
Di atas atap gedung beberapa kilometer dari markas utama Crux of Shadow.
“Saya sudah membawanya kemari, Ketua.”
Draco memberi hormat lalu melapor kepada Ark. Di belakangnya, tampak sosok Brian yang berdiri kaku, tampaknya tidak berani bergerak dan terus menatap punggung lelaki yang merupakan ketua dari Sword of Sufferings, Hades.
“Draco membawamu kemari, itu berarti kamu bukan anggota dari Crux of Shadow. Jadi katakan padaku, kamu siapa? Dari kelompok mana? Dan apa alasanmu berada di sini?”
Ark bertanya dengan nada datar. Dia sama sekali tidak menoleh atau membalikkan badan, tetapi masih membuat Brian merasa tertekan.
Menarik napas dalam-dalam, pemuda itu langsung menjawab dengan ekspresi serius.
“Perkenalkan, nama saya Brian dan saya sementara ini tergabung dengan kelompok Spirit of Fire.”
“Bukankah itu adalah kelompok yang baru diselidiki oleh Saito, Ketua?” tanya Draco.
“Memang.” Ark masih tampak tak acuh. “Setahuku, kelompok itu sama sekali tidak berada di area pusat kota. Jika kamu memang dari kelompok itu, pasti ada alasan kenapa kamu datang ke tempat ini, kan?”
“Saya diberi tugas untuk mengawasi Sword of Sufferings. Sejak kemunculan kalian, saya merasa kalau Sword of Sufferings langsung menyerang Crux of Shadow yang berarti kemungkinan besar kalian akan muncul di sekitar area kekuasaan mereka cepat atau lambat.”
“Jadi, kamu bilang kalau dirimua datang ke tempat ini sendirian, mempertaruhkan diri untuk melakukan misi bunuh diri semacam itu? Atau, kamu memiliki niatan lain?”
“Ya! Saya ingin bergabung dengan Sword of Sufferings!”
“Kamu ingin mengkhianati kelompok lama dan bergabung dengan kelompok baru dengan mudahnya? Apakah kamu pikir pengkhianat akan diterima di semua tempat dengan mudah?”
Setelah mengatakan itu, Ark berbalik. Sepasang mata merah seperti rubi langsung menatap ke arah Brian.
Merasakan tatapan itu, Brian jelas merasa gugup dan takut. Meski demikian, dia masih memberanikan diri untuk menjawab.
“Alasan kenapa saya pergi karena Spirit of Fire tidak bisa menepati janji mereka. Pada saat saya pertama kali bergabung, saya ingin bekerja dengan mereka untuk menurunkan Crux of Shadow. Namun sampai sekarang, semuanya tidak terwujud.
Mereka menyuruhku untuk melakukan banyak tugas. Entah itu mengintai, merekrut, mencari sumber daya, dan banyak hal lain. Apa yang saya terima bahkan tidak lebih baik daripada jatah untuk para pekerja biasa. Saya sudah muak melakukan pekerjaan berlebihan semacam ini!
Saya terus diam karena saya merasa hanya Spirit of Fire yang memiliki kesempatan untuk melawan Crux of Shadow. Namun, semua pikiran itu berakhir sejak kemunculan Sword of Sufferings.”
“Jadi, menurutmu, kami memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalahkan Crux of Shadow, kah?” tanya Ark.
__ADS_1
“Benar.”
“Jadi kamu ingin bergabung dengan kami karena ingin membalas dendam?”
“Ya!” tegas Brian.
“Alasan yang masuk akal dan menarik, tetapi ...”
Ark menggelengkan kepalanya.
“Kamu sama sekali tidak memenuhi syarat untuk bergabung dengan kami.”
“Kenapa?” tanya Brian dengan ekspresi bingung.
“Pertama dan yang paling penting, kamu tidak berasal dari kota yang sama dengan kami. Untuk sekarang, Sword of Sufferings tidak ingin merekrut anggota daru luar. Selain itu, kamu terlalu lemah dan tidak memiliki sesuatu yang menonjol. Dari itu saja, aku tidak bisa menerimamu.
Ya ... sebenarnya ada cara jika kamu ingin masuk ke dalam Sword of Sufferings, yaitu melewati ujian yang aku buat secara khusus. Namun ujian itu mungkin akan terlalu berat karena membebani fisik dan mentalmu. Meski begitu, apakah kamu masih ingin mencobanya?”
Merasakan tatapan Ark, Brian merasa sedang ditatap oleh iblis. Meski begitu, dia masih menggertakkan gigi dan menjawab dengan tegas.
“YA!”
“Kalau begitu kamu akan mengikuti kami untuk berkumpul dengan sisa anggota lainnya. Di sana, kamu akan menceritakan semua yang kamu ketahui tentang kota, semua kelompok, dan juga tempat-tempat yang dianggap berbahaya di kota ini termasuk makhluk-makhluknya.”
Setelah mengatakan itu, Ark langsung berjalan melewati Brian. Saat melihat isyarat tangan Ark, semua orang juga segera mengikuti.
“Apa yang kamu tunggu, Brian? Berhenti melamun atau kami akan meninggalkanmu.” Draco langsung berkata dengan nada tidak puas.
“D-Dimengerti!”
Brian menjawab dengan gugup. Pemuda itu kemudian mengikuti dua belas orang itu lalu pergi dari sana.
***
Siang di hari berikutnya, dalam sebuah gedung area pinggiran kota.
“Ini agak merepotkan, Bos. Tampaknya dugaanmu benar. Crux of Shadow benar-benar menambahkan jumlah tenaga kerja. Tentu saja kamu bisa tenang karena sebanyak apapun mereka, tidak akan menjadi masalah bagiku!
__ADS_1
Timku telah kembali dengan barang jarahan yang kamu inginkan.”
Leon yang baru saja tiba dengan sepuluh anggota lain tersenyum. Dia membawa cukup banyak buah dari pos Crux of Shadow. Selain itu, tim Leon juga memburu banyak zombie untuk mendapatkan daging.
Sementara itu, Ark yang masih memakai jubah dan topeng sedang sibuk sendiri. Dia duduk sambil menilai bubuk putih yang ditaruh pada mangkuk kecil. Pemuda itu kemudian bergumam.
“Bubuk yang tidak berbahaya bagi manusia, tetapi mengganggu para zombie. Jika tidak salah, ini seharusnya dicampur sedikit air lalu dioleskan pada ujung anak panah. Ditembakkan ke mata zombie sampai menembus otaknya, ke bagian paling rentan sehingga makhluk itu bisa terganggu karena merasakan rasa sakit yang seharusnya tidak bisa mereka rasakan?
Bisa juga dilemparkan ke arah kerumunan zombie. Ledakan bubuk yang menyebar seperti asap akan mengganggu para zombie. Meski tidak melukai mereka, itu bisa digunakan untuk menunda waktu. Apakah aku benar?”
Mendengar penjelasan Ark, Brian terkejut. Dia tidak menyangka selain kuat, tenyata sosok Hades begitu pintar. Bisa mengetahui salah satu bahan rahasia yang ditemukan oleh ilmuwan dari Spirit of Fire. Padahal mereka semua membutuhkan banyak waktu untuk menemukannya.
“Anda benar, Tuan Hades.”
Pada saat itu, Leon melihat sosok asing Brian. Pria itu langsung menoleh ke arah Ark dan bertanya.
“Ketua .. dia?”
“Anggota sementara yang masih dalam proses pengujian.” Ark membalas datar.
“Jadi begitu!” Leon mengangguk.
“Kalian beristirahat sejenak. Setelah istirahat, kita akan makan siang bersama. Baru kemudian ...”
Ark menoleh ke arah Brian.
“Kamu akan menjelaskan semua informasi yang kamu ketahui secara mendetail. Apakah kamu mengerti, Brian?”
“Baik, Tuan Hades!”
Brian menjawab dengan ekspresi serius, sama sekali tidak berani menolak. Namun saat itu suara Leon yang ragu terdengar dalam ruangan.
“Apakah kita tidak menunggu Saito kembali, Bos?”
“Tidak perlu.”
Ark menggelengkan kepalanya. Pada saat banyak orang yang memandangnya dengan ekspresi bingung, pemuda itu hanya menambahkan.
__ADS_1
“Aku memiliki tugas khusus yang diberikan kepadanya.”
>> Bersambung.