Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Berkumpul dan Bersiap Untuk Perang


__ADS_3

Dua hari kembali berlalu dengan cepat.


Di markas Sword of Suffering, banyak orang tampak sangat sibuk untuk mempersiapkan perbekalan untuk pertarungan jangka panjang. Bukan hanya bagi mereka yang berangkat, tetapi juga mereka yang bertahan di markas.


Pada bulan sebelumnya, Sword of Sufferings telah menambahkan cukup banyak anggota baru. Saat ini, total anggota dari kelompok tersebut kurang-lebih 350 orang. Dalam misi kali ini, Ark berencana untuk membawa 150 orang yang terdiri dari 125 prajurit dan 25 pekerja. Jumlah yang cukup banyak karena sampai sekarang biasanya kelompok itu bergerak dengan jumlah terbatas. Paling banyak seratus orang.


Di lokasi yang dijadikan lab, tampak Old Franky yang mengenakan jas lab. Namun penampilannya sangat tidak cocok karena saat ini tubuhnya kekar dan penuh otot. Kesan dari ilmuwan cerdas sekaligus sastrawan telah lenyap dari sosok lelaki tua itu.


“Kamu benar-benar ingin membunuh kami bertiga, Bocah!”


Melihat ke arah Ark, Old Franky benar-benar merasa kesal. Dia dan dua orang lain harus membuat lebih dari seribu dosis potion per orang dalam waktu yang ditentukan. Potion tersebut jelas digunakan sebagai bekal para prajurit. Meski dosisnya telah diencerkan hampir lima kali, tetapi biaya untuk membuat banyak ramuan tersebut tidaklah murah.


Bisa dibilang, Sword of Sufferings akan mengeluarkan banyak darah karena misi ini. Tentu saja, itu juga bukan tanpa keuntungan. Alasannya sederhana, yaitu 50% total bahan yang didapatkan dari perang ini akan masuk ke dalam gudang penyimpanan mereka. Sedangkan Silver Cross dan Black Panther masing-masing mendapatkan 20%. Jumlah itu sudah banyak karena mereka tidak mengeluarkan banyak biaya kecuali tenaga kerja.


Sementara sisanya akan dibagi oleh kelompok lain dan masyarakat, entah untuk dibuat menjadi peralatan atau dijual kembali.


“Ayolah, Old Franky. Aku juga bekerja dan tidak hanya memerintah. Aku mempersiapkan lebih banyak potion daripada kalian bertiga.”


Ark berkata dengan ekspresi santai di wajahnya. Pemuda itu sendiri juga membuat banyak potion yang tidak diencergan untuk digunakan anggota Sword of Sufferings. Bukan hanya karena Ark pelit, tetapi alasan kenapa dia menyuruh Old Franky mengencerkan dosis adalah kurangnya jumlah bahan. Ya. Meski sudah membuat pertanian skala besar, bahan masih tidak bisa digunakan untuk memasok sisa surviror di kota. Jadi, bahkan jika Ark tidak pelit, dia tidak bisa membuat potion dalam dosis normal.


“Jangan bandingkan kami dengan monster sepertimu, Bocah.”


Meski masih berkata kasar, tampaknya ekspresi Old Franky menjadi lebih lembut. Pria itu tampaknya cukup puas dengan sikap Ark yang semakin baik kepada orang-orang. Walau tidak tahu niat dari pemuda tersebut, sebagai ilmuwan normal, dia sendiri juga ingin menyelamatkan lebih banyak nyawa.


“Jangan sebut aku monster, Pak Tua. Jika aku monster, semua orang dalam Sword of Suferrings ini juga monster.”


“Hahaha! Kalau begitu kamu raja monster,” ucap Old Franky dengan senyum di wajahnya.


“Kita hanya mengandalkan segala macam cara untuk bertahan, okay? Dalam diri kita, kita masih tetap manusia. Lagipula, jika dunia semakin kacau dan mutasi kian menjadi, apa yang bisa dilakukan manusia biasa? Mereka hanya akan bergegas pergi ke kematian mereka sendiri.”

__ADS_1


“Cukup! Aku tidak ingin membahas topik berat setelah kelelahan bekerja, Bocah! Omong-omong, kapan kalian akan berangkat?”


“Kamu pasti tertidur saat rapat. Apakah makhluk sepertimu masih pantas menjadi petinggi kelompok ini, Pak Tua?”


“Aku tertidur karena kebanyakan bekerja, Bocah! Jangan samakan aku dengan makhluk kotor dan menjijikkan yang tidur saat rapat negara karena kekenyangan atau keluar dengan simpanannya di malam sebelum rapat!”


Melihat ekspresi suram Old Franky, Ark tersenyum. Dia kemudian berkata dengan nada santai.


“Kami akan pergi besok pagi. Semua orang akan berkumpul di markas Silver Cross terlebih dahulu”


“Apakah kamu tidak akan langsung pergi ke luar kota?” Old Franky mengangkat alisnya.


“Tidak. Kami berencana untuk membersihkan kota terlebih dahulu selama empat sampai lima hari sebelum keluar kota dan melacak lokasi sarang. Kamu pasti mengetahuinya, jika aku pergi terlebih dahulu, orang-orang itu akan membuat masalah ketika aku tidak ada.


Ini benar-benar menyebalkan, tetapi aku tetap harus melakukannya.”


Ark menghela napas panjang. Jika disuruh memilih, dia jelas lebih suka untuk membersihkan orang-orang itu terlebih dahulu secara langsung. Namun Julian dan Joseph pasti menentang idenya. Jadi pemuda itu hanya bisa mengambil siasat agar bisa mengirim orang-orang itu pergi ke alam berikutnya dalam misi ini.


“Apakah benda itu sudah siap?”


Mendengar ucapan Ark, Old Franky sedikit terkejut. Namun dia langsung menggelengkan kepalanya.


“Belum. Perlu banyak waktu untuk melakukannya. Mungkin baru selesai pertengahan bulan ke tiga atau bahkan awal musim panas.”


Seolah sudah menduga hal tersebut, Ark mengangguk ringan. Sama sekali tidak keberatan dengan proses lama yang perlu dilakukan.


***


Keesokan harinya, di halaman depan markas Silver Cross.

__ADS_1


“Lihat, itu Sword of Sufferings.”


“Hey, bukankah itu Mad-Girl? Aku dengar dia memukuli belasan orang di depan markas Silver Cross.”


“Apakah itu sudah dianggap gila? Kamu mungkin belum mendengar soal Mad-Man. Dia menantang seratus orang secara langsung. Meski pada akhirnya hanya terkumpul empat puluh orang, tetapi pria itu benar-benar menghancurkan mereka secara langsung. Benar-benar kuat, tetapi juga gila!”


“…”


Mendengar bisikan orang-orang, sudut bibir Ark berkedut. Tentu saja dia mendapatkan informasi setelah Vadim dan Stacy kembali. Hanya saja, pemuda itu tidak bisa merubah apa yang telah terjadi. Jika mereka dianggap gila, biarkan saja dianggap gila. Lagipula, berani, bodoh, dan gila hanya terpisah oleh garis tipis. Ark pura-pura tidak mendengarkan bisikan orang-orang, hanya melirik ke arah Jay dan Lisa yang mengalihkan pandangan mereka sambil berpura-pura tidak tahu.


“Kamu akhirnya datang, Hades.”


Mendengar itu, Ark tampak sedikit terkejut. Setelah menoleh, dia melihat Joseph yang duduk di kursi roda tua dan didorong Siegfried datang menghampirinya.


“Tampaknya kamu memilih untuk turun tangan, Mr Joseph.”


“Tentu saja. Lagipula, ini bukan lagi masalah pribadi. Kita harus menyatukan kekuatan untuk melindungi kota.”


“Lebih tepatnya, menyingkirkan beberapa semut yang muncul di kota.” Ark mengoreksi dengan nada datar.


Joseph langsung memasang ekspresi pahit setelah mendengar ucapan Ark. Apa yang diucapkan oleh pemuda itu memang benar karena secara tidak langsung mereka memang telah gagal melindungi kota dari invasi. Jadi apa yang mereka lakukan saat ini adalah pembersihan.


Bisa dibilang, apa yang dilakukan orang-orang ini adalah membersihkan lalu mencoba melakukan serangan balik.


Joseph tiba-tiba mengingat sesuatu. Dia melirik ke arah Ark lalu bertanya, “Apakah kamu benar-benar telah mempersiapkan semua ramuan itu?”


“Bukan hanya telah menyiapkan …”


Ark berkata dengan nada malas.

__ADS_1


“Kami telah membawa dan siap untuk membagikannya.”


>> Bersambung.


__ADS_2