
Mr Adolf terus berjalan, mengabaikan orang-orang yang tampak panik. Kebanyakan dari mereka terbiasa dengan kehidupan yang nyaman. Dengan status mereka, orang-orang itu bekerja kurang dibandingkan dengan anggota lainnya. Jadi ketika kekacauan terjadi, Mr Adolf yang tidak mendukung keputusan seperti itu mengabaikan mereka. Dia langsung pergi menuju ke halaman depan.
Sampai di sana, Mr Adolf melihat pemandangan yang bisa dibilang ... cukup kejam. Menghela napas panjang, pria paruh baya tersebut menarik keluar pedangnya lalu berkata.
“Apakah kamu merasa puas setelah membunuh banyak orang, Anak Muda?”
Di halaman depan, tampak banyak mayat tanpa kepala. Di tengah-tengah itu semua, tampak sosok pemuda yang berdiri dengan pakaian berlumuran darah. Napasnya naik-turun tidak terkendali, tampaknya merasa puas tetapi juga ketakutan dengan apa yang telah dilakukannya.
Pemuda itu, Evans menoleh ke arah Mr Adolf.
“Kamu akhirnya berada di sini,” ucap Evans dengan suara serak.
“Apakah kamu sudah puas, Anak Muda?”
Mendengar pertanyaan itu, Evans tertegun. Dia tidak langsung menjawab, tetapi malah mengatur napasnya. Menatap ke arah Mr Adolf, pemuda itu malah balik bertanya.
“Menurutmu aku akan puas hanya dengan ini?”
“Jadi ...” Ekspresi Adolf menjadi dingin. “Kamu berniat untuk membunuh orang-orang tidak bersalah?”
“Tidak bersalah?”
Evans tertegun. Setelah beberapa saat, pemuda itu tertawa terbahak-bahak. Benar-benar berbeda dengan dengan sosok pemuda yang tenang dan agak pemalu sebelumnya. Dengan ekspresi ganas, dia menepuk dadanya sendiri dengan keras sambil berteriak.
“Sementara mereka memeluk wanita di atas ranjang yang hangat, banyak saudara-saudara yang kedinginan dan kelaparan ketika bertugas di luar sana!”
“Saat mereka makan dengan lahapnya dan mengeluh karena pekerjaan sepela, banyak saudara-saudara yang bertarung di garis depan dan mati di sana!”
“Kalian bilang kalau kami semua berlindung di bawah kalian untuk melawan Crux of Shadow? BERHENTI MEMBUAT LELUCON YANG TIDAK LUCU!”
“AKU DAN SAUDARA-SAUDARAKU YANG TELAH BERTARUH NYAWA UNTUK MELINDUNGI TIKUS-TIKUS, PARA HAMA SEPERTI KALIAN!”
“AKU TERLALU KENYANG MEMAKAN JANJI YANG TERUS KALIAN UCAPKAN! JADI, SUDAH CUKUP!”
Evans membuka lebar kedua tangannya. Menatap ke arah markas Spirit of Fire dengan mata merah, dia sekali lagi berteriak.
“AKU AKAN MENGAMBIL APA YANG SEHARUSNYA MENJADI HAK MILIKKU!”
__ADS_1
“AKU AKAN MEMBEBASKAN ORANG-ORANG YANG KALIAN BODOHI! MULAI SEKARANG ...”
“TIDAK ADA YANG PERLU BERKORBAN HANYA UNTUK MEMBERI MAKAN PARA TIKUS KOTOR!”
Mendengar teriakan Evans, banyak orang yang awalnya berniat untuk bertarung membatu di tempat. Melihat ke arah pemuda yang bertarung sendirian dengan mereka, orang-orang itu merasa malu. Melihat banyak saudara mati hanya untuk melindungi orang-orang yang bersembunyi seperti tikus pengecut, mata mereka menjadi merah.
“SUDAH CUKUP!”
Satu demi satu orang mulai menjatuhkan senjata mereka. Selain beberapa kapten tim atau orang yang memiliki hubungan erat dengan para petinggi, hampir semua prajurit menjatuhkan senjata mereka. Orang-orang itu kemudian memilih untuk duduk di tanah dan mengangkat tangan mereka sebagai bentuk penyerahan. Tampaknya perkataan Evans membuat mereka tergerak.
“Jadi begitu ...”
Melihat kegilaan Evans, Mr Adolf sama sekali tidak marah. Sebaliknya, ekspresi lega tampak di wajah pria paruh baya itu. Dia menghela napas panjang lalu berkata.
“Jadi pilihanku untuk menyelamatkan semua orang itu salah, kah?”
“Itu tidak salah. Hanya saja, caramu memperlakukan mereka dengan cara yang berbeda karena mereka adalah pejabat dan temanmu itu salah. Jika kamu ingin menyelamatkan mereka, kamu harus membuat mereka menyadari tempat mereka.
Di dunia yang kacau ini, semuanya harus memulai dari garis start yang sama agar mereka bisa saling menghargai satu sama lain.”
Suara tak acuh terdengar. Saat itu, semua orang langsung menoleh dan melihat sosok berjubah yang duduk di atas atap sambil memperhatikan pemandangan di bawah tanpa merubah ekspresinya. Tampaknya apa yang terjadi di bawah sana sama sekali tidak ada hubungannya.
“Ya. Di sini aku akan berbicara kepadamu sebagai sesama pemimpin.
Pertama, cara mengumpulkan orang-orang yang memiliki kesamaan yaitu membenci Crux of Shadow memang sudah tepat. Namun ada kesalahan. Kamu sama sekali tidak menyaringnya. Entah itu tikus berdasi, perampok, pencuri, dan segala orang acak lain, kamu menerima mereka semua tanpa pilih-pilih.
Ke dua, kamu terlalu berpaku dengan jumlah anggota dan pengikut Crux of Shadow. Mereka jelas menang kualitas dan kuantitas, tetapi kamu dengan bodohnya menerima semua orang. Menurutku, lebih baik menerima sedikit orang yang sesuai lalu berkembang secara diam-diam. Dengan begitu, perkembangan akan lebih terjamin. Meski tidak tahu kapan, pasti ada kesempatan untuk berbalik.
Ke tiga, sebagai pemimpin, kamu gagal karena tidak bisa mengendalikan orang-orangmu sendiri. Para bekas pejabat yang tidak menurut, orang-orang biasa yang tidak mempercayaimu karena kamu membantu para pejabat. Dari yang aku lihat, kamu memang cocok sebagai prajurit, tetapi masih terlalu buruk sebagai pemimpin.
Ke empat, kamu terlalu mengandalkan dirimu sendiri. Jika kamu mengurus masalah ke tiga, seharusnya hal semacam ini tidak perlu terjadi. Ya ... jika ingin melihat contohnya. Mungkin seperti ini?”
Ark menjentikkan jarinya. Saat itu juga, suara benda jatuh terdengar. Banyak tubuh orang yang jatuh ke halaman, dan kebanyakan mereka adalah para pejabat yang ditangkap. Jumlahnya hampir lima puluh orang, bercampur laki-laki dan perempuan.
Saat itu juga, dua puluh dua sosok berjubah berdiri di beranda lantai dua. Mereka berdiri di luar gedung-gedung sekeliling lapangan utama. Melihat orang-orang yang muncul, banyak anggota Spirit of Fire merasa takut. Suara Ark kembali terdengar di telinga mereka.
“Mereka keluargaku. Mereka mempercayaiku dan aku mempercayai mereka. Untuk tugas yang aku sendiri tidak perlu turun tangan, mereka akan melakukannya untukku. Tentu saja, jika mereka tidak bisa melakukannya, sebagai ketua ...
__ADS_1
Aku yang akan melakukannya sendiri.”
“Jadi itu alasan kenapa ketua kelompok kuat sepertimu maju ke garis depan sendiri dan meninggalkan markas utama, kah?”
Adolf menatap ke arah Ark. Dia masih berdiri tegap, sama sekali tidak takut karena sudah mengetahui akhir bagi dirinya.
“Evans. Lakukan dengan tanganmu sendiri. Ini adalah tugas yang seharusnya dilakukan oleh ketua Spirit of Fire sejak dulu. Sekarang, biarkan dia melihat apa yang harus dilakukan untuk menangani orang-orang seperti ini.”
Ark mengabaikan pertanyaan Adolf dan menyuruh Evans untuk mengeksekusi orang-orang yang telah dibawa bawahannya sebelumnya. Saat itu juga, Evans langsung maju dengan ekspresi dingin di wajahnya.
Di depan mata banyak orang dan para petinggi yang memohon, Evans mengangkat pedangnya tinggi-tinggi lalu mulai membunuh setiap petinggi, baik laki-laki atau perempuan.
Setelah membunuh mereka semua, Evans yang seluruh tubuhnya ditutupi dengan darah berjalan ke arah Mr Adolf. Berdiri di depan pria paruh baya itu, dia bertanya.
“Apakah ada kata-kata terakhir, Mr Adolf?”
“Bisakah aku minta tolong? Jika bisa, tolong ampuni putriku karena tidak bersalah dan ... tolong bimbing orang-orang Spirit of Fire.”
Adolf berkata dengan tenang. Sama sekali tidak takut, bahkan ekspresi lega tampak di wajahnya. Sepertinya kata ketua memang membebaninya selama ini.
Tubuh Evans sedikit gemetar. Tanpa mengatakan apa-apa, dia menggertakkan gigi lalu mengayunkan pedangnya. Langsung memenggal kepala pria paruh baya di depannya.
Setelah itu, Evans langsung jatuh berlutut. Pemuda itu gemetar, tampaknya merasa lega karena dendam banyak saudaranya telah dibalas. Namun juga merasa takut karena membunuh orang yang dia anggap tidak bersalah.
Ark sama sekali tidak peduli dengan pemandangan itu. Dia membiarkan Evans untuk membiasakan diri. Hanya saja, ekspresinya tiba-tiba berubah saat melihat banyak orang yang muncul dari terowongan.
Pada awalnya, Ark masih cukup tenang karena tidak berpikir kalau Crux of Shadow akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan Spirit of Fire. Namun ekspresinya langsung berubah saat dia melihat sosok yang memimpin pasukan itu.
“Ini benar-benar lelucon yang buruk,” gumam Ark,
Pemuda itu kemudian mengangkat tangannya lalu memberi instruksi dengan tegas.
“Semua orang, persiapkan diri kalian. Selama ada celah ...”
Memiliki ekspresi serius di wajahnya, Ark menambahkan.
“Segera pergi dari tempat ini!”
__ADS_1
>> Bersambung.