Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Ksatria atau Binatang Buas


__ADS_3

Tanpa terasa, waktu kembali mengalir.


Hampir satu bulan berlalu. Sekarang sudah menginjak bulan ke dua di musim gugur. Dalam waktu ini, semua anggota Sword of Sufferings mendapatkan latihan habis-habisan dari Ark. Khususnya bagi mereka yang akan pergi menjelalah.


Semua anggota yang dipilih, 225 orang berhasil menembus tingkat 2. Selain itu, semua jenderal Sword of Sufferings dipukuli habis-habisan oleh Ark selama hampir sebulan. Selain Jay yang sudah berada di level 4 sejak pelatihan dimulai, sekitar separuh petinggi Sword of Sufferings telah menembus level 4.


Kurona dan Shirona adalah yang pertama menyusul. Setelah itu, Saito juga naik. Meski tetap tinggal di markas sebagai guru, Darin tidak mengecewakan Ark dan berhasil menembus level 4. Terakhir adalah Lisa yang akhirnya menembus level 4 hari ini.


Meski sudah menyimpan banyak bahan berbulan-bulan untuk membuat banyak ramuan, tetap saja jumlahnya kurang. Oleh karena itu, Ark memilih siapa saja yang harus naik dengan melakukan berbagai ujian pertarungan yang dilakukan setiap hari.


Kekuatan murni, cara berpikir, kecepatan beradaptasi, dan banyak hal lagi menentukan pilihan Ark.


Bukannya Ark bertindak bias, tetapi kecuali Darin dan Lisa, sisa petinggi Sword of Sufferings menjadi agak tumpul setelah berada di markas berbulan-bulan. Jay dan Darin sama sekali tidak mengendur, target mereka adalah mengejar Ark, jadi tidak pernah beristirahat sehari pun. Sedangkan Lisa, meski ceroboh dan suka main-main, bahkan juga tidak terlalu pintar ... kreativitasnya dalam membuat improvisasi ketika bertarung membuat Ark akhirnya memilihnya.


Draco, Leon, dan Stacy jelas merasa sedih karena tidak dipilih. Hanya saja, mereka akhirnya menerima fakta. Ark menjelaskan kelemahan mereka dan apa yang perlu diperbaiki sebelum diperbolehkan naik ke tingkat yang lebih tinggi.


Sementara Draco dan Leon belum terlalu baik dalam mengendalikan sisi buas mereka, Stacy sendiri memiliki sisi gelap. Banyak orang yang bingung dengan ucapan Ark, tetapi wanita itu sendiri sudah mengerti dan bersumpah untuk memperbaikinya.


Hanya saja, ada suatu masalah. Meski sudah ada lima orang yang berhasil menembus level 4, mereka belum menerima miracle root. Selain sulit menemukan makhluk level 4, mereka lebih kerepotan menemukan yang paling cocok. Lagipula, tidak semua binatang yang cocok akan muncul jika mereka menginginkannya.


Bahkan, sampai sekarang Ark yang memiliki banyak kenangan di masa lalu bingung memilih miracle root macam apa yang harus dia serap di level 5. Jadi sampai sekarang dia sama sekali belum menyerap miracle root.


Kriuk! Kriuk! Kriuk!


Di pinggir hutan, Ark duduk di atas batu besar sambil makan. Dia menatap ke arah orang-orang yang sibuk bertarung dan berburu dengan tenang. Saat itu, suara Lisa yang kesal terdengar di telinganya.


“Tidak bisakah kamu memakan hal semacam itu sembunyi-sembunyi, Ketua Bau? Melihatnya saja membuat mataku sakit!”

__ADS_1


“Ya?”


Ark memiringkan kepala. Dia kemudian melemparkan sebuah topas seukuran ibu jari ke dalam mulutnya lalu mulai menggigitnya.


Setelah sembuh total, demi menambahkan kekerasan pada armornya, Ark mulai mengembangkan hobi lain. Ya ... memakan perhiasan. Apa yang dia makan bukan emas atau perak, tetapi apa yang biasa dijadikan hiasan pada berbagai perhiasan.


Pada awalnya Ark mencoba semua batu mulia baik itu berlian, rubi, safir, zamrud, topas, dan semacamnya. Namun setelah mencobanya, pemuda itu akhirnya menjadi pilih-pilih. Favoritnya tentu saja berlian, selain paling keras, dia merasa itu juga nikmat. Selain berlian, Ark paling suka topas karena tingkat kekerasannya.


Selain keduanya, Ark hanya mau makan dua jenis batu lain. Pertama adalah batu kuarsa yang terkenal atas kekerasannya, dan terakhir adalah flint atau batu api. Meski tidak terlalu keras dibandingkan tiga batu lain dan rasanya tidak enak, Ark tetap memakannya karena alasan tertentu.


Bagi para perempuan yang menyukai perhiasan, tindakan Ark jelas cukup gila. Memakan perhiasan mahal sebagai camilan di waktu senggang jelas terlalu berlebihan.


BLARR!!


Saat itu, suara ledakan terdengar di kejauhan. Melihat ke sumber suara dimana kepulan debu membumbung tinggi ke langit, Ark tampak cukup tertarik.


Setelah mengatakan itu, Ark langsung menyimpan kantung berisi cukup banyak topas kembali. Dia berdiri, lalu pergi menuju ke tempat ledakan itu terjadi. Lisa masih kesal, tetapi juga ikut menyusul Ark.


Sampai di lokasi, mereka berdua berdiri di atas cabang pohon sambil melihat pemandangan dimana banyak orang mengelilingi seekor rusa raksasa. Rusa itu sendiri memiliki tinggi lebih dari tiga meter tidak termasuk tanduknya. Tanduk makhluk tersebut tampak sangat besar dan tidak cocok dengan kepalanya yang agak kecil.


“Oh? Level 2 mencoba menekan level 3? Cukup menarik.”


Meski bukan binatang buas paling ganas yang Ark temui, rusa bermutasi tersebut masih cukup kuat dibandingkan beberapa binatang buas level 3 normal. Di sekitarnya, tampak dua puluh lima orang yang mengelilinginya. Alih-alih ketakutan atau gugup, ekspresi ganas tampak di wajah para pejuang itu.


Membawa pedang di tangan mereka, 25 orang itu jelas menganggap rusa bermutasi sebagai mangsa mereka.


Merasakan niat membunuh dari 25 orang itu, sudut bibir Ark sedikit terangkat. Sementara itu, ekspresi Lisa jelas tidak tampak baik. Gadis itu tampaknya tidak begitu menyukai perubahan pada orang-orang yang menerima latihan khusus. Saat itu, suara Ark terdengar di telinganya.

__ADS_1


“Jika ingin bertahan di alam liar yang kejam, mereka juga perlu menjadi ganas dan tidak hanya bersikap pasif, Lisa.”


“Tapi ... apakah yang seperti ini bisa dianggap benar, Kak?”


Melihat ke arah dua puluh lima orang yang terus bertarung dengan rusa dimana terus mengelilingi dan menyerang bergiliran, Lisa mengerutkan kening. Meski tindakan mereka tampak rapi, tetapi hal tersebut tidak bisa menghilangkan jejak keganasan dari tubuh mereka.


Di mata Lisa, daripada 25 ksatria yang melawan monster, dia malah melihat 25 serigala yang mengepung dan mencoba menghabisi seekor rusa tua.


BRUK!


Setelah beberapa waktu, rusa bermutasi yang sempat menggila pada akhirnya masih tumbang. Dua puluh lima orang yang selesai mengeksekusinya langsung duduk di tempat mereka. Mereka jelas kelelahan karena melawan musuh yang jauh lebih kuat daripada mereka sendiri. Namun, hasilnya masih membuat mereka puas.


Ya ... mereka berhasil memenangkan pertarungan dan membunuh rusa bermutasi level 3!


“Kerja bagus.”


Ark berkata santai sambil bertepuk tangan. Mendengar ucapannya, semua orang yang sebelumnya fokus bertarung langsung bangkit. Mereka semua langsung menghadap dan memberi hormat kepada Ark.


“Tidak apa-apa. Beristirahat saja. Kalian telah melakukan sesuatu yang luar biasa.”


“Ya, Tuan!” jawab mereka serempak.


Pada awalnya, Ark hanya meminta 225 orang berkeliling kota untuk menghabisi para zombie. Namun karena intensitas latihan terlalu rendah, dia langsung merubah target. Di awal, mereka berburu binatang buas dan zombie di wilayah Sword of Sufferings sampai bersih.


Setelah itu, mereka mulai melakukan perburuan di hutan sekeliling kota. Tidak terlalu jauh, hanya bagian hutan yang dekat kota. Meski demikian ...


Mereka masih bisa memburu banyak binatang bermutasi dan akhirnya mengalami perubahan besar setelah menerima banyak penempaan!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2