
“Mundur! Tidak perlu terburu-buru, mundur dengan tenang!”
Ark langsung berbicara dengan nada tegas. Orang-orang yang akhirnya melihat kedatamgan para semut awalnya gugup, tetapi mereka menjadi lebih tenang setelah mendengar ucapan Ark yang terdengar cukup magnetis.
“Itu …”
Lisa yang baru saja kembali ke barisan menatap kejauhan dengan ekspresi tidak percaya. Selain para ‘pekerja’, saat ini mereka akhirnya melihat setidaknya lima puluh ‘prajurit’ dan satu ‘jenderal’. Penampilan para prajurit semut yang berdiri dengan dua kaki dan memiliki penampilan layaknya makhluk asing membuat mereka tidak bisa tidak menghirup napas dingin.
Mereka menjadi begitu gugup karena aura yang mereka pancarkan lebih kuat daripada para semut sebesar mobil Mini Cooper. Rasanya berdiri di kejauhan saja sudah membuat banyak orang merasa ketakutan. Lagipula, mereka semua berada di puncak level dua. Warna cangkang mereka tidak seperti pasir gurun, tetapi lebih ke arah merah seperti semut api.
Hanya satu sosok yang memimpin mereka, seekor semut humanoid dengan tubuh sedikit lebih besar dibandingkan dengan para ksatria semut lainnya. Selain warna merah tubuhnya lebih gelap seperti darah, tampak empat sayap serangga di belakang punggungnya.
Ya … dia adalah makhluk level 3 yang tidak kalah dibandingan kebanyakan anggota inti Sword of Sufferings!
Ark sendiri tidak terlihat takut atau panik. Sebaliknya, dia masih tetap tenang karena mengetahui apa yang akan dilakukan oleh makhluk-makhluk itu. Bukannya langsung menyerang, mereka akan memilih untuk makan ‘hidangan’ yang tidak boleh disia-siakan.
Di depan mata terkejut semua orang, kelompok semut yang baru saja tiba tiba-tiba memakan mayat bangsanya sendiri. Tidak ada perilaku jijik atau enggan, mereka semua memilih untuk memakannya segera. Bahkan, cara mereka makan begitu lahap seolah-olah tidak ingin menyianyiakan makanan yang berharga.
“Apa-apaan mereka ini? Bukankah itu gila?” Lisa bergumam dengan ekspresi tidak percaya.
Ark sama sekali tidak menjawab. Dia juga tidak memberi perintah lain. Hanya tetap mundur secara bertahap dengan tenang.
Sementara itu, orang-orang dari kelompok lain berlomba-lomba untuk melarikan diri. Bukan hanya tidak membantu sesama, beberapa bahkan menginjak-injak orang yang tersandung atau terpeleset. Bahkan ada juga yang mendorong temannya sendiri ke mulut para semut pekerja yang mengejar agar bisa melarikan diri.
Anggota Sword of Sufferings adalah yang paling tertekan. Mereka takut dan ingin segera mundur, tetapi mereka tidak berani melanggar perintah ketua mereka. Jadi pada akhirnya mereka hanya bisa melihat pemandangan tersebut dan mengukir detailnya dalam otak mereka.
Pemandangan para ksatria semut merobek mayat semut pekerja. Pemandangan dimana banyak semut menghancurkan mayat semut lain dimana mereka sampai berebut. Pemandangan dimana kepala dipecahkan lalu isinya diraih dan diperebutkan. Mau tidak mau mereka dipaksa untuk melihat pemandangan semacam itu!
Setelah mundur hampir satu jam dengan tenang, mereka semua akhirnya sampai di pinggiran kota tempat tiga kereta, seekor Black Doberman, tiga Husky, dan sepuluh orang pekerja dari Sword of Sufferings menunggu.
Di sana, tampak banyak orang berkumpul cukup jauh dari kereta. Tampaknya mereka mendekat karena menginginkan sesuatu, tetapi akhirnya tidak berani maju karena pencegahan Debby, Finn, dan dua Husky lain.
“Akhirnya anda kembali, Ketua.”
__ADS_1
Melihat Ark kembali, para pekerja yang ditatap oleh orang-orang dari kelompok lain merasa lega. Ark sendiri juga langsung menghampiri orang itu sambil berkata.
“Ambilkan alat yang aku siapkan sebelumnya.”
“Eh?” Orang itu tampak terkejut.
“Sekarang.”
“B-Baik, Ketua!”
Orang itu langsung pergi ke kereta untuk mengambil sesuatu. Setelah beberapa saat, dia kembali sambil membawa dua tabung hitam, dua kain putih bersih, pena, dan tinta.
“Terima kasih.”
Ark mengangguk ringan saat menerima benda-benda tersebut. Dia kemudian mencari tempat lalu mulai menulis pesan. Tinta itu sendiri dibuat khusus. Selain cepat kering, tinta sulit dihilangkan. Jadi ketika menulis, tidak ada kata yang boleh keliru.
Usai menulis pesan, Ark langsung bersiul keras. Sosok Huginn dan Muninn langsung turun dari langit. Tubuh mereka saat ini sudah menjadi lebih besar daripada seekor elang harpy. Keduanya langsung berdiri di depan Ark dengan patuh. Mendongak sambil menatap tuan mereka dengan tatapan penasaran.
“Huginn, kamu dan Muninn harus pergi ke markas terlebih dahulu untuk memberi surat kepada Natasha atau Abigail. Setelah itu, kalian pergi ke taman kota seperti biasa, temui Saito dan yang lainnya lalu berikan surat di kaki Muninn.”
“Apakah kalian mengerti?”
Mendengar ucapan Ark, keduanya membuat kicauan lembut. Rasanya seperti anak kecil yang berkata kalau semua akan baik-baik saja jika diserahkan kepada mereka. Pemuda itu menatap keduanya dengan ekspresi serius sebelum melanjutkan.
“Ingat, jangan berpencar! Kalian harus tetap bersama untuk keamanan! Jika kalian menemui musuh kuat, langsung sembunyi dan cari kesempatan untuk melarikan diri.”
Huginn dan Muninn membuat kicauan lebih keras, tampaknya pura-pura tidak puas karena tuan mereka terlalu berlebihan. Namun keduanya masih mematuhi perintah Ark, tidak ingin membuat marah tuan sekaligus sosok yang mereka anggap sebagai keluarga.
“Aku hanya khawatir.” Ark menggeleng ringan. “Kalau begitu pergi!”
Pada saat Ark selesai bicara, keduanya langsung melesat ke langit. Bergegas pergi menuju ke arah markas Sword of Sufferings berada.
Ark kemudian mengalihkan pandangannya kepada orang-orang yang menonton, termasuk anggota kelompoknya yang malah berdiri dengan linglung. Merasa tidak puas, dia langsung memberi teguran kepada mereka.
__ADS_1
“Apa yang sedang kalian lakukan? Apakah otak kalian bergerak lambat karena apa yang terjadi sebelumnya? Ingat apa yang harus kalian lakukan ketika latihan!”
Ucapan dingin Ark langsung membuat anggota Sword of Sufferings menampilkan ekspresi masam di wajah mereka. Meski begitu, orang-orang itu juga tidak berani menunda. Mereka langsung membuat barisan untuk diperiksa oleh para pekerja. Mereka berbaris tidak berdasarkan pangkat, tetapi separah apa luka yang mereka terima.
Setelah melihat orang-orang pergi mengurus luka mereka, Ark kemudian mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang dari kelompok lain yang berdiri cukup jauh, tetapi masih mengelilingi area tempat kelompok Sword of Sufferings berada.
“Ada apa? Jika ada sesuatu katakan saja. Jika tidak, jangan ganggu waktuku!” ucap Ark datar.
Salah satu orang maju dengan ekspresi ragu di wajahnya. Melihat para beast menggeram kepadanya, dia tampak takut. Namun pria itu masih memberanikan diri untuk bertanya.
“B-Bisakah kami mendapatkan obat dari kalian, Tuan Hades? Kami … kelompok kami semua menderita banyak korban. Ada juga yang mengalami luka parah.”
Mendengar permintaan tersebut, Ark mengangkat alisnya. Dia kemudian bertanya dengan nada skeptis.
“Bukankah pemerintahan, Silver Cross dan Black Panther telah membagikan obat racun dan barang lainnya?”
Orang-orang langsung saling memandang ketika mendengar pertanyaan Ark. Salah satu dari mereka kemudian berkata.
“Masalahnya, Silver Cross dan Black Panther tidak membawa cukup barang, Tuan Hades.”
“Ya! Seharusnya mereka membawa setidaknya sama dengan jumlah peserta.”
“Jika tidak segera diobati, rekan-rekan kami pasti akan dalam bahaya. Sementara itu, di Silver Cross atay Black Panther sendiri yang bertugas untuk mengurus orang sakit adalah prajurit yang ikut ke garis depan.”
“…”
Melihat ke arah orang-orang yang mengoceh di depannya dengan bangga dan play victim, ekspresi Ark masih begitu tenang. Bukan hanya tenang, dia malah sedikit mengangkat sudut bibirnya. Tentu saja, tidak terlihat karena tertutup oleh topengnya.
Tatapan Ark langsung menyapu semua orang di sekitar sebelum dia berkata dalam hati.
‘Apakah ini yang kamu maksud sebagai para ksatria pemberani, Julian? Tampaknya matamu telah menjadi semakin buruk.’
>> Bersambung.
__ADS_1