
“Sudah aku duga, kalian tidak akan mati begitu mudah.”
Berdiri di atas puing-puing, Ark melirik ke arah dua kecoa bermutasi yang kembali bangun. Luka dan retakan di tubuh mereka kembali pulih perlahan. Melihat pemandangan seperti itu, pemuda itu kemudian berkata dengan ekspresi datar.
“Kalau begitu, biarkan aku melihat seberapa baik regenerasi super kalian.”
Sambil berjalan ke depan, Ark kembali berkata.
“Kalian berdua, keluar dari tempat ini. Aku tidak ingin kalian terkubur di bawah reruntuhan.”
Setelah mengatakan itu, Ark terus berjalan menuju ke arah salah satu kecoa bermutasi.
Pada saat itu, Kurona dan Shirona yang sedang bertarung dengan para kecoa langsung memilih berbalik dan memilih mundur. Mereka juga tahu kalau Ark tampaknya ingin melakukan sesuatu yang berbahaya. Keduanya jelas mengenal pemuda itu dengan sangat baik, jadi memilih untuk tidak mengganggunya.
Dua kecoa bermutasi langsung bergegas ke arah Ark dengan ganas. Mereka langsung mengincar leher pemuda itu, berniat untuk memenggal kepalanya. Saat pukulan mereka hendak mengenai Ark, keduanya tiba-tiba terdiam.
Tepat Kurona dan Shirona meninggalkan pabrik, ekspresi main-main di wajah Ark langsung berubah menjadi ekspresi kosong. Mata pemuda itu berkilat dingin dan seluruh tubuhnya mulai diselimuti energi merah darah yang terus bergejolak.
Kedua kecoa bingung, mereka ingin menyerang, tetapi gerakan mereka terhenti karena cahaya merah yang menyelimuti mereka. Pada saat itu juga, suara Ark kembali terdengar.
“Cukup. Ini benar-benar tidak lucu.
Aku berpikir kalau jenis baru yang muncul seperti kalian bisa membuatku merasa cukup senang. Namun kalian bahkan tidak membuatku merasakan sedikit pun ancaman. Kalian ... terlalu lemah.
Pada awalnya, aku mengejar kekuatan agar bisa melakukan semuanya dengan baik. Namun setelah mencapai titik ini sendiri, aku benar-benar merasa semua perasaan mulai memudar. Aku pertempuran baru bisa membuatku merasa lebih hidup. Namun, sepertinya aku tidak bisa menghindari hilangnya perasaan ini.
Sekarang, aku sangat yakin dengan tujuan awalku. Aku ingin menjadi sangat kuat sehingga bisa menyaingi para bencana yang merugikan umat manusia itu. Ya ... bahkan jika aku harus kehilangan sisi manusia.
Berlutut!”
Bersama dengan ucapan akhir Ark, kedua kecoa itu merasa kalau tubuh mereka dipaksa untuk jatuh berlutut. Mereka berusaha menolak, tetapi tidak bisa melakukannya dan akhirnya berlutut di depan pemuda itu.
Saat itu, Ark mengulurkan jarinya tepat di depan wajah kecoa bermutasi.
“Meski berbagai bagian lain bisa langsung tumbuh setelah dipotong, aku rasa ... kepala tidak bisa beregenerasi dengan cara seperti itu, kan?”
__ADS_1
Bersama dengan gaya tarik dari energi telekinesis dar Ark, udara di sekitar bergerak menuju ke depan jari telunjuknya. Udara terus bergerak dan berputar membuat bola spiral yang ditekan energi merah. Udara terus disedot lalu dikompres menjadi bola merah kecil di depan Ark.
Meski tampak kecil dan indah, para kecoa merasakan bahaya dan berusaha melarikan diri. Saat itu, suara Ark kembali terdengar.
“Terima kasih telah mendengar ceritaku. Karena itu, aku akan mengirim kalian pergi tanpa rasa sakit.”
BANG! BLARRR!!!
Kepala kecoa bermutasi langsung meledak tanpa bekas. Setelah itu, berbagai hal di belakang makhluk itu termasuk banyak kecoa lain, tiang, mesin, bahkan lantai langsung dihancurkan. Benar-benar tidak kalah dibandingkan terkena serangan meriam.
Di luar, semua orang merasa tanah bergetar sejenak. Orang-orang menatap ke arah pabrik dengan ekspresi bingung, sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Dalam beberapa saat kemudian, semua orang merasakan tanah kembali bergetar. Banyak salju yang menurupi atap bangunan berjatuhan. Asap tebal muncul dari dalam pabrik. Meski berasa bingung dan agak cemas, orang-orang tidak berani mendekat karena telah disuruh oleh Ark untuk menjaga jarak.
Hanya saja, mereka menjadi agak takut mendengar suara ledakan dan geteran tanah yang terjadi beberapa kali.
Beberapa menit kemudian, semua akhirnya kembali tenang.
Dalam pabrik, tampak pemandangan kacau dan rusak. Selain berbagai bekas ledakan, tampak luka tebasan di seluruh tempat dengan panjang beberapa meter, bahkan belasan meter. Bangkai kecoa berserakan di mana-mana.
“Setelah memusnahkan beberapa ancaman paling besar di kota, tampaknya aku harus memimpin pasukan pergi ke tempat itu. Lagipula, makhluk itu harus segera dibunuh sebelum semakin menjadi-jadi. Alasanku membuang semuanya jelas untuk berhadapan dengan makhluk seperti mereka.
Selain itu, keluarga Jay juga ada di sana. Jika beruntung, mungkin aku bisa menyelematkan mereka.”
Memikirkan itu, Ark bangkit. Dia mengibaskan pedang sebelum menyarungkannya kembali. Pemuda itu kemudian menggunakan telekinesis untuk membawa dua tubuh kecoa bermutasi. Berjalan keluar dari dalam pabrik, Ark tersenyum ke arah orang-orang yang berada di luar pabrik.
Memegang rokok di tangan kirinya, dia melambai dengan ekspresi malas dan datar seperti biasanya.
“Semuanya sudah selesai. Biarkan Kurona dan Shirona datang untuk menyerap miracle root. Sedangkan untuk tubuh para kecoa bermutasi, tidak perlu membawanya. Mereka benar-benar tidak berharga.”
Melihat Ark keluar dengan ekspresi santai bersama dua tubuh tanpa kepala yang melayang di belakangnya, semua orang langsung memberi hormat sambil berkata serempak.
“Dimengerti, Ketua!”
***
__ADS_1
Sementara itu, jauh dari kota Ark dan Sword of Sufferings, tampak kelompok kecil yang berjalan melewati hutan.
Dalam satu kelompok kecil itu, tampak lima wanita dewasa, satu gadis, dan seekor anakan harimau putih bermutasi yang mengikuti mereka. Mereka kemudian berhenti di bawah sebuah pohon rindang.
“Berhenti di sini dan dirikan tenda.”
“Dimengerti, Master!” jawab keempat wanita lain serempak.
“Tolong masak sesuatu yang hangat untuk Eira, Irene.”
“Baik.”
Irene berkata dengan lembut. Dia langsung mengikuti perintahnya secara langsung. Sementara itu, wanita tadi langsung menggendong seorang gadis kecil untuk beristirahat di bawah pohon.
“Maafkan Mama, Eira. Mama pikir kita bisa sampai di kota berikutnya sebelum musim dingin datang.”
Wanita itu, Silvia yang merupakan kenalan dan rekan Ark dulu membungkus tubuh gadis kecil berambut hitam dan mata hitam dengan selimut bulu yang tebal, mencoba menghangatkannya. Gadis kecil yang teramat cantik itu tersenyum ceria sambil menggelengkan kepalanya.
“Tidak apa-apa, Mama! Eira senang bisa terus bersama Mama.”
Gadis kecil itu kemudian terjun ke dalam pelukan Silvia, menggosokkan wajahnya ke pipi wanita tersebut dengan senyum di wajahnya.
Saat itu, gadis kecil bernama Eira menunjuk ke arah tertentu.
“Mama? Apa itu? Pohon besar?”
Mendengar itu, orang-orang menoleh ke arah Eira menunjuk.
Saat itu, mereka semua menatap ke arah tertentu dengan ekspresi terkejut. Di sana, tampak sebuah kota, tetapi tampak agak samar. Apa yang membuatnya mencolok adalah pohon raksasa yang lebih tinggi daripada gedung-gedung. Tubuh pohon itu sendiri sangat besar, dan kanopi pohon hampir menutupi sebagian kota.
Selain itu, kota itu tampaknya diselimuti oleh kabut yang begitu tebal.
Tampak begitu misterius, dan tidak cocok dengan pemandangan kota-kota lain yang masih normal.
>> Bersambung.
__ADS_1