
Tanpa terasa hampir satu minggu berlalu begitu saja.
Setelah kembali dari markas Cursed Berserkers, Sword of Sufferings mengalami perkembangan pesat. Mereka mendapatkan banyak bahan berharga untuk membuat berbagai jenis ramuan, khususnya penawar racun.
Hari ini, Ark telah mengumpulkan 50 prajurit level 2, 10 pembawa barang, dan 5 koki termasuk Gordon. Dia juga membawa Scorpio. Hanya saja, kali ini dia tidak membawa para wanita dari Golden Rose karena mereka memiliki tugas tersendiri.
Melihat ke arah orang-orang yang berkumpul di halaman depan mansion, Ark bertanya.
“Apakah semua telah disiapkan?”
“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.
Berbeda dengan pertama kali mereka tiba di mansion. Sekarang, halaman depan dan belakang penuh dengan pohon buah-buahan. Tentu saja, masih ada tanah lapang luas untuk dijadikan tempat latihan. Hanya bagian pinggir yang ditanami.
Selain itu, fokus penanaman ada di kebun belakang mansion dan taman di samping kiri-kanan mansion.
Lingkungan mansion sekarang menjadi lebih bersih dan layak huni. Jika bukan karena kabut yang selalu menutupi kota, markas ini pasti menjadi tempat yang mencolok dan layak ditinggali untuk jangka waktu lama.
“Tolong tunggu sebentar, Tuan.”
Mendengar itu, Ark menoleh ke arah Roxanne yang datang menghampirinya. Pemuda itu memiringkan kepalanya lalu bertanya.
“Ada apa, Roxanne?”
“Bisakah kita berbicara berdua saja, Tuan?”
“Baik.”
Pada akhirnya, Ark mengikuti Roxanne pergi ke tempat sepi untuk berbicara.
“Jadi, ada apa?”
“Ini perihal Wakil Ketua dan Golden Maple Group, Tuan.”
“Apakah ada masalah?”
“Sudah cukup lama, sekitar setengah bulan tetapi Wakil Ketua tidak kembali. Bukan hanya Mona, tetapi saya merasa agak khawatir. Maksud saya, apakah ini baik-baik saja?”
Ark mengerti apa yang Roxanne maksud. Jelas, sulit dan hampir mustahil bagi Jay mengalami kecelakaan di lingkaran tengah. Jadi alasan kenapa pria tersebut tidak kembali jelas ada hubungannya dengan Golden Maple Group.
“Jay baik-baik saja.” Ark menjawab pasti. “Sedangkan jalan mana yang dia pilih, aku masih memilih untuk mempercayainya. Orang itu hanya terhenti karena bingung. Biarkan saja ujian kali ini membuatnya lebih dewasa.”
“Maksud anda?”
Roxanne memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung di wajahnya.
“Bukan apa-apa.” Ark menggeleng ringan. “Ada masalah lain yang ingin kamu bicarakan?”
__ADS_1
“Jika anda memang yakin, maka saya juga tidak akan mempermasalahkannya.”
“Ada hal lain yang perlu kamu ingat.”
“Baik?” Roxanne mengedipkan mata, tampak agak ragu.
“Apapun yang terjadi, kamu akan menjadi pemimpin kelompok ketika aku tidak ada. Aku telah mengatakannya kepada Mona dan anggota Golden Rose lainnya. Bahkan jika Jay kembali ketika aku pergi, kamu akan menjadi pemimpin.
Apakah kamu mengerti?”
“Saya mengerti, Tuan.”
Roxanne menjawab dengan hormat. Meski tidak tahu alasan Ark melakukan hal semacam itu, tetapi wanita tersebut memilih untuk selalu mempercayainya.
“Karena tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku akan pergi. Omong-omong ...” Ark mengelus kepala Roxanne dengan lembut. “Jaga diri baik-baik dan jangan memaksakan diri jika menemukan masalah. Mengerti?”
“En.”
Merasakan perasaan manis dalam hatinya, Roxanne mengangguk lembut. Menjawab dengan sopan lalu menatap ke arah Ark pergi dengan tatapan penuh tekad.
Sementara itu, Ark yang kembali ke barisan langsung disambut dengan hormat oleh para prajurit.
“Apakah kalian yakin persiapan sudah lengkap? Sama sekali tidak ada yang tertinggal?”
“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.
“Kalau begitu, kita berangkat!”
***
Melakukan perjalanan yang tidak begitu jauh tetapi juga tidak begitu dekat, sat hari berlalu begitu saja.
“Tampaknya tempat ini memang jarang dibersihkan. Ah! Daripada dibersihkan, tempat ini bahkan tidak pernah dilalui.”
Melihat semakin banyak binatang bermutasi yang bermunculan setelah mereka semakin menjauh dari mansion, melewati hutan, dan mendekati danau membuat Gordon tersenyum. Pemuda itu tampaknya tidak begitu takut kegagalan misi.
Jelas sangat mempercayai kekuatan sang ketua.
Sebagai anggota sementara yang baru bergabung, Scorpio mengikuti Gordon dalam diam. Dia sama sekali belum mendapatkan ramuan evolusi. Kepribadiannya masih diuji. Selain itu, pria tersebut juga belum melihat kekuatan nyata Ark dengan mata kepalanya sendiri.
“Jangan pernah mencoba meragukan ketua, Scorpio.”
Melihat keraguan dalam tatapan Scorpio, Gordon mengingatkan.
Mungkin, bagi Scorpio, Sword of Sufferings lebih kuat dari kelompok manusia lain. Namun, dia juga masih ragu apakah mereka benar-benar kuat dalam menghadapi alam liar yang kejam.
“Aku mengerti, Senior.”
__ADS_1
Scorpio mengangguk berat. Dia kemudian menghela napas lega ketika melihat orang-orang tidak begitu memperhatikannya. Mereka sangat fokus dalam menjalankan tugas karena Ark selalu berpesan untuk tidak kehilangan kewaspadaan.
Di alam liar, hidup dan mati hanya bergantung pada seutas tali. Jika tidak memiliki kekuatan absolut, semua orang bisa ditanam (dikuburkan) oleh alam dengan mudahnya.
“Scorpio!”
Suara Ark terdengar. Saat itu juga, Scorpio langsung menjawab sambil bergegas mendekat.
“Ya, Ketua?”
“Kita hampir mendekati danau yang disebutkan Dedric. Menurutmu, bagian mana yang cocok digunakan sebagai tempat berkumpul. Tempat dengan area datar, terbuka, dan cukup luas.”
“Saya tidak tahu jelas tentang danau itu karena hutan yang kita lewati saja sudah dianggap tempat paling berbahaya di lingkaran tengah, Tuan. Hanya saja, jika mencari tempat terbuka dan cukup luas, sepertinya saya tahu jalannya.”
Mendengar jawaban Scorpio, Ark mengangguk ringan.
“Kalau begitu pimpin jalannya.”
“Baik, Ketua!”
Setelah itu, Scorpio mulai menjadi pemandu bagi Sword of Sufferings. Meski kurang mengetahui medan karena jarang pergi ke perbatasan yang berbahaya, tetapi dia masih memiliki sedikit informasi berguna.
Sekitar satu jam kemudian, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan.
Di sana, tampak sosok Dedric, Ian, dan pasukan Blade of Areia. Dalam sekali lihat, Ark pikir jumlah mereka sekitar dua ratus lima puluh orang. Entah kurang atau lebih.
Pada saat itu juga, orang-orang dari Blade of Areia menatap Ark serta rekan-rekannya. Melihat jumlah orang yang kurang dari tujuh puluh. Lebih tepatnya, 67 orang membuat Dedric tampak kecewa.
Orang itu sepertinya berharap Ark membawa seluruh pasukannya agar mereka bisa menjalankan misi penaklukan dengan mudah. Namun, dia juga tidak menyangka kalau Sword of Sufferings hanya datang dengan sedikit orang.
“Senang melihat anda akhirnya datang, Tuan Ark.”
Melihat Dedric menyambut dengan ramah, Ark mengangguk ringan. Melihat ekspresi lelah di wajah orang-orang dari Blade of Areia, pemuda itu bertanya.
“Apakah kalian menunggu terlalu lama?” tanya Ark.
“Tidak. Kami baru saja tiba beberapa jam yang lalu. Orang-orang merasa kelelahan karena melakukan perjalanan berat dalam dua hari ini.”
“Jadi begitu.” Ark mengangguk.
Mendengar pembicaraan mereka membuat mata Scorpio menyempit. Jelas, jarak antara Blade of Areia ke tempat tujuan lebih dekat dibandingkan Sword of Sufferings. Dengan begitu, mereka seharusnya datang lebih cepat.
Scorpio sama sekali tidak begitu curiga Blade of Areia melakukan beberapa tipuan atau tidak. Tentu saja, dia masih waspada. Namun, sekarang pria itu lebih fokus pada kecepatan kedua kelompok.
Bisa dibilang, Blade of Areia lebih banyak tertunda dan kurang beristirahat karena kekuatan mereka. Sebaliknya, penampilan orang-orang dari Sword of Sufferings tampak lebih segar dan santai.
Saat itu juga, Scorpio merasa kalau dirinya telah membuat keputusan tepat untuk bergabung dengan Sword of Sufferings.
__ADS_1
>> Bersambung.