
"Apakah Mr Hades begitu serakah? Maksudku ... itu dua puluh orang!"
Berto berkata dengan ekspresi luar biasa. Tampaknya benar-benar sangat terkejut dengan permintaan Ark.
"Maaf. Tampaknya ada kesalahpahaman di sini."
Saito tiba-tiba angkat bicara.
"Iya?"
Berto dan Julian menatap ke arah Saito dengan ekspresi penasaran di wajah mereka. Keduanya tampaknya ingin tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Sebenarnya, anggota Sword of Sufferings yang meminta untuk mengundang mereka. Tentu saja, aku datang untuk memilih, menawarinya, dan membawa mereka kembali."
"Ternyata beberapa anggota Sword of Sufferings yang ingin pasangan dan menyukai seseorang!"
Berto tampak lega. Julian sendiri tetap diam. Namun dia tampak sedikit kecewa. Mungkin pria itu ingin Ark memiliki 20 wanita atau semacamnya.
"Ini daftarnya. Berto bisa menemanimu untuk menemui mereka."
"Baik."
Saito mengangguk. Dia tidak ingin menjelaskan kalau hanya satu orang yang ingin membawa kembali 20 wanita itu. Biarkan saja keduanya berfantasi asalkan tidak mencemarkan nama baik ketua mereka.
"Kamu bisa ikut aku!" ucap Berto dengan senyum di wajahnya.
"Baik."
Sekali lagi Saito mengangguk. Dia menoleh ke arah Julian lalu memberi salam.
"Kalau begitu sampai jumpa di lain kesempatan, Mr Julian. Terima kasih banyak atas kerja sama dan bantuan anda."
Setelah mengatakan itu, mereka pergi dari markas Silver Cross. Lima belas orang lainnya juga mengikuti mereka.
"Kita akan pergi ke gedung A. Para pemuda-pemudi biasanya tinggal di sana."
Setelah mengatakan itu, Berto langsung mengajak mereka pergi ke tempat itu.
"Jadi, gedung A untuk para pemuda-pemudi. Gedung B untuk keluarga. Gedung C untuk orang tua?" tanya Saito.
"Begitulah." Berto mengangguk. "Tentu saja, lantai untuk laki-laki dan perempuan dipisahkan."
"Hou ..." balas Saito dengan ekspresi datar.
Setelah tiba di gedung B, mereka langsung pergi menuju ke lokasi tempat para perempuan tinggal. Para perempuan sendiri tinggal di lantai atas. Sedangkan laki-laki tinggal di lantai bawah. Mungkin Julian berpikir kalau para perempuan akan lebih aman tinggal di atas.
Padahal hal tersebut juga tidak pasti.
__ADS_1
"Hey, itu wakil ketua. Apa yang dilakukannya di sini? Mungkin mencari wanita untuk menghabiskan malam bersama?"
"Memangnya pikiran wakil ketua sama seperti dirimu!"
"Hmph! Laki-laki normal pasti memiliki pikiran semacam itu!"
Berbagai pembicaraan mulai terdengar. Namun mereka langsung tutup mulut ketika melihat anggota Sword of Sufferings masuk.
Berbeda dengan orang-orang tua yang asal membuka mulut mereka. Para pemuda ini mengetahui betapa mengerikannya Sword of Sufferings. Bahkan jika orang-orang itu penjahat nyata, tidak akan ada yang berani berbicara kalau mereka adalah penjahat.
Ya ... itulah salah satu efek yang dibawa oleh kekuatan!
Sampai di lantai tempat tinggal para perempuan, Berto melirik ke arah Saito.
"Apakah kamu juga tertarik untuk mengundang wanita lain?" tanya Berto dengan nada bercanda.
"Maaf, aku sudah memiliki pasangan." Saito berkata datar.
Sementara itu, para prajurit diam. Mereka bertindak seperti robot. Tampaknya tidak peduli. Meski orang-orang itu menginginkannya, tetapi mereka sangat memahami apa yang diperbolehkan atau tidak oleh Raja Neraka, Hades.
Hadiah dan hukuman.
Selama mereka membuat pencapaian, Hades akan memberi mereka hadiah, baik itu kekuatan, kekayaan, dan sebagainya. Sedangkan ketika mereka melakukan kesalahan, mereka akan mendapatkan hukuman. Paling ringan menggandakan latihan, paling buruk disiksa sampai ingin mati, tetapi tidak bisa mati.
Ark jelas bukan tipe orang yang berbicara sembarangan dan semua orang di Sword of Sufferings mengetahuinya. Mengetahui sebagian sisi baik dan buruknya.
Hal tersebut saja telah membuat mereka ketakutan. Jadi kebanyakan dari mereka tidak berani main-main. Khususnya ketika mendengar beberapa trik yang dilakukan oleh Ark di balik punggung Silver Cross dan Black Panther saat melawan Imperial Tiger dan Third Scars. Mereka tidak berani berpikir macam-macam.
Hal yang sangat mengerikan ketika memikirkan bagaimana seseorang memperlakukan kehidupan mereka seperti mainan.
Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya menemui wanita pertama.
"Ternyata dia tidak berbohong."
Seorang wanita cantik, tampaknya mantan model menyeka air matanya. Dia langsung membungkuk ke arah Saito dan 15 orang lain dengan sopan.
"Tampaknya hidupmu cukup sulit." Saito berkata dengan nada monoton.
"Sulit bagi perempuan tanpa mengandalkan orang lain, Tuan. Jadi apa yang saya lakukan hanyalah bertaruh kalau orang itu benar-benar menepati janjinya."
Wanita cantik itu berkata dengan senyum masam.
"Jadi, kamu bersedia ikut dengan kami dan bersumpah setia pada Sword of Sufferings?"
"Suatu kehormatan bagi saya untuk menerima undangan ini, Tuan!" ucap wanita itu dengan penuh semangat.
"Saito."
__ADS_1
"Maaf?"
"Namaku Saito. Dalam Sword of Sufferings, tidak ada yang pantas dipanggil Tuan selain DIA. Jadi kamu harus membiasakan diri."
Mendengar kata "DIA", wanita itu mengerti. Dia langsung mengangguk sopan.
"Terima kasih atas nasihatnya, Mr Saito."
"Ya."
Setelah itu, mereka mulai mengundang satu per satu wanita yang ditunjuk. Namun, saat sampai hitungan wanita ke sembilan, ada sedikit halangan.
"Maaf telah membuat kalian menunggu!"
Wanita cantik dengan tubuh bak model dan rambut pirang bergelombang mendekati mereka dengan senyum cerah.
"Saya telah lama menunggu kedatangan kalian."
"Siapa?" tanya Saito datar.
"Aku juga salah satu wanita yang dijanjikan oleh orang itu. Aku telah menunggu—"
"Kamu?" Saito memiringkan kepalanya. "Kamu tidak masuk hitungan."
"Apa?! Dia jelas-jelas membuat janji! Aku ingin bertemu dengannya untuk meminta penjelasan! Aku—"
SWOOSH!
Bersama dengan tiupan angin, pedang di tangan Saito menebas dengan cepat.
Detik berikutnya, wanita pirang itu langsung menjerit. Dia memegangi telinga kirinya yang telah dipotong. Saat itu juga, suara datar Saito terdengar.
"Kamu pikir sedang berbicara dengan siapa? Aku masih sedikit menghargai nyawamu karena orang itu. Jika tidak ... mungkin kamu tidak lagi bisa bernapas.
Mungkin kamu pikir orang itu hebat. Namun pada kenyataannya, statusnya dalam kelompok kurang-lebih sama denganku. Kami saling menghargai.
Juga, aku akan membicarakan alasan kenapa kamu tidak diterima.
Mungkin kamu termasuk cantik dibandingkan dengan sebagian besar perempuan dalam daftar. Namun kamu juga harus ingat apa yang orang itu dan kamu janjikan.
Orang itu akan membawamu masuk asalkan kamu menjadikannya yang terakhir bagimu.
Orang itu telah menerima masa lalumu dan memintamu untuk merubah masa depanmu bersama dengannya. Namun, kamu melakukan hal-hal semacam itu dengan mudahnya setelah membuat janji.
Jangan kita kami tidak mengetahuinya hanya karena kamu bersembunyi di ruang sempit seperti sekarang."
Mata Saito menyipit. Dia kemudian berkata dengan dingin dan tegas.
__ADS_1
"Kamu ... sama sekali tidak pantas!"
>> Bersambung.