
Melihat ke arah Crocodile yang kehilangan kesadaran, Ark menghela napas pendek. Tatapannya beralih ke medan pertempuran lalu berkata.
“Hapuskan separuh anggota penyerang. Separuh sisanya, jatuhkan saja tanpa membunuh atau mematahkan tulang mereka.”
“YA, KETUA!”
Para prajurit menjawab serempak. Walau tidak tahu kenapa Ark tidak membunuh semua orang sekaligus, mereka masih mengikuti semua perintah tanpa syarat.
Kemudian, pertarungan berat satu sisi itu pun kembali berlanjut.
Dalam waktu kurang dari dua jam, Cursed Berserkers benar-benar mengalami kekalahan total. Separuh anggota kelompok penyerang dimusnahkan. Dari banyak petinggi, hanya beberapa yang selamat.
Orang-orang yang selamat dijatuhkan lalu diikat. Dijadikan sebagai tahanan perang oleh Ark.
Saat itu, Ark yang sebelumnya hanya menonton dari atas dan hanya bergerak untuk melawan Crocodile sebentar tiba-tiba berjalan ke arah tertentu.
Tatapan semua orang mengikuti sosok Ark yang berjalan tidak cepat atau lambat. Beberapa saat kemudian, dia berhenti di depan pria kurus tinggi dengan kepala botak.
Pria tersebut dipukuli sampai hitam dan biru, jelas tidak lebih mencolok dari beberapa anggota Cursed Berserkers lainnya. Jadi, orang-orang merasa bingung kenapa Ark menghampirinya.
Saat itu, pemuda tersebut membuka mulutnya.
“Kamu adalah orang yang menarik. Jika aku memberimu kesempatan untuk menjadi anggota sementara (magang) di Sword of Sufferings, apakah kamu mau mendaftar dan mencobanya?”
Mendengar ucapan Ark, mata semua orang terbelalak tidak percaya. Mereka langsung menatap si botak untuk mencari sesuatu yang spesial darinya. Sayangnya, mereka sama sekali tidak bisa menemukannya.
Hal tersebut membuat mereka semakin bingung kenapa Ark tertarik kepadanya!
“Eh???”
Scorpio tampak bingung kenapa Ark tiba-tiba menghampiri dan menanyakan hal tersebut kepadanya. Saat itu juga, otaknya bekerja dengan sangat cepat. Setelah beberapa saat berpikir. Pria itu sama sekali tidak mengetahui alasannya.
Pada akhirnya, Scorpio hanya bisa balik bertanya.
“Kenapa?”
Mendengar ucapan Scorpio, orang-orang tercengang. Mereka merasa kalau pria itu terlalu bodoh. Tidak menolak atau setuju, tetapi malah balik bertanya pada monster itu.
Sebaliknya, Ark sedikit mengangguk ketika mendengarkan pertanyaan tersebut. Pemuda itu pun menjawab.
“Berbeda dengan orang-orang dengan pemikiran dangkal, tampaknya kamu tahu kalau ini adalah jebakan. Selain itu, karena mengetahui situasi kamu tidak maju paling awal, malah datang di akhir.
Bukan hanya itu, kamu juga tidak bertarung dengan sekuat tenaga. Seolah-olah dengan sengaja menyisakan tenaga agar bisa melarikan diri karena situasi kacau. Hanya saja, orang-orang dari Sword of Sufferings terlalu kuat sehingga kam menolak gagasan melarikan diri.
Kemudian, kamu berjudi kalau aku akan memenuhi kata-kataku. Hanya membunuh separuh lalu membiarkan kalian pergi sebagai peringatan bagi kelompok-kelompok lain yang mencoba mencari masalah.
Apakah dugaanku benar?”
Scorpio tertegun. Setelah beberapa saat, barulah dia kembali sadar. Pria itu kemudian bertanya.
__ADS_1
“Kenapa anda bisa menarik kesimpulan seperti itu?”
“Dari gerak-gerik yang kamu lakukan. Khususnya dari cara pandangmu yang selalu mengawasi sekitar dan waspada. Itulah kenapa aku berkata kalau kamu adalah orang yang menarik.”
“Sungguh? Benar-benar hanya dari gerakan mata?”
Mengatakan itu, Scorpio menghela napas panjang. Dia sama sekali tidak menyangka kalau semua yang dipikirkannya terlihat begitu saja di depan ketua Sword of Sufferings tersebut.
Belm lagi, jika tidak melihatnya sendiri, Scorpio tidak akan percaya kalau ada orang yang begitu berani membuat kerusuhan di antara tiga kelompok untuk menjebak Cursed Berserkers.
“Jadi, apa yang terjadi jika saya setuju untuk menjadi anggota sementara Sword of Sufferings?”
“Jalankan ujian. Jika lulus, paling tidak kamu bisa menjadi sekuat prajurit-prajurit ini. Tentu saja, memerlukan waktu untuk mencapainya karena tidak ada yang instan.”
“Bagaimana jika gagal dalam ujian? Apakah kalian akan membunuh saya?”
“Tidak.” Ark menggelengkan kepala. “Jika misi gagal, kami tidak perlu membunuhm karena sudah dipastikan kamu mati dalam misi.”
“...”
Mendengar jawaban tersebut, Scorpio langsung sadar kalau misi yang diberikan kepadanya pasti sangat berbahaya. Pandangan pria itu kemudian berubah ke arah para prajurit dari Sword of Sufferings.
Mengingat sekuat apa mereka dan bagaimana Cursed Berserkers dikalahkan dengan mudah membuat Scorpio merasa ragu.
‘Kekuatan semacam itu. Cara mendapatkannya jelas pantas dengan resikonya. Namun, apakah aku bisa melakukannya?’
“Jika boleh bertanya, berapa persen kemungkinan saya bisa berhasil?”
“Jika kamu bisa memakai otakmu seperti sekarang dan apa yang terjadi sebelumnya bukan kebetulan, tingkat keberhasilan mencapai 75%. Ya ... tentu saja ada pengecualian.”
“Maksud anda?” tanya Scorpio dengan ekspresi bingung.
“Ada faktor yang disebut keberuntungan. Jika keberuntunganmu buruk, tingkat keberhasilan bisa menjadi 0% karena dunia ini sama sekali tidak bisa ditebak.
Misalnya, kamu tidak beruntung dan masuk ke sarang binatang bermutasi level 4. Dengan begitu, kamu hampir tidak mungkin selamat.
Tentu saja, hal semacam itu bisa dihindari jika kamu mengumpulkan banyak informasi. Kecuali hal-hal yang hampir tidak mungkin terjadi, seharusnya sisanya bisa dihindari jika berhati-hati.
Jadi, bagaimana keputusanmu?”
Mendengar ucapan Ark, Scorpio tidak langsung menjawab. Pria itu malah memejamkan mata sejenak sambil memikirkan semuanya.
Seperti yang dikatakan Ark, jelas ada faktor berbahaya dan kemungkinan tidak terduga ketika menjalankan misi. Namun, hal tersebut pasti sepadan dengan harganya. Lagipula, ‘kekuatan super’ yang dimiliki oleh orang-orang dari Sword of Sufferings tampaknya tidak bisa didapatkan dari kelompok lain.
Di Golden Maple Group, ada juga obat evolusi yang dikembangkan dan ada beberapa orang yang telah mencobanya. Kebanyakan dari mereka gagal. Tentu saja, ada beberapa yang berhasil, tetapi masih tidak bisa keluar sembarangan karena emosi yang tidak stabil.
“KENAPA KAMU TIDAK MENGATAKAN ITU SEMUA KEPADA KAMI, SCORPIO!”
Saat itu, suara Spider mengganggu pemikiran Scorpio.
__ADS_1
Banyak orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pria tersebut. Melihat ekspresi gila di wajahnya, mereka mengerutkan kening. Tampak tidak puas dengan sikap pria itu.
Scorpio membuka matanya lal menatap ke arah Spider dan anggota Cursed Berserkers yang menatapnya dengan ekspresi penuh kebencian. Pada saat itu juga, dia tahu kalau kembali ke kelompok tersebut tidak mungkin.
Bisa dibilang, alasan Ark berbicara kepadanya adalah menutup jalannya kembali ke Cursed Berserkers dan memintanya memilih jalan ke Sword of Sufferings meski tidak langsung memaksanya.
Hanya saja, itu hampir sama. Cuma sedikit berbeda dalam praktiknya.
Merasakan tatapan penuh kebencian dari orang-orang Cursed Berserkers, Scorpio menjelaskan.
“Begitulah kalian. Tidak ingin mendengarkan, tetapi selalu menyalahkan orang lain.
Aku mengingatkan kalian di awal untuk berhati-hati. Namun kalian sama sekali tidak mempedulikannya. Sebaliknya, kalian malah tergila-gila pada ambisi kalian sendiri.
Kalian berpikir jumlah musuh sedikit dan bisa mengalahkannya dengan jumlah lebih banyak. Kalian juga serakah atas apa yang dimiliki oleh orang lain. Daripada fokus agar bisa mengembangkan diri, kalian memilih pergi ‘merampok’ orang lain.
Sudah sejak lama aku berpikir Cursed Berserkers akan jatuh karena sikap yang seperti itu. Aku berusaha untuk merubahnya. Namun seperti yang kalian lihat ...
Bukankah ini sudah terlambat?”
Mendengar ucapan Scorpio, banyak anggota Cursed Berserkers yang enggan, jengkel, dan merasa tertekan.
Entah siapa yang memulai, suara saling sahut terdengar.
“Izinkan aku untuk bergabung dengan Sword of Sufferings, Tuan!”
“Dia pemalas, Tuan. Lebih baik memilih saya karena akan bekerja keras bagai kuda untuk anda!”
“Tidak, tidak, tidak. Jika anda memilihku, aku akan membunuh dan melawan musuh-musuh anda, Tuan!”
“...”
Melihat banyak orang yang mengajukan diri untuk bergabung dengan Sword of Sufferings, wajah Spider dan orang-orang yang setia pada Cursed Berserkers menjadi gelap. Kebanyakan dari mereka adalah petinggi atau yang memiliki jabatan cukup baik. Jelas, tidak ingin kehidupan nyaman mereka berakhir.
Sementara itu, para prajurit dari Sword of Sufferings hanya menggelengkan kepala dengan ekspresi mencibir di wajah mereka. Jelas, mereka tahu kalau kelompok ini tidak bisa dimasuki dengan mudah. Khususnya bagi orang yang diundang dari luar kota.
“Diam.”
Mendengar ucapan dingin Ark, semua orang akhirnya diam.
Pemuda itu melirik ke arah Scorpio lalu bertanya.
“Jadi, katakan keputusanmu.”
Mendengar itu, Scorpio yang dipukuli hitam dan biru berlutut di depan Ark sambil berkata.
“Kalau begitu, izinkan saya, Crimson Scorpio menjadi anggota sementara Sword of Sufferings anda, Tuan Ark.”
>> Bersambung.
__ADS_1