Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Membuat Kesepakatan Lain


__ADS_3

Sore harinya.


Ark dan rekan-rekannya akhirnya tiba di markas Silver Cross. Melihat gedung tidak terlalu tinggi yang tampaknya telah dirombak menjadi benteng, pemuda itu mengangguk. Dalam kunjungan ke-3 di markas Silver Cross, tampaknya mereka berkembang lebih baik. Membuat Ark cukup puas karenanya.


Melihat kedatangan Dark Caravan, banyak anggota Silver Cross mulai berkumpul. Beberapa juga segera masuk ke dalam markas. Tampaknya mereka langsung memanggil ketua dan para petinggi kelompok.


Setelah beberapa saat, sosok Julian yang ditemani Berto muncul. Melihat kedatangan Ark, ekspresi terkejut sekaligus bersemangat tampak di wajah Julian.


"Aku tidak menyangka kalau kamu segera datang, Hades. Apakah benda itu benar-benar sangat berguna?"


Tanpa turun dari punggung Finn, Ark berkata dengan nada datar. "Benda itu sangat beracun. Namun tidak bisa aku sangkal, itu memang bisa dianggap harta."


"Eh???"


"Apakah kamu pikir aku berbohong?"


"Tidak. Hanya saja, aku pikir benda itu adalah harta yang sangat membantu tubuh manusia atau semacamnya.


Apakah benda itu meracuni bawahanmu? Datang untuk meminta tanggung jawab?"


"Mana mungkin aku langsung mengujinya ke manusia." Ark menggelengkan kepalanya. "Aku datang hanya untuk membalasmu. Aku dengar dari Tamer, kamu memerlukan bantuanku."


"Benarkah? Haruskah kita segera masuk untuk bicara?"


"Baik." Ark mengangguk ringan lalu melompat turun. Dia kemudian melihat ke arah Darin. "Cari tempat beristirahat yang nyaman. Tamer, kamu ikut denganku. Sisanya tinggal."


Lisa langsung melompat turun dengan penuh semangat. Dia menghampiri Ark sambil bersiul, berdiri di sebelah kirinya dengan ceria.


"Omong-omong, katakan kepada para bawahanmu untuk tidak mendekat. Jika mereka kehilangan anggota tubuh atau diracuni sampai mati, aku sama sekali tidak akan bertanggung jawab. Salahkan saja kebodohan mereka."


"Aku mengerti," ucap Julian sebelum menyuruh Berto untuk menyebarkan perintah.


Ark dan Lisa mengikuti Julian masuk ke dalam markas. Mereka melewati lantai pertama dimana ada ruang luas tempat biasanya banyak orang beristirahat setelah berpatroli atau berburu semalaman. Mereka kemudian naik ke lantai lima tempat kantor Julian berada.


"Berto, kamu tunggu di luar. Jangan biarkan siapapun bahkan para anggota inti mendekat. Ini sangat penting, jadi jangan mengacau."


"Baik, Ketua!"


Setelah masuk ke dalam kantor, Julian menutup pintu. Dia kemudian mempersilahkan Ark dan Lisa duduk di sofa sementara dirinya juga segera duduk.

__ADS_1


Duduk di sofa tua tetapi terawat, Ark dan Lisa tampak santai. Mereka sama sekali tidak khawatir atau gugup. Menatap ke arah Julian, Ark berkata, "Katakan saja, Julian."


"Pertama-tama, aku minta maaf karena tidak menjamu kalian. Meski ingin, segelas air dan bubur encer mungkin tidak memenuhi selera kalian. Jadi aku tidak melakukannya.


Seperti yang kamu ketahui, sekarang aku memiliki lebih banyak anggota karena banyaknya kelompok kecil yang ingin menjadi cabang kami. Sejujurnya, persediaan yang kami tukarkan kepada kalian masih agak kurang. Khusunya karena banyak kelompok kecil yang datang setiap minggu untuk menukar persediaan.


Jadi, apakah kalian bisa memasok lebih banyak makanan, Ark?"


"Aku memang bisa menambahnya, tetapi tidak banyak. Aku rasa ada alasan kenapa kalian mengeluarkan terlalu banyak persediaan. Contohnya ... melakukan pembelian telur binatang bermutasi?"


Mendengar ucapan Ark, ekspresi Julian menjadi serius. Setelah beberapa saat, dia menghela napas panjang.


"Memang, karena kalian, banyak kelompok besar yang berbondong-bondong berusaha memecahkan misteri penjinakan binatang buas.


Banyak kegagalan yang terjadi. Aku sempat berpikir kalau ucapanmu mungkin benar. Semua bergantung pada keberuntungan. Namun kami tidak menyerah. Semakin banyak percobaan, semakin banyak kemungkinan 'keberuntungan' muncul."


"Jika itu yang kalian inginkan, terserah pada kalian." Ark mengangkat bahu sambil menjawab datar. "Omong-omong, tampaknya kalian juga telah mencoba mengembangkan pertanian."


"Ya. Kami memang mencoba mengembangkan pertanian dengan beberapa bibit tanaman yang ditemukan. Hanya saja, banyak masalah yang terjadi.


Tanahnya kurang subur. Proses tanaman tumbuh cukup lama. Sulit mendapatkan air walau tidak perlu air yang terlalu bersih. Selain itu, semakin lama semakin banyak binatang bermutasi yang coba menimbulkan masalah."


"Aku mengerti."


Bisa dibilang, mereka bisa mengembangkan pertanian dengan sangat lancar!


"Omong-omong, apakah kalian tidak memiliki penelitian lebih lanjut untuk menetaskan binatang buas untuk ditaklukkan, Ark?"


"Panggil aku 'Hades', Julian. Untuk pertanyaanmu, jawabannya adalah tidak.


Black Doberman dan Husky. Menurutmu mereka menetas dari telur?"


Sudut bibir Julian berkedut sebelum menggelengkan kepalanya.


"Aku benar-benar tidak tahu bagaimana kalian melakukannya. Imperial Tiger dan Black Panther meniru apa yang kalian lakukan. Mereka mengorbankan cukup banyak orang untuk menerobos sarang serigala bermutasi dan grey hound. Hanya saja, mereka mengalami kerugian total.


Sama sekali tidak ada anakan yang bisa ditaklukkan!"


"Mereka cukup berani." Ark mengangguk.

__ADS_1


"Itulah sebabnya aku memilih untuk mencoba telur. Bukan hanya aku, tetapi banyak kelompok besar dan menengah mencobanya. Bahkan setelah beberapa kelompok bubar karena kerugian atau kecelakaan.


Kamu benar-benar tidak ingin mencobanya? Maksudku, kamu telah menaklukkan beberapa binatang. Tampaknya tingkat keberhasilanmu cukup tinggi."


"Hanya tujuh. Satu Black Doberman dan enam husky."


"Hanya?" ucap Julian dengan sudut bibir berkedut.


Jika ucapan Ark didengar para petinggi dari Imperial Tiger atau Black Panther, mereka pasti sudah muntah darah karena marah. Orang-orang itu telah melakukan banyak percobaan dan menderita kerugian besar tanpa menaklukkan satupun binatang!


"Setelah kamu mengatakan itu, aku menjadi lebih tertarik. Menaklukkan lebih banyak binatang bermutasi, kah?" Ark mengelus dagu, tampaknya cukup tertarik.


Dalam benak Ark, mulai muncul beberapa binatang yang masih memiliki kemungkinan untuk ditaklukkan. Setidaknya, dia masih bisa mencobanya tanpa takut kerugian. Sama sekali tidak perlu mengandalkan keberuntungan.


"Karena kamu setuju menambah jumlah persediaan untuk berdagang, biarkan aku menunjukkan tempat kami melakukan penetasan dan percobaan penaklukkan."


Mendengar ucapan Julian, Ark mengangguk sambil bergumam, "Cukup menarik."


"Sebelum itu, apakah kamu bisa melihat dan memberi komentar tentang kebun kami, Hades?"


"Baik." Ark dengan mudah menyetujuinya.


Julian bangkit dari kursinya. Setelah itu, dia pergi keluar ruangan bersama dengan Ark dan Lisa. Setelah keluar, Berto juga mengikuti mereka.


Pertama-tama, mereka turun ke lantai satu lalu pergi ke belakang gedung. Di halaman belakang, Julian menunjukkan sebuah tempat yang nyaris tidak bisa disebut sebagai kebun. Beberapa jagung tumbuh tidak subur. Ada juga beberapa tanaman umbi dengan daun menguning.


"Bagaimana menurutmu dengan kebun kami, Hades?"


"Pfft!" Lisa langsung menunduk sambil menahan tawa.


Jelas banyak orang yang mendengar Lisa. Mereka tampak tidak senang, khususnya para anggota Silver Cross yang menjaga dan merawat kebun tersebut. Namun mereka sama sekali tidak berani protes karena ada Hades yang sangat dihormati dan ditakuti para survivor di kota ini.


Berbeda dengan Lisa yang ingin tertawa dan mengejek, Ark malah maju. Dia kemudian berjongkok lalu mengambil segenggam tanah. Setelah merasakannya, dia kemudian membuangnya.


Pemuda itu berdiri sambil membersihkan tangannya. Menoleh ke arah Julian, dia kemudian berkata.


"Bantuan ini tidak gratis. Aku ingin semua informasi tentang telur yang kalian tetaskan sebagai gantinya."


Melihat mata tak acuh Ark, Julian tahu kalau lelaki itu memiliki solusi lebih baik untuk 'kebun' Silver Cross. Jadi pada akhirnya dia berkata.

__ADS_1


"Kalau begitu ... ayo buat kesepakatan!"


>> Bersambung.


__ADS_2