
Tanpa terasa, sudah 10 hari sejak Ark dan rekan-rekannya melakukan perjalanan ke luar kota.
SWOOSH! BRUAK!
Ark berdiri dengan tenang, lalu membanting seekor hyena bermutasi level 2 dengan tangan kosong. Pada saat makhluk itu hendak melarikan diri, pemuda itu langsung menginjak kepalanya dengan ekspresi tak acuh. Bersama dengan suara retak, darah langsung mengalir dari kepala hyena bermutasi. Tubuhnya berkedut beberapa saat sebelum akhirnya berhenti bergerak.
Memiliki ekspresi datar di wajahnya, Ark berkata dengan nada monoton.
“Sudah sepuluh hari. Seharusnya kita akan segera sampai kota berikutnya.”
Berbeda ketika harus membuka jalan untuk kereta sehingga memerlukan waktu lama, sekarang pergerakan mereka lebih cepat. Selain itu, lingkungan juga cocok bagi Finn untuk bergerak. Jarak antar pohon tidak terlalu sempih dan tanah lebih padat. Dia tampaknya sangat senang bisa ‘jalan-jalan’ bersama dengan tuannya.
“Semua orang, istirahat 15 menit.”
“YA, KETUA!” jawab mereka serempak.
Perjalanan selama sepuluh hari jelas tidak seperti yang orang-orang itu harapkan. Bukan hanya tidak semenyenangkan ketik latihan, tetapi cukup berat dan membuat mereka agak tertekan. Lagipula, mereka mengikuti pengaturan Ark.
Bergerak cepat, sedikit beristirahat, menghindari pertarungan yang tidak perlu, dan berbagai macam hal lain yang membuat mereka lelah secara mental karena perasaan tertekan terus-menerus.
Saat itu, suara kicauan Huginn dan Muninn akhirnya terdengar.
Bukan hanya orang-orang, bahkan Lisa dan Ark merasa cukup senang ketika mendengar kicauan tersebut. Suara itu menandakan kalau mereka sudah sangat dekat dengan kota. Setelah sepuluh hari hanya melihat batu dan pohon, para pejuang yang biasanya bertarung di kota mulai merindukan gedung-gedung tua yang menandakan bekas kejayaan manusia sebelumnya.
“Tugas masih sama. Istirahat dan pulihkan kembali energi selama 15 menit. Setelah itu, kita akan segera pergi dan tidak beristirahat sebelum mencapai kota.”
“YA, KETUA!”
Mereka semua kemudian beristirahat dengan tenang. Mereka meluruskan kaki, meminum air, dan mengatur napas. Ada beberapa orang yang memejamkan mata untuk mengistirahatkan otak sejenak.
“Apakah ada yang salah, Lisa?” tanya Ark yang melihat Lisa diam saja.
“Tidak ada.” Lisa menggelengkan kepalanya. “Seperti yang kamu katakan, Kak. Perjalanan ini sama sekali tidak menyenangkan. Aku berekspektasi terlalu tinggi.”
“Bukankah aku sudah mengatakannya?” Ark tersenyum.
__ADS_1
“Siapa yang tahu apakah kamu menyembunyikan sesuatu atau tidak?” balas Lisa sambil cemberut.
“Beristirahat saja dengan baik. Setelah sampai kota, semuanya akan berbeda.
Meski banyak peluang, tetapi pasti ada juga bahaya. Kamu harus hati-hati, jangan mudah tertipu atau terpancing emosi.”
“Aku tahu.”
Lisa membalas dengan nada tidak sabar. Dia bersandar pada pohon lalu menutup mata sejenak. Melihat itu, Ark hanya menggeleng ringan.
***
Usai beristirahat, Ark dan rekan-rekannya langsung melanjutkan perjalanan.
Kurang dari dua jam berjalan, mereka akhirnya melihat gedung-gedung tinggi tak berpenghuni di kejauhan. Hal tersebut membuat banyak orang menjadi bersemangat, tetapi kembali tenang setelah Ark mengingatkan mereka untuk tidak ceroboh.
Berjalan dua jam lebih, mereka akhirnya menginjak jalan aspal yang penuh debu, kotoran, dan retakan.
“Akhirnya tiba!” ucap Lisa dengan ekspresi puas di wajahnya.
“Tujuan pertama kita adalah gedung itu. Kita akan menuju ke sana, tapi kalian harus hati-hati. Mungkin banyak zombie atau binatang buas bermutasi di kota ini.”
“Dimengerti!” jawab mereka serempak.
Alasan Ark langsung mengincar salah satu gedung di pinggir kota adalah mencari informasi. Dia ingin pergi ke tempat tinggi sehingga pandangannya lebih luas. Gedung yang dia pilih adalah gedung paling tinggi di sekitar. Tampaknya juga cukup kokoh dan cocok untuk mengamati lokasi sekitar.
Ark sendiri sebenarnya bisa terbang untuk mencari informasi, tetapi dia tidak melakukannya. Lagipula, alasan kenapa pemuda itu melakukan ekspedisi bukan hanya untuk membuka cabang, tetapi juga melatih pasukan khusus. Jadi Ark melakukan apa yang harusnya mereka lakukan, bertindak sebagai contoh sehingga mereka bisa melakukan hal sama ke depannya.
Mengikuti perintah Ark, mereka pun berbaris rapi dan bergerak dengan kewaspadaan tinggi menuju ke arah gedung tujuan.
“Seperti yang diharapkan dari kota yang belum dibersihkan. Zombie berserakan di mana-mana,” ucap Lisa sambil mengangkat bahu.
Mengabaikan lelucon Lisa, Ark langsung memberi perintah.
“Sepuluh orang mengurus belakang, sepuluh orang bagian kiri, sepuluh orang bagian kanan. Lima orang yang bertugas membawa barang di tengah, lima belas orang sisanya membuka jalan terus ke depan.
__ADS_1
Singkirkan mereka semua!”
“YA, KETUA!”
Semua orang langsung bergerak sesuai dengan perintah Ark. Puluhan zombie tingkat satu dan dua sama sekali tidak masalah bagi mereka. Belum lagi, sampai di depan gedung, sama sekali tidak tampak zombie spesial. Jadi akhirnya mereka hanya merasa kalau pertempuran itu berjalan begitu cepat dan santai.
Sampai di depan gedung, Ark mulai memeriksa sekitar. Pemuda itu langsung mengajari anggota kelompoknya.
“Tidak ada kotoran binatang kering dan menumpuk di sekitar, berarti tempat ini jarang dikunjungi dan bukan sarang binatang buas. Selain itu, kalian bisa melihat zombie yang acak di sekitar. Meski jumlah mereka cukup banyak, mereka kurang teratur, jelas tidak ada zombie khusus yang mengendalikan mereka.
Apa yang perlu kalian waspadai selanjutnya adalah zombie yang bersembunyi. Jangan remehkan mereka, karena musuh lemah pun bisa membuat kalian celaka jika tidka berhati-hati. Selain itu, ketika naik ke lantai atas, pastikan apakah kaca utuh atau tidak, ada kotoran burung atau tidak, baru kemudian naik.
Lakukan semuanya dengan tenang. Awal lambat tidak masalah. Tidak perlu terburu-buru. Cepat atau lambat kalian akan terbiasa.
Apakah kalian mengerti?”
“YA, KETUA!” jawab mereka serempak.
“Kalau begitu, lima belas orang naik untuk memeriksa, sepuluh orang pergi untuk mengambil panen, sepuluh orang pergi untuk mencari lalu membersihkan tempat tinggal sementara. Sisanya lakukan patroli di sekitar, pastikan tidak ada zombie atau binatang buas yang datang mengepung. Pergi!”
Orang-orang langsung membentuk tim dan bergerak sesuai dengan pengaturan Ark. Ark sendiri menemani orang yang melakukan panen. Mengajari mereka cara mengambil daging dengan cepat dan cara menyingkirkan mayat.
Melihat Ark yang sibuk, Lisa menggelengkan kepala. Gadis itu membawa pedangnya lalu pergi jalan-jalan. Mengetahui kalau Huginn dan Muninn juga melihatnya, dia sama sekali tidak takut tersesat atau dikepung oleh musuh.
Setelah berjalan cukup lama, Lisa hanya bisa menghela napas panjang dengan ekspresi kecewa. Dia sama sekali tidak menemukan lawan yang layak, juga tidak menemukan manusia lainnya.
‘Mungkinkah kota ini sudah jatuh?’
Pikirkan semacam itu sempat muncul dalam kepalanya, tetapi gadis tersebut langsung menggelengkan kepalanya. Meski manusia lemah, tetapi mereka memiliki kecerdasan. Orang-orang itu bisa menggunakan kepalanya untuk bertahan. Bahkan jika tidak hidup layak, setidaknya bertahan hidup masih mungkin.
Setelah beberapa saat mencari tetapi tidak menemukan apa-apa, Lisa memutuskan untuk kembali. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti ketika dia tiba-tiba mendengar suara.
Gadis itu langsung menoleh ke sumber suara dengan seringai di wajahnya!
>> Bersambung.
__ADS_1