Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kamu Membuatku Kecewa


__ADS_3

BLARRR!!!


Salah satu jendela di lantai paling tinggi tiba-tiba meledak dan bayangan hitam melesat ke halaman depan. Hal tersebut langsung membuat para anggota yang bertugas dan berlatih terkejut.


Pada saat asap memudar, sosok Jay yang menyeka darah di sudut mulutnya tampak di hadapan semua orang.


Melihat kalau sosok yang terhempas itu adalah Jay, semua orang merasa bingung. Sama sekali tidak ada yang terjadi.


“Kamu benar-benar tidak menahan diri Ark. Apakah kamu sama sekali tidak peduli dengan keluarga anggota kelompokmu sendiri?”


Mendengar ucapan Jay, semua orang tampak bingung. Saat itu, mereka melihat ke arah jendela yang diledakkan.


“Apakah itu sejenis pernyataan untuk menculik moral?”


Muncul di hadapan semua orang, Ark balik bertanya dengan nada datar. Dia melompat ke halaman depan lalu mendarat dengan ringan, tampak begitu santai.


“Jika kamu bertanya kenapa, jawabannya adalah keegoisanku.”


“...” Ekspresi Jay menjadi mendung.


“Setiap orang memiliki keegoisan masing-masing Jay. Kamu tidak bisa menyangkal itu.


Ada orang yang paling menghargai hidupnya sendiri, ada orang yang menghargai nyawa keluarga dibanding dirinya sendiri, dan jenis orang lainnya.”


Ark mengangkat bahu tanpa merubah ekspresi. Dia berjalan ke arah Jay sambil terus bicara.


“Kamu adalah jenis orang yang menghargai persahabatan, kekeluargaan, dan cinta. Jadi kamu dengan mudah mengorbankan dirimu sendiri untuk orang lain. Itu memang sangat baik dan terpuji. Namun sikapmu kadang bergesekan dan merusak kepentingan orang lain.


Bagiku yang sangat egois, tentu nyawaku sendiri adalah yang paling berharga. Setelah itu, Sword of Sufferings. Jadi aku tidak akan membiarkan siapapun mengacaukan kelompok ini. Entah itu rekan para prajurit, para petinggi kelompok, para wanita, sahabat, atau keluargaku sendiri.”


Setelah mengatakan itu, Ark langsung bergegas ke arah Jay dengan kecepatan luar biasa. Menghilang dari tempatnya dan muncul di depan sahabatnya begitu saja sambil mengayunkan tinjunya.


BANG!


Sosok Jay langsung terhempas belasan meter. Dia menyilangkan kedua tangannya untuk menahan serangan Ark.


Ekspresi pria itu berubah ketika merasakan perasaan mati rasa di kedua lengannya.

__ADS_1


“Tenang saja. Aku tidak akan membunuhmu. Lagipula ...”


Ark kembali muncul di depan Jay sambil menendang sekuat tenaga.


“Kamu adalah salah satu pilar Sword of Sufferings.”


BANG!


Terpental belasan meter, Jay sama sekali tidak membalas serangan. Dia menatap ke arah sahabatnya dengan ekspresi rumit.


Pria itu jelas jenis orang yang memiliki mulut sekeras batu dan hati selembut tahu. Dia sering berpura-pura agresif, tetapi selalu ragu dan memiliki belas kasih dalam hatinya. Orang yang bimbang harus memilih berdiri di sisi mana karena dia sendiri terlalu baik dan naif.


Berdiri di sisi sahabatnya dan melupakan orang tuanya, itu berarti menjadi putra durhaka.


Berdiri di sisi orang tuanya dan melupakan sahabatnya, itu berarti dia orang yang tidak punya terima kasih karena sudah berhutang banyak kebaikan bahkan nyawa.


Jay ingin semuanya berjalan dengan baik. Dia ingin Sword of Sufferings membantu Golden Maple Group. Pria itu ingin semuanya hidup rukun dan bahagia. Namun dalam kenyataan, tidak semua keputusan terserah padanya.


Hidup tidak berjalan dan berputar-putar di sekelilingnya. Ada kalanya seseorang harus menerima kenyataan karena tidak bisa merubahnya. Berhenti bersikap agresif karena tanpa kekuatan, apa yang bisa dilakukan hanyalah menyesuaikan diri dengan keadaan.


“Cara bertarungmu benar-benar lebih buruk daripada prajurit level 2 Jay. Apakah semua kekuatan itu hanyalah pajangan? Sampai kapan kamu akan bersembunyi dari kenyataan?


Kalau begitu, biarkan aku memberitahu dirimu ...”


Seratus bilah pisau mulai melayang di sekitarnya. Mata bak rubi itu menatap ke arah sahabatnya tanpa sedikit pun belas kasih.


“Betapa kejamnya kenyataan.”


Ark menjentikkan jarinya yang dilapisi lapisan hitam. Seratus bilah pisau langsung dilapisi kobaran api kuning keemasan. Sebuah pemandangan yang tampak mencolok di tempat sunyi, suram, dan berkabut ini.


Sara jentikan jari kembali terdengar. Seratus bilah langsung menjadi garis merah, melesat ke arah Jay dengan kecepatan luar biasa.


Saat itu juga, suara Ark kembali muncul.


“Kamu benar-benar mengecewakanku Jay.”


Mata Jay terbelalak. Dalam bidang penglihatannya, pria itu melihat seratus bilah melesat ke arahnya dan Ark yang muncul di depannya sambil mengayunkan pedang diselimuti kobaran api.

__ADS_1


Dalam sepersekian detik, mata Jay langsung berubah.


BLARRR!!!


Ledakan keras tercipta. Pada saat itu, semua orang melihat ke arah kepulan asap di kejauhan dengan mata terbelalak. Sama sekali tidak percaya apa yang mereka lihat. Bahkan, orang-orang itu meragukan kebenarannya.


‘Apakah ketua benar-benar berniat membunuh sahabatnya sendiri? Sosok yang dianggap sebagai saudara?’


‘Apa yang sebenarnya terjadi di sini?’


Belum sempat semua orang mencerna apa yang sedang terjadi, asap perlahan memudar. Namun, apa yang orang-orang itu lihat benar-benar berbeda dengan apa yang mereka bayangkan.


Di sana, tampak sosok humanoid berdiri. Mirip manusia, tetapi tingginya hampir mencapai dua setengah meter. Kedua tangannya dilapisi dengan armor putih dengan pola seperti sisik, mirip dengan cakar iblis.


Pakaiannya tampak berantakan. Wajahnya ditutupi dengan topeng putih aneh dengan sebuah tanduk tepat di tengah dahinya. Dari punggungnya, tampak beberapa duri dan sebuah ekor setebal lengan pria dewasa sepanjang dua setengah meter. Ujung ekor itu sendiri tampak aneh, berbentuk pedang lebar tipis sepanjang 50 centimeter.


Dari penampilannya saja, makhluk itu benar-benar tidak bisa dianggap sebagai manusia.


“ROAARRR!!!”


Makhluk itu membuka mulut yang dipenuhi taring tajam sambil meraung gila. Lidah panjang terjulur dan air liur memercik ke mana-mana.


Melihat penampilan mengerikan makhluk itu, semua orang merasa takut. Bulu-bulu halus langsung berdiri. Merinding ketika merasakan tatapan ganas dan penuh haus darah dari makhluk tersebut.


Pada saat itu, Ark berjalan mendekat dan akhirnya berhenti ketika jarak mereka kurang dari lima meter.


“Orang yang selalu ingin semua berputar di sekelilingnya tetapi begitu pengecut untuk mencoba merubah semuanya. Orang yang selalu menyerah pada keadaan, berpasrah dan menganggap semuanya akan baik-baik saja. Orang yang tidak mau berjuang, tetapi selalu mendorong orang lain untuk menggantikannya.


Orang yang baik, tetapi juga naif dan munafik.


Pada akhirnya, kamu benar-benar tidak bisa menahan semuanya dalam hati. Meledakkan seluruh perasaan gelap yang kamu pendam di dalam hati.


Apakah sekarang kamu merasa bebas karena telah melepaskan diri dari kekangan itu? Juga ...”


Memiringkan kepalanya, Ark tersenyum muram. Pemuda itu mencengkeram pedangnya dengan erat. Seratus bilah yang melayang mulai bergetar. Saat itu juga, api kuning mulai berubah menjadi biru, memancarkan suhu sangat panas di sekitarnya.


Tanpa menyembunyikan kekecewaan dalam matanya, dia bertanya.

__ADS_1


“Bagaimana rasa daging orang-orang yang hampir membunuh ayahmu itu, Sahabatku?”


>> Bersambung.


__ADS_2