Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Keegoisan


__ADS_3

Malam di hari yang sama.


"Bahkan setelah melalui evolusi pertama, memindahkan dan mengubur tubuh ratusan zombie tidak mudah! Belum lagi ...


Kenapa harus aku yang menghancurkan dan menggali trotoar?!"


Di bagian depan dan kiri dinding benteng (markas), trotoar jalan dihancurkan oleh Jay. Selain itu, terdapat galian cukup dalam dimana bagian-bagian tubuh zombie diletakkan.


Sementara itu, pada dinding benteng sendiri, tampak banyak tanaman merambat yang tumbuh subur. Ya. Hanya dalam waktu setengah bulan lebih, Devil's Vines telah tumbuh begitu subur.


"Beristirahat untuk makan malam. Kita akan melanjutkannya besok."


Ark berjalan santai menghampiri Jay yang masih sibuk menggali.


"Sungguh? Apakah aku juga harus melakukan hal ini besok?"


"Aku akan membantumu besok. Hari ini, aku agak lelah."


"..."


Jay tidak banyak bicara. Lagipula, dari keseluruhan gelombang zombie, Ark menghabisi kurang lebih 3/4 zombie. Sementara sisa 1/4 dari jumlah itu diselesaikan oleh empat orang yaitu Jay, Stacy, Natasha, dan Abigail.


Melihat jumlahnya saja, itu membuat kepala orang langsung mati rasa.


"Omong-omong, aku ingin menanyakan hal penting, Ark."


"Apa?"


"Berjanjilah untuk membantuku jika kamu bisa melakukannya."


"Mencoba bersikap misterius?" Ark mengangkat alisnya. "Katakan saja."


"Ajari aku untuk menggunakan Sword Qi!"


"..."


Ark terdiam. Dia memandang sahabatnya yang penuh harap. Setelah beberapa saat, pemuda itu akhirnya menyatakan sebuah fakta.


"Ini bukan sword qi atau energi pedang."


"Hah?"


"Ini adalah teknik yang aku ciptakan dengan bakat bawaanku."


"Selama ini kamu menyembunyikan bakat bawaan milikmu? Aku tidak percaya! Katakan, apa bakatmu yang sebenarnya!"


Melihat ke arah Jay yang begitu keras kepala, Ark menghela napas panjang. Matanya kemudian berubah, energi biru yang tampak samar menyelimuti sebuah batu lalu membuat batu tersebut melayang. Kemudian, batu jatuh ke atas tangan Ark.


"Telekinesis."


"Jadi energi biru itu tercipta karena bakat telekinesis milikmu? Semua tebasan indah itu?"

__ADS_1


"Lebih tepatnya, aku mengendalikan udara dengan bakat telekinesis milikku. Aku menekan, mengompres, lalu menghempaskan ke arah lawan.


Seperti yang kamu tahu, udara juga memiliki berat dan ... lupakan, intinya seperti itu. Cukup rumit. Jadi, bahkan jika kamu membangkitkan bakat telekinesis, kamu mungkin tidak bisa melakukan gerakan itu.


Lagipula, mengendalikan udara yang ditekan itu berbahaya. Jika salah kendali dan hancur di dekat penggunanya sendiri, kemungkinan besar orang itu akan terluka parah."


"Lalu bagaimana kamu melakukannya? Aku tidak pernah melihatmu berlatih dan—"


"Dulunya aku pembunuh dan memiliki kemampuan baik dalam menggunakan senjata. Selain itu, aku sering berlatih mengendalikan udara di kamar sebelum dan setelah tidur."


"Jangan menindas orang lain dengan menyebutkan pekerjaanmu dulu, woy!"


Jay berteriak dengan ekspresi masam.


"Lagipula, kamu sudah membangkitkan bakat khusus yang baik. Kamu juga menyerap Miracle Root yang bisa dibilang kuat.


Bisa dibilang, kamu adalah petarung top di antara semua manusia yang selamat. Kenapa kamu tampak tidak puas?"


"Apa yang kamu tahu, Ark! Ini adalah romansa pria!


Menggunakan sword qi, mengendarai pedang terbang, menjadi ksatria tampan yang menyelamatkan para gadis cantik, pamer di depan para gadis dan mendapatkan cinta mereka!


Bukankah itu keren? Membayangkannya saja membuat darahku mendidih! Bukankah kamu juga begitu, Kawan?!"


Sudut bibir Ark berkedut. Jangankan untuk terbang, telekinesis sendiri sangat sulit dikembangkan. Memang, pada tahap akhir, masih mungkin untuk membuat seseorang membuat dirinya melayang. Namun, persyaratannya sangat tinggi.


Selain itu, bahkan jika bisa terbang, kenapa harus terbang di atas pedang? Lebih baik langsung terbang karena lebih leluasa, itu juga meringankan beban yang harus ditanggung.


Sedangkan pedang sihir atau semacamnya, jelas tidak mungkin bisa dibuat. Lagipula tidak ada rune, mana, atau sihir aneh semacam itu di dunia ini. Memang, ada senjata yang sangat kuat, tapi itu dibuat dan dirancang dengan cara khusus, menggabungkan banyak pengetahuan dan material di dalamnya.


"Maaf Kawan, tetapi aku harus menghancurkan fantasimu. Bahkan jika kamu bisa meledakkan sebuah mobil hanya dengan satu pukulan ...


Sword qi atau terbang menaiki pedang sama sekali tidak mungkin kamu lakukan."


Entah kenapa, setelah mengatakan hal itu, Ark mendengar ilusi dimana sesuatu hal yang retak, atau mungkin juga pecah berkeping-keping.


Ya ... itu adalah harapan dan impian Jay!


Mengabaikan Jay yang berdiri tertegun seolah menjadi patung oleh tatapan Medusa, Ark kembali berkata.


"Segera kembali untuk makan dan beristirahat. Besok kita akan melanjutkan pekerjaan ini."


***


Siang di hari berikutnya.


"Akhirnya selesai."


Jay menghela napas lega. Dengan kerjasama seluruh anggota Sword of Sufferings, pekerjaan untuk menggali tanah di sekitar dinding benteng dan mengubur zombie bisa diselesaikan.


Jika dilihat dari luar, dinding pagar yang mengelilingi markas tampak sangat kokoh dan agak mengerikan karena banyak tanaman merambat yang menempel. Belum lagi, tanaman tersebut dipenuhi dengan duri tajam dan beracun.

__ADS_1


Setidaknya, tidak mungkin ada zombie biasa atau tikus mutan yang akan memanjatnya. Keamanan markas akhirnya ditingkatkan!


Setelah menyelesaikan semua itu, mereka semua makan siang bersama.


Usai makan siang, mereka seharusnya beristirahat. Namun, saat itu Natasha pergi untuk menemui Ark di ruang santai lantai dua.


Setelah melewati bencana bersama, semua kamar anggota inti Sword of Sufferings dipindahkan ke lantai dua. Meski demikian, lantai dua masih begitu luas dan sepi. Belum lagi lantai tiga dimana Ark berada.


Di ruang santai lantai dua, Ark duduk di dekat jendela sambil memejamkan mata. Mendengar langkah kaki, dia membuka matanya.


"Ada apa, Natasha? Sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan."


"Jangan pura-pura bodoh, Ark. Kamu seharusnya tahu kenapa aku datang."


Melihat ke arah Ark yang menatapnya dengan ekspresi datar, Natasha menggertakkan gigi.


"Setelah pertarungan dalam gelombang zombie sebelumnya, aku sadar bahwa evolusi adalah kunci keselamatan umat manusia.


Setelah berevolusi, ada juga kesempatan untuk membangkitkan sebuah bakat khusus. Aku tidak tahu presentasi kebangkitan bakat itu, tapi setidaknya ... Kak Abigail, Jay, dan Kamu berhasil membangkitkan bakat khusus.


Akan tetapi, bahkan tanpa bakat khusus, setelah evolusi, kita sudah cukup kuat untuk melawan zombie. Jadi ...


Kenapa kamu tidak membagikan pengetahuan ini ke pusat? Dengan begitu, orang-orang yang masih hidup bisa—"


"Aku menolak."


Ark menjawab datar. Jawaban itu jelas membuat Natasha cukup terkejut. Dia tahu kalau lelaki itu cukup dingin dan kejam. Namun, wanita itu juga tahu jikalau Ark sebenarnya memiliki sisi baik dan peduli pada kehidupan. Jadi jawaban tersebut agak tidak terduga.


"Apakah kamu berniat menyimpan semua ini sendiri? Apakah kamu akan begitu egois?"


"Aku memang egois."


Ark menjawab datar. Melihat ke arah Natasha yang menggertakkan gigi dan tampak marah, pemuda itu berdiri. Dia berjalan ke arah Natasha sambil terus bicara.


"Jika aku memberikan sumber informasi ini pada orang-orang di atas yang tersisa, apa yang akan terjadi kemudian? Mereka akan mencari bahan untuk pembuatan ramuan evolusi?


Jika benar, lalu apa? Mereka akan membuat banyak cairan evolusi untuk para bawahan mereka? Melawan para zombie dan binatang buas, benar-benar hal luar biasa. Namun ...


Apakah kamu yakin mereka akan bersikap adil? Apakah kamu yakin mereka tidak akan menyimpan resep itu sendiri dan menyembunyikan dari warga sipil?


Apakah kamu yakin kalau warga sipil tidak akan perlakuan layaknya hewan peliharaan seperti zaman dahulu dimana para bangsawan berkuasa? Apakah kamu yakin aku tidak akan dibungkam setelah memberi resep itu?


Apakah kamu yakin, jika semua orang mengetahui resep itu akan membuat manusia hidup lebih layak? Apakah kamu yakin, semua kekejaman dan penindasan akan diselesaikan hanya dengan secarik kertas?"


Berhenti tepat di depan Natasha, Ark bertanya.


"Katakan padaku, jika aku memberimu resep ini ... apakah kamu mau menanggung semua konsekuensi dan beban dunia ini di pundakmu?"


Mendengar ucapan Ark, Natasha tidak bisa mengatakan apa-apa. Otaknya berpikir jauh, tetapi tidak bisa menemukan jawabannya.


Natasha menatap mata Ark. Entah kenapa, melihat mata hitam itu, dia merasa jatuh ke dalam jurang gelap dan dalam. Ketika mendarat, Natasha merasa pandangannya berubah. Kemudian, wanita itu berkeringat dingin karena ...

__ADS_1


Tempat dia berdiri adalah lautan yang terbuat dari mayat manusia tak terhitung jumlahnya!


>> Bersambung.


__ADS_2