
Perjalanan Sword of Sufferings menuju ke lingkaran tengah pun dimulai.
Chelsea, Rhodez, dan beberapa orang dari Golden Maple Group merasa takjub ketika melihat bagaimana anggota Sword of Sufferings membuat barisan dan bergerak maju dengan tertib. Terlihat sangat profesional, sama sekali tidak seperti orang awam yang melatih pasukannya secara asal.
Bagi mereka, ketertiban dan profesionalisme Sword of Sufferings bisa menyaingi Imperial Phoenix. Bahkan, tampak lebih baik dibandingkan mereka!
“Perasaan ini ...”
Rhodez merasa sangat gugup. Meski sedang berjalan, dia merasa sedang diawasi. Bukan hanya dia, tetapi seluruh kelompok tampaknya diawasi.
“Kalian tidak perlu takut. Mereka adalah Huginn dan Muninn. Setelah beberapa saat, kalian akan terbiasa dengan perasaan semacam ini. Jadi aku sarankan, kalian tidak mencoba sesuatu yang lucu dan malah mengganggu barisan.”
Sebagai penghubung Sword of Sufferings dan Golden Maple Group, Jay menjelaskan secara singkat. Sama sekali tidak memberi penjelasan lebih, tetapi masih memberi mereka peringatan.
“Nama macam apa itu? Terdengar aneh? Apakah mereka kembar? Memiliki kemampuan khusus semacam penglihatan jarak jauh seperti Gray Eagle dari Imperial Phoenix?”
Rhodez terus bergumam. Tampaknya pria itu merasa semakin terkejut melihat anggota-anggota Sword of Sufferings yang begitu luar biasa. Dia diam-diam mencatat dalam hati kalau dirinya tidak akan mencoba bertentangan dengan sekelompok monster ini.
Untung saja, dari sikap Ark, Rhodez sadar kalau Sword of Sufferings adalah pihak netral yang tidak memihak siapapun.
Sementara itu, Chelsea yang lebih cerdas dan memiliki banyak wawasan berjalan sambil melamun. Selesai mengingat kedua nama itu, gadis tersebut tampak terkejut. Itu karena ...
Dia yakin kalau kedua nama itu sama sekali bukan nama untuk manusia!
Suara kicauan burung terdengar begitu keras. Saat itu juga, mereka semua melihat dua burung raksasa berwarna putih yang menukik menembus kabut kelabu.
Pada saat anggota Golden Maple Group ketakutan, para prajurit dari Sword of Sufferings tampak tenang, bahkan tidak bereaksi.
Saat itu, pemandangan mengejutkan muncul di depan mata mereka.
Kedua gagak raksasa berwarna putih itu hinggap tidak jauh dari Ark lalu membuat beberapa kicauan. Pemuda itu menghampiri mereka lalu mengelus kedua kepala gagak itu dengan lembut. Menoleh ke arah para prajurit, dia berkata.
“Di depan ada area dengan vegetasi lebat. Ada cukup banyak binatang berbisa. Meski kita bisa melawan makhluk-makhluk itu, tetapi hal semacam itu sama sekali tidak diperlukan.
Area tidak begitu luas, jadi kita akan mengambil jalan memutar.”
“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.
Mendengar jawaban itu, Ark mengangguk ringan. Saat itu juga, dia kembali menatap ke arah Huginn dan Muninn.
“Terima kasih atas kerja keras kalian. Seperti biasa, jangan terbang terlalu jauh dan berusahalah tidak tampak mencolok.”
Huginn dan Muninn membuat kicauan. Mereka mendekati Ark lalu menggosokkan kepala mereka ke tubuh pemuda itu sebelum mundur lalu terbang. Pergi berpatroli sambil membuka jalan bagi Sword of Sufferings.
__ADS_1
Melihat pemandangan yang ajaib dimana manusia dan binatang bermutasi bisa hidup bersama membuat orang-orang dari Golden Maple Group terpana.
Sama sekali tidak menyangka akan melihat pemandangan semacam itu di dunia berantakan ini.
“Benar-benar luar biasa,” gumam Chelsea dengan ekspresi kagum.
Pada awalnya, gadis itu tahu kalau Huginn dan Muninn bukanlah nama manusia. Namun dia sama sekali tidak menyangka kalau keduanya benar-benar gagak sama seperti dalam mitologi yang pernah dia baca.
“Kebanyakan makhluk bermutasi memang ganas dan kejam, tetapi pasti ada pengecualian. Huginn dan Muninn salah satu dari mereka.”
Jay berkata dengan ekspresi santai di wajahnya. Karena sudah melihat keajaiban demi keajaiban yang diciptakan oleh Ark, dia hampir merasa kebal.
“Apakah Tuan Ark bukan hanya bisa bertarung, membuat senjata, dan obat, Tuan Muda? Dia juga bisa menjinakkan binatang bermutasi?” tanya Rhodez yang baru sadar dari lamunannya.
“Sudah aku bilang, Huginn dan Muninn itu spesial. Alasan kenapa keduanya mau menerima Ark karena mereka pernah ditolong. Bukan hanya itu, kedua burung itu sangat cerdas dan peka. Mereka tampaknya bisa merasakan ketulusan Ark, jadi memilih untuk mengikutinya.”
Melihat Jay yang tidak begitu baik dalam menjelaskan lalu ke arah rekan-rekannya yang penasaran, Chelsea mulai menjelaskan.
“Bahkan sebelum mutasi, gagak adalah makhluk cerdas. Hanya saja, mereka tampaknya membenci gagak putih dan membunuhnya meski itu rekan atau keluarga sendiri, itulah kenapa kita jarang melihat gagak putih.
Kemungkinan besar, Tuan Ark menyelamatkan dua gagak yang sekarat. Kebetulan, kedua gagak itu mengalami mutasi dan menjadi lebih cerdas.
Sama seperti tuan putri yang diselamatkan pangeran, bagi kedua gagak bermutasi itu, sosok Ark lebih seperti pangeran yang mereka idam-idamkan. Datang membantu tepat ketika mereka membutuhkan.”
“Jadi, apakah kita harus berpura-pura menjadi baik di depan beberapa makhluk bermutasi yang polos untuk menipu mereka?” gumam salah satu anggota Golden Maple Group.
“Belum tentu benar. Binatang buas lebih sensitif dari manusia, khususnya setelah evolusi. Jadi, mereka semua bisa melihat isi hati dan memilah siapa yang tulus.”
Chelsea menggelengkan kepala. Jelas, dia tidak percaya kalau makhluk bermutasi bisa dengan mudah ditipu. Belum lagi, ada beberapa contoh dimana banyak orang mati karena meyakini kalau manusia dan binatang bermutasi bisa hidup rukun di dunia ini
Mereka jelas-jelas langsung dihancurkan.
“Sebenarnya, ada beberapa makhluk khusus yang bisa dijinakkan. Selain Huginn dan Muninn, ada beberapa di markas utama. Bisa dibilang, mereka memiliki pertemuan yang ditakdirkan dengan Ark. Orang itu memang luar biasa.”
“Eh?”
Mendengar itu, beberapa orang menjadi semakin terkejut. Merasa kalau Ark benar-benar sangat tidak normal.
“Apakah Tuan Ark memiliki peliharaan lain? Siapa namanya?” tanya Chelsea penasaran.
“Finn.” Jay berkata santai. “Serigala putih raksasa, salah satu rekan terbaik Ark. Finn bukan berarti selesai, menurut apa yang aku dengar, Ark mengambil nama itu dari dua kata. Fine yang berarti baik-baik saja dan Fenrir yang berarti nama monster serigala tertentu dalam mitologi.”
“...”
__ADS_1
Melihat semua orang tercengang, Jay mengangkat sudut mulutnya. Pria itu kemudian kembali berkata.
“Karena memiliki banyak kemampuan luar biasa, dia memiliki beberapa julukan. Namun, apakah kalian bisa menebak julukannya yang paling populer?”
“Apakah itu Raja Para Dewa, Odin?” tanya Chelsea.
“Bukan.”
“Apakah itu Dewa Tipu Daya, Loki?”
“Bukan.”
Chelsea merasa bingung, sama sekali tidak menyangka tebakannya ternyata salah. Huginn dan Muninn jelas peliharaan Odin, Fenrir jelas anak dari Loki. Jika dipikir baik-baik, julukannya harus nama dari salah satu dewa tersebut.
Melihat orang-orang bingung, Jay akhirnya menjawab pertanyaan itu sendiri.
“Orang-orang memanggilnya sebagai Raja Dunia Bawah, Hades.”
Mendengar julukan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Fenir, Huginn, dan Muninn membuat Chelsea semakin kebingungan.
“Kalian akan mengetahui kenapa dia dipanggil Hades dalam perjalanan ini.”
Jay sama sekali tidak menjelaskan secara berlebihan. Menurutnya, penjelasan berlebihan tidak perlu karena mereka akan melihatnya secara langsung dan mengerti.
Benar saja. Tidak perlu menunggu beberapa hari, hanya dalam beberapa jam, mereka mengerti kenapa pria yang begitu tenang itu dipanggil Hades.
Berdiri di garis depan, rambut putih itu menari diterpa embusan angin. Menghadapi pengepungan ratusan zombie, dia memerintahkan para pasukannya untuk menghabisi makhluk-makhluk itu. Dari keagungannya, kata ‘Raja’ memang cocok dengan penampilannya.
Melihat pemuda tampan dengan mata merah bak rubi berjalan melewati tubuh ratusan zombie tanpa sedikitpun merubah ekspresinya, mereka merasa aneh. Entah kenapa, pemandangan semacam itu sama sekali tidak membuat Ark tidak takut atau jijik.
Sebaliknya, Ark tampak seperti berjalan-jalan di halaman belakang rumahnya sendiri. Anehnya, terlihat sangat cocok dengan dunia kacau, rusak, dan dipenuhi monster-monster ini.
Raja tempat kacau dan mengerikan ...
Raja dunia bawah ...
Nama ‘Hades’ memang cocok dengan pemuda itu.
Melihat sosok penyendiri dan tampak melankolis itu, mata Chelsea bersinar terang, tampaknya penuh dengan bintang. Entah kenapa, dia merasakan sesuatu yang sama sekali tidak pernah dirasakan sebelumnya.
‘Hades ... Hades ... Nama itu memang sangat cocok untukmu, Tuan Ark.’
>> Bersambung.
__ADS_1