
Sementara itu, di markas Silver Cross.
Di dalam ruang belajar Julian, suara marah dan kesal terdengar.
"Kamu tahu, Ark? Bisa saja kamu menarik perhatian orang-orang gila kepada kami. Jadi aku tanya, kenapa kamu masih tinggal di sini?"
Julian memijat keningnya dengan ekspresi tertekan. Menatap ke arah Ark yang duduk di sofa seberang meja.
"Aku sedang melakukan bisnis perdagangan serius, okay?"
"Kamu telah merampok beberapa hal yang ditemukan dan dikumpulkan oleh anggota kelompokku!" teriak Julian tidak puas.
"Bukankah itu barang pribadi mereka?"
"..."
Melihat ke arah Julian yang merasa tertekan, Ark menggelengkan kepalanya. Dia kemudian berkata dengan santai.
"Kamu kurang tegas dan masih terlalu memanjakan mereka."
"Apa maksudmu?"
"Mau mendapatkan nasihat dariku? Ini bisa dihitung hutang budi?"
"Katakan saja, K-parat!" cetus Julian dengan kesal.
Sudah tiga hari banyak barang aneh yang dikumpulkan oleh bawahannya benar-benar "diambil" oleh Ark. Meski anak buahnya yang menjual, tetapi Julian merasa kesal. Merasa tidak puas karena bawahannya tidak memiliki rasa memiliki kepada kelompok.
"Baiklah."
Ark mengangkat bahu. Puas dengan pendapatannya selama tiga hari, pemuda itu akhirnya memutuskan untuk berbicara.
"Buatlah peraturan lebih terperinci. Juga, coba catat semua nama anggota kelompok."
"Mencatat nama orang sebanyak itu?"
"Diam saja. Jika kamu ingin maju, maka diam dan dengarkan."
"..."
"Pertama, catat semua nama anggota kelompok. Setelah itu, buatlah sistem poin.
Poin bisa ditukar dengan tempat tinggal, peralatan, dan makanan.
Contoh, melakukan patroli mendapat 2 poin, Membunuh zombie mendapat 5 poin, bersih-bersih lingkungan 1 poin, dan seterusnya.
Lalu kamu bisa menentukan harga. Contohnya satu porsi makanan 3 poin, minuman 1 poin, dan sebagainya.
Jadi jika mereka hanya bermalas-malasan, berarti mereka tidak mendapatkan poin. Itu berarti mereka tidak akan makan. Kualitas hidup mereka juga akan menurun."
"Meski aku tidak menggunakan sistem poin, tetapi aku masih membuat mereka bekerja, Ark. Tanpa kerja, tidak ada makanan."
__ADS_1
Julian berkata dengan ekspresi aneh. Seolah merasa teknik tersebut kurang efektif.
"Tapi kamu masih terlalu lembut. Apa yang kamu lakukan adalah membagi pekerjaan. Setelah itu kamu pergi berburu.
Kembali dari berburu, kalian akan memasak hasil buruan lalu membaginya secara merata. Bukankah begitu?"
"Memangnya ada yang salah dengan cara seperti itu?"
"Tidak ada. Hanya saja kamu terlalu baik.
Aku rasa lebih baik membaginya dengan sistem poin. Jadi semakin kuat dan rajin seseorang, semakin banyak poin yang mereka dapatkan. Kondisi hidup mereka juga akan semakin meningkat."
"Bukankah itu tidak adil bagi yang lemah?"
"Tidak juga. Justru sebaliknya, hal tersebut pasti akan membawa dampak positif.
Jika terus seperti ini, yang lemah dan malas akan terus berperilaku seperti ini. Toh apa yang mereka dapatkan juga sama dengan orang-orang yang banyak bekerja atau berburu.
Sebaliknya, jika menggunakan sistem poin, orang-orang kuat akan bersaing untuk mendapatkan yang terbaik. Sementara yang lemah dan malas akan terpancing. Mereka akan berusaha lebih keras agar tidak begitu tertinggal oleh rekan-rekannya."
Mendengar ucapan Ark, mata Julian berbinar.
Meski benci mengakuinya, tetapi Julian merasa otak Ark bekerja dengan baik. Bukan hanya dalam membuat sistem organisasi, tetapi juga cara berdagang dan mengambil keuntungan. Sama sekali tidak pernah melewatkan sedikit kesempatan untuk mendapatkan untung.
B-jingan nyata yang suka memonopoli segalanya!
Menyetujui rencana Ark, Julian mulai bertanya tentang beberapa hal yang dia tidak ketahui. Dia tampak bersemangat, sampai akhirnya tanpa dia sadari ...
***
Siang harinya.
"Apakah kamu benar-benar ingin memeriksa anggota Silver Cross? Maksudku, kebanyakan dari mereka menemui kamu dan mencoba berdagang, bukan?"
Julian menatap ke arah Ark dengan ekspresi aneh. Dia menemani orang itu berkeliling markas untuk menyapa orang-orang.
"Tidak semuanya mencoba untuk menemui aku dan berdagang, bukan? Mungkin orang yang aku cari ada di antara orang-orang itu."
"Ya. Terserah saja."
Setelah itu, mereka akhirnya memutuskan untuk berkeliling markas Silver Cross. Di sana, Ark bertemu dengan banyak orang. Bahkan beberapa kenalan lama dari kehidupan sebelumnya. Hanya saja, ingatan agak buram karena kebanyakan dari mereka hanya pernah melakukan misi dengannya satu kali.
Melakukan misi pengepungan wajib atau semacamnya. Pada akhirnya mati dalam misi.
Karena sering melihat kematian. Kecuali orang yang Ark anggap dekat atau dia sayang, pemuda itu merasa hambar. Sama sekali tidak peduli dengan kematian orang lain.
Setelah berkeliling cukup lama, Ark merasa kecewa. Namun pada akhirnya, ekspresinya berubah ketika melihat dua gadis yang duduk di sudut.
Mereka berusaha untuk tidak mencolok, tetapi penampilan mereka masih begitu mencolok.
Kedua gadis itu tampak mirip satu sama lain. Mereka berusia kira-kira sama dengan Stacy. Keduanya tampak cantik, memiliki sosok luar biasa. Yang satu memiliki rambut lurus berwarna hitam, yang lain memiliki rambut lurus berwarna perak alami. Keduanya memiliki wajah seperti boneka dengan mata biru yang indah.
__ADS_1
Hanya saja, ekspresi mereka tampak kosong. Benar-benar mirip boneka, dan agak mengerikan. Mereka tampaknya tidak ingin dekat-dekat dengan orang lain. Keduanya membawa pedang. Belum lagi, pedang itu cukup terawat.
Ark berjalan ke arah mereka berdua.
Melihat Ark yang tiba-tiba agak bersemangat, Julian terkejut. Bukan hanya Julian, tetapi orang-orang di ruangan tersebut juga terkejut. Beberapa dari mereka bahkan berbisik.
"Apakah Mr Hades ingin membuat masalah dengan kedua gadis itu?"
"Bahkan jika mereka cantik, mereka itu kejam, bukan?"
"Aku dengar mereka membunuh orang yang menggoda dan mencoba menyentuh mereka."
"Apakah menurutmu Mr Hades bisa mengalahkan mereka?"
"Aku dengar Mr Hades kuat, tetapi kita juga tahu kalau kombinasi serangan si kembar benar-benar mengerikan."
"..."
Julian mencoba menghentikan Ark. Dia mengabaikan orang-orang yang mencoba menonton kesenangan dan berkata.
"Meski mereka tidak jahat, mungkin mereka akan menyinggung dirimu. Lebih baik tidak mendekati mereka."
Ark mendorong Julian ke samping. Dia mendekati kedua gadis kembar.
Berdiri beberapa meter di depan mereka, pemuda itu berkata.
"Aku tidak menyangka kalau kalian baik-baik saja, Kurona ... Shirona."
Mendengar ucapan Ark, suasana dalam ruang santai langsung menjadi sunyi. Mereka menatap ke arah Ark dengan ekspresi aneh. Berpikir kalau pemuda itu mengenali orang yang salah. Namun, saat itu juga ...
Swoosh!
Sosok kedua gadis tersebut langsung menarik pedang dan menyerang Ark dengan kejam. Sama sekali tidak memedulikan betapa terkejutnya orang lain.
Klang!
Ark menarik dua katana, langsung menangkis serangan kedua gadis tersebut.
Mereka bertiga terus bertukar serangan dengan kecepatan luar biasa. Setelah beberapa waktu, mereka pun berhenti.
"Teknik pedang Gaya Ujung Timur pencapaian sempurna," gumam salah satu gadis.
Kedua gadis itu menatap mata dingin dibalik topeng yang menutupi wajah Ark.
Ark mengangkat bahu ketika berkata.
"Ini memang aku, dan ... ya. Senang melihat kalian baik-baik saja."
Mendengar ucapan Ark, mata kusam kedua gadis tersebut menjadi semakin cerah. Tampak cemerlang, tidak lagi mirip dengan ekspresi boneka tanpa jiwa.
>> Bersambung.
__ADS_1