
Ark menatap ke arah Raja Semut dengan ekspresi rumit. Dia jelas ingin mengalahkan makhluk itu, tetapi kekuatannya saat ini sama sekali tidak memadai.
Pada saat Ark memutuskan untuk menggunakan skill yang berbahaya dan teknik pedang terbaiknya, suara lain terdengar.
“YO! SEMUT HITAM!”
Suara yang kasar dan menantang terdengar oleh Raja Semut. Makhluk itu kemudian menoleh ke arah tertentu. Sosok Jay langsung yang sedari tadi diabaikan muncul dari samping sambil mengayunkan tinjunya.
BLARRR!
Ledakan keras tercipta, pasir berhamburan dan debu berterbangan. Raja Semut yang baru saja menghindar langsung mendarat beberapa meter menatap ke arah Jay dengan ekspresi cukup terkejut. Suara serak dan tidak nyaman di dengar kembali terucap oleh makhluk itu.
“Manusia, monster, gabungan … kuat?”
Penampilan Jay sekarang berubah total. Kedua lengannya dilapisi oleh exo-skeleton putih dengan pola mirip sisik ular, membuat kedua tangannya seperti tangan monster berwarna putih. Sebuah tanduk yang tampak seperti safir muncul dari tengah dahinya. Telinganya menjadi lebih runcing dan rambutnya menjadi sedikit lebih panjang. Dari lutut sampai telapak kaki juga dilapisi oleh exo-skeleton putih. Sepasang mata yang awalnya normal menunjukkan pupil vertikal seperti milik ular.
Penampilannya saat ini … sudah tidak bisa disebut sebagai manusia.
“Sungguh tidak beruntung! Padahal aku ingin menggunakan ketika berduel dengan Ark nanti.”
Suara ceroboh dan sembrono terdengar. Jika hampir semua kemampuan Ark tidak begitu berpengaruh dalam penampilan karena fokusnya pada skill khusus dan efek-efek yang mengerikan, maka kemampuan Jay bisa merubah penampilannya secara berlebihan.
“Hey! Semut hitam! Pukulanmu itu kuat, kan?” Jay menyeringai ganas. “Bagaimana kalau kita bandingkan?”
Swoosh! BANG!!!
Sosok Jay langsung melesat. Di depan Raja Semut, dia langsung memukul dengan keras. Raja semut sama sekali tidak diam dan langsung membalas serangan Jay. Dua tinju bertabrakan, tetapi Raja Semut terkejut ketika tekanan kuat tiba-tiba menekannya, membuat tubuhnya terpental ke belakang beberapa meter.
Saat Raja Semut agak bingung, rasa krisis tiba-tiba muncul. Sosok Kurona tiba-tiba muncul di belakangnya lalu menebas dengan kuat.
KLANG!
Raja Semut langsung menangkisnya, tetapi kembali terseret mundur beberapa meter. Dia kemudian melihat ke arah Kurona dengan rambut gelap yang menari-nari, mata seperti serigala dan telinga runcin dan agak panjang. Tubuh gadis itu sedikit membungkuk dengan dua kaki dan lengan yang ditutupi exo-skeleton hitam berduri. Ada juga aura hitam-merah yang tampak kacau di sekitarnya.
__ADS_1
Ya … itu adalah gabungan dari keseluruhan skill milik Kurona.
Melihat raja mereka diserang, para semut yang awalnya sedikit mundur tiba-tiba menjadi gelisah. Ingin ikut campur tangan dan membantu raja mereka mengabisi lawan-lawannya. Namun saat itu, Raja Semut mengangkat tangan kanannya, menyuruh mereka semua diam dan mundur.
“Aku, Raja, Sendiri … Kuat!”
Saat itu, tekanan kuat langsung memancar dari tubuh Raja Semut. Jay dan Kurona juga merasakan tekanan tersebut. Mereka berdua menjadi waspada.
Bukannya menyerang, tubuh Raja Semut bergetar dan malah menyusut menjadi semakin kecil. Setelah beberapa saat, makhluk itu berhenti menyusut. Tingginya sekarang menjadi 170 cm. Tidak hanya momentumnya tidak melemah, tetapi malah menjadi lebih kuat!
Sosok Raja Semut menghilang dari tempatnya. Saat itu juga, bulu kuduk Jay langsung berdiri. Melihat ke arah Raja Semut yang tiba-tiba muncul di depannya, dia langsung menganyunkan tinjunya.
BLARRR!!!
Ledakan keras tercipta. Pasir di sekitar langsung berterbangan. Ekspresi Jay langsung berubah menjadi kusut ketika melihat makhluk itu bisa menandingin kekuatan pukulannya. Padahal, dia sendiri yakin kalau pukulannya setidaknya bisa menghempaskan bus ukuran sedang. Pria itu menjadi lebih terkejut ketika tubuhnya terseret mundur beberapa meter.
Jika Jay memiliki fokus kekuatan pada kedua lengannya, Raja Semut berbeda karena … kekuatan seluruh bagian tubuh monster itu seimbang!
Sosok Kurona langsung melintas dan muncul di belakang Raja Semut untuk menyerang. Namun saat itu, monster tersebut langsung memutar tubuhnya dan menyilangkan tangannya. Menangkis tebasan Kurona dengan santainya.
BLARRR!!!
Meski cepat, Kurona tidak memiliki waktu untuk menghindar jadi langsung menahan serangan tersebut. Tubuh kecil itu langsung terhempas puluhan meter lalu jatuh dengan keras dan berhenti bergerak seperti boneka yang terputus talinya. Tubuhnya kembali normal, gadis itu benar-benar kehilangan kesadaran.
Jelas, meski Kurona kuat, tetapi kekuatan level 3 tidak bisa menandingi puncak level 4! Belum lagi, Raja Semut itu sendiri adalah makhluk khusus!
Ibarat petinju terbaik kelas ringan, tetap saja sulit bahkan hampir mustahil untuk melawan petinju kelas berat.
“Monster ini …” Jay menggertakkan gigi.
Jay tidak menyangka kalau Raja Semut itu begitu ganas. Ternyata sebelumnya makhluk itu belum menggunakan kekuatan penuhnya. Tampaknya seperti melakukan pemanasan sebelum pertandingan yang sebenarnya.
“Itulah kenapa aku menyuruh kalian pergi.”
__ADS_1
Suara tenang terdengar. Jay langsung mengalihkan pandangannya kepada Ark yang sedari tadi diam dengan ekspresi terkejut di wajahnya.
“Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk beristirahat dan menenangkan diri. Tampaknya … sekarang kita hanya bisa bekerja sama untuk melarikan diri.”
“Apakah kamu pikir makhluk itu akan membiarkan kita lolos?” Jay tersenyum masam.
“Itulah kenapa sedari tadi kamu bersiap, bukan?”
Mendengar pertanyaan Ark, Jay tertegun. Dia kemudian tersenyum masam dan berkata.
“Tampaknya aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu, Ark.”
“Kalau begitu gunakan kemampuan terbaikmu.”
“Ah? Apakah kamu pikir aku belum mengerahkan semuanya, Ark?”
“Aku akan memberimu waktu.”
Setelah mengatakan itu, Ark berjalan menuju ke arah Raja Semut. Makhluk itu hanya menatapnya sambil memiringkan kepala. Langkah kaki pemuda itu semakin lama semakin cepat, pola hitam di tubuhnya semakin menyebar dan merubah kulitnya menjadi hitam legam. Pedang di kedua tangannya juga diwarnai dengan warna hitam. Kecuali mata biru yang memancarkan kilau dingin, seluruh tubuhnya berubah menjadi hitam seolah diselimuti bayangan.
Swoosh! Klang!
Sosok Ark menghilang dan muncul di depan Raja Semut sambil menebas kejam, tetapi dengan mudah ditangkis. Hanya saja, ekspresi makhluk itu langsung berubah ketika kerapasnya meleleh. Saat dia terkejut, gerakan Ark langsung berubah menjadi lebih cepat.
Cepat, lebih cepat, semakin cepat!
Merasakan kalau serangan Ark menjadi semakin cepat, Raja Semut tampak sangat serius. Tangkis, hindari, tangkis, mundur … makhluk itu benar-benar tidak berani melakukan konfrontasi langsung setelah melihat banyak luka dan bagian kerapas yang meleleh. Hanya saja, pada saat dia mundur, Ark terus mengejarnya dengan terknik pedang yang aneh.
Cahaya pedang hitam terus melintas, menghancurkan apa yang dia lewati. Semut pekerja, semut ksatria, bahkan pasir kuning langsung berubah hitam. Rasanya seperti aliran air yang mengalir, berusaha mengejar dan menyeret Raja Semut menuju ke dunia bawah.
Itulah alasan kenapa teknik ini disebut …
Shadow Styx Stream!
__ADS_1
>> Bersambung.