Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Dark Caravan


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Di bawah pohon depan bangunan besar yang dulunya adalah supermarket, tampak sebuah kereta yang ditarik seekor Black Doberman raksasa. Makhluk tersebut saat ini tidur di bawah pohon. Sementara itu, ada sosok yang mengenakan jubah bertudung warna abu-abu dan memakai topeng bersandar di pohon.


"Bisnis hari ini benar-benar kurang baik."


Suara lelaki yang dingin dan monoton terdengar dari dalam kereta. Beberapa saat kemudian, sosok yang mengenakan jubah bertudung hitam keluar.


"Itu karena kamu membunuh puluhan orang kemarin, Mr Hades."


Suara gadis yang terdengar kekanak-kanakan membalas ucapan lelaki tersebut. Dua orang lain kemudian keluar dari dalam kereta.


"Belum ratusan orang," ucap Ark santai. "Omong-omong, Alecto yang membunuh paling banyak."


"Dia pasti tidak akan melakukannya jika bukan kamu yang meminta!" ucap Lisa dengan penuh keluhan.


"Berhentilah cemberut, Tamer. Pelanggan akan ketakutan jika kamu terus marah-marah."


"Memangnya mereka tidak takut jika aku diam! Jelas mereka akan takut! Lagipula, kelompok ini diisi oleh para pembunuh.


Juga, dengan segala hormat, tolong panggil aku The Legendary Shadow Tamer! Karena kalian memanggilku Tamer ini, Tamer itu, para pelanggan bahkan tidak tahu nama panjangku!"


"Hm? Apakah itu pelanggan?"


Ark menatap ke arah lain. Hal tersebut membuat Lisa semakin kesal.


"Jangan abaikan aku!"


Tiga orang lainnya mengabaikan Lisa. Mereka menatap bocah remaja berkulit hitam dengan pakaian compang-camping yang berjalan ke arah mereka dengan ekspresi ragu dan takut.


Melihat bocah itu mendekat, Ark menyentuh dada dengan tangan kanan lalu sedikit membungkuk, memberi salam layaknya bangsawan.


"Selamat datang di Dark Caravan. Apakah kamu ingin melakukan perdagangan?"


Bocah itu menatap ke arah Ark dan rekan-rekannya dengan ekspresi ketakutan. Setelah beberapa saat, dia memberanikan diri untuk bertanya.


"A-Apakah ini benar-benar Dark Caravan yang menerima perdagangan dengan menukar barang-barang aneh?"


"Tentu saja bukan barang aneh, tetapi barang unik yang kami anggap berharga. Jadi jika ingin berdagang, kami akan menilai terlebih dahulu lalu memberi harga.


Jika cocok, kamu bisa menukarnya. Jika tidak, kamu bisa pergi."


Ark menjelaskan dengan nada datar dan monoton.


"Lalu bisakah anda menilai ini."


Bocah itu menunjukkan bungkusan kain. Ketika dibuka, tampak rumput yang tampak agak biasa. Namun di bagian bawah rumput berkilauan.


"Oh! Ternyata Silverstar Grass. Kami bisa menukarnya dengan tujuh keping (potong) keripik kentang atau sepuluh keping (potong) keripik ubi jalar dengan ukuran lebih besar. Ditambah setengah gelas air sebagai bonus.

__ADS_1


Jadi apakah kamu ingin berdagang, Adik kecil?"


"A-Apakah ini benar-benar berharga?"


"Tentu saja."


Ark mengangguk ringan. Tiga orang lainnya tidak bisa berkata-kata. Meski tidak mengerti seberapa berharga, ketiganya tahu bahwa setiap herbal pasti bernilai satu kantong penuh keripik. Lagipula, sepuluh keping keripik kentang hanya bernilai sama dengan satu umbi kentang.


Benar-benar pedagang berhati hitam!


Dalam tiga hari, mereka mendapatkan beberapa pelanggan. Semuanya juga ditipu Ark dengan cara yang sama.


Tentu saja, Ark menyangkal bahwa dirinya menipu. Lagipula, makanan memang sangat berharga di dunia kacau ini. Bahkan jika itu makanan yang mereka tidak bisa habiskan di Sword of Sufferings, tetapi masih sangat berharga di luar.


"Saya dengar kalian juga menerima komisi."


Bocah itu bertanya dengan nada penuh keraguan.


"Tentu saja. Namun, komisi pembunuhan paling ringan cukup mahal, Adik kecil. Bahkan jika orang itu lemah, harganya lebih mahal daripada satu Silverstar Grass."


"Tidak. Maksud saya, saya ingin menyewa kalian untuk mengantar."


"Misi pengawalan? Kemana kamu ingin pergi?"


"Markas Silver Cross! Saya ingin mencari kakak saya di sana!"


"Maaf, Adik kecil. Komisi kurang."


"Tergantung. Letakkan rumput itu di sini sebagai jaminan, lalu ambil rumput yang kamu maksud. Jika jumlahnya cukup, kami akan mengantarmu."


"Baik, Tuan!"


Bocah itu meletakkan rumput lalu segera berlari. Tampak sangat bersemangat. Sampai-sampai membuat tiga rekan Ark tidak bisa berkata-kata.


"Maafkan aku jika tidak sopan, Mr Hades."


"Ada apa, Charon?"


"Bukankah lokasi markas Silver Cross berjarak kurang dari lima jam berdasarkan kecepatan Debby? Belum lagi, kita juga akan pergi ke sana, kan?"


"Aku tahu, kamu merasa harganya terlalu mahal. Namun tidak ada yang murah di masa ini, Charon.


Jika arahnya berbeda, aku jelas akan menolak komisi. Selain itu, lima jam bagi Debby bisa disamakan hampir sepuluh jam berjalan kaki tanpa istirahat.


Untuk bocah sepertinya, melakukan perjalanan sejauh itu memang berbahaya. Bahkan jika di siang hari."


"Saya mengerti."


Ark mengangguk. Dia kemudian melirik ke arah Lisa.

__ADS_1


"Apa yang kamu tunggu, Tamer? Siapkan tempat untuk menanam Silverstar Grass. Kamu tidak ingin kita merugi karena rumput itu mati, kan?"


Sudut bibir Lisa berkedut. Meski agak marah, dia masih menjawab.


"Baik."


Pada saat itu, Ark melihat beberapa orang berjalan ke arahnya. Tampaknya ada kelompok kecil dan sepasang suami-istri paruh baya gemuk.


Menyapa mereka dengan etiket bangsawan seperti biasa, Ark kemudian berkata.


"Selamat datang di Dark Caravan. Apakah kalian ingin melakukan perdagangan?"


"Tolong lihat barang-barang kami, Bos!"


Ucap salah satu pria yang datang bersama empat rekannya. Mereka membawa sebuah pot.


Melihat isinya, Ark berkata dengan nada monoton.


"Ini hanya tanaman bonsai biasa yang bermutasi. Selain digunakan sebagai pajangan, tidak ada fungsi lain. Maaf, kami tidak bisa bertukar."


"Hah?! Apakah kamu serius, Bos? Bukankah kamu biasanya bertukar dengan benda-benda aneh? Tanaman ini pasti mahal, setidaknya bisa ditukar dengan keripik ubi, dendeng daging, dan air!"


"Kami tidak menerimanya." Ark berkata dengan nada datar.


"Jangan pikir kami takut dengan hewan peliharaan bermutasi milikmu, Bos! Lebih baik kamu memikirkannya. Kami cukup terkenal di daerah ini!


Jika kamu main-main ..."


"Sekali lagi aku katakan, kami tidak menerimanya. Selain itu, peringatan terakhir, tolong pergi dan jangan buat masalah."


"Beraninya kamu main-main dengan kami! Kami adalah—"


"Alecto."


Mendengar ucapan Ark, Stacy langsung melesat ke depan. Dalam sekejap, kepala pria itu langsung jatuh ke aspal. Tidak berhenti di sana, gadis itu juga langsung membunuh empat orang lainnya.


Darah mengalir di aspal, membuat genangan dengan aroma amis.


"Tolong singkirkan tubuh yang mengganggu pemandangan ini, Alecto."


"Dimengerti."


Stacy menjawab dengan tenang. Setelah membersihkan darah di pedangnya, dia segera pergi untuk membuang potongan tubuh ke tempat sampah yang cukup jauh dari mereka. Darin juga membantunya.


Sementara itu, pasangan paruh baya gemuk itu menggigil ketakutan. Mereka tidak menyangka kalau rumor tentang bagaimana Dark Caravan dengan mudah membunuh orang itu benar.


Pada saat itu, Ark menatap ke arah mereka sambil melakukan salam khas bangsawan. Suara datar khas dan familiar kembali terdengar.


"Selamat datang di Dark Caravan. Apakah kalian ingin melakukan perdagangan?"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2