
Pagi, tiga hari kemudian.
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
“Satu, dua, tiga, empat!”
Di halaman depan mansion, tampak ratusan orang yang berlatih bersamaan. Namun, tampak beberapa perbedaan dalam latihan.
Orang-orang di kanan jalan utama berlatih lebih intens dan keras. Sedangkan orang-orang di sisi kiri mulai berlatih gerakan dasar. Perlahan-lahan tapi pasti, sama sekali tidak terburu-buru. Mengikuti instruksi dengan sepenuh hati.
Ya. Mereka adalah divisi Sword of Mist yang baru Ark bentuk tiga hari yang lalu.
Sementara itu, anggota utama Sword of Sufferings juga berlatih lebih rajin dibandingkan sebelumnya. Orang-orang itu tampaknya menjadi lebih termotivasi karena tidak ingin disusul oleh para junior mereka.
Berharap Ark segera mengakui mereka dan menemukan cara untuk mereka maju ke tahap berikutnya.
Sementara itu, di samping mansion tampak beberapa orang yang berlatih. Mereka adalah orang yang Ark pilih secara pribadi dari kota ini.
Ada lima orang yaitu Aisha, Angelica, Scorpio, Dedric, dan Ian.
Aisha dan Angelica berlatih berdua karena mereka berada di level yang berbeda.
Sedangkan untuk Scorpio, Dedric, dan Ian melakukan latihan dasar tetapi lebih intens dibandingkan barisan normal. Namun, mereka juga Ark tandai sebagai orang-orang yang belum memenuhi syarat mendapatkan ramuan evolusi.
Setidaknya, Ark masih kurang mempercayai mereka bertiga.
Dari mereka bertiga, hanya Scorpio yang cukup terbiasa dan mulai mendapatkan kepercayaan Ark. Dedric dan Ian belum lama bergabung, jadi memerlukan waktu agar bisa dianggap ‘layak’ di mata pemuda yang dipanggil Hades tersebut.
Swoosh!
Terus mengayunkan pedang, Dedric merasa agak kewalahan. Tidak hanya kurang pengalaman latihan, kondisi fisiknya juga jauh lebih lemah dibandingkan saat Ian pertama bergabung. Jadi, dia tampak lebih menderita dibandingkan kedua rekannya.
“Ugh!”
Melihat keadaan Dedric, Scorpio terus mengayunkan pedangnya sambil bicara tanpa menoleh.
“Kita cukup beruntung masuk ke mata Ketua dan mendapatkan jalan lebih pendek dibandingkan anggota lainnya. Jika kamu tidak bisa bertahan, maka lebih baik menyerah dan ikuti orang-orang normal ini.
Jangan membuang sumber daya secara tidak perlu dan mengecewakan ketua.”
Mendengar ucapan Scorpio yang kurang ramah, ekspresi Dedric menjadi buruk.
Ian juga merasa agak tidak puas. Namun berbeda dengan Dedric yang langsung dipilih, awalnya Ian juga berlatih bersama barisan orang-orang biasa dalam kecepatan normal. Meski sekarang latihannya lebih berat, tetapi pria itu tahu kelebihan dibandingkan latihan biasa.
Setidaknya, sumber daya yang didapatkan lebih baik dan peningkatan lebih terlihat. Jadi akhirnya dia hanya diam dan terus melakukan latihan.
Sementara itu, Dedric juga melanjutkan latihan sambil membalas ucapan Scorpio.
“Jika orang-orang dari Cursed Berserkers yang seperti pecandu bisa melakukannya, aku pasti juga bisa melakukannya!”
Mendengar ucapan penuh dengan semangat juang tersebut, Scorpio mengangkat sudut bibirnya. Masih tidak menoleh, pria itu kembali berkata dengan nada datar.
__ADS_1
“Dari mana kita berasal sama sekali tidak penting. Ketua sama sekali tidak peduli apakah kita dari kelompok besar atau kecil, baik atau jahat. Apa yang paling penting apakah kita memiliki nilai atau tidak.
Jika kamu ingin bersaing denganku, maaf saja ... bicara besar sama sekali tidak ada gunanya!”
SWOOSH!
“Seribu!”
Scorpio berhenti mengayunkan tongkat besi berat lalu melemparkannya ke samping. Berbeda dengan sosoknya yang kurus kering ketika datang ke Sword of Sufferings, sekarang dia mengalami perubahan yang mengguncang bumi.
Pria botak yang tinggi itu sekarang berdiri lebih tegak. Otot-otot tubuhnya tampak kokoh, terlihat ramping tetapi penuh dengan kekuatan.
Dibandingkan pecandu yang kurang istirahat dan tidur sebelumnya, sekarang dia tampak seperti prajurit yang terlatih dengan baik! Seekor kalajengking ganas yang bisa menyengat seseorang sampai mati!
Melihat ke arah Dedric yang hampir roboh, Scorpio mengangkat sudut bibirnya sambil berkata.
“Aku harap kamu tidak mengecewakan Ketua, Rookie!”
Setelah mengatakan itu, Scorpio pun pergi menuju ke gudang penyimpanan. Siap membantu Gordon melakukan tugasnya.
***
Sementara itu, dalam kantor Ark.
Duduk bersandar di kursinya, Ark melihat pemandangan di luar jendela. Meski jarak pandang berkurang karena kabut, dia masih bisa melihat orang-orang yang berlatih dengan penuh semangat.
Tok! Tok! Tok!
“Masuk.”
“Lapor, Tuan. Semua berjalan dengan rencana yang anda buat.”
“En.” Ark mengangguk. “Terima kasih atas kerja kerasmu, Roxanne.”
“Suatu kehormatan bisa membantu anda, Tuan.”
Roxanne sedikit membungkuk, menjawab perkataan Ark dengan sopan. Setelah mengangkat kepalanya, wanita itu kemudian berkata.
“Mohon maafkan saya jika tidak sopan. Namun, bolehkah saya menyakan beberapa pertanyaan yang membuat saya penasaran Tuan?”
“Katakan.”
Ark menanggapi dengan santai. Selain beberapa hal yang memang sengaja dia sembunyikan, pemuda itu biasanya berbagi beberapa hal kepada para petinggi kelompok. Jadi, menurutnya itu sama sekali tidak masalah.
“Kenapa anda menerima Blade of Areia lalu membentuk Sword of Mist? Bukankah itu berbeda dengan rencana yang anda buat sebelumnya? Maksud saya, bagaimana anda akan mengatur mereka Tuan?”
“Memang. Awalnya aku tidak berniat menerima orang-orang secara acak karena menyebabkan lebih banyak masalah. Namun, bisa saja ada perubahan dalam rencana. Menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada.
Jika kamu pikir Sword of Mist kurang berguna, maka kamu salah. Walau tidak begitu kuat dan memang sengaja tidak terlalu diperkuat, tetapi mereka memiliki peran sendiri sebagai pendukung.
Sword of Mist dibuat untuk berhadapan dengan orang-orang di kota ini. Jika kelompok lain ingin membuat masalah, biarkan mereka yang menghadapi karena kita memiliki kesibukan tersendiri. Ada sesuatu yang lebih penting dibandingkan dari menghadapi kelompok lain.
__ADS_1
Selain itu, Sword of Mist akan bertanggung jawab atas pertambangan dan pengumpulan bahan. Tentu saja, akan ada beberapa orang dari Sword of Sufferings yang akan menjadi kapten tim kecil untuk membantu mereka mencari bahan di sekitar.
Dengan begitu, jalur produksi ramuan dan peralatan akan berjalan lebih baik mulai sekarang.”
Mendengarkan semua penjelasan Ark, Roxanne mengangguk. Dia menatap ke arah pemuda tampan itu. Setelah beberapa keraguan, wanita itu memberanikan diri untuk bertanya.
“Apakah ada hal lain Tuan?”
“Itu ...”
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu terdengar. Ark melirik ke arah Roxanne sebelum berkata.
“Masuk.”
Pintu terbuka, sosok Jay yang mengenakan peralatan penuh masuk ke dalam ruangan. Dia melirik ke arah Roxanne lalu mengangguk ringan.
Roxanne menatap ke arah Ark lalu berkata.
“Karena sudah melapor, saya akan permisi Tuan.”
“En.” Ark mengangguk. “Kita lanjutkan pembicaraan nanti.”
Setelah Roxanne pergi dan menutup pintu, Ark mengalihkan pandangannya ke arah Jay. Melihat pria dalam kondisi siap tempur tersebt, dia berkata.
“Sebelum berangkat, sekali lagi aku akan memberimu peringatan.”
Ekspresi Ark berubah menjadi lebih tegas. Dia menatap tepat ke mata Jay lalu berkata.
“Alasan kenapa kamu pergi ke Golden Maple Group kali ini bukan untuk melakukan kunjungan biasa atau menjenguk orang tua. Kamu sedang menjalankan tugas. Kamu mengerti apa yang harus kamu lakukan Jay?”
“Aku sudah membedakan tugas dan kepentingan lain. Tenang saja, kali ini aku tidak akan mengecewakanmu Ark.”
Melihat ekspresi serius di wajah Jay, Ark mengangguk berat.
‘Semoga itu benar.’
Pemuda itu kemudian mengangkat tangannya.
“Ingat barang-barang yang harus kamu bawa dan jangan lupa berbicara baik-baik dengan Mona. Lakukan semuanya sesuai dengan rencana. Kalau begitu kamu boleh pergi.”
“Dimengerti!”
Jay memberi hormat sebelum pergi.
Setelah orang-orang pergi, kantor berubah menjadi lebih sunyi.
Ark menatap ke arah katak emas yang ada di atas meja sambil makan buah dengan santai. Menyodok pipi katak emas dengan jarinya, pemuda itu mengangkat sudut bibirnya sambil berkata.
“Tampaknya sudah waktunya kita untuk ikut bermain, Katak Kecil.”
__ADS_1
>> Bersambung.