
Beberapa jam setelah pertarungan.
Sementara Lisa sedang menyerap Miracle Root, Ark mengerutkan keningnya. Pemuda itu tidak bisa tidak mengerutkan kening ketika melihat ke arah tubuh besar badak bermutasi lalu area sekitar yang dihancurkan. Pada akhirnya, dia menghela napas panjang.
"Buruk ... Masih terlalu buruk ..."
Ark menggelengkan kepalanya. Dia kemudian menatap sosok Jay, Kurona, dan Shirona. Meski mereka termasuk dalam kategori "kuat", tetapi ketiganya masih jauh dari apa yang Ark harapkan.
Mengalihkan pandangannya kembali ke tubuh badak bermutasi, Ark langsung mengingat kalau makhluk ini adalah salah satu dari beberapa binatang yang dagingnya bisa dikonsumsi. Mengingat rasanya, pemuda itu menelan ludah.
Pemuda itu kemudian berjalan menuju ke tubuh badak bermutasi. Mengikuti bekas luka di celah kulit tebal sebelumnya, Ark mulai memotongnya. Rasanya lebih mudah dibandingkan ketika melakukannya saat masih hidup.
Pada saat masih hidup, celahnya cukup sulit dibidik. Belum lagi, ototnya yang kencang membuat serangan normal sulit untuk memotongnya. Namun saat ini, pemuda itu benar-benar bisa "membongkar" tubuh badak bermutasi dengan mudah.
Di depan mata terkejut tiga orang lainnya, Ark memotong sedikit daging lembut bagian dalam. Dia kemudian memasukkan daging yang masih berlumuran darah ke mulutnya. Setelah mengunyah sebentar, dia menelan daging tersebut.
"Aman," ucap Ark.
Jay tertegun. Sebelum dia sempat bertanya, ingatan bagaimana pemuda itu mengonsumsi jantung Raja Serigala Hitam muncul dalam ingatannya. Belum lagi, ketika menyerap Miracle Root ke-3, dia hampir bisa memakan jenis racun apa saja.
"Maksudmu ... itu bisa dimakan?" tanya Jay ragu.
"Meski bagian luarnya terlalu keras dan tidak bisa dikonsumsi, tetapi bagian dalamnya cukup lembut. Ya ... sedikit keras dibandingkan dengan daging sapi dan agak bau lumpur, tetapi masih aman.
Panggil orang-orang untuk membantu membawanya.
Semua bagian dari tubuh badak bermutasi ini sangat berharga. Kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Kurona, Shirona, kalian bantu aku membongkarnya."
"BAIK!" jawab keduanya bersamaan.
Jay sempat linglung, tetapi segera pergi ke tempat Stacy berada. Segera memanggil orang-orang untuk membantu.
'Untung saja panah itu tidak menembus kulitnya.'
Sambil memotong tubuh badak bermutasi, Ark menghela napas lega. Dia sedikit ceroboh dan lalai. Jika kejadian seperti saat melawan banteng bermutasi terjadi, pemuda itu pasti akan menangis karena menyesal.
"Potong menurut celah tanpa merusak kulitnya. Kulit makhluk ini seharusnya bisa diproses. Jika diperbaiki secara benar, kita bisa membuat armor kulit yang ringan dan memiliki ketahanan tinggi.
Daging dipisahkan, kulit juga diletakkan di tempat lain. Bukan hanya cula, tetapi bawa juga tulangnya. Organ dalam ... biarkan para husky datang untuk memakannya."
__ADS_1
Mengikuti pengaturan Ark, Kurona dan Shirona bekerja dengan baik. Ketika orang-orang datang, cukup banyak daging telah dibongkar.
"Apakah daging itu benar-benar bisa dimakan? Jika bisa, bukankah stok daging kita akan bertambah banyak."
"Ya. Tampaknya kulitnya cukup tebal, tetapi makhluk itu jelas lebih besar daripada gajah Afrika."
"Kalian berdua, jangan meragukan ketua. Dia sendiri yang telah mencobanya. Jelas daging itu bisa dimakan. Masalahnya ...
Apakah kita memiliki kesempatan untuk memakannya?
Kita hanya anak pelatihan. Benar-benar tidak cocok untuk makan sesuatu yang "mahal" seperti itu, kan? Lagipula, makhluk mengerikan semacam itu seharusnya mustahil diburu orang normal."
"Seperti yang diharapkan dari ketua!"
"Aku tidak peduli apakah diperbolehkan makan atau tidak. Aku tetap bangga bisa bergabung dengan Sword of Sufferings.
Maksudku, meski tidak bisa makan daging "mahal" seperti itu, kita tidak kekurangan makanan. Makan bubur ditambah daging dan bisa minum air dengan porsi banyak dua kali sehari jelas merupakan kemewahan.
Di kelompok lain, orang-orang hanya bisa makan 1/4 jatah makan kita. Bukan hanya bubur lebih cair, tetapi makan hanya sekali sehari untuk menyambung nyawa."
"..."
Banyak bawahan yang menatap ke arah Ark dengan ekspresi takjub dan memuja. Bagi mereka, sosok "Hades" adalah idola di masa kacau ini. Sosok lelaki yang memiliki kekuatan untuk bertahan di dunia kejam dengan kedua tangan dan kakinya sendiri.
Sosok Lisa yang baru saja menyelesaikan penyerapan Miracle Root linglung ketika melihat tanah kosong dengan bekas darah.
"Eh? Bagaimana bisa tubuh sebesar itu menghilang sangat cepat? Bahkan tidak tersisa?"
Setelah mengatakan itu, Lisa memandang para husky dengan curiga.
Merasakan tatapan Lisa yang menatap mereka seolah-olah sedang melihat tukang makan, para husky tampak tidak puas.
Sementara itu, Ark yang melihat Lisa baru saja keluar bertanya, "Bagaimana?"
"Luar biasa sampai-sampai aku ingin langsung mencobanya!" ucap Lisa dengan seringai di wajahnya.
Ark melihat sekitar lalu mengangguk.
"Kalau begitu mari mencobanya."
__ADS_1
"Eh???" Lisa tampak terkejut.
Ark melepaskan jubahnya. Dia juga meletakkan dua pedang, dua belati, dan senjata lainnya. Pemuda itu hanya memakai topeng lalu melangkah maju sambil berkata.
"Finn, awasi sekitar. Kurona dan Shirona, tolong bawa barang-barang milikku."
Mendekati Lisa, Ark kemudian melanjutkan.
"Letakkan senjata dan lepaskan jubah. Kita bertarung secara langsung."
"Eh??? Kenapa?" tanya Lisa ragu.
"Kalian memang kuat, tetapi masih kurang memuaskan.
Aku menyuruh kalian menyimpan skill yang didapat dari Miracle Root sebagai kartu truf. Itu berarti, skill itu harus kuat dan berguna. Namun ...
Kalian benar-benar sangat buruk dalam penguasaan skill tersebut. Itu terlalu memalukan, jadi aku memutuskan untuk membuat latihan tambahan. Biarkan kalian berlatih tentang skill kalian lalu mengembangkannya."
"..."
Semua orang terdiam. Lisa menatap ke arah Jay, Kurona, dan Shirona dengan ekspresi tidak puas. Jelas tiga orang itu yang bermain dengan cara buruk, tetapi malah dirinya yang harus dipukuli oleh Ark.
Benar-benar menyebalkan!
"Skillmu adalah yang paling sederhana. Penambahan kekuatan, penambahan pertahanan, dan sedikit regenerasi. Dibandingkan dengan skill rumit orang-orang lainnya, mengajarimu seharusnya lebih mudah.
Jadi ... aku benar-benar tidak akan bersikap lunak jika kamu tidak bisa mengembangkan skill dengan baik."
Glup!
Merasakan tatapan Ark, Lisa menelan ludah. Dia merasa kalau keputusannya dalam memilih Miracle Root salah. Sama sekali tidak menyangka kalau pilihannya terlalu sederhana sehingga menjadi target utama jika ketuanya tidak puas dengan perkembangan mereka.
"T-Tapi sekarang aku memiliki skill aktif yang kuat!" ucap Lisa untuk menghindari "kursus khusus" yang diberikan oleh Ark.
"Bersiap-siap lalu datang ke sini."
Ark tampak tidak peduli. Dia langsung pergi menuju ke area luas bekas pertempuran sebelumnya. Pemuda itu mengawasi Lisa dalam diam. Tampaknya menunggu gadis tersebut untuk turun dan bertarung dengannya.
Melepaskan jubah dan senjatanya, Lisa tersenyum masam. Dia berjalan menuju ke tempat Ark berada dengan ogah-ogahan. Tidak lupa, gadis itu melirik tiga orang lain dengan penuh kebencian.
__ADS_1
'Ini semua salah kalian!'
>> Bersambung.