
“Tampaknya mereka ketakutan, Tuan.”
Melihat tiga puluh orang pergi di kejauhan, Roxanne berkata dengan nada setengah bercanda. Dari ekspresinya, tampaknya hanya menganggap Imperial Phoenix begitu-begitu saja.
“Mereka hanya berhati-hati,” balas Ark dengan ekspresi datar di wajahnya.
“Memang, Tuan. Keputusan itu memang lebih bijak daripada langsung menantang dengan jumlah kecil hanya karena mereka memiliki latar belakang yang besar.”
“Selemah apapun musuhnya, jangan menyepelekan mereka. Orang-orang itu bisa saja dihapuskan dengan mudah, tetapi jika disepelekan ... bukan tidak mungkin kita malah mengalami kerugian besar karena mereka.”
“Eh?”
Mendengar ucapan Ark, Roxanne tampak bingung. Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar di telinganya.
“Mereka mungkin lemah, tetapi bukan berarti mereka bukan ancaman bagi kita.
Kelompok-kelompok besar itu lebih mengenal kota ini dibandingkan kita. Walau tidak bisa membunuh kita secara langsung, bukan berarti mereka tidak bisa menjebak kita untuk menyingkirkan kita.
Aku tahu kalau kekuatan membawa rasa percaya diri, bahkan kesombongan. Jadi aku akan memakluminya.
Oleh karena itu, kali ini aku akan mengingatkan kalian. Selemah apapun musuhnya, jangan sampai meremehkan mereka. Jika sampai menjadi musuh, segera bersihkan mereka. Lakukan itu jika kalian tidak ingin menderita kerugian, atau bahkan kematian.
Kesombongan hanya akan membawa kalian menuju kesengsaraan. Apakah kalian sudah mengingatnya baik-baik?”
“Ya, Ketua!” jawab semua orang serempak.
Semua orang memandang ke arah Ark dengan rasa hormat, sama sekali tidak ada rasa benci atau tidak puas karena mendapat peringatan semacam itu.
Apa yang dikatakan oleh Ark adalah hal baik untuk mereka. Oleh karena itu, mereka sama sekali tidak marah, bahkan merasa bersyukur karena pemimpin mereka selalu datang mengingatkan dan memukul mereka jika hampir menyimpang ke jalan kehancuran.
Sungguh, sosok pemimpin yang mereka kagumi dan ingin selalu mereka ikuti sampai mati!
***
Dua hari kembali berlalu begitu saja.
Melihat halaman depan dan belakang mansion yang telah dibersihkan, Ark mengangguk ringan. Di sana, tampak banyak orang yang sedang berlatih bersama.
Bukan hanya bagian luar, dalam dua hari ini, bagian dalam mansion juga menjadi lebih bersih dan lebih rapi dibandingkan dengan sebelumnya.
‘Karena tempat ini sudah layak dihuni dan orang-orang mulai membiasakan diri, biarkan mereka bersantai sejenak sebelum kita masuk ke rencana berikutnya. Sementara itu ...’
Ark melirik orang-orang yang berlatih sejenak sebelum berbalik pergi. Pemuda itu mengambil jubah hitamnya. Dia juga telah memakai pakaian rapi lengkap dengan pedang, belati, dan potion yang biasanya dibawa.
“Apakah anda akan pergi, Tuan?” tanya Roxanne.
__ADS_1
“Ya.” Ark mengangguk. “Tidak akan terlalu lama. Sementara aku pergi, tolong urus Sword of Sufferings, Roxanne.”
“Baik, Tuan.”
Roxanne menjawab dengan hormat. Meski penasaran apa yang ingin dilakukan, dia sama sekali tidak bertanya karena merasa tugasnya hanya menerima tugas tanpa syarat. Kesetiaan wanita itu pada Ark sudah tidak perlu dikatakan lagi.
Apapun yang dilakukan pemuda itu, Roxanne pasti memihaknya tanpa peduli sisi mana yang benar atau salah. Karena baginya ... Ark adalah kebenarannya.
Sementara itu, Ark yang berjalan menjauh dari mansion mulai menghilang dalam kabut.
Pemuda itu langsung menggunakan kemampuan kamuflasenya. Mengeluarkan sayap di punggungnya, dia langsung terbang ke arah tertentu dengan kecepatan luar biasa.
Tampaknya tujuannya sangat jelas karena pemuda itu pergi ke arah tertentu tanpa melambat sedikit pun.
Jika seseorang hafal wilayah kelompok-kelompok besar, mereka pasti akan sadar kemana Ark pergi.
Ya ... langsung melewati wilayah Cursed Berserkers menuju ke wilayah perbatasan antara kelompok tersebut dan Golden Maple Group!
Melihat pemandangan di kejauhan, Ark mengangkat sudut bibirnya.
‘Cukup menarik.’
Ark langsung terbang lebih rendah dan mendarat ke atap tidak jauh dari tempat pertempuran terjadi.
Di sisi Golden Maple Group, ada 20 orang. Sedangkan di sisi Cursed Berserkers, ada 30 orang. Dari jumlahnya saja, sudah kelihatan siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah. Belum lagi, di antara tim patroli Golden Maple Group, sama sekali tidak ada sosok yang kuat.
‘Ketemu.’
Tanpa sedikit pun keraguan, Ark langsung melompat turun ke jalanan lalu menampakkan diri. Saat itu juga, orang-orang yang bertarung langsung mengalihkan pandangan mereka ke arahnya.
Lelaki misterius yang dibalut jubah hitam muncul di hadapan mereka. Datang begitu saja seperti hantu. Ditambah kulit putih pucat, rambut putih seperti salju, dan mata merah seperti rubi membuat mereka bingung apakah itu manusia atau bukan.
Terlebih lagi, lelaki itu tampaknya tidak memiliki ekspresi di wajahnya. Tampak tenang, terlalu tenang seperti mayat.
“Apa yang kamu lakukan di sini!”
“Perkenalkan dirimu! Jangan ganggu urusan Cursed Berserkers jika tidak ingin mendapatkan masalah!”
“...”
Beberapa orang dari Cursed Berserkers yang paling dekat dengan Ark berkata dengan ekspresi kejam di wajah mereka. Sebagai penjahat yang keluar dari penjara ditambah kehidupan kejam di masa apocalypse membuat mereka lebih ganas dibandingkan sebelumnya.
Tidak menjawab perkataan mereka, sosok Ark menghilang dan muncul seperti hantu. Pada saat muncul, pemuda itu telah melewati empat orang yang paling dekat dengannya. Entah sejak kapan, dia telah memegang pedang hitam di tangan kanannya.
BRUK!
__ADS_1
Saat itu juga, keempat orang sebelumnya langsung jatuh ke tanah berlumpur. Melihat bagaimana mereka berempat dipenggal, orang-orang langsung menampilkan ekspresi serius di wajah mereka.
‘Apakah itu monster? Hantu? Mungkinkah iblis yang datang?’
Berbagai pertanyaan muncul dalam kepala orang-orang. Setelah dunia menjadi kacau, mereka tidak akan terlalu terkejut jika ada alien datang atau bahkan iblis. Tidak tahu apa yang terjadi pada dunia kacau ini, mereka hanya tahu kalau semua makhluk berubah dan membuat dunia kacau.
Lebih gelap dan suram dibandingkan cerita-cerita dahulu yang mengisahkan sejarah atau semacamnya.
“Apa yang kalian tunggu! Serang! Serang dia jika tidak ingin mati!”
“Ya! Kita harus bekerja sama untuk menghabisinya!”
“...”
Semua orang mulai bergegas ke arah Ark dengan panik. Hanya saja, pemuda itu tampak tenang. Dia terus menghilang dan muncul seperti hantu.
Setiap kali muncul, pasti ada orang yang lehernya dipenggal.
Melihat itu, orang-orang dari Golden Maple Group merasa kalau mereka telah bertemu penyelamat. Hanya saja, ekspresi mereka langsung berubah ketika melihat rekan mereka pun ikut dipenggal.
Menghadapi kejadian aneh semacam itu, banyak orang mulai panik dan berusaha melarikan diri.
Mereka berlari dengan panik. Bahkan ada beberapa orang yang jatuh berguling di tanah, berlutut sambil menangis untuk meminta pengampunan. Hanya saja, Ark sama sekali tidak mempedulikan mereka.
Hanya ada satu jawaban, bunuh.
Hanya dalam beberapa menit, hampir lima puluh orang terbunuh. Menyisakan satu orang yang berdiri dengan tenang di antara mayat-mayat rekannya.
“Kamu tidak takut?”
Ark berjalan dengan tenang ke arah orang itu.
“Aku tidak takut. Lagipula, bahkan jika berlari dengan bodoh, hasilnya tetap sama. Percuma saja membuang tenaga jika hasilnya sama. selain itu, aku sama sekali tidak menyangka kalau kamu bisa berbicara.
Tanpa aku sadari, ternyata itu adalah seorang kenalan.”
Suara wanita tak acuh terdengar. Pantas saja jika dia tidak mengenal Ark. Lagipula, perubahan penampilan pemuda itu memang cukup berlebihan.
Sampai di depan wanita itu, Ark menyarungkan pedangnya. Dia mengambil sesuatu dari sakunya lalu memberikannya kepada wanita tersebut.
“Kamu benar-benar mengenalku.”
Wanita itu berkata dengan nada santai, bahkan tak acuh. Dia kemudian mengambil sebatang rokok di telapak tangan Ark.
Membungkuk sopan seperti aktor yang memberi salam sebelum bermain di atas panggung, wanita itu berkata dengan nada datar.
__ADS_1
“Kalau begitu dengan senang hati aku akan mengikutimu, Tuanku.”
>> Bersambung.