
"Masih ada waktu sekitar dua jam, kalian semua bersiap."
Ark langsung memberi perintah. Setelah itu, dia pergi ke sebuah ruangan yang telah dia gunakan sebagai kamar.
Di sana, dia langsung mengambil tong kayu lalu membuka penutupnya. Saat itu juga, aroma obat yang sangat kuat langsung memenuhi ruangan. Dia memandang cairan berwarna hijau dengan aroma menyegarkan dengan ekspresi serius di wajahnya.
Pemuda itu kemudian mengambil apa yang dia rendam di dalam cairan obat tersebut. Setelah dikeluarkan, itu adalah potongan kain yang tipis dan sangat panjang. Tampak seperti perban yang dibuat secara khusus oleh pemuda itu.
Setelah itu, Ark langsung menanggalkan pakaiannya.
***
Sekitar satu jam kemudian.
Pada saat semua orang sedang berbaris dan bersiap, aroma obat yang sangat kuat tercium di udara. Mereka tanpa sadar langsung menoleh ke sumber aroma tersebut. Saat itu juga, mereka melihat sosok Ark yang berjalan keluar dengan penampilan tertutup seperti biasa. Hanya saja, mereka merasa pemuda itu seperti baru saja berendam dalam cairan obat.
'Mungkinkah Hades tanpa sengaja merusak stok obat yang dia bawa?'
Pertanyaan semacam itu langsung muncul dalam benak mereka semua. Namun setelah melihat Ark baik-baik saja, mereka sama sekali tidak berniat untuk bertanya kepadanya. Lagipula, daripada aroma obat, mereka harus fokus pada sesuatu yang lebih penting.
"Bentuk barisan sesuai dengan rencana! Jangan terlalu maju dan dekat dengan jebakan. Atur setidaknya sepuluh meter menjauh dari parit paling dekat dengan batas kota!"
Ark langsung memberi perintah. Dia kemudian menyuruh Stacy mendekat.
"Bersiap pada posisimu, Stacy. Pembukaan yang harus kamu lakukan sangat penting, jangan sampai ceroboh dalam melakukan tugasmu."
Setelah mengatakan itu, Ark memberikan sebuah pisau kecil berwarna hitam legam kepada Stacy. Bahan pembuatannya sama sekali bukan logam, tetapi malah mirip dengan batu.
"Dimengerti."
Usai mendapatkan belati tersebut, Stacy langsung bersiap di tempatnya.
"Aku tidak peduli dengan jumlah musuh! Entah seribu atau sepuluh ribu, itu tidak akan berpengaruh pada kita!"
"Kita berjumlah tiga ribu orang, dan itu lebih dari cukup untuk mengalahkan mereka semua!"
"Kita ada di sini untuk melindungi rumah kita!"
"Siapa saja yang datang untuk membuat kekacauan, kita akan menunjukkan kepada mereka kalau kita tidak mudah ditindas!"
__ADS_1
"..."
Dorongan dari Ark langsung membuat orang-orang bersemangat. Mereka merasa kalau apa yang dikatakan oleh pemuda itu benar. Bahkan jika mereka cukup lemah, bukan berarti mereka mudah ditindas. Mereka tidak akan hanya diam tanpa melawan.
Jika musuh menggigit, mereka akan menggigit balik dengan lebih kuat!
Saat itu, suara Stacy terdengar.
"Musuh datang dari arah jam 12. Jumlah mereka lebih banyak dari sebelumnya, hampir dua kali lipat."
"Mereka akan tiba dalam waktu kurang dari 30 menit."
Stacy yang berada di atas gedung untuk mengawasi langsung melaporkan situasi. Saat itu, semua orang menjadi lebih bersemangat. Tampaknya sudah siap bertarung kapan saja.
Saat itu, rasanya waktu mulai mengalir lebih. Sekitar lima belas menit kemudian, orang-orang akhirnya bisa melihat pasukan semut bermutasi yang berbaris begitu padat. Mereka semua menjadi lebih serius. Sama sekali tidak berani bertindak sembrono.
"Tunggu aba-aba. Sebelum aku mengatakan sesuatu, tidak ada dari kalian yang diizinkan untuk menyerang! Apakah kalian paham?"
"YA, PAK!!!" seru mereka serempak.
Para semut di kejauhan terkejut dengan suara keras yang dihasilkan oleh orang-orang. Mereka semua langsung mempercepat gerakan kaki mereka. Segera bergegas menuju ke sumber suara.
Orang-orang mencengkeram erat pedang di tangan mereka, tetapi sama sekali tidak langsung menyerang. Sebaliknya, mereka menunggu aba-aba Ark.
Berbeda dengan setiap orang yang gugup, Ark menatap para pasukan semut dengan ekspresi datar. Dibandingkan dengan targetnya, mereka semua hanyalah hidangan pembuka.
"Pakai masker kalian semua!" Ark langsung memberi perintah.
Saat itu, orang-orang yang belum memakai masker kain pemberian Sword of Sufferings langsung memakainya. Pada saat itu juga, suara teriakan para semut terdengar.
Banyak semut jatuh ke jebakan. Jika semut tingkat dua terluka cukup parah karena tombak dan racun yang melapisinya, banyak semut tingkat pertama yang mati karenanya. Hanya saja, semua semut masih berbaris ke depan tanpa mempedulikan hal tersebut.
Mereka langsung menginjak tubuh yang jatuh ke perangkap. Saat itu juga, setiap lubang yang orang-orang gali mulai dipenuhi dengan tubuh para semut. Pasukan lawan semakin mendekat dan terus mengisi lubang tanpa berhenti. Namun saat itu, Ark sama sekali tidak memberi perintah apapun.
Mereka semua juga mengetahui apa yang Ark tunggu, jadi hanya diam. Namun, meski telah mengetahuinya, mereka tidak bisa menahan rasa gugup.
Saat tubuh para semut memenuhi seluruh lubang jebakan dan hampir mencapai kota, aroma samar langsung tercium di udara.
Saat itu, Ark langsung memberi perintah.
__ADS_1
"STACY!"
Mendengar perintah Ark, Stacy langsung menarik busurnya. Anak panah dengan ujung terbakar langsung terbang ke arah para semut bermutasi.
Sinar kec tersebut membuat banyak orang memandangnya dengan ekspresi penuh tekad dan harapan.
Pada saat anak panah mengenai tubuh semut, suara ledakan langsung terdengar. Saat itu juga, warna merah menyala langsung menerangi malam kelam sebelumnya.
Terbakar! Sejauh orang-orang memandang, mereka melihat api yang berkobar dan para semut yang terbakar.
Sebelumnya, mereka telah menaruh banyak barel minyak di bawah lubang jebakan. Jadi ketika semut jatuh di atasnya, barel tersebut akan dipecahkan. Minyak akan menyelimuti tubuh mereka. Minyak akan tersebar melewati kaki-kaki para semut yang menginjak-injak tubuh mereka sendiri. Dengan lapisan tubuh berminyak, mereka siap untuk dibakar!
Teriakan para semut bermutasi menggema di telinga semua orang. Bukannya membuat orang-orang takut, tetapi itu malah membuat mereka lebih bersemangat.
Saat itu juga, beberapa semut yang terbakar mulai terus berjalan ke depan dengan gila. Makhluk-makhluk itu mempercepat langkah mereka. Kebanyakan dari mereka adalah semut level dua. Sedangkan para jenderal semut langsung terbang setelah kebakaran terjadi.
Melihat api yang berusaha melahap segalanya, mereka membuat teriakan melengking. Benar-benar merasa marah karena tindakan musuh mereka.
Mendengar teriakan-teriakan seperti itu, Ark malah tertawa. Dia menunjuk ke arah kepalanya sendiri sambil berkata.
"Bahkan jika musuh memiliki kelebihan mereka, sebagai manusia, kita juga pasti memilikinya."
"Ya! Itu adalah kebijaksanaan kita!"
Melihat beberapa semut mulai keluar dari area jebakan dan memasuki kota, Ark langsung berteriak dengan lantang.
"Angkat senjata kalian! Bersiap untuk berperang!"
"Bunuh! Bunuh mereka semua!"
Mendengar teriakan Ark, semua orang benar-benar langsung berteriak dengan lantang dan bergegas ke arah para semut yang muncul di hadapan mereka.
"BAGI MEREKA YANG DATANG, BIARKAN MEREKA TETAP TINGGAL!"
Setelah mengatakan itu, Ark langsung mencabut pedangnya. Dia kemudian bergegas ke arah para jenderal semut yang akan membuat banyak orang kerepotan.
Dengan demikian, perang ke dua antara manusia dan para semut bermutasi akhirnya dimulai kembali!
>> Bersambung.
__ADS_1