
Pagi hari, satu setengah bulan kemudian.
Di jalanan area perumahan elit, tampak sosok Ark yang berjalan diikuti sosok makhluk mirip serigala putih. Makhluk tersebut memiliki tinggi sedikit lebih dari satu meter. Sudah hampir menyusul ketinggian Lisa!
Makhluk tersebut adalah peliharaan yang diangkat oleh Ark satu setengah bulan lalu, Finn.
"Bersiaplah di tempatmu, Finn."
Mendengar ucapan Ark, Finn melolong lalu dengan ceria berjalan belasan meter ke depan. Setelah itu, dia menatap tuannya sambil menjulurkan lidahnya. Tampak begitu bersemangat.
Di tangan Ark, tampak sebuah bola sebesar bola sepak takraw yang dibuat dari anyaman Devil's Vines.
"Finn ... tangkap!"
Swoosh!
Bola melesat, Finn tampak bersemangat. Dia langsung melompat dan menangkapnya. Menggigit bola di mulutnya, makhluk itu berlari ke arah Ark. Dia meletakkan bola di depan tuannya lalu berlari ke tempatnya.
Mengambil bola tersebut, Ark mengangkat sudut bibirnya. Ini adalah rutinitas yang dia lakukan setiap pagi bersama dengan Finn. Bermain lempar tangkap bola.
Hanya saja, permainan ini sedikit tidak biasa.
Kenapa? Itu karena, setiap lemparan Ark tidak hanya sangat cepat, tetapi juga sangat kuat!
Memotong udara dan menghantam dengan kuat. Jika itu zombie biasa, Ark mungkin telah meledakkan kepalanya dengan lemparan tersebut. Namun Finn berbeda. Makhluk tersebut bisa menangkap setiap lemparannya dengan baik.
Berbeda dengan lima saudara-saudarinya, Finn tumbuh lebih cepat. Tidak hanya memiliki tubuh lebih besar, tetapi Finn juga lebih cerdas. Jadi Ark melatihnya cukup keras.
Tentu saja, ketika pertama kali latihan, Ark tidak melempar bola sekuat itu.
"Finn ... tangkap!"
Swoosh!
Bola anyaman Devil's Vines melesat seperti peluru besar. Finn melompat dan menangkapnya dengan tepat. Kejadian seperti itu terus berulang hampir lima belas menit. Ark terus melempar ke arah acak di sekitar Finn, melatih refleks makhluk tersebut.
"Kita kehabisan penawar racun biasa, Ark! Apakah aku boleh mengambil yang kamu simpan secara khusus?"
Mendengar itu, Ark langsung berbalik dan berkata dengan nada datar.
"Ambil saja jika kamu ingin aku mematahkan lenganmu, Jay."
Sosok Jay datang menghampiri Ark. Pria itu memasang ekspresi masam ketika mendengar ucapan sahabatnya.
"Kamu belum menyerah?" tanya Ark.
__ADS_1
Mendengar ucapan sahabatnya, sudut bibir Jay berkedut. Dia langsung menunjuk ke arah pemuda itu sambil berteriak.
"Mana mungkin aku menyerah! Sedikit lagi, aku pasti akan diakui!"
"Ya. Itulah yang aku dengar satu setengah bulan lalu."
"..."
Ark melihat ke tangan Jay. Kedua lengannya dililit perban tipis. Banyak bekas luka gigitan dan cakaran yang tampak mengerikan di tangannya.
Ark sama sekali tidak pelit kepada bawahannya. Semenjak ada enam puppies bergabung, dia mengatakan kepada para anggota inti Sword of Sufferings bahwa mereka bisa mencoba menjinakkan satu sebagai rekan. Namun harus tanpa paksaan. Dia takut para puppies akan menjadi gila dan malah memusuhi manusia jika perlakuan mereka (anggota Sword of Sufferings) salah.
Kecuali Stacy yang tidak terlalu suka hewan peliharaan, semua anggota inti mencoba meluluhkan hati kelima puppies. Lagipula, membayangkan menjadi kavaleri penunggang serigala jelas tampak luar biasa!
Hanya saja, semuanya tidak berjalan begitu mulus. Kecuali Kurona dan Shirona yang entah bagaimana bisa menaklukkan dua puppies pemalu, tiga puppies lainnya belum ditaklukkan sampai sekarang.
Old Franky bahkan membuat teori kalau yang jantan lebih sulit ditaklukkan. Ya. Dari keenam puppies, ada tiga jantan dan tiga betina. Kebetulan, Finn dan dua puppies yang ditaklukkan oleh Kurona serta Shirona adalah betina. Jadi teori tersebut muncul.
Tentu saja itu hanya teori. Pada kenyataannya, Ark sendiri cukup dekat dengan keenam puppies. Bahkan lebih dekat daripada Lisa yang mengaku sebagai The Legendary Shadow Tamer!
Ark masih mengingat jelas ekspresi kosong di wajah gadis pendek itu. Tampaknya mempertanyakan identitas, siapa Tamer yang sebenarnya. Lagipula, kecuali dengan Debby, dia tidak akrab dengan binatang lain!
Bahkan Ark telah memberi semua puppies nama. Itu karena para anggota, khususnya Jay dan Lisa membuat nama panggilan aneh untuk mereka. Seperti 'super grey tornado' atau nama-nama keterlaluan semacam itu.
Peliharaan Kurona dan Shirona diberi nama Luna dan Starla. Sedangkan ketiga puppies jantan Ark beri nama Michi, Nike, dan Sansa.
Berbeda dari anggota lain yang mundur setelah ditolak, Jay sendiri tidak pernah menyerah untuk menaklukkan Michi. Itulah kenapa terkadang puppies itu kesal dan menggigit pria yang dianggap pengganggu tersebut.
Sedangkan Ark, setelah bertahap melatih skill anti venom dengan minum racun dari yang paling lemah sampai sekarang bisa menahan racun menengah, dia sama sekali tidak takut keracunan. Bisa bermain dengan para puppies dengan santai, membuat beberapa orang cemburu dan mengutuknya setiap hari.
"Sebaiknya kamu menyerah, Jay."
"Tidak! Setelah kegagalan, pasti akan ada kesuksesan! Selama tidak menyerah, masih ada harapan!
Semuanya akan hilang ketika kamu memilih untuk menyerah!"
"..."
Ark tidak lagi membujuk Jay. Menatap sahabatnya, dia bertanya.
"Apakah mereka bertiga telah mempersiapkan diri?"
Mendengar pertanyaan Ark, Jay mengangguk sambil menjawab.
"Ya. Stacy, Natasha, dan Darin telah mempersiapkan diri. Mereka telah menyelesaikan evolusi ke dua. Ini sudah tiga hari, jadi seharusnya mereka telah membiasakan diri."
__ADS_1
"Bagaimana dengan Jimmy dan Roxanne?"
"Setelah satu bulan setengah bulan, mereka sudah menyelesaikan evolusi pertama. Anggota tim baru lainnya juga telah setengah selesai, mengonsumsi lima ramuan evolusi tingkat satu."
Ark mengangguk ringan. Selain pelatihan, dia juga memberi jatah ramuan evolusi untuk para anggota baru. Sebagai wakil ketua tim, Jimmy dan Roxanne mendapatkan dua ramuan setiap minggu. Sedangkan anggota lain, mereka mendapatkan satu setiap minggu.
Jadi, setelah satu setengah bulan, Jimmy dan Roxanne telah menyelesaikan evolusi pertama. Namun, Ark belum memberitahu mereka tentang keberadaan Miracle Root.
"Jadi, setelah mereka bertiga, kamu akan mengasuh berapa orang? Jumlah ramuan sedikit meningkat, bukan?"
"Ya. Setidaknya cukup untuk empat orang. Jangka waktu sama, satu setengah bulan."
"Omong-omong, apakah aku boleh bertanya, Ark?"
"Katakan."
"Selain aku, bukankah kamu lebih akrab dengan Kurona dan Shirona? Kenapa tidak memilih mereka di awal? Maksudku, meski anggota lain setia, kedua gadis itu lebih setia, bukan?"
"Masuk akal."
Ark mengangguk ringan. Dia merasa kalau Jay tidak lagi terlalu tumpul seperti sebelumnya. Melirik ke arah sahabatnya, pemuda itu menjelaskan.
"Stacy perlu kekuatan untuk mengontrol penuh tim Violet Sword. Jadi setidaknya levelnya harus cukup tinggi.
Natasha memerlukan kekuatan untuk menjaga markas utama. Sedangkan Darin, dia harus menjaga Old Franky dan semua penelitian. Tidak hanya itu, aku juga sering mengirimnya keluar menjadi perwakilan Dark Caravan, jadi perlu kekuatan untuk memastikan keselamatannya.
Kesimpulannya, aku memang lebih mempercayai Kurona dan Shirona. Bahkan ingin lebih memanjakan mereka. Namun, aku tetap harus melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Membagi tenaga dan sumber daya sesuai dengan kebutuhannya."
Jay menatap ke arah sahabatnya. Pria itu tiba-tiba tertawa. Setelah beberapa saat, dia menyeka air mata sambil berkata.
"Kamu benar-benar berubah, Ark."
Ark melirik Jay dengan ekspresi aneh.
"Apanya?"
"Tidak. Bukan apa-apa!"
Jay menyeringai sebelum berbalik pergi. Ketika berjalan menjauh, suaranya kembali terdengar.
"Aku akan memberitahu ketiganya untuk bersiap pergi ke taman kota bersamamu besok. Sebagai gantinya, aku akan mengambil ramuan penawar racun milikmu."
"..."
Ark menatap punggung Jay yang semakin mengecil di kejauhan. Dia hanya diam, sama sekali tidak menjawab. Namun pemuda itu juga sedikit penasaran.
__ADS_1
Ingin tahu kenapa Jay tiba-tiba bahagia.
>> Bersambung.