
Melihat orang-orang yang panik, Julian langsung memberi mereka semua perintah.
“Tetap tenang! Semuanya akan baik-baik saja jika kita bersatu! Jangan saling dorong dan mencoba melarikan diri!”
“Seluruh anggota Silver Cross, angkat senjata kalian dan bertarung bersamaku!”
Mengatakan itu, Julian langsung menyambut serangan para semut yang datang untuk menyerang. Para pendukungnya juga tidak mengecewakan. Orang-orang yang memiliki paham sama dengan Julian tanpa ragu maju dan bergegas untuk bertarung. Di kelompok Black Panther, hal yang sama juga terjadi.
Hanya saja, semua tidak berjalan begitu lancar seperti yang Julian harapkan.
Entah karena kekuatan mereka kurang, kalah jumlah, tidak terartur dan kacau, atau memang semuanya … banyak semut yang menembus dinding pertahanan yang dibuat oleh barisan ksatria di depan.
“Bertahan! Bersatu dengan orang di sekitar kalian dan bunuh semut yang menerobos segera!”
Meski perintah Julian sudah tegas dan lantang, barisan masih kacau karena banyak dari mereka yang panik. Bukan hanya tidak bekerja sama, orang-orang dari kelompok yang berbeda bahkan mencoba menjatuhkan satu sama lain.
Sementara itu, pemandangan berbeda terlihat pada barisan kelompok Sword of Sufferings.
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
Anak panah terus melesat. Di bagian depan, puluhan semut bermutasi menabrak dengan ganas dan liar. Dari belakangnya, puluhan semu lain terus bergegas maju untuk menjejalkan. Ekspresi orang-orang yang bertahan di barisan depan langsung berubah. Saat itu juga, beberapa sosok hitam menginjak punggung atau bahu mereka lalu melompat ke gerombolan semut bermutasi.
“OORRAAAA!!!”
Lisa mengayunkan pedang besar yang sama sekali tidak cocok dengan bentuk tubuhnya. Pedang langsung menghantam tubuh semut bermutasi. Beberapa semut terpental mundur dengan luka cukup parah di tubuh mereka.
“Apakah kamu bodoh?”
Suara tenang terdengar. Saat itu, Lisa langsung berteriak marah karena tidak sempat mengurus hal lain.
“SIAPA YANG KAMU PANGGIL BODOH, KETUA BAU?!”
“Tentu saja itu kamu, Lisa si Iblis Kecil! Lihat rekan-rekanmu dengan matamu sebelum pergi bunuh diri!”
__ADS_1
Ucapan dingin Ark membuat Lisa tertegun sejenak. Dia tidak bisa tidak mengalihkan pandangannya. Beberapa meter darinya, tampak Darin yang bergegas maju dengan tenang. Tombak di tangannya tampak ganas.
Setiap kali semut bergegas maju dan mencoba menggigit, dia langsung memukul kepalanya dengan tubuh tombak. Pemuda itu kemudian bergeser sedikit lalu menusuk ruas yang menghubungkan antara tubuh dan kepala semut. Menghancurkannya dengan tombak di tangannya, membunuh semut dengan mudah.
Selain Darin, ada juga Kurona dan Shirona yang bahkan lebih keterlaluan. Kedua gadis itu langsung melompat dari punggung satu semut ke semut yang lain. Gerakan tangan mereka tidak berhenti. Langsung membidik bagian yang sama untuk menghabisi musuh. Setiap semut lain hendak menggigit, mereka menendang kepalanya lalu melompat ke punggung semut lain untuk menghindari serangan.
Bahkan, Yonas yang tampak begitu biasa bertarung cukup baik. Satu pedang di tangan kanan dan satu perisai di tangan kiri. Pria itu memukul kepala semut dengan perisai. Ketika kepala terangkat, dia langsung menebas dari bawah. Memukul titik fatal untuk membunuh.
Sebagai gadis yang dianggap lebih kuat dari Darin apalagi Yonas, Lisa benar-benar tercengang. Otaknya sempat hang sejenak, tetapi langsung tersadar oleh suara dingin Ark.
“Jika kamu merusak senjata, aku tidak akan sudi memperbaikinya! Lain kali kamu harus belajar untuk bertarung dengan tinjumu!”
“KALAU ITU AKU YANG TIDAK SUDI!”
Lisa langsung berteriak marah. Ekspresinya tampak muram. Gadis pendek itu langsung berlari ke depan dengan marah. Tebas ruas leher, tebas ruas bagian belakang, tendang lehernya sampai patah. Lisa benar-benar melampiaskan amarahnya kepada para semut di sekitarnya.
Bukan hanya para anggota inti, para pemanah dan ksatria juga cukup berperan. Meski anak panah tidak melukai secara kritis, tetapi masih meracuni para semut dan membuat gerakan mereka melambat. Sedangkan ksatria sendiri bertugas untuk menghambat dan membunuh sisa yang lolos. Meski sulit melakukan satu lawan satu, tetapi kerja tim kecil yang terdiri dari lima orang bisa membunuh satu atau dua semut dengan cepat.
“PARA KSATRIA! GANTI BARISAN!”
Mendengar teriakan Ark, ksatria yang menahan di barisan paling depan langsung mundur. Orang yang ada di belakangnya langsung maju untuk menggantikannya. Sementara itu, yang berada di belakangnya lagi membantu dalam membunuh. Bertugas untuk melakukan output serangan.
“Lisa, Kurona, Shirona, Darin, dan Yonas! Pastikan untuk memprioritaskan membunuh semut yang lebih besar dengan jarak paling dekat dengan kalian!”
“DIMENGERTI!” jawab mereka serempak.
Kurona dan Shirona bergerak lebih dulu. Mereka berdua langsung bergegas menuju ke arah semut bermutasi yang lebih besar. Kurona dengan cepat membidik bagian leher seperti sebelumnya. Namun alih-alih langsung pecah dan hancur seperti sebelumnya, hanya terlihat luka yang tidak terlalu lebar.
‘Ketahanan ini …’
Kurona sedikit terkejut, tetapi langsung berkata, “Shirona!”
Setelah perkataan Kurona terucap, Shirona muncul dari sisi lain dan menebas di tempat saudarinya sebelumnya menebas. Luka menjadi lebih besar dan cukup parah, tetapi belum mati.
__ADS_1
Ekspresi keduanya menjadi lebih dingin. Mereka langsung menggunakan kerjasama satu menarik perhatian dan satu memukul dengan cara bergiliran. Setelah beberapa saat, satu semut akhirnya ditumbangkan.
Di pihak Darin juga sama. Pemuda tersebut bekerjasama dengan Yonas dan berhasil menghabisi satu semut lebih besar.
Melihat mereka, Ark sedikit mengangguk. Meski musuhnya adalah binatang tingkat dua, tetapi fisik dan kemampuan binatang bermutasi jelas berbeda dengan manusia. Jadi mereka juga tidak bisa disalahkan. Bisa menghabisi semut bermutasi yang memiliki kekuatan serangan dan pertahanan tinggi sudah sangat bagus.
Sementara itu, teriakan marah Lisa terdengar di telinga orang-orang.
“BERHENTI MENGELAK DAN PATUH! MATI UNTUKKU, SEMUT KECIL!”
Tidak bisa segera menghabisi semut bermutasi itu, Lisa merasa sangat tertekan. Pada saat dia marah dan ingin mengeluarkan skillnya, bayangan hitam melesat dan menusuk tepat pada luka yang dia buat sebelumnya. Saat itu juga, suara yang tidak asing dan bercampur sedikit ejekan terdengar.
“Tampaknya kamu juga masih memerlukan bantuan orang lain, Lisa?”
“STACY!” seru Lisa.
Stacy jelas berada di belakang untuk memimpin para pemanah. Namun saat ini dia benar-benar maju ke depan untuk membantu. Bukannya merasa senang, gadis pendek itu malah merasa jengkel.
“KAMU HANYA MENGAMBIL LAST HIT! AKU BISA MELAKUKANNYA SENDIRI!”
Sebelum keduanya kembali berdebat, suara Ark terdengar.
“Tarik kembali! Ambil formasi bertahan! Kita mundur ke kota perlahan tapi pasti!”
Mendengar suara tegas Ark, mereka semua tidak berani membantah. Orang-orang itu langsung mundur ke barisan lalu membuat formasi bertahan.
Sementara itu, Ark sendiri menatap kejauhan dengan mata biru yang memancarkan kilau dingin. Alasan kenapa dia menyuruh mereka semua mundur bukan hanya karena telah memperhatikan Silver Cross, Black Panther, dan kelompok lain yang kewalahan. Namun ada alasan lain yaitu …
Ada lebih dari seribu semut yang datang menyusul jauh dari pasukan semut pertama!
Situasi jelas tidak menguntungkan mereka!
>> Bersambung.
__ADS_1