Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Undying Knight?


__ADS_3

Sementara itu, di markas Silver Cross.


Berdiri di atap gedung, Julian menatap ke bawah. Di depan gerbang, tampak banyak mobil rongsokan yang ditumpuk dengan cara aneh. Membuat sebuah labirin kecil yang tampak sederhana. Meski begitu, labirin sederhana masih bisa menunda zombie tingkat satu.


Zombie tingkat satu memang kuat dan lincah dibandingkan manusia biasa, tetapi mereka benar-benar tidak cerdas. Sedangkan yang berada di tingkat dua, mereka juga masih tidak begitu cerdas, tetapi insting mereka cukup kuat. Tidak hanya itu, kekuatan dan kecepatan mereka juga luar biasa.


"Tampaknya ide Ark untuk menunda para zombie masih berguna. Namun jika terus seperti ini, pasti akan terjadi pembantaian seperti sebelumnya. Jadi ..."


Ekspresi rumit tampak di wajah Julian. Dia menatap ke arah para zombie yang menggila sebelum berkata.


"Lebih baik mengambil resiko daripada menyerah."


Julian kemudian menoleh ke belakang. Melihat sosok yang tidak asing lagi, dia kemudian memberi perintah.


"Berto, tarik mundur pasukan ke ruang bawah tanah. Tempat itu sudah tertutup rapat, seharusnya para zombie tidak bisa menerobos. Meski agak pengap dan oksigen tipis, selama kita bisa bertahan sampai matahari terbit ...


Itu sudah cukup."


Sosok Berto yang berdiri di belakang Julian langsung memberi hormat.


"Siap, Ketua!"


Setelah mengatakan itu, Berto segera berbalik pergi. Saat itu, Julian menatap para zombie yang semakin mendekat. Dia memegang gagang pedangnya. Karena sekarang telah menyelesaikan evolusi pertama, pria itu ingin mencoba. Namun mengingat nasihat yang Ark berikan, dia menghela napas panjang.


"Mungkin lain kali."


Setelah mengatakan itu, Julian pergi. Bergegas menuju tempat perlindungan.


***


Di depan gerbang masuk perumahan elit.


"Bidik zombie level dua dan binatang bermutasi! Targetkan mata mereka!"


"Apa yang kalian lakukan? Ayunkan pedang kalian lebih kuat! Berhenti bertindak seperti pecundang kelaparan!"


"..."


Sambil membidik kepala zombie level dua dan berbagai jenis binatang bermutasi level satu, Ark terus memberi perintah.


Meski memanah sebenarnya bukan keahliannya, tetapi dia masih cakap. Setidaknya memiliki keahlian layaknya pemanah yang berada di tingkat lomba internasional. Lagipula, di kehidupan sebelumnya, sosok yang disebut Raja Panahan mengajari dirinya sendiri. Jadi pemuda itu bisa menggunakan busur dan membidik dengan baik.


Banyak zombie tingkat dua yang terkena headshot oleh Ark. Meski tidak langsung mati, racun yang dia buat lalu digunakan pada busur membuat mereka menjadi lebih lambat dan sedikit lebih lemah. Kemudian biarkan Jay yang menggila menebang leher mereka.


Ya! Sejak kembali kemarin dan mendapat sinyal positif bahwa dirinya akan mendapatkan senjata baru, Jay menggunakan senjata lamanya dengan lebih agresif. Bertarung di garis depan seperti penebang kayu tua dan terkadang tertawa tanpa alasan jelas!

__ADS_1


Hal tersebut membuat rekan satu tim lainnya merinding! Merasa agak takut kepadanya!


Para pengguna pedang di garis depan membantai banyak zombie dengan formasi rapi. Jasad menumpuk seperti bukit kecil, darah menggenang di jalanan, membuat sebuah kolam darah dangkal.


Jika ada seseorang dari kelompok lain yang melihat pemandangan ini, mereka pasti sudah menggigil ketakutan.


Para pemanah di atas tampak normal. Mereka terus membidik target seperti robot yang mematuhi instruksi. Meski terkadang meleset, tetapi 80% bidikan mereka (kecuali Ark) mengenai target. Sementara itu, para ksatria ...


Mereka bertarung dengan gelombang zombie seperti orang gila. Tubuh mereka basah kuyup oleh darah hitam para zombie. Orang-orang itu bertarung dengan ganas, menebang leher zombie, dan tertawa gila. Benar-benar berperilaku seperti psiko yang baru keluar dari rumah sakit jiwa.


"Stacy, ambil komando tim pemanah."


Ark berkata tak acuh ketika dia meletakkan busur dan quiver. Menarik keluar salah satu pedangnya, pemuda itu kembali berkata dengan nada datar.


"Bahaya dan keberuntungan datang berdampingan. Lebih baik kita mendapatkannya secara maksimal."


Setelah mengatakan itu, Ark langsung melompat turun. Mendarat ke kubangan darah di atas aspal, ekspresi pemuda itu sama sekali tidak berubah. Dia langsung melesat ke depan, maju ke barisan paling depan bersama dengan Jay.


Swoosh!


Pedang berayun cepat. Beberapa kepala zombie terlempar ke udara sebelum jatuh. Darah langsung terciprat pada pakaian, bahkan wajah Ark. Namun pemuda itu terus maju ke depan dengan tegas. Sama sekali tidak memedulikan penampilannya saat ini.


Melihat penampilan ganas Ark, moral pasukan juga naik begitu tinggi. Mereka tampak sangat bersemangat. Mulai bertarung dengan lebih ganas. Bahkan beberapa mulai berlebihan, sedikit melanggar rencana yang Ark buat untuk mereka.


Setelah bertarung dengan intens selama satu jam lebih, anggota Scarlet Sword tampak sangat kelelahan. Napas mereka mulai naik-turun, bahkan mereka tidak bisa berdiri dengan tegak.


Jleb!


Saat itu, sosok zombie level dua menerobos dan menusuk perut salah satu orang. Detik berikutnya, Ark muncul dan memenggal kepala zombie tersebut. Melihat ke arah pria yang jatuh dengan luka di perut, ekspresi pemuda itu berubah.


"Maafkan aku, Ketua. Aku terlalu bersemangat dan malah berakhir karena kecerobohan."


"..." Ark diam.


"Aku telah terinfeksi virus. Namun aku ingin tetap menjadi manusia. Jadi tolong bunuh aku, Ketua!"


"Kamu telah menyelesaikan evolusi pertama. Kamu mungkin terluka dan keracunan, tapi kamu tidak akan berubah menjadi zombie."


"Eh???" Lelaki itu terkejut.


"Tenang. Aku juga telah memperhitungkan situasi seperti ini."


"Ketua ..." Lelaki itu nyaris terisak.


Akan tetapi, saat itu Ark tiba-tiba meraih belakang kerah baju lalu menyeretnya mundur. Saat lelaki dengan luka di perut itu bingung, dia merasa tubuhnya melayang di udara.

__ADS_1


Ya! Dia dilempar oleh Ark ke dalam area perumahan elit!


BRUK!


Lelaki itu jatuh ke tanah dengan ekspresi tercengang. Dia kemudian melihat sosok Lisa yang berdiri di dekatnya dengan ikat kepala merah melilit dahinya.


"Anu ... Nona Lisa?"


"Tenang! Serahkan sisanya kepadaku!"


"Eh?"


Masih bingung dengan apa yang terjadi, lelaki itu tercengang ketika melihat Lisa mengangkat tubuhnya lalu melemparkannya ke sebuah gerobak. Sesaat kemudian, gadis itu mendorong gerobak menuju ke rumah tempat kakeknya berada.


"Pasien tiba!"


Selesai mengatakan itu, Lisa menurunkan lelaki tersebut.


Di sana, sosok Abigail telah bersiap. Dia langsung membantu lelaki itu membersihkan luka di perut. Dia kemudian memberi obat penyembuh dan penawar racun. Abigail lalu mulai menjahit. Lelaki itu merasa cukup kesakitan, tetapi ditahan oleh Old Franky sehingga tidak bisa meronta.


Beberapa menit kemudian, jahitan diselesaikan.


Pada saat lelaki itu bingung, Lisa telah melemparkannya ke gerobak. Sekali lagi mendorongnya pergi ke dekat dinding batas gerbang. Saat itu juga, Lisa menghentikan gerobak. Dia kemudian meraih lelaki tersebut lalu melemparkannya ke luar dinding.


Bruk!


Jatuh ke genangan darah, lelaki itu tertegun. Dia mengingat jelas kalau dirinya terluka dan diobati. Jadi lelaki tersebut bingung ketika kembali ke medan tempur. Saat itu, dia melihat Ark melempar beberapa orang ke dalam area perumahan elit.


Saat itu juga Ark melihat ke arah lelaki tersebut dan berkata.


"Ambil kembali senjatamu dan kembali bertarung!"


"Eh?"


"Tenang saja, kamu tidak akan mati.


Bahkan jika Raja Yama (Penguasa neraka mitologi China) memanggil, aku tidak akan membiarkanmu pergi."


"..."


Lelaki itu terdiam di tempat. Wajahnya yang telah pucat karena kehilangan darah menjadi lebih pucat. Saat itu dia mengerti satu hal penting sekaligus membuatnya gemetar ketakutan, yaitu ...


Bahkan jika dia ingin mati, dia tidak bisa mati!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2