Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Perubahan Tak Terduga


__ADS_3

“Bunuh! Bunuh mereka semua! Hahahaha!”


Kemunculan para kanibal yang mengenakan pakaian compang-camping dan memiliki tubuh seperti monster membuat orang-orang dari Golden Maple Group yang hendak mundur panik.


Tawa liar terdengar ketika makhluk-makhluk itu bergegas menyerang mereka.


Sebelum mereka menghabiskan energi, bahkan jika tidak bisa bertarung, mereka masih bisa berlari. Namun, apa yang sekarang terjadi membuat mereka merasa putus asa. Orang-orang itu terlalu lemah untuk bertarung melawan para kanibal.


Bukan hanya itu, satu per satu orang mulai dibunuh oleh para kanibal.


“Jangan remehkan aku, dasar kanibal busuk! Aku- ugh!”


Baru saja bertukar beberapa pukulan, seorang pejuang dari Golden Maple Group langsung dijatuhkan.


Walau penampilan para kanibal menyisakan sedikit bentuk manusia, tetapi kekuatan mereka tidak bisa lagi dibandingkan dengan para manusia. Setidaknya, mereka bisa bersaing dengan zombie, bahkan beberapa binatang bermutasi.


“Setelah ini, kita akan mengadakan pesta besar-besaran! Biarkan orang-orang lemah dan sombong itu ketakutan!”


“Hahaha! Pesta! PESTA BESAR!”


“...”


Para kanibal kembali menyerang dengan liar. Saat itu juga, tiba-tiba tampak bayangan hitam yang melesat dengan kecepatan luar biasa.


CRASH!


Salah satu kanibal dibanting ke tanah dan kepalanya dihancurkan. Melihat pemandangan tersebut, para kanibal lain terkejut dan melihat ke arah pelakunya.


Di sana, tampak sosok Jay yang berdiri dengan ekspresi suram di wajahnya.


“Siapa yang kalian anggap remeh, Sampah?!”


Mendengar ucapan Jay, para kanibal langsung meraung marah. Mereka langsung bergegas ke arah Jay, mengeroyok dan mencoba mencabik-cabiknya.


Slash! Slash! Slash!


Pedang di tangan Jay berayun dengan kecepatan luar biasa. Hanya dalam sekejap mata, beberapa kepala kanibal dipenggal.


Pria itu kemudian melirik ke arah kanibal lalu bertanya.


“Siapa lagi?”


Mendengar pertanyaan dingin dan niat membunuh yang terpancar dari pria itu, sebagian besar kanibal memilih untuk mundur. Namun, ada dua orang yang masih berdiri tenang di tempatnya.


Salah satunya adalah pria bungkuk dengan wajah separuh zombie dan punggung seperti landak. Sedangkan yang terakhir adalah sosok pria yang tampak normal, tetapi seluruh kulitnya berwarna biru pucat dan tampak dua tanduk di atas kepalanya.


“Tampaknya orang ini berbahaya Kak! Dengan kekuatanku, tidak mungkin mengalahkannya.”


“Kalau begitu biarkan diuji terlebih dahulu.”

__ADS_1


Pria yang disebut ‘Kakak’ itu berkata dengan ekspresi datar di wajahnya. Meski merasakan ancaman dari tubuh Jay, tetapi dia tidak yakin kalau orang itu sekuat yang dipikirkannya.


“Waktunya makan siang BROCK!”


Mendengar ucapan pria itu, suara gemuruh terdengar dari kejauhan. Sosok besar dengan tinggi hampir tiga meter menembus lapisan kabut kelabu.


Penampilannya mirip manusia yang diperbesar, tetapi sebagian tubuhnya seperti campuran batu, akar, dan kayu. Bahkan tampak beberapa cabang dengan daun kering di punggungnya.


“ROOAARR!!”


Makhluk itu langsung meraung ke arah Jay dengan penuh semangat. Air liurnya terciprat ke mana-mana. Tinju sebesar pilar rumah langsung berayun ke kepala Jay.


BRUAK!


Jay langsung melompat mundur untuk menghindari serangan tersebut. Tinju Brock langsung menghancurkan tanah dan bebatuan di sekitar, membuat asap mengepul. Bercampur kabut dan menjadi semakin tebal.


Hal tersebut langsung membuat ekspresi Jay tampak serius. Dampak pukulan itu terlalu berat. belum lagi, dampak pada area sekitar terlalu buruk.


Membuat pertarungan jangka lama sama sekali tidak cocok dilakukan.


Melihat ke arah Brock dan para kanibal lain, Jay tampak lebih serius. Mencengkeram erat pedangnya, pria itu bergumam dengan suara yang hanya bisa dia kenal.


“Tampaknya jika aku tidak serius, sulit untuk melewati mereka secara utuh.”


Melirik ke arah para prajurit Golden Maple Group, jejak penuh tekad muncul di mata Jay.


***


Sementara itu, di tempat Cassandra dan Irene berada.


Karena Imperial Phoenix memilih mundur dan telah berada cukup jauh dari perbatasan, mereka tidak menerima serangan dari kanibal. Jika ada, hanya beberapa orang yang masih tertinggal di belakang.


Cassandra melirik ke arah Irene yang membantunya berjalan dengan ekspresi rumit di wajahnya.


“Kenapa kamu membantu kami?”


Mendengar pertanyaan yang begitu tiba-tiba, Irene menoleh ke arah Cassandra sambil tersenyum.


“Bukan membantu kalian semua, tetapi hanya membantumu.”


“Itu sama saja.” Cassandra berkata dengan ekspresi lelah. “Jadi, jika aku mengikutimu, apakah aku juga bisa sekuat dirimu?”


Wanita itu mengingat jelas pertarungan antara Jay dan Irene. Meski tidak keluar sepenuhnya, kemampuan mereka jelas lebih dari apa yang dia pahami selama ini. Bukan hanya kemampuan yang bisa dimiliki oleh manusia biasa.


Entah kenapa, Cassandra cukup menginginkannya.


“Oh?”


Irene tidak mengharapkan Cassandra yang biasanya fokus pada keadilan tiba-tiba menjadi terobsesi dengan kekuatan. Setelah beberapa saat berpikir, dia menjawab secara tidak pasti.

__ADS_1


“Bisa saja kamu menjadi sekuat diriku. Namun, bisa juga kamu tidak menjadi sekuat diriku. Mungkin itu tergantung pada keberuntunganmu?”


“Tolong jangan bercanda denganku!” Cassandra berkata tegas.


“Siapa yang bercanda denganmu? Apa yang aku katakan itu fakta.”


Irene mengangkat bahu. Bukannya dia tidak tahu, tetapi tidak ingin menjelaskan masalah penting yang bersangkutan dengan sang ketua dan rahasia kelompok mereka.


Selain itu, bisa kuat atau tidak tergantung pada batasan yang akan diberikan pada Cassandra oleh Silvia.


Jadi, itu memang tergantung pada keberuntungan.


Melirik ke arah Cassandra yang tampak muram, Irene mengangkat sudut bibirnya. Wanita itu kemudian berkata dengan nada setengah bercanda.


“Tampaknya kamu sudah mulai tertarik untuk mengikuti kami, Cassandra? Jadi tolong pikirkan itu baik-baik karena kesempatan tidak bisa datang hanya karena kam menginginkannya.”


***


Sementara itu, beberapa kilometer dari perbatasan tempat Jay bertarung dengan para kanibal.


“Ini benar-benar kacau. Apakah kita datang terlambat Ark?”


Aisha melirik ke arah Ark yang memimpin kelompok. Tidak langsung menjawabnya, pemuda itu malah mengamati sekitar dengan ekspresi serius di wajahnya. Pada akhirnya, dia melanjutkan perjalanan tanpa mengucapkan sepatah kata.


Semakin mendekat, ekspresi Ark tampak lebih serius dibandingkan dengan sebelumnya.


Pertarungan antara dua kelompok besar. Pengkhianatan rekan Chris, pengkhianatan para petinggi Imperial Phoenix. Dikepung dan bertarung dengan sengit.


Itu semua sesuai dengan dugaan Ark. Hanya saja, ada beberapa variabel yang telah mempengaruhi akhirnya. Meski pertempuran antara Imperial Phoenix dan Golden Maple Group memang berakhir, tetapi ada kekacauan yang membuat semuanya menjadi berantakan.


“Bersiap untuk bertarung.”


Mendengar ucapan Ark, semua orang tampak bingung. Namun, mereka semua masih mengangguk dengan ekspresi serius di wajah mereka. Jelas mengikuti apa yang Ark katakan.


Benar saja, baru beberapa saat berjalan, suara pertempuran terdengar di kejauhan.


Melihat Ark mempercepat, semua orang di belakangnya juga mempercepat gerakan mereka. Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di tujuan.


Di sana, mereka langsung disambut dengan pemandangan luar biasa.


Tampak sebuah tempat yang kacau balau dengan banyak mayat. Bukan hanya mayat manusia dari Golden Maple Group atau Imperial Phoenix, tetapi juga mayat kanibal.


Di tengah-tengah tempat itu, tampak sosok Jay yang duduk di atas tubuh raksasa dengan tubuh penuh dengan luka.


Melihat ke arah Ark dan rekan-rekan lainnya yang baru saja tiba, Jay memaksakan diri untuk tersenyum sambil berkata.


“Kalian ketinggalan pesta pembukaan, Kawan-kawan.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2