
Di tempat Berto berada.
Klang! Klang! Klang!
Suara benturan logam terdengar. Tampak ratusan orang saling menebas dan saling menikam.
"Huh ... Huh ... Tampaknya aku benar-benar tidak bisa menepati janjiku."
Napas Berto naik-turun. Melihat pemandangan kacau di depannya, pria itu tersenyum pahit. Dia ingat dengan jelas pernah berkata kepada "Hades" bahwa dirinya akan terus berjuang di sisi Julian. Namun saat ini, pria itu tidak yakin apakah dia bisa kembali.
"Jumlah musuh terlalu banyak! Apa yang harus kita lakukan, Berto?!"
Mendengar salah satu orang bertanya kepadanya, Berto menarik napas dalam-dalam. Ekspresinya diam-diam menjadi lebih tegas daripada sebelumnya.
"Kita boleh kalah jumlah!"
"Kita boleh kalah kuat!"
"Namun kita tidak boleh kalah dalam hal semangat!"
"TEMAN-TEMAN, INGAT ALASAN KITA DATANG KE TEMPAT INI!"
Berto menghunuskan pedangnya.
"BAHKAN JIKA KITA MATI, KITA HARUS MENYERET SEBANYAK MUNGKIN ORANG BERSAMA KITA!"
Pria itu kemudian menyeringai.
"BUNUH! BUNUH MEREKA SEMUA!!!"
***
Di tempat Siegfried berada.
KLANG!
"Jangan menyerah! Tarik pasukan mundur ke tempat lebih aman! Manfaatkan medan pertempuran!"
Siegfried langsung memberi perintah. Karena lokasi tempat mereka bertempur kebetulan dekat tempat parkir luas dan jalan macet, dia langsung menunjuk ke arah dimana pihak mereka bisa bertahan.
Pemuda itu merasa sangat tertekan. Meski musuh tidak dalam kondisi baik, tetapi jumlah mereka sangat banyak. Kondisi sekutu sama sekali tidak baik. Meski cukup baik dibandingkan dengan lawan, tetapi benar-benar tidak berada dalam kondisi prima.
Harap diingat, tidak semua orang bisa cukup makan seperti anggota Sword of Sufferings. Bahkan jika orang-orang bisa makan, jumlah asupan mereka masih kurang. Tidak bisa dibilang dalam kondisi terbaik mereka.
Jadi ketika melawan beberapa orang yang kurus dan sakit-sakitan, mereka masih tidak memiliki keuntungan.
BANG!
Sosok Siegfried langsung terhempas mundur beberapa meter. Melihat ke arah orang yang menyerangnya, matanya menyempit.
"Hehehehe! Siapa sangka kalau junior di pihak ketentaraan memiliki bakat sebagus ini?
Hey, apakah kamu mau bergabung dengan kami, Nak? Jika kamu mau, aku akan membukakan jalan untukmu."
"Aku menolak!" ucap Siegfried.
__ADS_1
Mendengar penolakan tegas dari Siegfried, sosok jenderal itu langsung merubah ekspresinya.
"LALU MATI!"
KLANG!
Siegfried langsung menangkis tebasan pria di depannya. Saat itu juga, dia tiba-tiba merinding. Pemuda itu langsung berguling ke samping.
Sebuah pedang tiba-tiba menancap di tempat dia sebelumnya berdiri.
Saat bangkit, Siegfried menoleh ke arah lain. Saat itu, dia melihat sosok Black Ox yang memiringkan kepalanya. Selain pria itu, ada juga Viper yang menyeringai.
Di depan Viper, tampak sosok senior dari Black Panther yang kehilangan lengan kirinya.
"Old Jordi!" teriak Siegfried.
"Mundur ke tempat lebih aman, Sieg! Biarkan aku menahan mereka!"
Mendengar ucapan pria itu, Siegfried sempat tertegun di tempatnya. Dia merasa otaknya tiba-tiba berjalan lebih lambat.
Klang!
Sosok Jordi bertarung dengan gigi terkatup. Dia terus menahan serangan Viper yang sesekali dibantu oleh Black Ox. Meski tidak bisa membalas serangan, tetapi pria itu bertahan dengan baik.
"KEMANA KAMU MELIHAT, NAK?!"
Pria dari Imperial Tiger langsung menebas Siegfried dengan kejam.
Menerima serangan tiba-tiba, Siegfried langsung menangkisnya. Namun karena tidak siap, dia langsung terpental mundur dan berguling di tanah bersalju. Pada saat hendak bangkit, pemuda itu tiba-tiba merasakan tubuhnya didorong.
"MENYINGKIR!"
Slash!
Saat itu juga, suara tidak puas terdengar di telinganya.
"Sungguh menyebalkan, padahal aku ingin mencuri last hit!"
Siegfried mendongak hanya untuk melihat Viper yang menyeringai ke arahnya.
"Kamu tidak bisa melakukan itu, Viper! Menurut perjanjian, aku sendiri yang harus melakukannya!"
Sosok pria dengan seragam prajurit berkata tidak puas. Mereka tampaknya sama sekali tidak peduli dengan kematian Jordi. Sebaliknya, dua orang itu malah berdebat perihal siapa yang harus membunuh Siegfried.
"Baik, baik ... terserah saja! Ini terlalu membosankan!" ucap Viper tidak puas.
"Huh! Tampaknya bocah ini sadar diri. Benar-benar tidak berpikir untuk berlari?" Pria dari Imperial Tiger mendengus dingin.
"Hey! Tampaknya bocah ini bingung tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi." Viper kemudian menyeringai. "Kalau begitu biarkan aku menjelaskannya!"
Melihat seringai Viper, Black Ox menggelengkan kepalanya. Pria itu jelas senang main-main. Kebiasaan buruk yang dia bawa sejak apocalypse belum datang.
"Biarkan kamu menyadarinya, Nak. Kamu! Ya! Kamu yang telah membunuh mereka semua!
Bocah bau susu yang belum menumbuhkan rambutnya memimpin pertempuran? Astaga! Ini benar-benar kacau! Lihat sekelilingmu!
__ADS_1
Kacau! Semuanya menjadi kacau! Banyak nyawa terbuang karena ketidakbecusanmu! Hahahaha!"
Siegfried menoleh ke kiri dan kanan untuk melihat anggota Black Panther terus dipukul mundur. Meski pihak musuh juga terluka, tetapi banyak anggota kelompok yang mati karenanya. Dia bahkan melihat bala bantuan dari Silver Cross mati-matian menahan serangan banyak orang.
Saat itu, ekspresi Siegfried menjadi semakin dan semakin tumpul.
"Tsk! Membunuh ketika melenyapkan harapannya. Kamu benar-benar kejam, Viper!"
Pria dari Imperial Tiger berdiri di depan Siegfried sambil menyeringai. Dia kemudian mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi lalu menebas ke bawah sambil berteriak.
"KALAU BEGITU BIARKAN AKU MENGIRIM KAMU PERGI, NAK!"
SLASH!
Beberapa meter dari mereka berdua, ekspresi Viper dan Black Ox langsung berubah dari tak acuh menjadi penuh kejutan.
Bruk!
Sebuah lengan kanan tebal uang memegang pedang jatuh ke lantai, disusul dengan teriakan.
"ARGHHH!!!"
Pria dari Imperial Tiger jatuh berlutut sambil memegangi tempat dimana tangannya terputus. Dia mendongak, tetapi hanya bisa melihat kilatan cahaya pedang.
Slash!
Sebuah kepala berguling di tanah. Melihat hal tersebut, Viper dan Black Ox langsung menjadi serius.
"BUNUH DIA SEKARANG!"
Viper dan Black Ox langsung menyerang dari sisi kiri dan kanan. Dua pedang langsung berayun pada saat bersamaan.
Klang!
Sosok Siegfried langsung menangkis serangan Black Ox. Dia kemudian memutar tubuhnya. Langsung menangkis tebasan Viper dengan gagang pedangnya.
Pada saat Viper terkejut, Siegfried langsung menendang perut pria itu. Dia kembali memutar tubuhnya lalu menebas Black Ox dengan kejam, tetapi serangannya berhasil di tahan.
Saat itu, Viper dan Black Ox berkeringat. Dia menatap ke arah Siegfried dengan ekspresi penuh kejutan. Mereka benar-benar tidak menyangka bocah pemalu sebelumnya tiba-tiba berubah.
Ekspresi ketakutan, panik, merasa bersalah, sedih, atau marah menghilang dari wajah Siegfried. Di wajah tampan pemuda itu, hanya tampak kekosongan. Sepasang mata zamrud menatap ke arah Viper dan Black Ox dalam kesunyian.
Seolah pemuda itu benar-benar berubah menjadi orang lain!
Jika Ark melihatnya, dia pasti tersenyum karena akrab dengan hal tersebut.
'Focus mind.'
Salah satu bakat tingkat atas umat manusia yang bisa terbangun. Bukan bakat super seperti telekinesis atau bakat yang mengubah tubuhnya, tetapi hal tersebut sangat unik.
Fokus mind membuat pemiliknya bisa masuk dalam kondisi terfokus. Dalam kondisi tersebut, dia benar-benar mengabaikan gangguan eksternal. Bisa dibilang, pemuda itu masuk ke dalam kondisi dirinya bertarung tanpa memedulikan apapun. Karena fokus, dia bertarung berkali-kali lebih baik daripada biasanya.
Selain satu fokus dalam pikiran, perasaan lain dalam otak benar-benar langsung disingkirkan untuk sementara. Kecuali titik fokus, dia kehilangan perasaan lain. Kesedihan, kemarahan, benci, dan perasaan lain benar-benar menghilang.
Sedangkan saat ini, hanya satu kata yang menjadi fokus Siegfried sehingga dia melupakan segalanya. Kata itu adalah ...
__ADS_1
'MEMBUNUH.'
>> Bersambung.