Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Cukup Menantikannya


__ADS_3

‘Dia benar-benar marah.’


Itulah kalimat pertama yang muncul di kepala orang-orang ketika melihat ekspresi suram di wajah Crocodile.


Walau belum tahu alasannya, tetapi kemarahan pria itu jelas tidak mungkin disulut oleh alasan sederhana. Lagipula, untuk orang yang menjarah dan merampok, mereka biasanya dikutuk dan dihina banyak orang.


Hal seperti itu sudah biasa, menjadi makanan setiap hari sehingga mereka tidak akan marah bahkan jika diejek atau dihina habis-habisan.


Selain Crocodile, ada sepuluh orang lain di ruangan tersebut. Seharusnya ada 11 termasuk Aisha, tetapi berkurang karena ketidakhadirannya.


“Duduk.”


Crocodile berkata dengan nada berat. Mendengar ucapannya, semua orang langsung duduk di kursi mereka masing-masing.


Saat melihat kursi Aisha yang kosong, Spider mengingat apa yang dikatakan Scorpio. Saat itu juga, ekspresinya menjadi gelap dan matanya agak memerah karena marah.


“Tanpa aku jelaskan, sebagian dari kalian pasti tahu apa yang telah terjadi.


Bagi yang belum mengetahuinya, maka aku akan mengatakannya dengan jelas. Ingat baik-baik dan jangan buat aku mengulanginya.


Belum lama ini, kita mendapatkan hadiah menarik dari seseorang. Ya ... 29 kepala tanpa tubuh yang berjajar rapi tidak jauh dari markas kita!


Dari tiga puluh, orang yang pergi, ada 29 sembilan kepala kecuali kepala Aisha. Jadi ada dua kemungkinan, wanita itu membelot atau ditangkap oleh lawan!”


Mendengar penjelasan Crocodile, Spider langsung angkat tangan lalu berkata.


“Seharusnya Aisha ditangkap, Bos! Sudah sejak lama dia bergabung dengan Cursed Berserkers dan membantu kita. Tidak mungkin wanita itu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa. Lagipula, dia juga terkenal membenci pengusaha dan orang-orang pemerintahan.”


Penjelasan Spider membuat banyak orang mengangguk setuju. Meski Aisha bersikap ceroboh dan tidak bisa mereka atur, tetapi wanita itu telah banyak membantu Cursed Berserkers.


Crocodile mengangguk berat. Pria itu mengelus dagu sambil berpikir. Beberapa saat kemudian, dia berkata.


“Itu berarti ... musuh yang menentang kita adalah Golden Maple Group?”


“Aku kurang setuju dengan pendapatmu, Bos.”


Saat itu, Scorpio mengangkat tangannya.


“Oh? Apakah kamu memiliki pemikiran lain?”


“Setelah berhubungan cukup lama dengan Golden Maple Group, aku cukup yakin kalau mereka tidak memiliki keberanian semacam itu. Belum lagi, mereka tahu kalau Cursed Berserkers dan Imperial Phoenix menjadi lebih kuat.


Mereka tidak akan membuat gerakan ceroboh sehingga berakhir dikepung dan dimusnahkan dua kelompok lain.


Menurutku, itu pasti dilakukan oleh Imperial Phoenix.”

__ADS_1


“Hah? Kenapa kamu bisa yakin?”


Mendengar penjelasan Scorpio, Spider langsung bertanya dengan ekspresi bingung di wajahnya.


“Apakah kamu tidak ingat apa yang terjadi baru-baru ini? Imperial Phoenix jelas sempat melakukan pengejaran dan percobaan pembunuhan pada tim pengintai.


Selain itu, menurut kalian, siapa yang akan mendapatkan banyak keuntungan jika Cursed Berserkers dan Golden Maple Group bertarung habis-habisan?”


Penjelasan Scorpio langsung membuat mata orang-orang berbinar. Spider sendiri baru sadar. Saat itu juga, ekspresinya berubah menjadi penuh amarah dan kebencian.


“Lagi-lagi orang dari pemerintahan terkutuk itu! Benar-benar keterlaluan dan penuh kebencian!” ucap Spider sambil menggertakkan gigi.


Crocodile diam untuk waktu yang lama. Memikirkan penjelasan Scorpio, pria itu akhirnya mengangguk berat.


“Kerja bagus, Scorpio. Sama sekali tidak salah dianggap sebagai ahli strategi dalam kelompok ini.”


“Kamu terlalu memujiku, Bos.”


Scorpio membalas dengan nada datar. Sama sekali tidak sombong atau rendah hati. Tampak biasa saja seolah tidak mengatakan sesuatu yang spesial.


Melihat sikap Scorpio, Crocodile mengangguk dengan ekspresi lebih puas. Dia kemudian melihat ornag-orang dalam ruangan lalu berkata dengan nada tegas.


“Karena mereka tidak melakukan semua dengan transparan, maka kita juga tidak perlu lagi menahan diri.”


Perkataan Crocodile langsung membuat semua orang dalam ruangan gempar. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau pria tersebut langsung membuat tindakan balasan dengan kejam.


Apa yang dimaksud oleh Spider adalah racun yang ditemukan oleh Cursed Berserkers. Racun tersebut berbeda dengan racun-racun biasa, jadi sulit untuk mendapatkan penawarnya. Bisa dibilang, musuh yang terkena racun itu pasti mati dalam waktu cukup singkat.


Sama sekali belum pernah melihat orang yang selamat setelah terkena racun tersebut!


***


Satu hari kemudian.


Spider membawa peralatan lengkap, pergi menuju ke perbatasan antara Cursed Berserkers dan Golden Maple Group. Dia memimpin empat tim kecil dengan anggota lima orang setiap timnya, total dua puluh orang.


“Tugas kita kali ini tidak hanya datang untik mengawasi. Jika bisa, kita harus menyerang tim patroli mereka dan menculik salah satu orang. Namun, kita juga harus menyesuaikan kondisi karena Golden Maple Group seharusnya menjadi lebih waspada.”


“Baik, Tuan Spider!” jawab para antek serempak.


Melihat para bawahannya yang patuh dan bersemangat, Spider mengangguk puas. Mereka pun kemudian berangkat menuju ke perbatasan.


Beberapa jam kemudan, mereka akhirnya tiba di perbatasan.


Spider mengajak orang-orangnya bersembunyi di bangunan-bangunan kecil yang relatif utuh. Mengistirahatkan diri sambil menunggu tim patroli Golden Maple Group lewat lalu menyergap mereka.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa jam dalam kebosanan, tim patroli Golden Maple Group akhirnya tiba.


Melihat jumlah tim patroli ternyata 20 orang, lebih banyak dari biasanya membuat Spider menjadi lebih curiga. Menggertakkan gigi, dia langsung memberi aba-aba.


“Sekarang!”


Bersama dengan ucapan Spider, belasan anak panah pendek langsung melesat menuju ke arah orang-orang.


Jleb! Jleb! Jleb!


Meski tidak mengenai semua orang. Sebagian besar orang terkena anak panah yang dilapisi racun.


Ketika terkena anak panah, tubuh mereka langsung mati rasa. Saat itu juga, Spider langsung keluar sambil memimpin bawahannya.


“Bunuh! Bunuh mereka yang diracuni dan tangkap dua orang yang lebih sehat!”


Mengikuti perintah Spider. Orang-orang langsung bergegas ke arah anggota Golden Maple group.


“Serangan musuh! Mundur! Mundur sambil menunggu bala bantuan!”


Mengikuti perintah kapten, beberapa orang yang tidak terkena panah beracun langsung meniup peluit. Mereka mencoba melarikan diri, tapi tidak berhasil karena telah dikepung oleh orang-orang dari Cursed Berserkers.


“Orang-orang menyebalkan ini!”


Mendengar suara peluit keras, ekspresi Spider tampak lebih ganas. Dia langsung bergegas memenggal kepala banyak orang kemudian bertarung dengan pemimpin tim lawan.


“Bunuh! Segera bunuh mereka untukku sebelum bala bantuan tiba!”


“Tidak peduli apa! Aku harus mengetahui kebenarnya! Aku ingin tahu kelompok mana yang menangkap Aisha dan dimana sekarang dia berada!”


Melihat ekspresi terdistorsi di wajah Spider, orang-orang dari Golden Maple Group merasa putus asa. Meski mencoba bertahan, mereka sama sekali tidak yakin bisa menunggu sampai bala bantuan tiba!


***


Sementara itu, di markas Sword of Sufferings.


Ark duduk di kantornya sendirian. Di atas meja, tampak secangkir teh panas yang masih mengepul.


Melihat bunga yang mengambang di atas air teh, mata pemuda itu menyempit. Dia kemudian menyesap teh panas pelan-pelan.


Aroma teh dan bunga yang wangi membuatnya rileks. Air teh hangat juga membuat pemuda itu merasa tubuhnya menghangat.


Mengangkat sudut bibirnya, Ark bergumam pelan dengan suara yang hanya bisa dia dengar.


“Apakah permainannya telah dimulai? Aku cukup menantikannya.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2