
Tujuh hari kemudian.
"Hey, Ark! Tampaknya ada berita yang akan menarik perhatianmu."
Jay datang menemui Ark dengan senyum di wajahnya.
"Ada apa?" tanya Ark dengan ekspresi datar.
"Kita kedatangan pengunjung di tahun ini!"
"En?!"
Ark langsung menatap ke arah Jay dengan ekspresi tidak senang. Jelas, awal tahun adalah waktu yang sangat sibuk. Jadi dia tidak ingin main-main.
Terlalu banyak hal yang harus Ark lakukan!
Pertama, setelah salju mencair, Ark mulai membuka lahan untuk bertani lebih luas. Para petani mulai bekerja keras sejak empat hari yang lalu.
Ke dua, Ark meminta para pengrajin untuk membuat mesin tenun tradisional. Mereka semua telah mendapatkan cukup banyak benak dari kepompong ulat sutera raksasa pada tahun sebelumnya. Jadi Ark berencana untuk mulai memprosesnya.
Ke tiga, Ark memilih beberapa pengrajin khusus untuk membuat berbagai peralatan dari kulit. Dia juga mulai mengajari mereka untuk membuat senjata sederhana tetapi masih lebih baik daripada pedang rongsokan.
Ke empat, Ark meminta Old Franky, Stein, dan Eva untuk fokus mengembangkan dua hal yaitu Silverstar Grass dan Devil's Vines. Dia ingin menanam kedua tanaman tersebut secara besar-besaran karena memiliki fungsi yang sangat berguna di masa depan. Khususnya Devil's Vines.
Ke lima, Ark meningkatkan pelatihan para prajurit. Mengajari mereka bukan hanya teknik bertarung dasar, tetapi keterampilan berpedang lebih baik. Selain itu, dia juga berusaha mengajari mereka formasi pertempuran.
Selain hal-hal itu, masih banyak lagi perihal yang harus dia urus. Jadi, Ark benar-benar tidak memiliki waktu untuk main-main sekarang.
"Kamu tampaknya tidak senang? Julian dan Berto jauh-jauh datang ke sini, loh?"
"Hah?!" Ark tercengang. "Kamu bilang Julian datang? Apakah kamu telah membawanya masuk ke dalam wilayah?"
"Tidak. Julian dan bawahannya masih menunggu di luar gerbang. Aku tidak membawanya masuk karena kita memiliki banyak pekerjaan.
Jika dia muncul, bukankah orang itu bisa melihat bagaimana kita mulai bertani dan membuat banyak hal?"
"Baik. Kalau begitu kita akan segera pergi menemui mereka."
Setelah mengatakan itu, Ark segera pergi bersama ke tempat Julian dan yang lainnya menunggu.
Sesampainya di sana, Ark melihat Julian, Berto, dan lima orang kepercayaan lainnya.
"Ikuti kami," ucap Ark.
Di gerbang, ada beberapa penjaga yang berpatroli.
__ADS_1
Masuk ke area perumahan elit, Julian dan rekan-rekannya terkejut melihat betapa bersihnya tempat itu.
"Karena banyak hal yang tidak boleh kalian lihat di pusat markas, aku minta maaf hanya bisa menjamu kalian di tempat ini."
Ark berjalan menuju ke rumah paling dekat dengan gerbang komunitas. Tempat itu sering digunakan dibandingkan bangunan lain di sekitarnya. Bangunan tersebut digunakan untuk menampung obat-obatan, amunisi, dan senjata ketika mereka bertempur di luar untuk mempertahankan wilayah.
"Tidak apa-apa. Maaf membuatmu kerepotan."
"Sama sekali tidak merepotkan." Ark menggelengkan kepalanya. "Hanya saja, aku bingung kenapa kamu datang ke sini."
"Maksudmu?" tanya Julian.
"Duduk terlebih dahulu. Aku akan menjelaskannya nanti."
Sesuai dengan ucapan Ark, mereka semua duduk di sofa tua.
Setelah agak santai, Ark kembali berbicara.
"Ini masih sangat awal. Maksudku, di awal tahun, seharusnya kalian lebih fokus pada urusan yang lain alih-alih datang ke sini.
Menyusun pemerintahan baru, menyatukan orang, membuat aturan, mengatasi kesulitan pangan, pembagian tugas, dan banyak hal lain harus kalian lakukan. Menurutku, seharusnya kalian lebih sibuk daripada kami.
Jadi, apa yang kamu inginkan sampai-sampai datang ke tempat ini, Julian?"
Mendengar ucapan Ark, Julian dan rekan-rekannya merasa agak malu. Namun setelah beberapa saat, dia menjadi lebih tenang. Menatap ke arah Ark, pria itu bertanya.
"Apakah kamu bodoh?" Ark bertanya balik.
"..."
Melihat Julian diam, Ark menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin aku bisa melawan makhluk itu. Lagipula, untuk saat ini, kita pasti tidak memiliki kemampuan untuk melawannya.
Terlebih lagi, makhluk itu telah pergi. Jadi lebih baik pura-pura tidak pernah melihat makhluk itu.
Jika kamu hanya ingin berbicara tentang keputusasaan atau semacamnya, lebih baik kamu pergi, Julian. Aku tidak memiliki waktu untuk membicarakan hal-hal semacam itu."
"Tentu saja aku tidak datang hanya untuk mengatakan itu, Ark."
"Lalu, apa yang kamu coba lakukan?"
"Seperti saranmu sebelumnya, aku ingin membuat proyek besar. Lebih tepatnya, membuat pertanian lebih besar di belakang markas baru Silver Cross.
Seperti yang kamu bilang sebelumnya. Aku tidak mungkin menanam langsung biji-bijian di tanah tandus karena hal tersebut membuang-buang makanan. Namun berbeda jika kita bisa mengubahnya dengan tanah dari taman kota."
__ADS_1
"Itu masalah kalian, Julian. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami."
"Tentu saja ada.
Aku di sini untuk mengingatkan peningkatan populasi berlebihan dari ulat sutera raksasa, gagak bermutasi, dan tikus bermutasi.
Dengan pemerintahan baru yang masih belum matang, kami kewalahan untuk menghadapi berbagai masalah yang tiba-tiba muncul.
Jadi kamu datang untuk meminta bantuan!"
"Sword of Sufferings menolaknya karena kami organisasi independen. Kami tidak ingin ikut campur dengan hal-hal yang kalian lakukan." Ark langsung membalas dengan ekspresi tak acuh.
"Kami akan membayar!"
"Kalian tidak memiliki kemampuan untuk membayar kami."
"Lalu apa yang kamu mau?" tanya Julian dengan ekspresi kesal di wajahnya.
"Hak kepemilikan."
Ark menjawab secara langsung.
"Ketika apocalypse terjadi, aturan runtuh dan semua dimulai kembali dari nol. Oleh karena itu, kita semua bisa mengklaim hak milik tergantung dengan kekuatan.
Sama seperti Sword of Sufferings sekarang. Area perumahan elit yang saat ini kami kembangkan adalah wilayah kami. Meski tidak ada kertas perjanjian atau hal semacamnya, tetapi semua orang pasti setuju.
Apa yang aku inginkan adalah kepemilikan taman kota. Namun, karena lokasinya cukup jauh dari markas Sword of Sufferings, aku ingin pengakuan dari kalian.
Sword of Sufferings bisa saja mengklaimnya secara langsung, tetapi urusannya akan menjadi lebih merepotkan untuk mengurusnya.
Jadi aku ingin kalian bersaksi dan membantu kami untuk menjauhkan orang-orang yang ingin mengambil sesuatu berharga dari "kebun kami".
Dengan kata lain, tidak boleh ada seorangpun yang bisa main-main dengan menebang pohon atau mengambil bibir pohon dari sana.
Tidak hanya mengambil, Sword of Sufferings akan mengizinkan pemerintah pusat untuk mengambil tanah kompos untuk mengisi lahan pertanian kalian. Tentu saja, dalam jumlah terbatas.
Sebagai gantinya, Sword of Sufferings tidak akan membiarkan populasi makhluk dalam taman kota berubah menjadi lebih berlebihan. Kami akan terus mengurangi jumlah mereka dalan waktu tertentu. Makhluk-makhluk itu tidak akan merepotkan kalian."
"Ada satu syarat ..." ucap Julian sambil menatap Ark dengan ekspresi serius.
"Katakan."
"Kalian harus membantu kami dalam mengurangi jumlah musuh. Khususnya para gagak dan tikus!"
Mendengar permintaan itu, Ark tersenyum.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan menerima kesepakatan ini."
>> Bersambung.