
"Ini benar-benar keterlaluan."
Jay berbaring di jalanan seperti ikan keluar dari air. Tubuhnya dipenuhi dengan keringat, benar-benar kehabisan tenaga. Dia memandang empat kontainer sedang yang ditumpuk menutup jalan.
Dua kontainer disusun secara horizontal. Lalu dua kontainer lain ditumpuk di atasnya. Menutup jalan dengan sangat baik. Membuat bukan hanya manusia atau zombie biasa, tetapi beberapa binatang mutan juga kesulitan untuk lewat.
Meski anggota Sword of Sufferings bisa dianggap sebagai manusia super, tetapi apa yang mereka lakukan benar-benar berlebihan.
Bahkan dengan bantuan Debby, itu masih keterlaluan!
Tentu saja, perlu banyak usaha bagi beberapa orang tersebut untuk memindahkan empat kontainer. Khususnya untuk menumpuknya. Kemampuan telekinesis Ark juga tidak bisa digunakan untuk memindahkan benda sebesar dan seberat itu. Jadi mereka benar-benar menggunakan cara manual.
Gulingkan, dorong, lalu tata dua kontainer. Pindahkan dua kontainer lain mendekat. Lalu dengan tali yang dibuat secara khusus dari Devil's Vines yang direndam lalu dikeringkan, ikat lalu tarik ke atas kontainer. Tentu saja, ada juga yang harus membantu mendorong dari bawah.
Untung saja, ukuran kontainer termasuk sedang. Selain itu, isinya kosong dan bahan yang digunakan tidak begitu berat. Ya ... setidaknya masih bisa mereka gerakkan bersama-sama.
Bukan hanya Jay, anggota lain juga berbaring di atas jalan dengan tubuh penuh keringat. Mereka benar-benar terlihat sangat kelelahan. Jenis kelelahan dimana sampai tidak bisa mengucap sepatah kata karena napasnya terasa berat.
"Kerja bagus."
Ark berkata dengan ekspresi tulus. Bahkan pemuda yang memiliki fisik paling baik di antara anggota Sword of Sufferings tersebut juga tampak lelah. Namun masih bisa duduk dan tidak terlihat seperti ikan asin yang dijemur.
"Sekarang apa?" tanya Jay dengan ekspresi tanpa daya.
"Setelah kembali, libur satu hari. Baru kemudian kita lakukan pembersihan. Usahakan untuk menghapus para zombie di seluruh area perumahan secepat mungkin.
Tidak lupa, kita harus mengumpulkan benda-benda berharga yang ada. Khususnya berbagai jenis tanaman bermutasi."
Mendengar penjelasan Ark, sudut bibir Jay berkedut. Dia tidak bisa tidak memprotes.
"Setidaknya beri kami istirahat tiga hari!"
Ark menatap ke arah Jay yang mulai melakukan protes sebelum membalas.
"Maaf Jay, tapi waktu tidak menunggu siapapun."
__ADS_1
Jawaban tegas tersebut benar-benar membuat Jay hanya bisa menerimanya dengan putus asa.
***
Dua hari kemudian.
"Ajari aku teknik pedang, Ketua!"
Lisa berdiri di depan Ark dengan ekspresi tegas.
"Bukankah aku sudah melatih kalian setiap hari?"
"Bukan jenis yang seperti itu! Maksudku, teknik keren yang kamu praktikkan sebelumnya!
Wus wus wus! Pedang pendek menari dengan cara seperti itu!"
Lisa berbicara sambil mencoba menirukan gerakan dengan cara berlebihan.
Melihat sosok gadis itu, Ark tampak linglung. Memang benar, untuk alasan tertentu, sekali lagi dia berlatih berbagai jenis senjata meliputi pedang biasa, pedang pendek, belati, tombak, bahkan pisau lempar.
"Itu tidak elegan! Rasanya bertarung seperti seorang paman sengit dan kasar, benar-benar tidak cocok untuk gadis cantik seperti aku!"
"..."
Ark terdiam. Dia benar-benar tidak tahu harus berkomentar bagaimana. Pemuda itu merasa ada satu lagi sosok narsis yang muncul dalam kelompok Sword of Sufferings.
'Tampaknya Jay tidak akan kesepian.'
Pikir Ark sembari melirik ke arah sahabatnya.
"Berhenti memikirkan sesuatu yang kasar dan tidak sopan, Bung!"
Merasakan tatapan Ark, Jay jelas tahu kalau sahabatnya tersebut sedang memikirkan hal buruk tentang dirinya.
Ark kembali menatap ke arah Lisa. Pada saat itu, sosoknya tumpang tindih dengan sosok yang cukup dia kenal. Menarik napas dalam-dalam, dia bertanya dengan nada datar.
__ADS_1
"Apakah kamu benar-benar ingin mempelajari Tarian Kupu-kupu dan Lebah?"
Pertanyaan Ark langsung membuat wajah seluruh anggota Sword of Sufferings berubah. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau pria dingin itu akan menanyakan hal tersebut.
Bagi mereka, apa yang diajarkan Ark sudah termasuk metode kuat. Sebuah dasar pondasi yang kokoh untuk bertarung.
Jelas, jika ada nama teknik, itu adalah sebuah ilmu atau gerakan yang sudah dikembangkan. Bukan hanya trik dasar seperti sebelumnya.
"Aku ingin belajar!"
Mendengar itu, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian berkata.
"Selesaikan pembersihan wilayah terlebih dahulu. Setelah itu, aku akan melihat kinerja kalian.
Ya. Bukan hanya Lisa, tetapi kalian semua.
Jika cukup memuaskan dan dasar-dasarnya solid, aku tidak keberatan untuk mengajari kalian beberapa trik yang sesuai dengan cara bertarung kalian."
Ark sudah memutuskan. Karena dirinya ingin membangun wilayahnya sendiri, kekuatan orang-orang di bawahnya juga sangat penting. Namun, dia juga memiliki persyaratan berat.
Sebelum pondasi dibangun kokoh, tidak ada teknik lebih lanjut yang akan diajarkan!
Sebagai orang yang mengalami dua kehidupan, tentu saja Ark memiliki banyak teknik senjata di tangannya. Bahkan tanpa menggunakan teknik-teknik kuat dari kehidupan sebelumnya, dia masih memiliki beberapa teknik yang dia dapatkan dari organisasi pembunuh bayaran tempat dirinya dilatih sebelumnya.
Seperti teknik Tarian Kupu-kupu dan Lebah yang Lisa inginkan. Teknik tersebut sebenarnya juga diajarkan oleh organisasi. Hanya saja, telah ditingkatkan lagi oleh mantan rekannya.
Melihat sosok Lisa yang terkadang tampak tumpang tindih, Ark menghela napas panjang.
Ya ... itu adalah teknik yang sebenarnya ditingkatkan oleh Anya.
Mengingat sosok rekannya tersebut, Ark tanpa sadar memegang liontin safir yang menggantung di lehernya. Setelah beberapa saat, dia akhirnya tenang.
Pemuda itu kemudian berkata.
"Kalau begitu, kita berangkat. Bersihkan seluruh area lalu mulai ke rencana berikutnya!"
__ADS_1
>> Bersambung.