
BLARRR!!!
Suara ledakan demi ledakan terjadi. Gurun pasir yang kasar dan tandus berubah penuh dengan kawah. Warna kuning keemasan bercampur dengan warna hitam yang mencemarinya.
Uhuk! Uhuk!
Ark memuntahkan beberapa suap darah. Dia memandang ke arah Raja Semut di kejauhan yang telah goyah. Makhluk itu kehilangan tangan kirinya, banyak bagian kerapas pecah dan menunjukkan luka mengerikan. Jelas, dia akan segera pergi ke jalan (alam berikutnya).
Penampilan Ark sendiri juga tidak jauh lebih baik. Banyak bagian perban di tubuhnya sobek, menunjukkan daging yang meleleh, tumbuh, kembali normal, hancur lagi, dan terus menggeliat seolah hidup. Luka di perutnya juga tampak begitu parah. Daging di tubuhnya terus menggeliat dan saling terjalin untuk menutup luka. Daripada Raja Semut, mungkin penampilannya lebih mirip dengan monster.
Meski tampak lebih baik, Ark sendiri juga sudah pada batasnya.
"Sepertinya serangan ini akan menentukan siapa yang kalah dan menang. Atau mungkin, kita akan mati bersama?"
Ark tersenyum mengejek Raja Semut dan dirinya sendiri.
"..."
Raja Semut tidak mengatakan apa-apa. Makhluk itu hanya menatap ke arah Ark dengan tatapan penuh tekad. Kerapas di tangan kanannya dipaksakan untuk berubah bentuk menjadi tombak, mirip dengan milik Jay sebelumnya. Empat sayap di belakang mengepak dengan cepat, tampaknya seperti busur yang telah ditarik talinya. Siap menembak kapan saja.
Energi hitam-merah berkumpul di tangan kanan Raja Semut. Udara bergolak, berputar di sekitar tombak itu dengan ganas. Pasir di sekitarnya berterbangan, tetapi makhluk itu tidak peduli kekacauan di sekitarnya. Hanya terus menatap Ark dengan mata merahnya.
"Jika itu yang kamu mau," gumam Ark dengan suara serak.
Dia kemudian meletakkannya pedangnya di sisi kiri pinggangnya. Pemuda itu menunduk sambil memegangi gagang pedang seolah bersiap untuk mencabut pedang kapan saja. Gayanya seperti samurai tradisional yang biasanya berlatih menebas tembakan bola, bahkan peluru.
Ekspresi Ark benar-benar tenang, aura kuat di sekitarnya juga berangsur-angsur menjadi tenang. Pemuda itu memejamkan matanya dan menstabilkan napasnya.
Jika energi merah di sekitar Raja semut seperti badai di tengah lautan, maka energi di sekitar Ark seperti danau kuno di tempat tak terjamah yang sangat tenang.
Mata keduanya berkilat, detik berikutnya, mereka berdua langsung melesat seperti seperti anak panah.
Energi kacau yang destruktif mengaduk dan mengendalikan angin di sekitar, langsung menuju ke arah Ark seperti putaran tornado ganas. Namun saat itu, sebuah garis hitam lewat.
Tidak meledak-ledak, tidak membuat banyak suara, bahkan tidak tampak mencolok.
Garis hitam melintas seperti embusan angin di musim semi. Membelah energi kacau di depannya, lalu terus melesat menjauh beberapa kilometer.
__ADS_1
Sebuah lengan yang memegang pedang terbang. Jatuh menancap di tanah depan Raja Semut.
Raja Semut memandang pemuda yang tampak berantakan dan kehilangan tangan kanannya dengan ekspresi terkejut, lalu berkata.
"Teknik yang indah."
Ark kemudian berkata lembut.
"Aku menyebutnya Line of Darkness."
"Line of Darkness ... ya?"
Selesai mengatakan itu, tubuh Raja Semut langsung terbelah menjadi dua. Saat itu juga, sosok Ark langsung ambruk ke tanah dengan keras. Darah hitam langsung menyembur keluar dari setiap pori-pori di tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, tanah mulai bergetar hebat. Pasir mulai mengalir ke bawah dan akhirnya tanah runtuh.
Jatuh lurus ke bawah ...
Ke dalam tempat gelap dan sunyi.
***
Setelah memenangkan perang, anggota Sword of Sufferings tidak langsung merayakannya. Sebaliknya, mereka semua menunggu kabar dari sang ketua. Namun sayangnya, sampai tiga hari, sama sekali tidak ada kabar darinya.
Pada akhirnya, dibawah kepemimpinan Jay, lebih dari seratus prajurit level dua dan para petinggi Sword of Sufferings pergi menuju ke sarang semut. Mereka semua yakin kalau Raja Semut pasti telah dikalahkan oleh Ark, karena lelaki itu biasanya selalu menepati janjinya.
Sampai di lokasi, semua orang terpana ketika melihat banyak kawah di atas gurun dekat area sarang semut. Daripada bekas pertarungan, rasanya lokasi kejadian benar-benar lebih mirip terkena bencana alam. Seolah hujan meteor jatuh ke tanah itu.
Mereka semua semakin mendekat, lalu melihat ke arah sarang semut yang runtuh. Melihat pemandangan itu, ekspresi para petinggi Sword of Sufferings langsung pucat.
"Bahkan jika hanya sepotong tulang, aku akan membawanya kembali!"
Pada saat semua orang tertegun, Lisa langsung berkata dengan ekspresi kesal. Matanya sudah merah ketika melihat adegan kehancuran seperti itu.
Kurona dan Shirona yang telah sembuh tidak mengatakan apa-apa. Mereka langsung bergegas mencari jalan untuk menuruni sarang yang runtuh. Air mata terus mengalir di wajah datar mereka.
"Hey, kamu pasti bercanda denganku, kan?"
__ADS_1
Exo-skeleton langsung melapisi lengan dan kaki Jay. Tanpa pikir panjang, dia langsung berlari dan melompat turun padahal sarang itu sangat dalam. Tangan kanannya langsung berubah menjadi lance, menusuk dinding lalu turun dengan sangat cepat.
"Apa yang kalian tunggu! Cari jalan!"
Darin langsung memberi perintah. Para prajurit yang awalnya tampak tegas dan keren benar-benar memiliki ekspresi buruk di wajah mereka sekarang. Orang-orang tampak lesu, air mata dan ingus memenuhi wajah mereka.
"Mungkin saja ketua masih bertahan di bawah reruntuhan! Cepat cari jalan atau kalian akan menjadi orang-orang yang berdosa karena membiarkan ketua menunggu kita!"
Meski Darin juga merasa tak tertahankan, tetapi dia masih berpikiran jernih dan memberi perintah.
Sekitar tiga jam kemudian, semua orang telah ada di bagian bawah sarang, tempat banyak bongkahan batu berada. Setelah membolak-balik di sana-sini, mereka semua sama sekali tidak berhasil menemukan tubuh Ark. Saat itu teriakan salah satu prajurit terdengar.
"Di sini!"
Saat mereka semua mendengar itu, mereka langsung mendekat. Namun mereka sama sekali tidak melihat tubuh Ark. Sebaliknya, mereka melihat tubuh Raja Semut yang dipotong menjadi dua tepat di tengah dan sebuah pedang yang menancap di tanah.
"Ini ..."
Melihat pemandangan itu, Jay terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Ark menyelesaikan semuanya dengan begitu indah.
"Dasar bodoh! Kenapa kamu mengorbankan diri dengan cara seperti itu! Apakah kamu pikir itu keren? Itu sama sekali tidak keren!"
Jay langsung duduk sambil menangisi pedang yang menancap di tanah. Saat itu, semua orang tidak memperhatikan Jay, yang membuat pemuda itu marah.
"Dasar orang-orang tidak berguna! Kalian bahkan tidak sedih setelah kehilangan ketua yang selalu melindungi dan menjaga kalian! Kalian itu—"
Jay melihat ke arah orang-orang yang menatap ke suatu arah. Saat dia mengalihkan pandangannya ke arah tersebut, tubuhnya langsung gemetar.
"Sepertinya keterlambatanku membuat kalian semua khawatir dan menangis seperti anak kecil."
Suara tenang dan monoton yang familiar. Ekspresi tenang tanpa gejolak emosi yang familiar.
Sosok itu duduk di atas batu tinggi dengan pakaian compang-camping, jubah pemuda itu bahkan nyaris tidak menutupi tubuhnya. Hanya saja, ada yang berbeda.
Rambut hitam legam bagai tinta sekarang menjadi seputih salju, dan mata hitam seperti jurang sekarang berwarna merah bagaikan rubi.
Terlepas dari perbedaan warna, sisanya masih sama, bahkan gaya bicaranya. Itulah kenapa mereka benar-benar yakin, ketua mereka ...
__ADS_1
Hades, King of Underworld telah kembali.
>> Bersambung.