Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Memberi Pilihan


__ADS_3

Sepuluh hari berlalu begitu saja sejak purnama pertama.


"Apakah kamu tahu kenapa aku memanggilmu, Darin?"


Berdiri menghadap jendela, melihat pemandangan langit biru sambil membelakangi Darin yang duduk di sofa, Ark bertanya dengan nada datar.


"Saya tidak tahu, Tuan Ark."


Mendengar jawaban Darin, Ark menoleh. Memiliki ekspresi datar di wajahnya, pemuda itu kembali berkata.


"Kamu seharusnya tahu, aku telah memberi Stacy, Natasha, dan Abigail ramuan evolusi yang aku temukan."


"Saya tahu." Darin mengangguk.


"Selain dua anak-anak, kamu adalah satu-satunya yang tidak diberi ramuan evolusi. Apakah kamu tahu kenapa?"


Darin memegangi lengan kirinya yang lumpuh. Dia tahu bahwa kemungkinan besar ramuan evolusi bisa menyembuhkan tangannya, tetapi Ark tidak memberinya hal tersebut. Itu memang membuatnya kecewa.


Stacy, sebagai orang kepercayaan Ark selain Jay mendapatkan jatah satu gelas ramuan evolusi setiap hari. Sedangkan Natasha dan Abigail mendapatkan satu gelas ramuan evolusi setiap dua hari.


Alasan sebenarnya Ark memberi Natasha dan Abigail bukan karena mereka akan mematuhi segala perintahnya seperti Stacy. Namun, mereka berdua juga telah terikat kepadanya.


Abigail terikat kepada Ark karena anak-anak sekarang telah suka tinggal di tempat ini. Dibandingkan dengan tempat lain, di sini mereka bisa makan, minum, dan tidur cukup. Hal tersebut membuat Abigail enggan untuk meninggalkan tempat ini karena anak-anak. Belum lagi, semakin lama berada di sisi Ark, dia menjadi semakin nyaman.


Natasha sendiri sebenarnya sering berdebat dengan Ark, tetapi wanita itu jelas tidak terlalu membencinya. Meski terkadang merasa dipermainkan, wanita itu juga merasa Ark adalah pemimpin yang cukup bisa diandalkan daripada pemimpin kelompok lain. Belum lagi, karena Abigail, Nathan, dan Nala terikat kepada Ark, mustahil Natasha pergi sendiri karena dia adalah wanita yang menepati janjinya.


Hari ini, Stacy telah melakukan evolusi pertama. Hal itu mengejutkan anggota kelompok lainnya. Mereka tidak menyangka kalau manusia juga bisa menjadi lebih kuat dengan cara mengonsumsi ramuan khusus semacam itu. Jelas, hal tersebut membuat anggota lain iri.


Hanya saja, Ark sedikit kecewa karena Stacy tidak membangkitkan salah satu bakat bawaan manusia. Tentu saja, dia sudah siap menerimanya. Lagipula, seperti yang pernah dijelaskan ... bakat itu sangat langka. Jika setiap anggota kelompok memilikinya, itu sangat aneh! Bahkan si harimau betina jga tidak membangkitkan bakat apapun, hanya memiliki dasar yang lebih baik daripada orang lain.


Sementara itu, Natasha dan Abigail cukup iri, tetapi mereka juga sadar diri. Mereka masih bersyukur karena Ark masih memedulikan mereka. Memberi mereka ramuan evolusi padahal mereka tidak begitu akrab. Lagipula, keduanya sadar, mereka bukanlah Stacy yang akan menuruti segala permintaan Ark. Bahkan jika disuruh untuk bunuh diri.


Jadi, meski sedikit lebih lama, mereka berdua masih bersyukur. Karena mereka berdua sadar, mereka mungkin tidak bisa melakukan evolusi tanpa bantuan Ark. Atau setidaknya ... evolusi mereka akan tertunda sangat lama karena untuk saat ini, hanya Ark yang mengetahui caranya.


Di satu sisi, Darin iri. Dia berpikir Ark memanjakan mereka karena ketiganya adalah wanita. Dalam pikirannya, ketiganya mungkin memiliki hubungan diam-diam dengan Ark. Namun di sisi lain, Darin juga bingung. Dia tahu kalau Ark adalah tipe yang bisa dibilang ... memperlakukan orang dengan adil. Jadi pasti ada suatu alasan kenapa dirinya tidak diberi ramuan evolusi.

__ADS_1


"Karena kamu tidak memiliki rasa memiliki."


"En?"


Jawaban Ark membuat Darin terkejut. Dia buru-buru berkata.


"Saya tidak memiliki niatan untuk berkhianat atau membocorkan rahasia. Jadi ... kenapa?"


"Hatimu tidak ada di tempat ini, Darin."


"Maksud anda ..."


"Kamu memang melakukan semua yang aku mau. Kamu juga melakukan tugas-tugas dengan baik. Namun, aku tahu, tempat ini ... kelompok ini hanyalah tempat pelarian bagimu.


Karena kamu tidak diterima dengan baik di tempat lain. Karena kamu merasa tempat ini adalah tempat yang kebih baik. Karena kamu takut sekali lagi akan dikecewakan.


Alasan itulah kenapa kamu berada di sini. Untuk berlari ... dan bersembunyi dari apa yang seharusnya kamu hadapi."


"..."


"Juana masih hidup."


"..."


Ucapan Ark membuat Darin heran. Dia tidak menyangka kalau pemuda itu membahas Juana yang coba dia lupakan. Seorang gadis yang memberinya sebuah luka yang membekas di dalam hatinya.


"Aku tahu, kamu ingin melarikan diri, tetapi ada hal yang harus kamu hadapi. Jadi, aku akan memaksamu untuk mengambil dua pilihan.


Dalam tiga hari ke depan, aku akan memberimu ramuan evolusi. Tiga gelas ramuan evolusi yang membuatmu setidaknya memiliki kekuatan lebih baik daripada hampir semua orang yang belum berevolusi. Namun, setelah itu kamu harus pergi dari markas ini."


"..."


Ekspresi terkejut muncul di wajah Darin. Hal tersebut tidak membuat Ark merasa aneh. Dia malah kembali berkata.


"Setelah pergi dari tempat ini, kamu memiliki dua pilihan.

__ADS_1


Pertama, pergilah ke markas Silver Cross lalu temui Juana. Katakan pada dirinya bahwa kamu tidak lagi memerlukan dia, kamu bukan lagi pengecut yang dulu, dan kamu ... akan menjadi lebih kuat dan menjalani hidup baru dengan tujuan baru. Setelah itu, kembalilah ke tempat ini dan kami akan menyambutmu sebagai anggota resmi.


Terakhir, kamu bisa pergi untuk membentuk kelompok lain atau bergabung dengan kelompok lain. Saat itu, aku tahu kamu akan merasakan hebatnya kekuatan yang kamu miliki. Jadi, setelah itu ... kamu juga akan kembali bersama dengan kelompokmu, berusaha mendapatkan resep cairan evolusi dariku. Saat itu juga ..."


Kilatan cahaya dingin muncul di mata Ark saat memandang tepat ke mata Darin.


"Aku sendiri yang akan membunuhmu, bahkan jika kamu membawa seribu orang bersamamu."


Mendengar itu, tubuh Darin langsung menggigil. Dia tahu apa yang Ark ucapkan bukanlah omong kosong belaka. Dengan kata lain ... pria itu memiliki kepercayaan diri untuk menghabisi seribu orang.


Terdengar gila! Namun lebih parahnya, entah kenapa Darin memercayai ucapannya!


"Saya—"


"Aku tahu kamu ragu, dan kamu takut. Namun akan tetap melakukannya, karena aku memaksamu untuk melakukannya.


Aku tahu kamu mungkin takut menghadapi Juana dan masa lalumu. Jika demikian, kamu akan memilih pilihan kedua. Atau mungkin ... kamu akan membuat pilihan sendiri.


Seperti menjadi anggota kelompok kecil lain lalu berusaha hidup dengan aman dan tenang."


Darin tampak terkejut dengan ucapan Ark.


"Aku tahu itu yang kamu pikirkan. Namun aku yakin, pilihan ke tiga itu akan menjadi pilihan ke dua cepat atau lambat. Jadi ... pikirkanlah baik-baik jawabannya."


Ark kemudian menghampiri Darin lalu menepuk pundaknya dengan santai.


"Dalam tiga hari, belajarlah sebisanya. Serap semua ilmu yang aku berikan, karena ...


Hidup atau mati, terlahir kembali menjadi orang yang memegang teguh tujuannya sendiri atau menjadi orang yang dicemari oleh kacaunya dunia ini ...


Semua itu bukan bergantung kepadaku."


Ark memandang ke arah Darin dan tersenyum kepada pemuda kurus yang putus asa itu, lalu menunjuk tepat ke dadanya.


"Tetapi pada dirimu sendiri."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2