidak mengerti apa yang dia maksud. Namun pria itu akhirnya hanya diam dan mengangguk karena tahu Ark sama sekali tidak bisa diingatkan.
“Berapa lama kalian perlu istirahat untuk memulihkan energi?” Ark bertanya balik.
“Lima ... tidak! Tiga jam sudah cukup.”
“Apakah kamu yakin itu sudah cukup?”
“Ya. Pasti sudah cukup.”
Melihat Dedric mengangguk berat, Ark hanya menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak mengerti sirkuit otak orang-orang.
Menurutnya, dengan kondisi anggota Blade of Areia, perlu waktu lima hingga enam jam agar mereka bisa memiliki energi untuk bertarung. Tiga jam memang memulihkan sedikit energi, tetapi mereka tidak bisa mengandalkannya.
Energi mereka pasti tidak cukup untuk bertarung dalam jangka panjang. Khususnya bertarung di sarang binatang bermutasi.
Bisa dibilang, Dedric membuat keputusan yang ceroboh karena merasa malu dan tidak ingin harga dirinya jatuh. Memang, hal-hal yang biasanya dipikirkan manusia. Namun nyatanya tidak begitu berguna, khususnya di dunia seperti ini.
‘Ya. Biarkan saja ini menjadi pengalaman yang membuatnya lebih dewasa.’
Ark berpikir santai. Pemuda itu kemudian berkata.
“Kalau begitu, sampai jumpa empat jam kemudian. Tiga untuk beristirahat dan satu untuk mempersiapkan diri.”
Setelah mengatakan itu, Ark pergi kembali menuju ke kelompoknya yang sedang beristirahat.
__ADS_1
Tiga setengah jam berlalu begitu saja.
Ark berdiri di depan para bawahannya yang sudah berbaris rapi. Namun, pemuda itu tampaknya memiliki pemikiran lain.
“Jumlah kita adalah 67 orang. Tidak termasuk aku dan Scorpio, sisanya akan dibagi menjadi 10 tim kecil dengan anggota enam dan tujuh orang.
Setiap tim akan terdiri dari 5 prajurit dan 1 portir (pembawa barang). Sisa lima koki akan dibagi ke 5 tim untuk membantu. Apakah ada masalah?”
“Tidak, Ketua!” jawab mereka serempak.
“Kalau begitu, putuskan anggota tim kalian. Setelah terbentuk, ketua tim akan maju dan melapor padaku. Aku beri kalian waktu 10 menit untuk memilih.”
“Ya, Ketua!” balas mereka serempak.
Tanpa menunggu lebih lama, 65 orang langsung membentuk kelompok masing-masing. Mereka tidak terlalu pilih-pilih karena Sword of Sufferings memiliki kesatuan yang baik.
Mereka langsung memilih 10 prajurit terkuat untuk menjadi pemimpin tim. Sisa anggota kelompok langsung menyesuaikan. Dalam kurang dari 10 menit, mereka sudah membentuk sepuluh tim kecil.
Sepuluh pemimpin tim langsung melapor pada Ark, lalu kembali ke barisan mereka masing-masing.
Tepat setelah waktu menunggu usai, Ark langsung memimpin bawahannya menemui Dedric dan pasukannya.
Melihat penampilan orang-orang dari Blade of Areia, Ark tidak bisa tidak bertanya.
“Apakah kalian benar-benar sudah siap?”
“Tentu saja kami baik-baik saja, Tuan Ark. Sedikit kelelahan sama sekali tidak akan menghentikan kami.” Dedric memaksakan senyum
“...”
Bukan hanya Dedric, anggota Blade of Areia lain juga tampak penuh tekad. Meski tampak lelah, mereka sama sekali tidak ingin mengalah pada Sword of Sufferings. Memiliki kemauan keras untuk bersaing.
Melihat mereka, pada akhirnya Ark tidak menghentikannya. Pemuda itu hanya mengingatkan.
“Jangan terlalu memaksakan diri karena nyawa tidak bisa dibeli.”
Mendengar itu, Dedric menepuk dada sembari berkata.
“Serahkan pada kami, Tuan Ark. Kami, Blade of Areia juga salah satu kelompok paling kuat di kota ini.”
Ark hanya diam ketika melihat orang-orang yang tampak percaya diri walau penampilan mereka jelas meragukan. Pada akhirnya, dia tetap bungkam. Tidak memberi banyak komentar.
Berbeda dengan Sword of Sufferings, Blade of Areia memilih untuk membuat barisan pasukan. Hal yang Ark anggap kurang cocok karena ini bukan pertempuran antar manusia di medan luas.
Sebaliknya, mereka akan bertempur melawan monster yang berada di gua. Walaupun besar, tetapi memiliki batasan tersendiri.
Tanpa mengingatkan, Ark hanya mengangguk pada Dedric untuk memimpin jalan.
__ADS_1
Sword of Sufferings dan Blade of Areia pn melanjutkan perjalanan mereka menuju ke sarang binatang bermutasi.
>> Bersambung.