Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Orang Yang Dicari


__ADS_3

Empat hari berlalu begitu saja.


Satu hari Ark gunakan untuk melakukan perjalanan pulang. Sampai di markas dan beristirahat satu malam, dia menggunakan satu hari untuk mengawetkan bahan-bahan yang didapatkan. Melakukan proses awal sebelum dibuat menjadi berbagai peralatan.


Setelah menghabiskan dua hari, Ark kemudian pergi bersama Darin, Yonas, dan Vadim. Mereka pergi menuju ke markas Jade Scorpion.


Tentu saja, agar tidak dilacak, mereka pergi melalui rute memutar yang agak rumit. Selain menghindari beberapa markas kelompok menengah dan kecil, mereka juga menghindari beberapa tempat terlarang. Setelah dua hari, mereka akhirnya tiba.


Ya, meski sebenarnya mereka bisa sampai dalam satu hari.


Ark melakukan perjalanan lebih lama untuk bersantai. Tidak hanya bersantai, tetapi juga untuk mengumpulkan informasi. Melihat perubahan yang telah terjadi di kota.


Menopang dagu, Ark menatap ke gedung beberapa ratus meter dari kereta.


"Apakah ada yang salah, Ketua?" tanya Darin.


"Tidak baik." Ark membalas datar.


"Tidak baik???"


Darin merasa bingung, sama sekali tidak mengerti maksud Ark.


"Jika kalian memperhatikan, selain beberapa kelompok kecil, kelompok Jade Scorpion adalah kelompok dengan jarak paling dekat dengan kebun binatang."


"Bukankah itu memiliki jarah beberapa kilometer, Ketua?"


"Kamu seharusnya menambahkan kata hanya. Ya, itu memiliki jarak hanya beberapa kilometer.


Jangan samakan kita, manusia lemah yang terlalu takut dan berhati-hati sehingga jarak sebanyak itu dibilang jauh. Bagi para binatang buas, jarak sejauh itu masih bisa dianggap sebagai "area berburu" mereka. Jadi pemilihan markas ini tidak baik."


"Jadi begitu ..."


Darin bergumam dengan ekspresi serius. Yonas dan Vadim juga mengangguk. Mereka tahu bahwa dua kata "tidak baik" di mulut Ark bukan hanya berarti buruk, tetapi sangat buruk bagi orang-orang biasa.


"Apakah kamu akan membantu mereka, Ketua?" tanya Darin.


"Tidak juga."


"Eh?"


Darin menatap ke arah Ark dengan ekspresi terkejut di balik topengnya.


"Apakah kamu tahu kalau ada kalimat yang mengatakan kalau bencana dan keberuntungan datang beriringan? Itu cocok untuk Jade Scorpion."


"Maksudmu ..."


Tidak menjawab Darin, Ark malah berkata.

__ADS_1


"Kita sudah sampai. Lebih baik menemui ketua Jade Scorpion terlebih dahulu."


Kereta berhenti tidak jauh dari gerbang. Banyak orang yang tampak terkejut dan langsung bersiap untuk bertarung.


"Hentikan! Mereka adalah tamu kita."


Saat itu, suara pria yang terdengar agung sekaligus tenang terdengar.


Beberapa saat kemudian, sosok pria paruh baya dengan rambut hitam disisir ke belakang, kumis dipotong rapi, dan memakai kacamata keluar dari gedung. Dia memakai jas hitam yang cukup usang, tetapi lebih baik daripada pakaian orang-orang.


Di belakangnya, tampak sosok pria paruh baya dengan tubuh tegap. Rambut pirang, mata biru, dan memiliki jenggot tipis. Ekspresinya cukup tegas, sekali lihat orang bisa tahu bahwa dia adalah pria yang sulit diajak bercanda.


Ada sosok wanita paruh baya. Meski kecantikannya mulai memudar, tetapi wanita itu jelas sosok populer di mata para lelaki di masanya.


Selain mereka, ada beberapa orang lain. Tampaknya mereka semua adalah anggota inti dari Jade Scorpion.


"Selamat datang di tempat kecil kami, Mr Hades dan para anggota Dark Caravan."


Ark dan tiga orang lainnya turun dari kereta. Seperti biasanya, masing-masing dari mereka memakai topeng dan jubah bertudung.


"Senang bertemu denganmu, Mr Gion. Mr Joseph pasti telah memberitahu kalian maksud dari kedatanganku."


Mendengar perkataan Ark yang begitu langsung, dahi Gion berkerut. Namun dia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi jengkel apalagi mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dia katakan.


"Mr Joseph memang telah menjelaskannya. Namun saya tidak menyangka anda benar-benar datang sejauh ini untuk bocah itu."


"Tentu saja. Siapa yang menyukai parasit, khususnya di akhir dunia seperti ini." Gion melirik ke arah orang-orang yang memandang mereka. "Maafkan ketidaksopanan saya. Mari berbicara di dalam. Sangat tidak pantas untuk berbicara di luar."


Ark mengangguk ringan. Namun bukannya pergi, dia malah berkata.


"Mr Joseph berkata kalian sedang kesulitan. Jadi kami membawa apa yang kalian butuhkan.


Tentu saja, tidak ada yang gratis. Kalian pasti telah mengumpulkan apa yang diperlukan, bukan? Panggil orang-orangmu dan segera lakukan perdagangan. Kebetulan aku sedang dalam suasana cukup baik hari ini."


Perkataan Ark membuat Gion terkejut. Ekspresinya berubah. Matanya sedikit berkilat, menunjukkan minat kuat.


"Ketua." Pria di belakang Gion memanggil.


"Aku mengerti, Diego. Aku tidak begitu bodoh dan sembrono. Meski berminat, aku tahu apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan."


Gion bergumam. Pria paruh baya tersebut menghela napas panjang. Jika bukan karena peringatan pria bernama Diego tersebut, dia pasti telah memiliki pemikiran buruk.


Sebagai perwakilan Jade Scorpion yang memimpin kelompok pergi ke taman kota, Diego jelas mengerti betapa mengerikannya Hades dan Dark Caravan. Sekelompok orang yang masih utuh, bahkan mengambil keuntungan ketika kelompok lain menderita banyak kerugian besar!


"Bawa keluar semua barang-barangnya!"


Gion langsung memberi perintah tegas. Melihat ke arah Ark, pria paruh baya tersebut kembali berkata.

__ADS_1


"Aku dengar kalian juga menerima emas dan perhiasan. Apakah itu benar?"


"Tentu saja benar. Namun kalian pasti sudah tahu, emas dan perhiasan tidak begitu berguna. Jika kalian menganggapnya berharga, lebih baik tidak menjualnya kepada kami."


"Asalkan bisa ditukar dengan makanan dan air, itu sudah cukup. Apa yang ingin aku tuntut di waktu seperti ini?"


Gion menggeleng ringan. Merasa tak berdaya karena perubahan dunia.


"Jika aku tahu Jade Scorpion begitu murah hati, seharusnya kita berdagang sejak lama.


Sayang sekali, semua tidak lagi semurah di musim semi. Tentu saja ... meski sedikit mahal, aku telah memberi kalian diskon.


Kalian bisa bertanya Mr Joseph jika tidak percaya."


"Musim panas, kah?" gumam Gion dengan ekspresi menyesal.


Setelah itu, mereka pun melakukan perdagangan.


***


Sekitar satu jam kemudian, semua barang dihitung dan mereka melakukan barter.


Hanya saja, tidak semua tanaman aneh diterima oleh Ark. Seperti biasa, hanya yang masuk kategori bermanfaat yang dia terima. Sedangkan beberapa tanaman bermutasi biasa sama sekali tidak dia terima.


Selesai melakukan transaksi, Ark meminta Darin, Yonas, dan Vadim untuk memasukkan barang-barang ke kereta lalu menjaganya. Sementara dia sendiri masuk ke dalam markas mengikuti Gion.


Dikarenakan tidak ada acara jamuan atau semacamnya (karena setiap orang kekurangan makanan), Gion langsung membawa Ark menuju ke tempat orang yang pemuda itu cari berada.


Pada saat mereka berjalan semakin dekat ke lokasi, suara wanita yang panik dan marah terdengar.


"Kenapa kamu keras kepala, Saito! Sudah aku bilang, orang-orang dari Dark Caravan tiba untuk mencari kamu!


Mereka terkena sangat kuat dan berbahaya. Kamu harus segera pergi dari sini! Aku akan menunjukkan jalan, jadi berhentilah bersikap keras kepala!"


Mendengar itu, ekspresi Gion dan Diego berubah gelap.


Gion langsung bergegas ke tempat suara itu berasal. Sementara itu, Diego menatap sosok wanita paruh baya yang pucat. Dia mendengus dingin sebelum pergi menyusul Gion.


Ark sendiri berjalan santai, tetapi dengan mudah menyusul Gion dan Diego.


Sampai di lokasi, Ark melihat sosok wanita cantik yang berusaha menarik pria kotor yang masih duduk dan tidak mau pindah dari tempatnya.


Pada awalnya Ark merasa agak aneh, tetapi sudut bibirnya terangkat ketika melihat mata familiar yang sebagian tertutup rambut berantakan seperti sarang burung.


'Akhirnya ketemu.'


Pikir Ark ketika melihat pria itu.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2