
SLASH!
Pedang yang dilapisi cahaya merah darah berayun memotong leher ular setebal ember.
“Seharusnya ini yang terakhir.”
Berdiri di atas cabang pohon raksasa, Ark melirik ke bawah dengan ekspresi dingin. Seluruh armor hitam yang menyelimuti tubuhnya dipenuhi dengan noda darah.
Di bawah pohon raksasa, tampak potongan tubuh binatang bermutasi yang menumpuk seperti gunung. Darah menggenang menjadi danau merah. Namun, pelaku yang menyebabkan segalanya hanya menatap dengan tenang tanpa perubahan ekspresi di wajahnya.
Setelah bertarung sangat lama, pemuda itu benar-benar hampir mencapai batasnya.
Merasakan telapak tangannya mati rasa dan napasnya tidak lancar seperti biasanya, Ark mengatupkan gigi. Untuk naik sampai ke tempat ini, terlalu banyak energi yang terbuang. Bahkan setelah mengonsumsi banyak ramuan, tekanan yang membebani tubuhnya masih terlalu besar.
“Aku tidak boleh menunda-nunda.”
Setelah mengatakan itu, Ark mendongak ke atas. Membulatkan tekad untuk naik ke atas.
Naik melewati cabang raksasa ke cabang yang lebih kecil, Ark mendaki lebih tinggi. Saking tingginya, dia menyadari kalau dirinya telah melewati lapisan awan.
Mendaki cukup lama, Ark akhirnya sampai di atas kanopi pohon raksasa. Berbeda dengan pohon-pohon lain dimana daun menyebar, daun di atas pohon ini saling menjalin dengan kuat. Bukan hanya kuat, bahkan datar dan sangat kokoh.
Benar-benar tampak seperti altar raksasa yang ada di atas awan.
Mendarat di atas pohon, Ark merasakan angin kuat berembus. Menarik kembali sayapnya, pemuda itu melihat sekitar dengan ekspresi serius.
Sejauh mata memandang, Ark melihat lantai hijau yang begitu luas. Di luar lantai itu, tampak pemandangan awan gelap yang menutupi segala arah, entah itu di barat, timur, utara, selatan, bahkan di atasnya.
Dengan latar awan gelap dengan kilat menari di dalamnya, tampak benda aneh di pusat ‘atap’ pohon raksasa.
Jika diperhatikan baik-baik, itu adalah kristal hijau muda yang tampak indah. Di dalamnya, tampak sosok wanita cantik yang tampak begitu familiar. Ya ... dia adalah Silvia.
CRACK!
Baru saja hendak mendekat, permukaan kristal itu tiba-tiba retak. Saat itu juga, satu kaki menginjak lantai hijau gelap. Kristal hijau langsung pecah, menyebar menjadi butiran-butiran dan pergi dibawa embusan angin.
Di tengah altar raksasa, tampak sosok wanita cantik yang mengenakan gaun putih yang terbuat dari jalinan bunga tak terhitung jumlahnya. Sosok itu membuka matanya, menunjukkan sepasang mata berwarna cyan yang menatap dunia tanpa kepedulian.
Saat itu juga, halo (cincin) berwarna cyan muncul di atas kepala wanita itu. Dari punggungnya, puluhan ribu bunga saling menjalin, membentuk empas sayap besar berwarna putih bersih.
Dari penampilannya, makhluk itu benar-benar tampak seperti bidadari yang turun ke dunia.
Membawa kesan suci bagi orang yang melihatnya.
__ADS_1
“Terlambat beberapa langkah, Manusia.”
Mendengar suara tanpa jejak emosi, mata Ark menyempit. Meski tahu dirinya agak tertunda, dia tidak menyangka kalau Silvia telah dijadikan ‘wadah’ oleh makhluk itu.
Mungkin banyak yang tidak mengerti makhluk apa itu, kenapa dia bisa muncul, memberi kekuatan, atau bahkan mengambil wadah untuk dirinya sendiri.
Pada saat apocalypse terjadi, segala hal di dunia mengalami mutasi. Bukan hanya zombie, binatang, bijih logam ... tetapi juga tumbuhan.
Di antara banyaknya mutasi, tentu ada kasus spesial yang terjadi. Berbeda dengan binatang yang memiliki otak, tumbuhan biasanya memiliki cara berkembang sendiri. Namun, di antara spesies tumbuhan yang tak terhitung jumlahnya, ada yang bisa membangkitkan ‘kesadaran’ mereka sendiri.
Yang paling terkenal adalah jenis pohon raksasa yang tubuhnya bisa menutupi kota kecil, atau biasa disebut sebagai ... Pohon Dunia.
Pohon dunia sendiri tidak hanya satu di dunia, tetapi juga tidak banyak. Pohon Dunia yang telah mencapai level tertentu bisa membangunkan ‘kesadaran’ mereka sendiri. Makhluk itu memiliki kemampuan untuk mempengaruhi cuaca di sekitarnya. Membuatnya terus berkabut dan lembab.
Ketika membangkitkan kesadaran, makhluk itu juga memiliki kekuatan yang lebih spesial. Bisa menghasilkan buah yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan manusia atau binatang. Namun, buah itu sendiri tidak bisa dicerna dan akan mengakar pada tubuh.
Hasil akhirnya, meski mendapatkan kekuatan, inangnya juga ada dalam kendali Pohon Dunia.
Pohon Dunia memiliki jantung pohon yang bisa ditanamkan ke ‘wadah’ yang dipilihnya. Ada kekurangan dan kelebihan melakukannya.
Kekurangannya adalah dia tidak lagi memiliki tubuh kokoh, kuat, dan sulit dirusak seperti sebelumnya. Kelebihannya adalah memiliki tubuh baru yang tidak terikat ke tanah. Bisa bepergiaan ke berbagai tempat lain sesuka hatinya.
Lebih mengerikannya, bukan hanya mewarisi kemampuan Pohon Dunia, makhluk itu juga mewarisi kemampuan wadahnya.
Roh Pohon Dunia.
“Kamu itu sebenarnya apa? Kamu tampak seperti makhluk yang disebut sebagai manusia, tetapi kamu memiliki kemampuan beberapa binatang bermutasi.
Seharusnya manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengambil kekuatan makhluk lain kan. Atau mungkin, ada syarat untuk melakukannya?”
Roh Pohon Dunia berkata pada Ark dengan nada datar. Sedikit memiringkan kepalanya, dia kembali berkata.
“Siapa yang peduli.”
Setelah mengatakan itu, Roh Pohon Dunia menunjuk ke arah Ark.
Telekinesis + pengendalian tanaman + kekuatan mental di puncak level 5 ...
Menggabungkan kekuatan tersebut, ribuan daun hijau melayang lalu dihempaskan ke arah Ark dengan kecepatan luar biasa. Tampak seperti pisau zamrud yang mengincar nyawa mangsanya.
Klang! Klang! Klang!
Ark langsung menebas pisau daun dengan kecepatan luar biasa. Menangkis semua pisau daun, pemuda itu menghirup napas dalam-dalam.
__ADS_1
Selain armor yang menutupi tubuhnya, sepasang sayap dan helm muncul. Benar-benar langsung merubahnya menjadi ksatria hitam legam dengan penampilan yang dingin dan jahat. Benar-benar berbanding terbalik dengan lawannya.
“Oh?”
Roh Pohon Dunia memiringkan kepalanya. Dua pasang sayap mengepak, membuatnya melayang cukup tinggi.
Saat itu juga, banyak daun hijau melayang dan berkilau seperti giok. Dalam sekali lihat, jumlahnya jelas lebih dari sepuluh ribu.
Menunjuk ke arah Ark dengan gerakan pistol jari, Roh Pohon dunia berkata dengan nada datar.
“DOR~”
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
Lebih dari sepuluh ribu pisau daun yang keras dan tajam menghujani Ark. Sebagai tanggapan, pemuda itu berusaha menangkis dan menghindarinya. Namun karena terlalu cepat dan jumlahnya sangat banyak, Ark tidak bisa menghindari semuanya.
Goresan demi goresan muncul di armor hitam pemuda itu. Beberapa luka tebasan juga muncul di bagian yang tidak terlindungi. Darah mengandung racun korosif memercik ke lantai hijau gelap, membuat beberapa dauh rusak parah.
Kelelahan, dihujani oleh serangan demi serangan, Ark yang tampak pasif benar-benar termenung.
‘Setelah kembali, aku tidak bisa menyelamatkan orang-orang yang ingin kuselamatkan.’
‘Anya mati. Aisha juga tetap mati ketika berkorban. Sekarang masih sama seperti dahulu. Sekali lagi aku melawanmu dalam keadaan seperti ini.
Jika memang aku tidak bisa menyelamatkanmu. Kalau begitu, sama seperti dulu ...’
Krincing!
Ark menarik rantai yang melingkari tubuhnya, menarik keluar puluhan botol kecil berwarna hitam seukuran jari lalu membuatnya pecah dan membasahi seluruh lapisan luar tubuhnya.
DING!
Suara dentingan logam muncul ketika armor Ark bergesekan. Gesekan menimbulkan percikan api yang langsung menyala dan melapisi seluruh tubuh pemuda itu. Memasang kuda-kuda, api yang sebelumnya berwarna biru perlahan berubah warna.
Menjadi putih, lalu menjadi gelap seperti tinta.
Jika penampilan Roh Pohon Dunia seperti makhluk suci yang diberkahi oleh dunia kacau ini, maka penampilan Ark seperti makhluk keji yang dibenci dan dikutuk oleh dunia ini. Benar-benar sangat bertentangan.
Mengendalikan api sampai titik ekstrem yang Ark bisa, suhu di sekitar pemuda itu langsung naik dengan drastis. Dedaunan yang dia injak terbakar. Memiliki ekspresi tegas di matanya, pemuda itu menatap tepat ke mata Silvia.
‘BIARKAN AKU YANG MEMBUNUHMU SEPERTI DULU.’
>> Bersambung.
__ADS_1