Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Pengunjung Dari Jauh


__ADS_3

“Tolong tunggu sebentar, Tuan-tuan.”


Pria kurus itu langsung meminta Ark, Saito, dan yang lain menunggu. Setelah melihat Ark memberi anggukan kecil, dia segera pergi menuju ke salah satu bangunan dua lantai yang tampak lebih besar.


Tampaknya, alih-alih memilih gedung besar, mereka memilih bangunan kecil yang tidak ada di pusat kota. Meski tampaknya aneh karena memilih tempat lebih kecil daripada yang besar, tetapi Ark memahami alasan mereka.


Pertama dan paling penting, dibandingkan pada bangunan tinggi, mereka bisa lebih mudah melarikan diri jika ada serangan zombie. Ya … mereka bahkan tidak memiliki niat untuk melawan karena berdasarkan pengalaman, yang melawan akhirnya mati. Jadi untuk bertahan, mereka memilih melarikan diri. Hal tersebut sama sekali tidak memalukan. Selama masih hidup, situasi mungkin bisa berubah. Sedangkan mati, itu berarti akhir.


Sama seperti para anggota Sword of Sufferings yang cukup terkejut, orang-orang di markas itu malah lebih terkejut ketika melihat kedatangan hampir tiga puluh orang bertopeng dan berjubah. Bukan hanya tampak sehat, mereka juga tampak kuat. Hal tersebut membuat orang-orang memilih mundur ke sudut dan tidak berani membuat masalah.


Sementara itu, di lantai dua bangunan utama markas tersebut, sosok pria kurus tadi sedang berbicara dengan sosok kekar, tetapi agak lesu dan kuyu yang tampaknya adalah ketua kelompok tersebut.


“Apa yang kamu lakukan, Piero? Kenapa kamu membawa orang asing ke sini?” pria kekar itu berkata dengan nada tidak puas.


“Aku sama sekali tidak berencana melakukannya, Gustav. Namun mereka terlalu kuat. Salah satu anggota, tidak! Tampaknya wakil ketua kelompok itu tiba-tiba muncul dari belakang dan menangkapku. Berbeda dengan tindakan kelompok normal, mereka sangat terlatih.


Jika bukan tentara resmi, tampaknya mereka adalah tentara bayaran yang telah terlatih.”


“Kamu bodoh, Piero. Selain tentara, ada juga juga sekelompok orang kuat. Mereka adalah pembunuh.”


“Penjahat yang masuk ke penjara?”


“Bukan orang-orang gila yang membunuh dengan berbagai alasan seperti dendam atau kelainan mental, sebaliknya, ada juga organisasi pembunuh. Mereka melakukan pekerjaan dengan serius, sebagai pembunuh yang membunuh memang karena dibayar, bukan karena alasan lain.”


“Apakah kamu tidak terlalu minum, Gustav? Apakah organisasi semacam itu memang ada?”


“Kamu sudah tahu kalau sebelumnya aku menjadi tentara bayaran, bukan? Tidak hanya disewa di perbatasan atau medan perang, aku beberapa kali bertugas melakukan misi pengawalan. Pada saat itu, aku benar-benar tahu kalau pembunuh itu nyata.


Kamu tahu apa yang lebih mengerikan? Seorang pengemis, seorang pekerja kantoran, seorang penjaga toko, bahkan mahasiswa yang tampak biasa-biasa saja bisa jadi seorang pembunuh!”


Setelah mengatakan itu, Gustav sedikit membuka gorden untuk melihat ke arah Ark dan rekan-rekannya. Namun ekspresinya langsung berubah pucat saat melihat Ark yang berdiri di tengah barisan menoleh ke arahnya. Langsung menatap lalu mengangguk dengan santai seperti melihat kenalan lama.

__ADS_1


‘Ini jelas profesional!’


Gustav tidak bisa tidak berseru dalam hati. Dia kemudian melihat ke arah Piero. Jika bukan karena mereka melewati situasi hidup dan mati bersama beberapa kali, pria itu yakin kalau Piero pasti menjualnya.


“Kita tidak bisa lagi membuat mereka menunggu. Jika mereka sampai marah, Thorn Dragon pasti sudah habis!” ucap Gustav dengan senyum pahit di wajahnya.


Setelah itu, mereka memilih untuk keluar. Gustav juga memanggil beberapa member terkuat dalam kelompok untuk menyapa. Pada saat keluar dari rumah, ekspresi yang awalnya lesu dan gugup langsung berubah menjadi senyum penuh sambungan.


“Selamat datang di kelompok Thorn Dragon yang sederhana ini. Apakah ada sesuatu yang salah, atau ada anggota kami yang tanpa sengaja menyinggung kalian, Tuan-tuan? Omong-omong, bisakah saya berbicara pada pemimpinnya?”


“Aku pemimpinnya.” Ark berkata santai.


Melihat sosok yang sebelumnya melihat ke arahnya, Gustav sudah menduga. Namun saat mendengar suara yang terdengar begitu muda, dia tidak bisa tidak terkejut. Melihat ke arah Ark, pria itu menghirup napas dingin.


“Nama saya Gustav, dan orang yang membawa tuan-tuan ke sini adalah Piero. Jika Piero tanpa sengaja menyinggung tuan-tuan, saya harap kalian bisa memaafkannya.”


“Dia hanya melihat dan tidak bersalah. Sebaliknya, aku sebenarnya merasa terbantu. Lagipula, lebih baik untuk bertanya kepada penduduk asli tentang lingkungan setempat.”


Gustav dan teman-temannya telah mengetahui betapa mengerikannya situasi di luar kota yang tidak diketahui. Dibandingkan dengan para zombie, jumlah makhluk bermutasi di luar sana benar-benar tidak bisa dihitung jumlahnya. Belum lagi, makhluk-makhluk itu jelas sangat kuat.


Bisa melewati tempat mengerikan seperti itu … mereka jelas sangat kuat!


“J-Jika ada yang yang bisa kami bantu, kami pasti akan membantu.” Gustav langsung berkata dengan ekspresi tegang di wajahnya.


“Gustav, kan?”


“Y-Ya, Pak!”


“Kalian tidak perlu gugup. Kami datang bukan untuk mengacaukan. Sebaliknya, kami mungkin bisa mempermudah masalah kalian. Kami datang untuk melakukan pertukaran. Tentu saja, yang namanya pertukaran … harga harus disetujui oleh kedua belah pihak, bukan?


Jadi, daripada berdiri di sini, bukankah lebih baik kamu mengundang kami masuk?”

__ADS_1


Gustav ingin membalas kalau tidak peduli dengan bisnis atau semacamnya, tetapi dia merasa takut. Jadi pada akhirnya dia hanya diam dengan senyum pahit di wajahnya. Setelah beberapa saat, dia menghela napas panjang lalu berkata.


“Kalau begitu, tolong ikuti saya.”


Gustav kemudian membawa Ark, Saito, dan satu orang prajurit ke ruang tamu sementara 24 orang lainnya menunggu di luar. Di dalam ruang tamu, suasana begitu sunyi. Gustav, Piero, dan beberapa orang lain menatap Ark dengan ekspresi gugup di wajah mereka.


“Sudah aku bilang, tidak perlu gugup. Sebelum membicarakan banyak hal, biarkan aku memberikan sedikit hadiah.”


Ark berkata datar. Setelah itu, dia menjentikkan jarinya. Prajurit yang ikut bersamanya menaruh tas di lantai lalu mengambil tiga bungkusan lalu meletakkannya di atas meja.


“Kalian bisa memeriksanya.”


Mendengar ucapan Ark, Gustav akhirnya memberanikan diri untuk memeriksa. Melihat isinya, bukan hanya Gustav, tetapi beberapa orang lainnya langsung terkejut.


“Ini … tepung?”


“Seharusnya kamu tahu, setelah apocalypse tiba, bukan hanya binatang, tetapi tumbuhan juga bermutasi. Jika sebagian memiliki mutasi berlebihan, sebagian hanya memiliki sedikit perubahan berupa ukuran dan kandungan gizi di dalamnya.


Itu tepung ubi jalar dan tepung jagung. Keduanya bisa kalian jadikan bubur, yang pertama terasa lebih manis. Kalian bisa menambahkan cukup banyak air untuk dicampur beberapa sendok tepung, meski tidak kental, itu cukup untuk mengisi perut kalian.


Di kantong lain, ada daging asap. Kalian bisa memakannya secara langsung, tetapi agak keras. Sebaiknya mencampurnya dengan bubur. Meski menghilang dan larut, tetapi rasanya masih enak dan menambah lebih banyak energi.”


Sementara orang-orang tampak terkejut dan bahagia, Gustav yang lebih pintar menatap ke arah Ark dengan waspada. Lagipula, dia sangat yakin tidak ada yang gratis di dunia ini.


Melihat kewaspadaan Gustav, Ark tersenyum di balik topengnya. Pemuda itu kemudian berkata dengan nada sedikit lebih ramah.


“Tidak perlu khawatir. Kalian bisa menganggap ini sebagai hadiah. Ya …”


“Pemberian pengunjung dari jauh.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2