
Sore harinya, dalam sebuah bangunan empat lantai yang begitu luas.
"Apakah yang kamu katakan itu benar, Jimmy?"
Duduk di kursi ketua, sosok Julian menatap ke arah pria yang seusia dengannya. Pria itu tinggi dan tegap. Rambut hitam disisir rapi. Memakai kacamata, tampak seperti sarjana berpendidikan tinggi.
"Benar, Ketua. Dark Caravan yang dirumorkan tiba di depan markas kami. Tampaknya ingin singgah untuk melakukan transaksi dengan kami."
"Apakah kamu memiliki ide, Jimmy?"
"Menurut saya, lebih baik kita berdagang dengan mereka dengan normal. Seperti yang anda pernah katakan, biasanya kelompok kecil yang mampu melakukan hal-hal besar semacam itu tidak mudah dipusingkan.
Lebih baik menjaga hubungan baik dengan mereka. Saat ini kita memang bisa mendapatkan makanan dari berburu zombie, tetapi jumlah yang didapat tidak pasti. Belum lagi harus dibagi dengan banyaknya anggota Silver Cross.
Mungkin jika kita berhubungan dengan Dark Caravan, kita bisa mendapatkan pasokan makanan yang stabil."
Pada saat itu, suara tepuk tangan terdengar. Hal tersebut langsung membuat Julian dan Jimmy yang ada di ruangan terkejut. Mereka langsung mengambil senjata. Julian memegang pedang dan Jimmy memegang tombak.
Mereka melihat sosok yang mengenakan jubah bertudung hitam dan topeng duduk di jendela, bertepuk tangan dengan penuh apresiasi.
"Seharusnya kamu melakukan hal semacam ini sejak lama, Julian.
Perubahan struktur organisasi. Membuang yang tidak perlu. Merekrut talenta yang baik dan bisa dipercaya. Menarik orang-orang yang memiliki tujuan sama denganmu.
Benar-benar luar biasa."
"Siapa kamu!" seru Jimmy dengan ekspresi serius dan waspada.
Sementara itu, Julian menatap ke arah Ark dengan ekspresi serius, tetapi segera berubah menjadi lebih rileks. Menghela napas berat, pria itu berkata.
"Siapa sangka Mr Hades yang terkenal ternyata kamu."
"Tampaknya kamu masih mengingatku, Julian?"
"Bahkan jika dikremasi, aku masih mengenali abu milikmu."
"Maaf mengecewakanmu, Julian. Bahkan jika kamu mati, seharusnya aku masih hidup dan menendang. Sehat dan bahagia seperti biasa."
"..."
Mendengar percakapan keduanya, Jimmy terkejut. Dia tidak bergabung dengan Silver sejak awal. Baru beberapa bulan. Jadi pria tersebut tidak mengenal kenalan lama Julian. Namun dari percakapan mereka berdua, Jimmy yakin bahwa sosok yang baru saja muncul bukanlah musuh.
"Apakah kamu datang hanya untuk memeriksa?" tanya Julian.
"Tentu saja tidak." Ark menggelengkan kepalanya. "Aku datang untuk berdagang denganmu."
"Maaf saja, kami mungkin tidak memiliki barang yang kamu inginkan."
"Tentu saja kalian memiliki sesuatu yang aku inginkan. Contohnya ..."
Mata Ark menyempit. Dia kemudian berkata singkat.
"Informasi."
__ADS_1
Ekspresi Julian menjadi lebih serius. Dia kemudian bertanya.
"Informasi apa yang kamu butuhkan? Tidak. Aku tahu apa yang kamu mau, jadi aku akan bertanya.
Berapa harga yang mampu kamu bayar?"
"Setengah karung kecil tepung gandum untuk semua informasi. Setidaknya bisa digunakan untuk membuat bubur dan mengenyangkan anggota kelompokmu."
"Terlalu murah!"
"Itu hanya informasi, kan?"
"Informasi memang tidak begitu berharga bagi orang-orang biasa. Namun bagi seorang pemimpin sebuah kelompok, nilainya berbeda!"
Melihat ekspresi serius di wajah Julian, Ark akhirnya mengangkat bahu dengan ekspresi santai.
"3/4 karung kecil?"
Sudut bibir Julian berkedut.
"Setidaknya tiga karung kecil! Aku yakin satu karung hanya empat sampai lima kilogram, kan?"
"Memang, ukurannya sebesar itu. Namun tiga terlalu banyak, bagaimana jika satu?"
"Dua setengah!"
"Satu seperempat?"
"Dua karung! Terima atau tidak, terserah padamu!"
"Bukankah kita meminta terlalu banyak, Ketua?" tanya Jimmy.
"Ya! Apa yang dikatakan wakil ketuamu itu benar, Julian. Kamu tidak boleh terlalu serakah."
Ark berkata dengan nada datar. Pemuda itu bersandar pada dinding sambil menopang dagu.
Sementara Jimmy terkejut karena Ark mendengar ucapannya, Julian menunjuk ke arah Ark dengan ekspresi kesal.
"Jangan kira aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan! Orang sepertimu menjual dua karung kecil tepung jagung, pasti setidaknya ada enam atau delapan karung kecil di tempat persembunyianmu!"
"..."
"Bah! Aku benar, kan!"
"..."
"Beri aku harga yang pantas atau pergi saja! Cari informasi di tempat lain!"
Mendengar ketegasan Julian, Ark menggeleng ringan. Karena tidak bisa lagi mendapatkan keuntungan berlebih, dia akhirnya menyerah.
"Dua karung adalah dua karung. Katakan saja informasi dasar. Sedangkan informasi mendetail, tulis dalam catatan."
"Baik!" ucap Julian. Ekspresinya menjadi lebih tenang.
__ADS_1
"Apakah anda tidak takut ditipu, Ketua?"
"Dia mungkin pelit dan mencoba menggaruk banyak keuntungan. Namun dia bukan orang yang melanggar janjinya sendiri."
Julian berkata dengan ekspresi serius.
"Bahkan jika kamu memujiku, aku tidak akan memberi bonus tambahan."
"Diam kau!" teriak Julian sambil menunjuk Ark.
Setelah menenangkan diri sejenak. Dia akhirnya mulai menjelaskan.
"Aku tahu apa yang kamu inginkan adalah informasi tentang kelompok yang menguasai kota ini, kan? Bukan hanya kelompok, besar, tetapi yang juga memiliki potensial.
Kalau begitu, aku akan mengatakannya. Ada delapan kelompok yang dianggap sangat kuat dibandingkan kelompok-kelompok lainnya."
"Delapan?" Ark mengerutkan kening.
"Ya. Mereka adalah Imperial Tiger, Black Panther, Golden Rose, Third Scars, Silver Cross, Jade Scorpion, Blood Spider Lily."
Julian menjelaskan dengan sabar. Namun Ark mengerutkan keningnya. Dia mengenal beberapa kelompok itu, tetapi tidak semuanya. Juga, dia sama sekali tidak begitu akrab dengan beberapa kelompok yang dia kenal.
Ark kemudian berkata.
"Bukankah itu hanya tujuh?"
"Tentu saja. Karena yang ke delapan adalah yang paling misterius." Julian menyeringai. "Itu adalah kelompokmu, Sword of Sufferings."
"En?" Ark mengangkat alisnya.
Bukan hanya Ark, bahkan Jimmy sangat terkejut. Dia tidak menyangka kalau kelompok kecil misterius itu ternyata ada hubungannya dengan Dark Caravan.
Bahkan jika Ark tidak pernah menyebarkan namanya, nama Sword of Sufferings menyebar begitu cepat karena Julian. Khususnya karena pria itu sangat menghargai, bahkan sedikit takut pada kelompok kecil dan misterius tersebut.
Silver Cross sendiri terpecah karena aturan baru yang Julian buat. Kebanyakan anggotanya adalah pemuda yang memiliki tujuan yang sama dengan dirinya. Sedangkan sisanya, orang-orang egois yang dibuang itu bergabung dengan kelompok-kelompok kecil.
Dengan begitu, nama Sword of Sufferings menyebar luas dengan cepat. Tentu saja banyak yang hanya menganggapnya rumor dan tidak percaya. Orang-orang masih menyebut kelompok-kelompok tersebut sebagai tujuh penguasa.
Sedangkan Sword of Sufferings, mereka dianggap ke delapan. Tuan yang bersembunyi dalam bayangan!
Ark mengelus dagu. Menatap ke arah Julian dengan tatapan heran.
"Menarik. Siapa sangka, kelompok kecil kami dibandingkan dengan kelompok-kelompok besar dengan anggota lebih dari seratus orang."
"Itu karena kalian memiliki kekuatan untuk membantai ratusan orang."
Julian berkata dengan ekspresi serius. Namun Ark membalasnya dengan setengah hati.
"Tidak akan ada yang percaya hal semacam itu. Lupakan itu ..."
Ark mengangkat bahu, tampak tak acuh. Matanya berkilat dingin ketika dia bergumam.
"Imperial Tiger dan Black Panther. Orang-orang dari pemerintahan dan para tentara yang memberontak, kah?
__ADS_1
Benar-benar menarik."
>> Bersambung.