
Siang di hari berikutnya.
"Wow! Tempat ini besar. Apakah kita akan langsung pergi ke aquarium raksasa utama untuk berhadapan dengan hiu bermutasi atau semacamnya?"
Berdiri di depan bangunan aquarium raksasa yang terbengkalai, Jay bertanya kepada Ark dengan ekspresi antusias.
Ketika membicarakan makhluk laut, apa yang muncul dalam benak Jay tentu saja hiu atau paus pembunuh. Besar dan ganas, tampaknya cukup kuat. Layak untuk diterima sebagai Miracle Root ke tiga!
"Tidak. Kita tidak pergi ke wahana utama (aquarium raksasa), tetapi ke tempat dimana mereka memamerkan beberapa binatang kecil yang unik dan indah."
"Eh? Apakah itu bagus? Maksudku ... kita tidak pergi untuk melihat pemandangan terumbu karang?"
"Kita tidak datang untuk piknik, Jay."
"Hey! Kalau begitu setidaknya beritahu aku apa yang kita incar! Bukan hiu atau paus pembunuh?"
"Hiu? Paus pembunuh? Apa yang kita incar lebih baik daripada itu."
"Wow! Apa itu? Apa?!"
"Aku memikirkannya baik-baik. Miracle Root yang cocok untukmu adalah ...
Udang mantis."
"Eh? Udang?!"
Jay menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya. Dia merasa kalau sahabatnya keterlaluan. Pemuda itu menyuruhnya untuk merelakan Miracle Root dari Raja Serigala Hitam dan malah menyiapkan udang untuknya.
Bahkan jika ada kata mantis, itu masih udang!
"Apa kamu berpikir kalau aku tidak adil. Jangan meremehkan udang ini. Udang mantis yang aku ingin kamu dapatkan adalah memiliki nama latin Odontodactylus scyllarus.
Bukan sembarang udang."
"Odonto ... Ontodo ... Bah! Jangan suruh aku menghapal nama semacam itu!"
"Kalau begitu sebut saja Peacock Mantis Shrimp, si petinju ulung!"
"Petinju ulung?"
Sudut bibir Jay berkedut ketika mendengarkan julukan yang tidak terdengar keren itu.
"Jay, menurutmu apa yang paling penting ketika kita mendapatkan Miracle Root?"
"Yang paling penting? Itu ... kekuatan?"
"Tidak. Apa yang paling penting adalah jumlah skill dan jenis skill itu sendiri.
Aku beri contoh. Ada dua jenis binatang bermutasi. Pertama ada tawon raksasa yang menembus level dua, cukup kuat dan sulit dilawan karena ukurannya besar sekaligus bisa terbang. Kedua, ada axolotl bermutasi level dua. Ukuran hanya setengah meter, tidak berbahaya, dan hanya memiliki kemampuan regenerasi hebat. Namun bisa dibunuh dengan mudah jika mengetahui titik lemahnya.
Yang pertama memberimu skill resistensi racun tingkat rendah. Sedangkan yang terakhir memberimu skill regenerasi super dimana ketika tanganmu dipotong, itu bisa tumbuh dengan kecepatan yang terlihat mata!
Menurutmu ... mana yang lebih berarti?"
"Tentu saja yang terakhir!"
"Bagus kalau kamu mengetahuinya.
Mencari Miracle Root bukan berarti kita harus mengalahkan lawan yang sangat kuat. Sebaliknya, kita bisa memilih yang paling cocok. Suatu hal yang masih bisa kita tangani.
Tentu saja, semakin kuat musuh dan semakin banyak skill itu baik."
__ADS_1
"Lalu bagaimana kita bisa memikirkan jenis Miracle Root itu jika tidak mencobanya? Lagipula, tidak ada Wikipedia tentang hal semacam itu!
Bahkan belum ada yang meneliti Miracle Root! Bisa tahu skillnya benar-benar aneh!"
Jay menatap ke arah Ark dengan curiga.
"Kita mungkin tidak bisa memastikan seratus persen, tetapi kita bisa melihat beberapa ciri-cirinya. Contohnya Rotten Ghost Mantis.
Dalam keadaan normal, belalang sembah biasanya memiliki kemampuan baik dalam kamuflase dan serangan mendadak. Dengan begitu, kita bisa mengira akan seperti apa Miracle Root yang didapatkan.
Mungkin ada mutasi berbeda yang membuat makhluk-makhluk itu tampil lebih ganas dan memiliki lebih banyak kemampuan. Namun seperti yang aku bilang, kita lihat dulu itu binatang apa dan kita kira-kira seperti apa kemampuan yang dikembangkannya ketika bermutasi."
Mendengar penjelasan Ark, Jay terkejut. Dia merasa apa yang dikatakan oleh sahabatnya masuk akal. Pria itu langsung meraih jubah Ark dan menariknya.
"Ark ... Aku ..."
Ark menoleh ke arah Jay sambil memiringkan kepalanya.
"Apa?"
"Aku ... AKU BURUK DALAM PELAJARAN BIOLOGI!!!
Apa yang aku hafal hanyalah anatomi tubuh manusia!"
"Hah? Aku tidak menyangka kamu begitu hebat. Kamu tahu seluruh organ dalam, hal-hal yang berhubungan dengan otot, dan titik-titik syaraf juga?
Itu benar-benar dan sulit dihafal."
"Tidak! Maksudku ... Kepala putik dan serbuk sari. Um, hal-hal semacam itu?!"
"Enyah! Jangan bicarakan hal-hal tentang reproduksi seolah kamu benar-benar tahu anatomi."
Ark memutar matanya. Benar-benar merasa tertipu. Dia awalnya terkejut, tetapi semua ternyata hanya lelucon.
"Kamu akan tahu ketika melihatnya sendiri."
Setelah mengatakan itu, Ark pergi ke tempat pameran makhluk-makhluk kecil berada. Jay merasa tidak puas, tetapi pada akhirnya tetap mengikutinya.
Sampai di lokasi, Ark dan Jay melihat banyak aquarium kecil dengan hiasan indah. Namun, selain banyak aquarium yang jatuh dan pecah berantakan di lantai ...
Semua aquarium kecil itu kosong!
'Sudah pindah, kah?'
Pikir Ark ketika melihat ruangan luas dengan banyak aquarium kecil yang kosong. Tampak sunyi, agak gelap, dan lembab. Benar-benar membuatnya tidak nyaman berada di sana.
"Karena tidak ada, kita akan mencarinya nanti. Untuk saat ini, lebih baik mendapatkan Miracle Root milikku terlebih dahulu."
"Eh? Kamu menyerah begitu saja?"
"Aquarium raksasa itu luas dan berbahaya. Meski kita berada di tempat yang jauh dari inti, tetapi masih berbahaya.
Makhluk-makhluk laut adalah makhluk paling aneh. Aku tidak ragu jika kita akan melihat pemandangan seperti sarang alien daripada pemandangan lautan dan terumbu karang yang indah."
"Lalu, apa yang ingin kamu incar."
"Meski di sini paling terkenal dengan aquarium raksasa, tetapi ada juga kolam pertunjukan sirkus lumba-lumba, kan?
Itu adalah tujuanku."
"Kamu ... memilih lumba-lumba?"
__ADS_1
Melihat sosok Ark yang keren memilih makhluk lucu itu, Jay tidak bisa tidak tertawa.
Ark sama sekali tidak menjelaskan. Lagipula, apa yang dia cari bukan lumba-lumba. Sebaliknya, makhluk bermutasi yang menjajah tempat itu.
Ark dan Jay berjalan melewati lorong gelap dan lembab. Di atas mereka, tampak pipa-pipa air yang berkarat. Suara air menitik dari pipa yang bocor membuat suasana menjadi lebih mengerikan.
Saat itu, mereka berdua tiba-tiba melompat mundur.
Bayangan hitam jatuh dari atas, menghalangi jalan mereka ke depan.
Melihat makhluk itu, ekspresi Ark berubah. Dia merasa aneh karena sahabatnya tampaknya lebih beruntung dibandingkan dengan dirinya.
Ya ... apa yang ada di depan mereka adalah Peacock Mantis Shrimp bermutasi!
Tinggi bagian tubuh depan sekitar satu setengah meter. Tubuh bagian belakang tubuh bagian belakang hampir dua meter. Kaki-kaki kecil yang seharusnya dimiliki udang mantis digantikan dengan banyak kaki mirip laba-laba.
Warnanya merah dan indah, membuat orang yang melihatnya kagum.
"Kalau tidak salah, di setelah lorong ini masih ada tempat pajangan ikan-ikan berukuran sedang, bukan?
Jadi selama ini si udang telah menjelajahi tempat ini ... kah?"
"Bukankah dia butuh air untuk hidup?!"
Mendengar pertanyaan itu, sudut bibir Ark berkedut.
"Mana aku tahu, memangnya aku yang membuat makhluk-makhluk ini bermutasi?!
Anggap saja seperti ikan lele atau mudskipper yang bisa bertahan di darat beberapa waktu!"
"Errr ... Ark?"
Mendengar ucapan Jay, Ark tetap fokus ke Peacock Mantis Shrimp di depan mereka. Meski tubuhnya tidak begitu besar, bahkan agak kurus karena kekurangan makanan ...
Makhluk itu masih berhasil menembus tingkat tiga!
"Bukankah udang itu tampak lucu? Lihatlah gayanya. Benar-benar berperilaku seperti kanguru yang siap untuk melakukan pertandingan tinju?"
"Hati-hati, Peacock Mantis Shrimp ini adalah makhluk tingkat tiga."
"Hehehe. Namun dia tidak tampak berbahaya. Dia tampak kurus dan—"
Sosok Peacock Mantis Shrimp melompat ke arah Jay dengan kaki-kakinya yang mirip laba-laba. Tampak aneh, tetapi agak cocok.
Melihat udang mantis itu, Jay yang cukup terkejut langsung memasang posisi bertahan. Kedua tangannya langsung dilapisi dengan exo-skeleton keras.
Jay cukup percaya diri karena pertahanannya masih bisa menahan serangan Ratu Serigala Hitam yang besar dan buas. Namun Ark yang beberapa meter darinya sudah pucat. Dia hendak memperingatkan.
Saat itu juga, suara ledakan keras terdengar.
BANG!!!
Sosok Jay langsung menghilang dari pandangan Ark. Langsung terpental melewati lorong dan kembali ke ruangan sebelumnya.
BRUAK! PYARRR!!!
Suara meja dan aquarium dihancurkan terdengar dari kejauhan.
Ark langsung menarik dua pedangnya. Sementara itu, makhluk di depannya menatap dirinya diambil memiringkan kepala. Tampak konyol, tetapi membuat pemuda gugup. Lagipula ...
Udang mantis normal (tidak bermutasi) saja bisa memukul dengan kuat dan secepat peluru!
__ADS_1
>> Bersambung.