Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Worst Nightmare


__ADS_3

Jika diberi pertanyaan ‘apa yang kamu inginkan?’, jawabannya pasti bervariasi. Namun, di dunia dengan pilihan sangat minimal ini, ada beberapa jawaban yang terucap dari mulut orang-orang.


‘Hidup, kekuatan, dan kedamaian.’


Itulah yang paling diinginkan oleh semua orang di dunia kacau ini. Jika disingkat sebagai satu kalimat, apa yang mereka inginkan adalah ...


‘Memiliki kekuatan untuk hidup damai di dunia kacau ini.’


Ya. Bukan ingin rumah, mobil, perhiasan, atau uang. Apa yang mereka inginkan adalah kehidupan nyaman seperti sebelumnya. Kehidupan yang mereka sia-siakan, tetapi sekarang sangat mereka rindukan.


Hanya saja, semuanya telah pergi dan tidak mungkin mereka dapatkan kembali.


Berdiri di atap sebuah gedung tinggi, ekspresi marah dan penuh kebencian tampak di wajah Ark. Hal itu karena kejadian beberapa jam sebelumnya.


Setelah menghabisi Crocodile dan bawahannya, Ark berencana untuk kembali menyusul rombongan. Hanya saja, itu tertunda karena kemunculan gelombang binatang buas yang begitu tiba-tiba.


Belum lagi, apa yang muncul kali ini bukan hanya tikus, zombie, dan beberapa makhluk tingkat rendah lainnya. Ada makhluk level 3 dengan jumlah banyak, bahkan beberapa makhluk level 4.


Bukan satu atau dua, tetapi empat makhluk level 4 muncul menghalangi jalannya!


Itulah sebabnya Ark terhenti dan malah terseret ke arah berbeda. Menghabiskan banyak waktu untuk menghabisi mereka semua. Dan sekarang, kota benar-benar jatuh dalam kekacauan.


Ark melirik ke arah koloni tikus mole bermutasi dan kelelawar hitam bermutasi dengan ekspresi dingin. Mereka jelas makhluk level 1 dan level 2, tetapi jumlah mereka terlalu banyak. Dalam sekali lihat, di wilayah Ark berada saja ada lebih dari sepuluh ribu tikus mole dan kelelawar hitam.


Bahkan jika mereka lemah, perlu banyak usaha untuk membersihkan mereka semua. Belum lagi, kehabisan tenaga di tempat seperti ini sama dengan meminta kematian.


Tidak bisa menggunakan jalur darat dan udara, Ark menatap ke arah tertentu dengan ekspresi rumit. Pemuda itu bergumam dengan nada penuh penyesalan.


“Kumohon, kalian harus bertahan bahkan tanpa aku.”


***


Sementara itu, di tempat rombongan Golden Maple Group berada.


“Apakah Ark belum kembali?”


Mendengar pertanyaan Jay, anggota Sword of Sufferings menatapnya dengan ekspresi dingin.


“Ketua ... dia pasti baik-baik saja kan?” tanya Angelica penuh keraguan.


“Tenang saja. Bahkan jika kita mati, pria yang lebih sulit dibunuh dibandingkan kecoa itu pasti selamat.”

__ADS_1


Aisha berkata dengan nada setengah bercanda. Wanita itu kemudian mengalihkan pandangannya ke anggota Sword of Sufferings lainnya lalu bicara.


“Masalah kita sekarang adalah mencari cara untuk pergi ke markas cabang di lingkaran luar, tempat dimana kekacauan seharusnya belum terjadi. Aku menyarankan untuk pergi sendiri. Namun kamu pasti tidak akan setuju Jay.


Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang, Roxanne?”


“EH?”


Melihat orang-orang yang menatapnya sambil menunggu jawaban, Roxanne yang biasana bisa tenang dan diam tiba-tiba merasa panik. Walau sudah diberitahu kalau dirinya harus memimpin selama Ark tidak ada, wanita itu jelas bimbang ketika harus menghadapi pilihan sulit seperti ini.


Pandangan Roxanne menyapu ratusan orang dari Golden Maple Group yang sedang beristirahat.


Benar. Bukan ribuan, tetapi hanya ratusan orang karena hampir semuanya dimakamkan pada gelombang monster sebelumnya. Dari hampir dua ribu sampai tersisa kurang dari delapan ratus orang.


Agak menyedihkan ketika mengingat begitu mudahnya nyawa orang-orang sirna.


‘Jika itu Tuan, apa yang akan dia lakukan?’


Belum menyelesaikan pemikirannya, suara Jay terdengar.


“Lebih baik tetap pada rencana sebelumnya. Berbaris bersama sampai markas cabang di lingkaran luar kota.”


Meski bukan anggota lama, Scorpio menyatakan pendapat berdasarkan analisisnya.


“Apakah kamu akan mengabaikan nyawa ratusan orang di depan kalian begitu saja?” Jay bertanya dengan ekspresi tidak percaya.


“Aku tahu kamu sedih, Jay. Namun berhentilah bersikap seolah-olah kita itu adalah orang baik. Ingatlah, kita telah menghabisi ratusan nyawa dengan tangan kita sendiri.


Bukan menyelamatkan, tetapi menghabisi. Jadi apa yang terjadi kali ini tidak lebih buruk dari apa yang kamu lakukan sebelumnya.”


Aisha jelas tidak senang dengan sikap ‘pahlawan’ yang ada dalam diri Jay. Wanita itu langsung memprotes lalu menampar pria itu dengan fakta kejam.


Pada saat keduanya sekali lagi akan berdebat, suara Roxanne terdengar.


“Sudah cukup! Sekarang bukan waktunya untuk berdebat.


Sebagai pemimpin tim sementara, aku memutuskan untuk pergi dengan Golden Maple Group.”


Mendengar itu, ekspresi Jay tampak bahagia sedangkan Aisha tampak muram. Namun, ucapan Roxanne tidak hanya berhenti di sana.


“Meski bersama, kita akan menyuruh mereka bergerak sesuai dengan kecepatan kita. Tidak ada waktu yang bisa ditunda, kita akan berjalan lebih cepat.

__ADS_1


Jika ada yang memprotes, lelah, tidak kuat, dan sebagainya ... maka mereka harus ditinggal.”


Mendengar itu, Jay agak sedih karena tahu setidaknya puluhan bahkan lebih dari seratus orang akan tertinggal di jalan dan kehilangan nyawa mereka. Sementara itu, Aisha bersiul dengan puas. Tampaknya menyukai keputusan Roxanne yang baik tetapi masih logis.


“Lima belas menit! Tolong katakan pada mereka untuk bersiap dalam lima belas menit karena kita akan segera berangkat. Sama sekali tidak ada penolakan dan alasan apapun dianggap tidak valid.


Apakah kalian mengerti?”


“Ya!” jawab mereka semua sebelum bubar.


Melihat ke arah orang-orang yang tampak kelelahan dan terluka, Roxanne menggigit bibirnya. Meski merasa enggan, tetapi dia masih memilih keputusan kejam seperti itu.


Wanita tersebut hanya memasang ekspresi tegas sembari berpikir.


‘Apa yang aku lakukan tidak salah kan, Tuan? Ini adalah jawaban yang benar, kan?’


***


Sementara itu, di tempat Crocodile mengembuskan napas terakhirnya.


“Bahkan setelah mendapatkan kekuatan masih sia-sia. Memang, orang yang kecerdasannya di bawah rata-rata tidak bisa diandalkan.”


Mengenakan jas lab berwarna putih yang tampak mencolok di dunia yang suram ini, sosok gadis cantik berambut coklat dan memiliki iris bak lavender berkata dengan nada penuh penyesalan. Ucapannya terdengar lembut, tetapi kalimatnya kejam dan tidak menyembunyikan jejak penghinaan.


“Dunia ini memang penuh keajaiban. Bahkan setelah rencanaku untuk memanipulasi dua kelompok gagal, ternyata dunia menunjukkan keajaibannya kepadaku.


Meski tidak seperti makhluk lain yang bisa langsung mengalami mutasi dan evolusi, bukan berarti manusia tidak bisa melakukannya.


Apa yang Sword of Sufferings lakukan. Apa yang sekarang aku temukan. Semuanya bisa mengarah ke evolusi umat manusia. Ya ... selama pikiran mereka cukup terbuka.


Omong-omong, jalan mana yang harus aku pilih? Aku rasa jalan ini kan?”


Gadis itu berjalan ke arah jalanan rusak, arah menuju barisan Golden Maple Group dan Sword of Sufferings berada.


Memiliki senyum manis di wajah cantiknya, gadis itu berkata.


“Aku benar-benar tidak sabar melihat Tuan Ark lagi~”


Berjalan menyusuri jalanan yang suram, Chelsea yang diikuti dua puluh orang berjubah hitam akhirnya menghilang di kejauhan.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2