
"Apakah ada yang salah, Ketua?"
Melihat Ark yang tiba-tiba melihat ke arah tertentu, Darin langsung bertanya.
Ark menggelengkan kepalanya sebelum berkata dengan nada santai.
"Tidak ada apa-apa. Terus lanjutkan pembersihan. Jangan lupa untuk mengambil apa yang bisa diambil.
Selain itu, kumpulkan bagian tubuh rusak ulat sutera raksasa di bawah pohon acak. Biarkan mereka menjadi pupuk alami sebagai ganti dedaunan yang telah makhluk itu habiskan.
Jangan lupa, pastikan untuk menjaga keselamatan."
"Dimengerti!" balas Darin.
Ark hanya merasakan perasaan diawasi sebentar, tetapi dia yakin kalau dirinya memang sempat diawasi. Pengalaman hidupnya sama sekali tidak berbohong tentang hal penting semacam itu. Jadi pemuda tersebut langsung meningkatkan kewaspadaannya.
"Kalian melanjutkan semuanya seperti yang direncanakan."
"Baik!" jawab semua orang serempak.
Setelah itu, Ark langsung menuju ke pinggiran barisan. Dia berjalan ke arah tatapan sebelumnya berasal. Gerakannya juga diam-diam. Bahkan orang-orang tidak menyadari pergerakannya. Tiba-tiba sampai di area pinggir barisan begitu saja.
Ark kemudian mengawasi beberapa tim kecil yang berada di bagian paling luar. Dia terus mengamati pepohonan di sekitarnya. Namun mengabaikan para ulat sutera raksasa dan fokus untuk mencari kelainan.
Hanya saja, setelah mencari cukup lama ...
Hasilnya nihil!
'Apakah menyadari pergerakanku? Bisakah makhluk itu merasakan ancaman dariku?'
Ark menggeleng ringan. Meski merasa tertarik, dia sama sekali tidak berniat melupakan tujuan utama kenapa dirinya datang ke tempat ini.
Setelah menghela napas, pemuda itu berbalik untuk kembali ke tempatnya. Namun saat itu, ekspresinya berubah.
Mata hitam bak tinta langsung berubah menjadi biru seperti safir yang berkilauan. Dia memutar tubuhnya sambil menarik keluar pedangnya. Tanpa sedikitpun keraguan, pemuda itu langsung menebas ke arah tertentu.
Dalam sekejap, bilah angin yang diselimuti energi biru langsung melesat.
BANG!!!
"ARGHHH!!!"
Semua orang tidak sempat merespon karena kejadian tersebut terjadi dalam beberapa detik saja.
Salah satu anggota baru tiba-tiba berguling di lumpur. Di bahu kirinya, tampak luka mengerikan dimana daging tercabik dan menampakkan tulangnya.
Tidak hanya itu, ada juga luka di bagian tangan, perut, dan pipi akibat terkena cipratan cairan asam yang sangat kuat.
Pada saat semua orang terkejut dan bingung, suara Ark terdengar.
"Semua orang! Langsung kembali ke barisan! Bentuk formasi bertahan!"
Mendengar ucapan Ark, orang-orang yang sebelumnya panik langsung mundur. Tidak lupa mereka menyeret pemuda yang terluka untuk mundur ke barisan.
Pada saat semua orang sudah bersiap di barisan, mereka terkejut ketika melihat sosok Ark yang tiba-tiba menghilang.
Puluhan meter jauhnya dari barisan, sosok Ark tiba-tiba muncul dari balik bayangan pohon. Menggunakan skill kamuflase bayangan dari Abyssal Shadow Lynx ditambah skill kamuflase 'Kraken', dia benar-benar tidak bisa dideteksi.
__ADS_1
Gurita cincin biru bermutasi tidak hanya memiliki berbagai skill ganas seperti racun atau regenerasi super. Namun seperti kerabatnya, sotong, makhluk yang disebut Kraken ini benar-benar bisa menciptakan ilusi seolah dirinya menghilang begitu saja.
"Benar-benar pengecut," gumam Ark.
Pemuda itu tampak tidak puas. Dia jelas mengetahui bahwa musuhnya adalah seekor chameleon bermutasi. Masalahnya, tampaknya makhluk itu memiliki mutasi khusus seperti yang terjadi pada Black Doberman atau Abyssal Shadow Lynx.
Sekali melakukan kamuflase, makhluk itu benar-benar tidak bisa dideteksi. Ark merasa ...
Kamuflase makhluk tersebut bahkan sedikit lebih baik dari gabungan dua kamuflase miliknya!
'Apakah ini efek kupu-kupu yang lain? Makhluk yang berbeda dan kuat muncul?'
Ark mengerutkan kening. Dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Setelah menghela napas panjang, pemuda itu bergumam.
"Setelah mendapatkan pencapaian, tampaknya aku menjadi kurang sabar."
Ark langsung mengenali kesalahannya sendiri. Sejak Sword of Sufferings menjadi lebih besar dan pemerintahan baru berdiri, dia menjadi lebih santai. Selain itu, pemuda tersebut merasa dirinya juga lebih malas dan kurang waspada.
Slash!
Ark langsung mengeluarkan belati lalu menebas telapak tangan kirinya sendiri.
Tindakan itu memang aneh dan cukup gila, tetapi hal tersebut dia lakukan untuk merasakan sakit. Pemuda tersebut melakukannya untuk menghilangkan pikiran kacau di kepalanya. Menimpanya dengan rasa sakit sebelum kembali menyusun berbagai rencana di kepalanya.
'Tenang, Ark ... Tenang ...'
Ark menarik napas dalam-dalam.
'Lakukan semuanya secara bertahap. Jangan terburu-buru, jangan terbawa perasaan, jangan terseret dalam pusaran lalu tenggelam.'
Wajah pemuda itu berangsur-angsur menjadi lebih tenang. Dia menyarungkan kembali belati miliknya. Melirik ke arah luka yang telah sembuh, pemuda tersebut menghela napas berat.
***
Keesokan paginya.
Kemarin Ark dan rekan-rekannya memilih keluar dari taman kota setelah matahari terbenam. Mereka beristirahat satu malam. Membuat shift berjaga untuk mencegah serangan tiba-tiba dari zombie dan binatang bermutasi.
Selain kelompok zombie acak dan beberapa serangga, tidak ada serangan ganas yang terjadi tadi malam.
Setelah sarapan bersama, Ark langsung memanggil Darin dan Lisa.
"Dua kereta telah penuh. Kalian akan kembali ke markas untuk mengirim barang. Komando kalian sementara akan digantikan oleh Yonas, Draco, dan Leon.
Apakah kalian mengerti?"
"Ya, Ketua!" jawab keduanya serempak.
"Bagus."
Ark mengangguk. Usai mengirim mereka berdua pergi dengan beberapa orang tambahan untuk berjaga-jaga jika ada masalah di jalan, dia segera mengumpulkan seluruh pasukan.
"Kita telah masuk cukup jauh dari arah ini. Untuk misi berikutnya, kita akan masuk dari arah berbeda searah dengan jarum jam mengelilingi taman kota.
Penyerangan dibagi dari delapan arah dan kita telah menyelesaikan satu arah. Jadi masih ada tujuh arah yang akan kita lakukan satu per satu selama tujuh hari ke depan.
Meski kita memang bisa melakukan serang dan lebih cepat, tetapi kali ini aku tidak ingin terburu-buru.
__ADS_1
Pastikan untuk mengasah kemampuan bertarung dan beradaptasi kalian!"
"YA, PAK!!!" jawab mereka serempak.
Dengan demikian. Misi pemberantasan akhirnya berlanjut.
Hari pertama, ke dua, ke tiga, ke empat ... terus berlalu begitu saja.
Dalam hari-hari ini, Darin serta Lisa bolak-balik antara taman kota dan markas. Meski beristirahat di malam hari, mereka masih kelelahan. Bukan hanya kedua orang itu, tetapi seluruh prajurit juga kelelahan setelah pertempuran yang berkelanjutan. Bahkan Draco dan Leon juga menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Empat hari berlalu begitu saja, dan mereka memasuki hari ke lima.
Berbeda dengan rencana Ark, dikarenakan dua jalur lain tertutup air dan lumpur dimana biasanya ada banyak lintah raksasa bermutasi, mereka meninggalkan dua jalur. Itu berarti ... hari ini adalah hari terakhir serangan mereka.
Hanya saja, orang-orang tidak terlihat dalam kondisi baik-baik saja.
'Dikarenakan belum terbiasa, tenaga fisik dan mental mereka benar-benar terkuras begitu cepat.'
Ark menilai situasi. Setelah memikirkan tempat yang akan mereka lewati hari ini, pemuda tersebut menghela napas panjang.
'Meski ada perubahan, area yang akan dibersihkan seharusnya tidak begitu berbahaya. Seharusnya semua akan berjalan lancar.'
Berpikir demikian, Ark kemudian memerintahkan orang-orangnya untuk bergerak.
Mengetahui kalau hari ini adalah hari terakhir sebelum mereka bisa kembali untuk beristirahat, semua orang jelas sangat bersemangat. Namun, mereka benar-benar tidak menyangka akan ada kejadian aneh yang terjadi secara tiba-tiba.
Siang hari di dalam taman hutan, Ark dan pasukannya benar-benar dihadang oleh ribuan tawon raksasa. Meski biasanya tidak begitu mematikan, tetapi jumlah mereka terlalu banyak. Belum lagi, anggota Sword of Sufferings dalam kondisi lelah secara fisik dan mental.
'Kami jelas tidak menyerang dan merusak sarang tawon ... kenapa mereka langsung bergegas untuk menghadang jalan dan dalam keadaan marah?!'
Ark menggelengkan kepalanya. Dia langsung memberi perintah.
"Semua orang! Bersiap dalam formasi bertahan!
Tidak terluka jelas tidak mungkin. Namun kalian harus memastikan yang terkena bidikan sengat bukan titik fatal. Ingat! Bahkan jika terluka parah, pastikan keluar dari tempat ini hidup-hidup!
INSTRUKSI TERAKHIR UNTUK MISI KALI INI ...
MUNDUR!!!"
"YA, PAK!!!"
Semua orang menjawab serempak dan memilih untuk mulai mundur dengan formasi bertahan.
Sementara semua orang mundur, satu sosok berjalan ke depan.
Di depan tatapan terkejut semua orang, Ark berjalan menuju ke arah ribuan tawon raksasa sambil menarik keluar kedua pedangnya.
Niat membunuh mengerikan langsung meletus dari sosok pemuda itu.
Semua orang yang terus mundur melihat sosok lelaki berjubah hitam yang "menari" di antara ribuan tawon raksasa. Pedang di tangannya terus melintas, membuat gerakan indah sambil terus memotong tawon yang menyerang dari segala arah.
Di balik topeng, tampak sepasang mata biru berkilat dengan cahaya dingin.
Sambil terus memotong musuh-musuhnya, pemuda itu bergumam dengan suara yang hanya bisa dia dengar.
"Jika tebakanku benar ... ini akan menjadi luar biasa."
__ADS_1
>> Bersambung.