Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Rencana Merebut Persediaan


__ADS_3

'Sungguh kenangan yang buruk.'


Bertarung tiga hari tiga malam tanpa beristirahat di bawah hujan. Itu mungkin pertarungan satu lawan satu paling panjang yang dilakukan oleh Ark di kehidupan sebelumnya.


Ark menatap sosok pemuda polos yang muncul di depannya. Pada saat itu, sebuah pemikiran muncul dalam benaknya.


'Daripada membuat kerepotan di masa mendatang, haruskah aku membunuh pemuda ini lebih awal?'


Sedangkan pemikiran untuk mendapatkannya, Ark benar-benar menepisnya.


Siegfried mungkin tampak bodoh dan mudah dikendalikan. Namun pikirannya terlalu rapuh. Dia bisa rusak dan mengacaukan banyak hal dengan mudah.


Jika diibaratkan, Siegfried mirip dengan sebuah bom yang bisa meledak kapan saja.


Membawanya bukanlah pilihan yang bijak.


Kecuali Ark cukup berani serta memiliki banyak lapisan strategi, atau dia bisa mengendalikan hidup Siegfried ... pilihan untuk menerimanya baru bisa dilakukan.


Hanya saja, keduanya sangat sulit dilakukan sekaligus merepotkan. Bagi Ark yang kekurangan waktu dan tenaga untuk menjalankan banyak hal, membunuh Siegfried adalah solusi baik daripada menyimpannya.


Jika bisa, Ark ingin mengumpulkan semua orang berbakat di kotanya.


Mungkin banyak orang akan menganggap idenya terlalu serakah. Berpikir kehidupannya tidak akan lagi menarik karena tidak lagi memiliki saingan yang akan melawannya. Hanya mengandalkan bawahannya untuk terus maju.


Hanya saja, Ark sama sekali tidak peduli pikiran semacam itu. Sebaliknya, dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan segala bakat untuk membuat basis perlindungan manusia yang kuat!


Meski tampak tenang di permukaan, banyak monster yang bersembunyi dalam bayangan. Tempat-tempat seperti taman kota, kebun binatang, aquarium raksasa, rumah sakit kota, dan beberapa tempat di kota adalah zona merah.


Belum lagi ada makhluk mengerikan yang bercokol di luar kota. Beberapa kota lain mungkin sudah jatuh dan manusia yang tinggal di sana telah dimusnahkan.


Ark tidak akan melepaskan kesempatan ketika dia kembali ke masa ini hanya karena alasan hidupnya berakhir membosankan ketika dirinya tidak memiliki lawan. Melepaskan orang-orang berbakat dengan sengaja hanya karena dia ingin kejutan di masa depan. Meski dirinya dan manusia di kota ini tumbuh lebih cepat, bukan berarti hal tersebut terjadi di setiap kota lain.


Total populasi manusia di sebuah kota dibandingkan dunia ... seperti setitik debu di kolam pasir. Tidak ada apa-apanya!


Membuat manusia bertahan adalah tujuan utama Ark, dan itulah yang pemuda itu coba terus perjuangkan. Namun dia tahu kalau dirinya tidak bisa mengambil semua bakat dalam genggamannya.


Setiap orang memiliki pemikiran mereka sendiri. Mereka tidak bisa dikendalikan seperti boneka. Itu juga alasan hanya memilih orang-orang yang memiliki sedikit pemikiran mirip dengannya. Jadi setelah sedikit dibelokkan, mereka bisa berada di jalur yang sama dengan Ark.


"Kamu membuat Siegfried takut, Mr Hades."

__ADS_1


Ucapan Joseph membuat Ark tersadar dari lamunannya. Pemuda itu menggelengkan kepalanya. Dengan kedua tangan kecilnya, masih terlalu dini untuk memikirkan bagaimana menyatukan kota apalagi menyelamatkan umat manusia.


Ark kembali melirik ke arah Siegfried sebelum menghela napas panjang.


"Ingatlah untuk melindungi Joseph. Dia adalah dermawan yang membantumu, bukan?"


"Eh???"


Siegfried merasa kebingungan. Bagaimana tidak? Sebelumnya Ark terus memandanginya dengan tatapan dingin. Setelah itu, dia mengatakan hal acak semacam itu. Benar-benar membuat otak Siegfried bingung bagaimana harus merespon.


"B-Baik, Mr Hades!" ucap Siegfried dengan nada gagap dan canggung.


Sementara itu, Joseph juga berkata dengan nada pahit.


"Bisakah kamu berhenti melakukan hal semacam itu, Mr Hades? Entah kenapa, rasanya kamu sedang menyumpahi agar aku segera ditikam sampai mati atau mengalami kecelakaan."


"Aku hanya mengingatkan."


Ark berkata tak acuh, mengangkat bahu dengan santai. Setelah beberapa saat, dia tiba-tiba berkata.


"Omong-omong, kalian tidak perlu khawatir tentang personel yang membawa persediaan makanan dan air.


Kali ini aku tidak menjual begitu banyak. Beberapa orang sudah cukup untuk membawanya."


"Aku tahu kamu marah kepada Thomas, Mr Hades. Namun kamu tidak bisa melakukan hal semacam ini, bukan?


Maksudku, ini sangat memengaruhi kehidupan banyak orang di basis kami."


"Musim panas." Ark berkata singkat.


Mungkin hanya kalimat pendek, tetapi memiliki banyak arti bagi yang mengerti.


Joseph jelas mengerti apa yang Ark maksud. Pria paruh baya itu merasa kalau semua itu wajar. Bahkan jika Dark Caravan kuat, tetapi mereka juga harus menghadapi banyak masalah yang disebabkan oleh alam.


"Ketika kamu mengatakan ini, aku jadi ingat salah satu tugas yang diberikan oleh Ketua. Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya karena kemungkinan besar kamu akan menolaknya. Namun melihat Dark Caravan cukup kesulitan sekarang, tampaknya masih ada harapan.


Mr Hades ... Black Panther ingin menyewa jasa kalian untuk membantu dalam misi penyerangan tempat persediaan Imperial Tiger."


Ark mengangkat alisnya. Dia tidak menyangka kalau Joseph benar-benar menawarinya sebuah pekerjaan besar semacam itu.

__ADS_1


"Jadi kalian belum menyerang tempat penyimpanan jagung kering di ruang bawah tanah? Sudah satu minggu, tetapi kalian tidak bergerak?"


"Bukannya kami tidak ingin bergerak." Joseph memasang senyum masam di wajahnya. "Namun setelah kami membuat rencana dan mulai mengawasi lokasi itu, banyak personel yang menjaganya. Itu berarti berita bocor. Kamu pasti tahu maksudku, bukan?"


"Pengkhianat." Ark mendengus dingin.


Kata itu adalah salah satu kata paling dia benci sepanjang hidupnya. Pemuda itu tahu kalau hal semacam itu sebenarnya wajar di dunia yang kacau ini. Tetap saja, dia masih membencinya.


"Itulah kenapa kami ingin menyewa jasa kalian. Dengan demikian, kemungkinan misi berhasil pasti meningkat menjadi lebih dari 50%."


Ark mengangkat alisnya.


"Bahkan jika menggunakan taktik umpan meriam?"


"Ya. Bahkan jika menggunakan taktik tersebut."


Taktik umpan meriam. Memprovokasi massa, membuat mereka marah dan ikut menyerang lokasi penyimpanan. Orang-orang kelaparan dan sekarat itu sudah tidak lagi peduli dengan kehidupan mereka. Dengan provokasi, mereka akan menjadi cukup gila dan berani mempertaruhkan nyawa mereka untuk makanan.


Mungkin terdengar kejam, tetapi itu juga bisa dibilang kesempatan. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan mati kelaparan. Jika mereka melakukannya, mungkin mereka akan mati dalam konfrontasi, tetapi ada juga kemungkinan mereka selamat. Kembali dengan sedikit makanan untuk menyambung hidup.


Menatap ke arah Joseph, Ark berkata dengan nada malas.


"Tampaknya Black Panther masih terlalu lembut. Orang semacam itu (pengkhianat) benar-benar masih bisa masuk dan meresap begitu dalam."


"Aku juga tidak berdaya. Siapa yang ingin hal semacam ini terjadi?" ucap Joseph dengan ekspresi lelah.


"Tetap saja. Aku tidak bisa menerima permintaan ini."


Melihat perubahan ekspresi Joseph, Ark menyela.


"Jangan buru-buru menyimpulkan. Ada alasan masuk akal kenapa aku tidak melakukannya.


Pertama, kami tidak begitu kekurangan makanan dan air. Lagipula, kami masih bisa menjual kepada kalian. Itu berarti kami tidak dalam masalah.


Kedua, harga yang kalian berikan pasti tidak memuaskanku. Lagipula, untuk berurusan dengan Imperial Tiger, aku perlu banyak bayaran. Kamu mungkin setuju, tetapi tetua lain akan menentangmu.


Terakhir, aku belum memiliki minat untuk berurusan dengan Imperial Tiger. Aku tidak terburu-buru berurusan dengan mereka sekarang. Itu karena ..."


Mata Ark menyempit.

__ADS_1


"Ada hal lebih penting yang harus aku lakukan."


>> Bersambung.


__ADS_2