
"Maaf? Anda bilang, berdagang?"
Darin merasa heran. Dia benar-benar tidak menyangka kalau ada rencana gila semacam itu. Berdagang di dunia yang kacau seperti ini. Sungguh hal yang sulit dipikirkan oleh orang sepertinya.
"Ya. Kita akan melakukan perdagangan. Lebih tepatnya, berjualan beberapa bahan yang tidak kita butuhkan. Kalian bisa melihat daftar barang yang dijual."
"Keripik kentang, keripik ubi, tepung jagung, dendeng daging, dan air. Maksud anda, anda menjual beberapa bahan yang diawetkan, Ketua?"
Keripik kentang dan keripik ubi sama sekali bukan snack. Keduanya sebenarnya dibuat dengan mengupas kulit, merendamnya dengan air hangat, lalu ditiriskan. Setelah itu, dipotong-potong tipis seperti keripik lalu dijemur sampai benar-benar kering, tanpa air.
Untuk cara mengonsumsi, biasanya bisa dibuat bubur ketika direbus bersama dengan air. Jika ada minyak, mungkin bisa saja digoreng.
Sedangkan tepung jagung, dendeng daging, dan air. Ketiganya tidak ada perubahan. Masih sama dengan yang ada di masa damai sebelumnya.
Melihat ke arah Darin yang heran, Ark mengangguk.
"Benar. Tentu saja kita akan terus mengawetkan bahan-bahan makanan. Namun untuk bahan lama yang tidak kita habiskan, kita bisa menjualnya.
Selain membantu orang lain, kita juga bisa mendapatkan berbagai keuntungan. Contohnya mendapatkan tanaman berharga tanpa sibuk mencarinya di sudut-sudut kota."
"Itu ... memang sangat menguntungkan."
Setelah beberapa saat, Darin menggelengkan kepalanya. Dia menatap ke arah Ark dengan ekspresi khawatir.
"Namun, bukankah ini berbahaya, Ketua? Maksudku, ini dunia yang gila dan kacau!
Daripada mencoba membeli, mereka pasti akan mengemis meminta, bahkan mencoba merampok kita."
"Jika mereka ingin melakukannya, aku mempersilahkan mereka untuk mencoba."
Ark berkata dengan nada tenang. Namun hal tersebut langsung membuat ketiga orang di depannya merinding.
"Ketua, apakah anda ..."
"Ya. Tentu selain mendapatkan reputasi dalam penjualan, kita juga harus mendapatkan reputasi dalam kekuatan. Membunuh orang untuk menunjukkan kita tidak mudah diganggu. Semudah itu.
Tentu saja, kita harus menutupi penampilan kita. Hal tersebut dilakukan agar mereka tidak tahu siapa kita. Selain itu, kita juga harus membunuh setiap orang yang mencoba membuntuti kita.
Sehingga reputasi kita akan terjaga."
"Jadi itu sebabnya anda membuatkan kami topeng!" seru Darin dengan ekspresi kagum.
"Benar. Bukan hanya topeng, aku juga telah membuat mantel bertudung dari kulit Grey Hound untuk kalian."
"..."
Mendengar kata-kata Grey Hound, sudut bibir ketiga orang itu berkedut.
Mereka ingat dengan jelas, dua belas hari yang lalu, ada kelompok berisi lima Grey Hound mencoba menyelinap ke wilayah mereka. Makhluk itu mirip dengan serigala abu-abu, padahal bukan serigala. Ukurannya cukup besar, kelihatannya keren dan cocok untuk dijadikan sebagai tunggangan.
__ADS_1
Pada awalnya, Ark dan Jay berniat untuk menjinakkan mereka. Namun karena kegilaan makhluk-makhluk itu, pada akhirnya Ark memutuskan untuk menghabisi mereka semua. Hal tersebut membuat Jay meratap, bahkan tidak bisa tidur untuk beberapa hari.
Kata Grey Hound membuat mereka bertiga langsung mengingat penampilan mengerikan Jay!
Grey Hound sendiri bukan makhluk yang terlalu kuat, hanya tingkat pertama. Meski lebih kuat daripada tikus bermutasi atau zombie normal, tetapi mereka masih bisa dikalahkan dengan mudah oleh Ark dan rekan-rekannya.
"Aku akan memberikan topeng dan mantel bulu besok. Untuk saat ini, kita akan membahas nama kelompok perdagangan dan nama samaran kita."
"Bukan hanya menutupi penampilan, tetapi juga mengganti nama panggilan?" Lisa memiringkan kepalanya.
"Benar. Itu dilakukan agar identitas kita benar-benar aman."
"Dimengerti."
Mereka bertiga mengangguk dengan ekspresi serius. Melihat itu, Ark kembali menjelaskan.
"Untuk nama kelompok perdagangan, kita akan menyebutnya Dark Caravan. Sedangkan untuk nama panggilan ..."
"Hades," ucap Ark sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Charon," ucap Ark ketika menunjuk Darin.
Ark menunjuk Lisa. Namun sebelum mengatakan julukan, gadis itu tiba-tiba menyela dan berkata dengan mata berbinar.
"The Legendary Shadow Tamer!"
Mendengar nama panggilan panjang tersebut, sudut bibir Ark berkedut. Melihat ekspresi penuh harap di wajah Lisa, dia akhirnya berkata.
"The Legendary Shadow Tamer!" tegas Lisa.
"Baiklah, terserah. Namun karena terlalu panjang, kami akan memanggilmu dengan sebutan Tamer."
"Hmph! Seharusnya begitu," ucap Lisa dengan ekspresi puas.
"Jadi, apakah kamu ada keberatan, Darin?"
"Charon, sosok yang mengangkut jiwa orang-orang mati ke dunia bawah dengan kapal melalui sungai Styx. Bukan julukan buruk, jadi saya menerimanya."
Darin berkata dengan nada santai. Sama sekali tidak tampak keberatan. Bahkan jika dijuluki slime, orc, atau goblin, pemuda itu sama sekali tidak peduli.
"Bagaimana denganmu, Stacy?"
"Saya menerima nama panggilan yang anda berikan, Tuan."
"Hmmm ... Kalau begitu, aku akan memanggilmu Alecto."
"Dimengerti." Stacy sama sekali tidak menolak.
"Hah?! Bukankah itu nama panggilan laki-laki?" Lisa berkata dengan nada heran.
__ADS_1
Tidak seperti Stacy yang menurut atau Lisa yang kurang berpengetahuan, Darin tahu apa yang dimaksud oleh Ark.
"Alecto ... satu dari tiga Erinyes, kah?" gumam pemuda itu.
"Erinyes? Apa Erinyes? Tidak bisakah kalian menjelaskannya?"
Lisa benar-benar terpana. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang Ark dan Darin ucapkan. Melirik ke arah Stacy, gadis itu hanya bisa terdiam. Stacy terlalu percaya kepada Ark. Sudah tidak bisa lagi diselamatkan!
"Lupakan! Apakah kita harus memanggil Debby dengan sebutan Cerberus atau semacamnya?" tanya Lisa.
"Tidak. Kita masih memanggilnya Debby."
"Kenapa?!" Lisa benar-benar tidak mengerti.
"Penampilannya cukup mencolok dan mudah dihafal. Selain itu, meski Debby cerdas, dia pasti agak bingung jika kita mengganti nama panggilan. Hal tersebut malah akan membingungkannya."
"Oh ... Ok. Jadi, Hades, Charon, Alecto, dan aku." Lisa berkata dengan ekspresi serius. "The Legendary Shadow Tamer!"
"Ya, ya, ya." Ark berkata dengan nada monoton. "Kalau begitu kalian bisa kembali. Beristirahat dengan baik. Kita akan berangkat ketika matahari terbit."
"Baik, Ketua!"
***
Keesokan paginya.
Sebelum matahari terbit, Ark dan tiga orang lainnya telah bersiap.
Ark menggunakan jubah bertudung berwarna hitam. Dia juga memakai topeng dengan beberapa ukiran rumit. Saat ini, dia membawa dua pedang biasa, satu belati biasa, satu pedang dari sabit Rotten Ghost Mantis, dan dua belati dari taring Abyssal Shadow Lynx.
Sedangkan sabit lain dan exo-skeleton punggung Rotten Ghost Mantis ditinggalkan di markas. Karena waktu singkat, dia tidak bisa membuat keduanya menjadi pedang dan pelindung dada.
Tiga orang lain mengenakan jubah bertudung berwarna abu-abu gelap. Mereka memakai topeng mirip dengan milik Ark, tetapi relatif lebih polos.
Darin membawa satu tombak dan dua belati. Stacy membawa dua pedang pendek dan dua belati. Sedangkan Lisa membawa satu pedang dan dua belati.
Ya. Belati adalah senjata yang lebih mudah ditemukan dan jumlahnya cukup banyak. Itulah kenapa mereka tidak membawa senjata utama berlebih, tetapi membawa senjata secondary berlebih.
"Hati-hati di jalan dan kembali dengan selamat, Semuanya."
Jay berkata dengan senyum di wajahnya. Anggota Sword of Sufferings lainnya juga ada di belakangnya, mengantar keberangkatan Ark, Stacy, Darin, dan Lisa.
Darin duduk di posisi kusir, sementara tiga orang lainnya masuk ke dalam gerbong kereta kuda.
"Tenang saja, kami pasti akan baik-baik saja. Aku akan mencoba untuk menemukan suvenir untuk dibawa kembali."
Ark yang duduk di belakang berkata dengan tenang. Mendengar itu, anggota lain yang tinggal tersenyum.
Saat itu juga, Debby mulai menarik kereta.
__ADS_1
Dark Caravan pun memulai perjalanan pertama mereka.
>> Bersambung.