Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Bernegosiasi


__ADS_3

Keesokan harinya.


Setelah membuat berbagai alasan, Jay akhirnya bisa bertukar posisi dengan Darin. Jadi saat ini, dia ikut pergi dengan Dark Caravan. Sementara itu, Darin tinggal di markas.


Bukan hanya itu, Jay juga meminta enam orang termasuk dirinya mandi sebelum berangkat. Dia terus mengoceh perihal kesopanan dan hal-hal semacam itu. Apalagi, pria itu mendapat dukungan dari Lisa. Tidak tahan dengan ocehan mereka, Ark akhirnya setuju.


Padahal pemuda itu sendiri merasa aneh. Sudah jelas, walau mandi, mereka juga akan berkeringat ketika tiba di lokasi. Jadi menyeka tubuh dengan kain basah seharusnya cukup. Mandi adalah pemborosan air. Namun kali ini Ark membiarkan mereka.


Itu karena mereka tidak dalam krisis kebutuhan pokok. Selain itu, dia ingin menenangkan keduanya.


Sekitar jam dua siang, mereka akhirnya tiba di lokasi.


Belum sempat Ark mengatakan apa-apa, Jay melompat turun dari kursi kusir dengan gaya elegan. Namun dia langsung terdiam.


"..."


Apa yang dia lihat sekarang bukanlah sekelompok wanita cantik. Sebaliknya, dia melihat dua kelompok cukup besar. Setiap kelompok memiliki anggota kira-kira tiga puluh orang.


Satu kelompok terdiri oleh banyak pemuda. Sementara itu, kelompok lain terdiri dari campuran pemuda sampai paruh baya. Hanya saja, di kelompok terakhir, kebanyakan dari mereka berpenampilan cukup berantakan. Tubuh mereka dipenuhi otot dan penampilan mereka cukup suram!


Jay menoleh ke arah Ark dengan gerakan kaku seperti robot.


"A-Apa maksud dari semua ini, Hades? Bukankah seharusnya yang kita temui—"


"Tentu saja mereka pelanggan kita, Silver Cross dan Black Panther."


"..."


Melihat Jay diam dan semangatnya turun, Ark berkata.


"Jangan bilang kamu berpikir kalau kita keluar untuk bersenang-senang, Thanatos?"


Thanatos adalah panggilan Jay ketika menyamar. Nama tersebut diberikan oleh Ark karena alasan tertentu. Ya ... seperti Lisa, Jay suka membuat julukan berlebihan pada dirinya sendiri.


Thanatos adalah nama dewa kematian dalam mitologi Yunani. Sebenarnya, ada dua sosok yang memegang tanggung jawab atas kematian. Mereka adalah Thanatos yang memberi kematian dalam ketenangan serta kedamaian, dan Ker yang merupakan dewi kematian yang memberikan kematian menyakitkan.


Singkatnya, Ark memberinya nama tersebut agar Jay puas. Karena tidak mungkin dia menyetujui nama berlebihan lain dalam kelompok ini.


Dia tidak ingin pamor Dark Caravan yang dibangun turun karena mereka!


Jay yang mendengar ucapan Ark menoleh, pura-pura tidak mendengarnya.


Sebenarnya Ark telah menjelaskan banyak hal yang perlu dilakukan dalam perjalanan ini. Hanya saja, Jay malah lebih fokus terhadap menjemput para wanita. Benar-benar mengabaikan hal lainnya!


"Thanatos ..." ucap Ark dengan nada monoton.


Mendengar itu, Jay bergumam.


"Bukankah aku hanya perlu mengikuti petunjuk yang kamu berikan? Tidak perlu serumit itu, kan?"

__ADS_1


Pada saat mereka berbicara, tampak dua pria paruh baya yang menghampiri mereka berdua. Salah satunya adalah Joseph, sedangkan pria lain adalah seorang pria paruh baya dengan tubuh tegap. Dia memiliki wajah persegi dengan kumis tebal. Ekspresi bangga tertulis jelas di wajahnya.


"Kamu Hades?" ucap pria itu.


"..."


Ark melirik ke arah Joseph. Dia sama sekali tidak menjawab. Namun pemuda itu jelas tidak puas dengan kedatangan pria yang tidak diundang ini.


"Namanya adalah Thomas. Sama sepertiku, dia salah satu petinggi dalam kelompok Black Panther."


Joseph menjelaskan dengan nada tak berdaya. Tampaknya keikutsertaan Thomas juga bukan keinginannya.


"Bukan hanya telah menolak untuk bergabung dengan kami, tampaknya kamu cukup sombong untuk mengabaikan aku, Nak."


Mata Thomas menyempit, tampaknya tidak puas dengan perlakuan yang dia dapatkan.


"Namamu Thomas, bukan?


Kalau begitu biar aku beritahu, Old Tom. Ketua berkata kalau dirinya ingin berbisnis dengan Silver Cross yang diwakili Julian dan Black Panther yang diwakili Joseph. Tidak ada nama Tom dalam daftar, jadi tolong menyingkir."


Jay langsung berdiri di depan Ark, menghalangi Joseph dan Thomas.


"Siapa kamu?" ucap Thomas dengan nada tak puas.


"Wakil ketua Dark Caravan, Thanatos."


BRUAK!


Jay langsung memukul wajah Thomas. Membuat pria paruh baya itu jatuh ke tanah.


"Maaf, tanganku tergelincir." Jay berkata dengan nada malas.


Saat itu, banyak anggota Black Panther menatap ke arah Jay dengan ganas. Suara marah Thomas juga terdengar.


"Apa yang kalian tunggu! Patahkan tangan dan kaki anak ini!" ucap Thomas dengan nada marah.


"Cukup, Thomas!" ucap Joseph dengan nada kesal.


Thomas sama sekali tidak mendengar ucapan Joseph. Dia masih memerintahkan anak buahnya untuk menyerang.


Melihat belasan orang bergegas ke arahnya, Jay tersenyum di balik topengnya. Pria itu langsung bergegas ke arah mereka tanpa mencabut pedang di pinggangnya.


Dalam waktu singkat, belasan orang langsung dijatuhkan oleh Jay.


Saat itu juga, Jay menendang kepala Thomas yang hendak bangkit.


Jay berdiri dengan tenang beberapa meter di depan Ark dengan jubah menari ditiup angin. Pria itu kemudian berkata.


"AKU TIDAK PEDULI SIAPA DAN APA PANGKATMU DALAM KELOMPOK. KAMI HANYA BERDAGANG DENGAN ORANG YANG DITENTUKAN.

__ADS_1


JADI JIKA TIDAK ADA HUBUNGANNYA ... ENYAH!!!"


Orang-orang terkejut. Mereka menatap ke arah Jay dengan ekspresi heran dan kagum. Tidak menyangka bukan hanya ketua, tetapi ternyata wakil ketua Dark Caravan juga begitu ganas.


Ark diam. Dia melirik ke arah tertentu dimana tampak sosok Jimmy dan Roxanne datang dengan orang-orang di belakang mereka. Pemuda itu kemudian kembali melirik ke arah Jay.


'Oke ... Caramu berpura-pura tampaknya telah ditingkatkan.'


Pikir Ark ketika melihat bagaimana Jay memanfaatkan kesempatan untuk membuat penampilan pertamanya di depan para wanita tampak mempesona.


"Apa kamu hanya diam saja ketika rekanmu diserang, Joseph? Kamu harus—"


"Diam, Thomas. Pria yang mengandalkan keluarganya untuk mencapai posisi ini lebih baik diam saja.


Seperti yang dikatakan oleh ketua, kita tidak diperbolehkan untuk membuat masalah ketika keluar. Kamu sendiri yang telah melanggar perintah.


Mundur. Biar aku yang menyelesaikan semua ini."


Setelah berkata dengan nada tak acuh, Joseph berjalan ke arah Ark tetapi dihadang oleh Jay.


"Maafkan kesalahan rekanku kali ini, Mr Hades. Biarkan mereka mundur. Kami akan membayar ganti rugi.


Selain itu, aku mendapatkan satu berita yang kamu inginkan."


Mendengar itu, Ark berkata.


"Biarkan mereka mundur."


Melihat orang-orang masih diam saja, Joseph berteriak.


"Apa yang kalian tunggu, Bodoh! Mundur! Jangan membuat masalah! Aku telah memberi kesempatan, jadi berhentilah bersikap konyol!"


Ucapan Joseph membuat Thomas kesal. Namun pada akhirnya dia memilih untuk mundur bersama para bawahannya.


Melihat itu, Joseph menghela napas lega. Dia kemudian melirik ke arah Ark.


"Apakah berita itu asli? Kamu mengetahui keberadaannya?"


"Ya. Berita itu memang asli. Meski tidak keduanya, tetapi aku menemukan lokasi salah satunya."


Mendengar itu, mata Ark menyempit.


"Yang mana?"


Menatap tepat ke mata Ark, Joseph menghela napas panjang sebelum berkata.


"Saito Ishigami."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2