Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Iblis vs Iblis!


__ADS_3

Saat asap belum sempat memudar, sosok Raja Semut langsung melesat ke arah Ark. Tinju langsung berayun ke arah kepala pemuda itu.


Ark langsung memutar tubuhnya dan mengayunkan tinjunya tanpa sedikitpun rasa takut.


Dua tinju langsung bertabrakan. Debu langsung berhamburan karena gelombang angin yang dihasilkan oleh tabrakan keduanya.


Mereka berdua terpental ke belakang beberapa meter, Ark dan Raja Semut saling memandang. Mata merah dan biru saling memandang dengan kejam.


Ark terlambat sedikit terlambat. Sosok Raja Semut langsung meraih wajahnya lalu membantingnya ke lantai batu.


CRACK!


Lantai batu langsung hancur. Namun alih-alih terpana atau menjerit kesakitan, Ark langsung menendang perut Raja Semut sampai makhluk itu terhempas ke udara. Sebelum terbang menjauh, Ark langsung meraih kakinya lalu membantingnya ke lantai batu dengan keras.


BLARRR!!!


Cahaya hitam-biru dan hitam-merah melesat di antara kepulan asap tebal. Saling memukul, saling menendang, bahkan membenturkan kepala mereka.


Sarang semut terus bergetar, banyak bebatuan mulai berjatuhan. Tempat itu benar-benar bisa runtuh kapan saja.


Setelah beberapa lusin serangan, keduanya diam mengambil napas. Saat itu Ark memegangi kepalanya sambil berteriak tidak jelas.


"Sakit, sakit, sakit, sakit ..."


"Otakku rasanya berguncang!"


"Hah? Apakah ini rasanya berhadapan satu lawan satu dengan makhluk tingkat penguasa?"


"Wow! Apakah aku luar biasa?"


"HAHAHAHA!"


Pemuda itu berbicara sendiri dan tertawa seolah kehilangan kewarasannya.


Meski saat ini Ark tampak kuat, tetapi apa yang dia lakukan bukan tanpa resiko. Belum lagi, saat ini dia tidak memiliki keunggulan mutlak.


Ramuan yang Ark minum sebenarnya sangat berbahaya, bahkan seharusnya tidak bisa diminum oleh manusia normal. Ramuan tersebut bisa meningkatkan kekuatan berkali-kali lipat dalam waktu singkat, tetapi memiliki efek samping yang sangat keras.


Jika tubuhnya tidak kuat, dia langsung meledak. Jika tubuhnya kuat, dia akan retak perlahan lalu meledak. Jika tubuhnya kuat dan bisa beregenerasi, tubuhnya akan retak dan pulih terus-menerus. Mengalami siklus sakit yang luar biasa.


Bukan hanya itu. Pada saat ini, rasa sakit yang Ark terima bukan hanya dari dirinya sendiri, tetapi serangan lawan akan berasa lebih sakit dari sebelumnya. Kira-kira 3-5 kali lipat daripada biasanya.


Sedangkan efek terakhir. Setelah energi dalam ramuan itu habis, tubuh akan runtuh dan orang itu akan mati. Sedangkan kasus paling baik, dia akan lumpuh dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya seumur hidup.


Ark sendiri sudah memiliki tujuan dan kunci untuk mematahkan hasil akhir buruk itu, yaitu menyerap Miracle Root untuk menetralkan efek samping. Menggunakan potion tersebut untuk menempa tubuh saat berevolusi.


Jadi sebenarnya Ark sudah menargetkan Miracle Root milik Raja Semut agar dia bisa selamat. Hanya saja, langit tampaknya ingin bermain-main dengannya. Bukan hanya tidak bisa segera dikalahkan, Raja Semut telah berevolusi menjadi lebih kuat, bahkan hampir menembus level 5!


Meski Ark berada di tingkat 5 dan Raja Semut di tingkat 4, fisik monster dan manusia sangat berbeda. Khususnya monster seperti Raja Semut. Dalam fisik saja, mereka masih tidak seimbang. Ark hanya bisa menggunakan regenerasi super untuk melawannya. Yaitu mematahkan tangan dan merekonstruksi lagi, lalu bertarung dan terus bertarung.

__ADS_1


Merasakan sakit yang berlipat-lipat dan berkelanjutan seperti siksaan itu, tidak mungkin ada orang yang masih berpikiran waras dan masih lurus. Normalnya, mental mereka akan runtuh karena tidak kuat menahannya. Namun Ark malah menggunakan rasa sakit itu sebagai bahan bakar kebencian. Membuatnya seperti iblis gila yang hanya berpikir untuk bertarung dan menghabisi lawannya.


Energi hitam-biru menyelimuti seluruh tubuh Ark. Pemuda itu kemudian perlahan-lahan melayang. Bebatuan di sekitarnya mulai gemetar, kemudian ikut melayang. Ark kemudian menunjuk ke arah Raja semut lalu berkata dengan seringai kejam di wajah.


"MATI!!!"


Ribuan batu berbagai ukuran dari sebesar kerikil sampai sebesar bola voli langsung ditembakkan ke arah Raja Semut. benar-benar terlihat seperti hujan peluru yang diarahkan ke satu lawan. Sarang semut langsung dipenuhi ledakan dan kepulan asap karena dampaknya.


Berdiri di tengah sarang, Raja Semut hanya menutupi wajahnya dengan tangan bersilang. Kerikil dan bebatuan tersebut sama sekali tidak melukainya. Dia bahkan berpikir kalau serangan Ark sia-sia. Namun saat serangan berhenti dan menatap ke arah pemuda itu berada, Raja Semut terkejut saat melihat Ark sudah tidak ada di sana.


Saat mendongak ke atas, Raja semut terkejut melihat Ark melayang sambil memegang pedang dengan kedua tangan. Pedang itu sendiri diselimuti oleh energi hitam legam yang membumbung ke atas sampai menabrak langit-langit.


Tes! Tes! Tes!


Cairan hitam menitik seperti hujan, tetapi tidak menyuburkan tanah, melainkan melelehkan apa yang bersentuhan dengannya.


Pada saat Raja Semut hendak menghindar, Ark muncul di atasnya sambil membanting pedang dengan sekuat tenaga.


BLARRR!!!


Seluruh sarang semut kembali bergetar, banyak bebatuan mulai berjatuhan. Asap menyebar di mana-mana.


Raja Semut berbaring di tengah lantai batu yang pecah seperti jaring laba-laba sambil melihat luka di dadanya dengan ekspresi tidak percaya. Saat itu juga, dia melihat Ark yang berdiri di tidak jauh darinya sambil membanting pedangnya berkali-kali dengan kejam.


"MATI! MATI! MATI! MATI! MATI!!!"


Kerapas pada tubuh Raja semut dipenuhi dengan retakan. Lukanya menjadi lebih dalam dan tampak mengerikan. Dia benar-benar tidak sempat bergerak dan racun mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.


Pada saat Raja semut hendak menyerah, tiba-tiba alasan kenapa dia hidup muncul dalam benaknya.


Untuk menjadi Raja!


Untuk menjadi pemangsa di puncak rantai makanan!


Untuk menjadi makhluk yang memimpin para semut melawan dunia!


Mata merah Raja Semut menyala. Aura hitam-merah menyelimuti tubuhnya. Saat melihat melihat pedang hitam hendak menembus dadanya, dia langsung meraihnya dengan satu tangan.


Langsung menghentikan serangan Ark yang ganas!


Tangan kanannya langsung meninju dada Ark sekuat tenaga.


BLARRR!!!


Ark langsung terhempas, menabrak langit-langit sampai tembus keluar dari sarang semut bermutasi dan akhirnya jatuh berguling-guling di gurun pasir.


Dengan aura merah menyelimuti tubuhnya, Raja Semut melayang perlahan tanpa mengepakkan sayapnya. Jika anggota Sword of Sufferings melihat ini, mereka semua pasti telah menggigil ketakutan karena ...


Monster itu memiliki skill yang sama dengan ketua mereka! Telekinesis!

__ADS_1


Sosok Raja semut kemudian melayang keluar dari sarang untuk menemukan Ark.


Di atas gurun yang dipenuhi angin dan pasir berterbangan, dua sosok berdiri saling berhadapan. Keduanya jelas telah berada di ujung tanduk. Tidak lagi memiliki kemampuan untuk bertahan terlalu lama.


"Apakah kamu adalah Raja?"


Berbeda dengan sebelumnya, Raja Semut berkata dengan nada serius. Dia menganggap Ark setara dengan dirinya, sosok Raja yang ditakdirkan untuk berdiri di atas makhluk-makhluk lainnya.


Ark yang tampak gila tiba-tiba tertegun. Mata ganas dan penuh kekejaman berangsur-angsur menjadi tenang, dan jernih.


Sebelumnya, Ark merasa tenggelam dalam tempat gelap. Namun pertanyaan yang tampak sederhana itu membangunkannya. Membuat pemuda itu bertanya-tanya siapa dirinya yang sebenarnya.


Raja? Pahlawan? Penyelamat? Tidak satupun dari mereka!


Mengingat siapa dirinya sebelumnya, kesadaran Ark kembali. Dia menatap ke arah Raja Semut dengan ekspresi serius dan berkata dengan nada bangga.


"Aku tidak terlahir sebagai pangeran.


Aku juga tidak terlahir dengan harta yang berkecukupan.


Aku bukan siapa-siapa, tetapi aku yakin bahwa garis awal juga tidak selamanya menentukan segalanya.


Jika kamu bertanya siapa aku ..."


Ark mengingat sosok kecil yang tidak berdaya di gang kumuh. Sosok yang tidak berdaya, tetapi berusaha terus menyambung hidupnya.


Melihat ke arah Raja Semut yang terkejut, Ark mengayunkan menunjuk ke arah makhluk itu dengan pedangnya dan berkata dengan lantang.


"Aku hanyalah anak kecil yang terus berjalan ke depan di bawah langit berkabung dengan langkah kecilnya!"


"Begitu ..."


Raja Semut mengangguk. Tekanan mengerikan langsung terpancar dari tubuhnya.


"Kalau begitu akulah yang menghentikan jalanmu, Ark!"


"Coba saja!"


Sepasang mata merah dan biru saling menatap. Energi kuat yang terpancar dari tubuh mereka langsung bertabrakan. Saat itu juga ...


CRASH!


Deru angin dan pasir berterbangan langsung menghilang.


Hanya menyisakan dua sosok yang saling berhadapan dalam keheningan. Detik berikutnya ...


Keduanya tiba-tiba menghilang dari tempat mereka berada.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2