
"Apakah kamu sudah siap?"
Menatap ke arah Lisa yang tampak lesu, Ark tidak bisa tidak bertanya.
"Bisakah kita menundanya lain kali?" ucap Lisa tanpa daya.
"Apakah sekarang kamu begitu pengecut, Lisa?" Ark memiringkan kepalanya.
"..."
Lisa terdiam. Gadis itu jelas bukan pengecut. Namun setiap kali latihan, dia benar-benar berakhir dikalahkan. Mungkin Lisa cukup sembrono, tetapi dia tidak bodoh.
Melawan orang yang sudah bermain-main dan mengembangkan skillnya ... dia jelas kalah!
"Kalau begitu aku akan membatasi diri. Aku tidak akan menggunakan skill khusus dari Miracle Root, tetapi hanya menggunakan fisik dan teknik saja."
Mendengar ucapan Ark, mata Lisa berbinar. Dia langsung berteriak senang dalam hati.
'Kesempatan membalas dendam ada di sini!'
Menatap ke arah Ark, Lisa kembali memastikan.
"Kamu yakin, Kak?"
"Aku yakin." Ark mengangguk.
"Kalau begitu bersiap di tempatmu!" ucap Lisa senang sambil memasang kuda-kuda.
Melihat betapa bahagianya Lisa, Ark menggelengkan kepalanya. Dia juga memasang kuda-kuda. Pemuda itu tanpa sadar mengangkat sudut bibirnya.
"Aku mulai!" teriak Lisa ketika bergegas menuju ke arah Ark.
Swoosh!
Pukulan kuat yang membelah udara langsung dilancarkan. Gadis itu langsung memukul dengan keras tanpa menahan diri.
Melihat pukulan yang ditunjukkan kepadanya, Ark tahu kalau pukulan itu setidaknya lebih kuat daripada pukulan normalnya. Namun dia tidak panik karena ...
Sekuat apapun pukulan, tidak akan berguna jika tidak mengenai sasaran.
Sambil memasang kuda-kuda, mata Ark terus mengikuti pergerakan tangan dan kaki Lisa.
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
'Kanan, kanan, kiri ...'
Ark terus menghindari setiap serangan dengan mudah. Hal tersebut jelas membuat Lisa kesal.
Saat itu juga, otot-otot tubuh Lisa langsung mengencang. Dia langsung menghentak tanah dengan kuat.
BAM!
Dengan hentakan kaki kirinya, jalan beraspal langsung retak. Bahkan gerakan Ark sedikit kacau karena tanah yabg dia pijak sedikit berguncang.
"Sekarang!"
Melihat Ark sedikit ceroboh, Lisa langsung memukul dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Swoosh!
Saat hendak mengenai Ark, gadis itu tiba-tiba mencoba menahan serangannya.
Crack!
Ark langsung menangkis pukulan Lisa dengan tangan di depan dada. Suara retak terdengar dari lengannya ketika dia terpental mundur. Namun pemuda itu memutar tubuhnya, langsung menendang pinggang kiri Lisa dengan kuat sebelum dirinya terpental.
BRUAK!
Sosok Ark terpental beberapa meter sebelum mendarat dengan baik, sementara Lisa berguling-guling di jalan beberapa kali sebelum bangkit kembali.
"Apa yang kamu lakukan, Lisa? Apakah kamu berusaha mengasihani musuh?
Jika hal semacam itu terjadi dalam pertarungan nyata, mungkin kamu sudah mati di tangan musuh karena kecerobohanmu."
"Tapi ini latihan. Juga, tanganmu—"
Ucapan Lisa terhenti ketika melihat tangan kiri Ark yang sebelumnya sedikit bengkok dan berdarah tiba-tiba pulih dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata.
Menunjuk ke arah Ark, Lisa langsung berteriak.
"KAMU BILANG TIDAK MENGGUNAKAN SKILL! KAMU CURANG!"
"Hah? Ini?" Ark memiringkan kepalanya. "Bukankah tubuh manusia secara otomatis memperbaiki kerusakan? Aku sama sekali tidak melakukan apa-apa. Ini terjadi begitu saja."
"Regenerasi ... Skill pasif ..." gumam Lisa dengan sudut bibir berkedut.
Jika Lisa tahu kalau Ark begitu aneh, dia pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memukul sekuat tenaga. Karena tidak tega, gadis itu menyia-nyiakan kesempatan. Benar-benar membuatnya merasa sangat frustrasi!
"Bukankah kamu bilang memiliki skill yang kuat? Kenapa tidak menggunakannya?" tanya Ark.
"Belum menguasainya?" tanya Ark.
"Bukannya tidak bisa menggunakannya. Hanya saja, skill ini tidak bisa digunakan untuk menyerang." Lisa menghela napas.
Ark berjalan mendekati gadis itu sambil berkata, "Tunjukkan kepadaku."
"Jangan tertawa!" ucap Lisa.
Ark mengangguk ringan.
Melihat ke arah Ark, Lisa akhirnya memutuskan untuk menggunakan skillnya.
Saat itu, kulit gadis itu berubah warna dari putih pucat menjadi abu-abu gelap. Bukan hanya itu, kulitnya juga tampak lebih kasar. Sama sekali tidak terlihat seperti kulit manusia.
"Menarik," gumam Ark. "Seharusnya pertahanannya sangat kuat, kan?"
"Seharusnya sangat kuat," gumam Lisa.
"Tubuhmu tidak bisa digerakkan?"
"Bisa. Namun ... sangat lambat seperti siput." Lisa tersenyum pahit. Sesaat kemudian, tubuhnya kembali normal.
"Pasang gerakan bertahan terbaik dan gunakan skill tadi. Aku ingin mencoba kekuatannya."
"B-Baik!" ucap Lisa gugup.
__ADS_1
Lisa langsung memasang kuda-kuda. Setelah itu, kedua tangannya disilangkan di depan dada. Terakhir, dia mulai mengaktifkan skill sebelumnya.
Melihat itu, tangan kanan Ark mengepal erat. Dia langsung memasang posisi siap meninju. Sesaat kemudian, pemuda itu langsung memukul dengan sekuat tenaga.
Swoosh! CRACK!!!
Di depan tatapan terkejut semua orang, aspal di bawah Lisa langsung retak seperti jaring laba-laba. Dua kali gadis kecil itu sedikit tertanam.
Pada saat itu juga, darah langsung menyembur keluar dari tangan kanan Ark. Bukan hanya tulang jari, tetapi tulang lengannya juga langsung patah karena dampak tabrakan kuat.
Sementara itu ... Lisa benar-benar masih berdiri di tempatnya! Bertahan tanpa bergerak!
"Benar-benar pertahanan kuat yang menjengkelkan," ucap Ark dengan senyum di balik topengnya.
Meski Ark tidak menggunakan kemampuan dari Miracle Root, tetapi dia masih memukul dengan kekuatan fisik terbaik. Bahkan pukulan ini lebih kuat daripada pukulan acak yang dia gunakan untuk menghancurkan meja marmer. Jadi sudah jelas kalau pertahanan Lisa memang sangat tinggi.
Rasanya seperti meninju tembok raksasa!
Ark menarik kembali tangannya. Luka-luka mulai sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, bukan berarti dia tidak merasakan rasa sakit. Pemuda itu masih merasakannya. Hanya saja, toleransinya atas rasa sakit lebih baik daripada kebanyakan orang.
Ark masih bisa menahan rasa sakit tanpa mengubah ekspresinya.
"Cukup, Lisa."
"Baik!"
Lisa menghela napas lega. Dia tidak menyangka kalau skillnya sekuat itu. Gadis itu berpikir akan diterbangkan tetapi tidak terluka, tetapi hasilnya malah membuatnya terkejut karena dia malah melukai tangan Ark.
"Skill itu memang sangat kuat, tetapi memiliki banyak batasan.
Menurut dugaanku, ada dua kelemahan pasti. Pertama, kamu tidak bisa bergerak ketika menggunakan skill tersebut. Kecepatanmu menjadi sangat lambat. Kedua, skill itu tidak bisa dipertahankan terlalu lama.
Dengan kata lain ... sekali kamu membatalkan skill karena kelelahan, semuanya akan berakhir."
Mendengar ucapan Ark, Lisa mengangguk seperti ayam mematuk nasi. Apa yang pemuda itu jelaskan memang kelemahannya.
"Apakah ada cara mengatasinya?" tanya Lisa.
"Tentu saja ada. Saat ini, aku hanya memikirkan dua cara.
Pertama, kamu hanya menggunakan skill tersebut di saat yang pas dan waktu singkat sehingga tidak menggunakan terlalu banyak tenaga.
Kedua, kamu bisa membuat beberapa titik tubuh tidak terlindungi. Meski membuat pertahanan tidak lagi mencakup seluruh tubuh, sebagai gantinya kamu bisa bergerak meski tidak secepat dalam keadaan normal."
"Itu ..." Lisa menghela napas panjang.
"Hal tersebut memang membutuhkan latihan. Namun kamu tidak perlu menyesalinya.
Kamu harus ingat, Lisa. Sebaik-baiknya senjata tergantung pada siapa yang menggunakannya.
Seorang anak kecil mungkin kesulitan membunuh orang dengan senjata api karena tubuhnya belum berkembang. Dia juga tidak terbiasa dengan recoil dan hal-hal semacamnya.
Jadi jangan berpuas diri dengan bakat apapun yang kamu punya. Semuanya akan berakhir sia-sia jika kamu tidak mengasahnya."
Setelah mengatakan itu, Ark menoleh ke arah tiga orang lainnya lalu bertanya.
"Siapa selanjutnya?"
__ADS_1
>> Bersambung.